8 Tips Bangun Rumah agar Nyaman Ditempati, Ini Kata Arsitek

3 hours ago 3
  • Bagaimana cara membuat rumah terasa nyaman ditempati?
  • Apa yang dimaksud rumah sehat?
  • Kenapa pencahayaan alami penting untuk rumah?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Membangun rumah tidak cukup hanya mengikuti model desain yang sedang populer. Hunian juga perlu dirancang agar mendukung aktivitas harian, memiliki sirkulasi udara yang baik, serta tetap nyaman digunakan dalam waktu lama. Banyak pemilik rumah baru menyadari pentingnya hal tersebut setelah bangunan selesai dan muncul masalah seperti ruangan lembap, panas, atau kurang pencahayaan.

Arsitek muda asal Magelang, Dwiwangga Sang Nalendra Hadi (25) mengatakan kenyamanan rumah dipengaruhi sejumlah faktor yang saling berkaitan, mulai dari pencahayaan alami, aliran udara, tata letak ruang, hingga pemilihan material bangunan. Menurutnya, rumah yang sehat tidak selalu identik dengan ukuran besar atau biaya pembangunan yang mahal.

“Rumah sehat itu wajib karena rumah menjadi tempat yang dihuni dalam waktu lama. Pencahayaan, penghawaan, kelembapan, dan material menjadi faktor penting,” kata Dwiwangga saat dihubungi Liputan6.com pada Jumat (24/4) lalu.

1. Tata Ruang Menentukan Aktivitas Penghuni

Tata ruang menjadi hal pertama yang perlu diperhatikan sebelum membangun rumah. Penempatan ruang yang tidak sesuai fungsi sering membuat penghuni merasa terganggu saat beraktivitas di dalam rumah. Karena itu, pembagian area harus disesuaikan dengan kebutuhan penghuni sejak awal perencanaan.

Menurut Dwiwangga, ruang privat seperti kamar tidur sebaiknya tidak berada dekat ruang tamu atau area yang sering digunakan banyak orang. Penempatan ruang yang kurang tepat dapat memengaruhi kenyamanan penghuni, terutama saat beristirahat atau bekerja dari rumah.

Selain itu, rumah juga perlu memiliki alur aktivitas yang jelas. Area memasak, ruang berkumpul, hingga ruang kerja harus dibuat saling terhubung tanpa mengganggu fungsi masing-masing. Dengan tata ruang yang tepat, aktivitas di rumah dapat berjalan lebih teratur dan tidak saling bertabrakan.

2. Maksimalkan Cahaya dan Udara Alami

Pencahayaan alami menjadi bagian penting dalam rumah yang nyaman ditempati. Rumah yang terlalu tertutup berisiko terasa lembap dan minim pertukaran udara. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan penghuni dalam jangka panjang.

Dwiwangga menjelaskan setiap ruang memiliki kebutuhan pencahayaan yang berbeda. Ruang kerja misalnya membutuhkan tingkat pencahayaan tertentu agar tidak mengganggu mata saat digunakan dalam waktu lama. Karena itu, posisi jendela dan bukaan perlu diperhitungkan sejak awal pembangunan.

Selain cahaya, sirkulasi udara juga perlu diperhatikan. Bukaan yang cukup membantu udara bergerak masuk dan keluar rumah secara alami. Cara ini dapat membantu mengurangi penggunaan pendingin ruangan sekaligus menjaga kondisi udara di dalam rumah tetap berganti setiap hari.

“Rumah sehat berkaitan dengan pencahayaan, penghawaan, dan kelembapan ruangan,” ujarnya.

3. Hindari Kesalahan Penempatan Bukaan Rumah

Banyak rumah memiliki jendela besar untuk mendapatkan cahaya alami lebih banyak. Namun, penempatannya tidak boleh dilakukan sembarangan. Jika salah arah, ruangan justru bisa terasa panas dan membuat penggunaan listrik meningkat.

Dirinya mencontohkan bukaan besar di bagian barat rumah sering menyebabkan suhu ruangan meningkat karena terkena sinar matahari langsung pada sore hari. Kondisi tersebut membuat pendingin ruangan bekerja lebih berat dan penggunaan listrik menjadi lebih tinggi.

Karena itu, posisi jendela perlu disesuaikan dengan arah datangnya matahari. Penggunaan ventilasi silang juga dapat membantu menjaga aliran udara tetap bergerak di dalam rumah. Langkah sederhana ini bisa membantu rumah terasa lebih nyaman tanpa perlu banyak tambahan perangkat elektronik.

4. Pilih Material Sesuai Fungsi Ruangan

Pemilihan material bangunan tidak hanya berkaitan dengan tampilan rumah. Material juga memengaruhi kenyamanan dan fungsi ruang dalam penggunaan sehari-hari. Kesalahan memilih material sering membuat rumah sulit dirawat atau tidak nyaman digunakan.

Ia mengatakan bahwa, material gelap pada ruang tertentu dapat membuat ruangan terasa kurang terang. Karena itu, pemilik rumah perlu menyesuaikan material dengan kebutuhan setiap area di dalam rumah.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih memperhatikan keamanan material bangunan. Beberapa rumah masih menggunakan bahan yang sudah tidak dianjurkan karena dapat berdampak pada kesehatan penghuni.

“Pemilihan material juga penting. Masih ada rumah yang memakai asbes padahal mengandung zat yang berbahaya,” katanya.

5. Rumah Nyaman Tidak Harus Mengikuti Tren

Tren rumah terus berkembang setiap tahun. Namun, tidak semua konsep harus diterapkan dalam hunian. Rumah tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan penghuni agar nyaman digunakan dalam jangka panjang.

Dwiwangga menyebut tren quiet luxury masih banyak digunakan dalam desain rumah saat ini. Konsep tersebut mengutamakan kesederhanaan melalui penggunaan warna netral, pencahayaan, dan material yang digunakan secara tidak berlebihan.

Meski begitu, dirinya menilai rumah yang nyaman bukan ditentukan oleh tren tertentu. Pemilik rumah perlu memahami aktivitas yang paling sering dilakukan agar desain rumah benar-benar mendukung kebutuhan sehari-hari.

“Kalau mencari ketenangan, tentukan dulu ruang favorit di rumah dan fokuskan kenyamanan di area itu,” ujarnya.

6. Rumah Sehat Menjadi Kebutuhan Semua Orang

Konsep rumah sehat kini semakin banyak dibahas karena berkaitan langsung dengan kondisi fisik dan aktivitas penghuni. Rumah bukan hanya tempat beristirahat, tetapi juga ruang untuk bekerja, belajar, dan beraktivitas setiap hari.

Dwiwangga mengatakan rumah sehat bukan konsep yang hanya ditujukan untuk kelompok tertentu. Semua orang membutuhkan rumah dengan pencahayaan, suhu, dan sirkulasi udara yang memadai agar aktivitas dapat berjalan dengan baik.

Selain itu, rumah yang minim cahaya dan terlalu lembap berisiko memunculkan masalah kesehatan. Karena itu, rumah perlu memiliki ventilasi dan akses cahaya matahari yang cukup setiap hari.

Ia menjelaskan standar rumah sehat juga telah diatur dalam ketentuan tertentu, termasuk soal kelembapan dan suhu ruangan agar penghuni dapat tinggal dengan lebih nyaman.

7. Sesuaikan Rumah dengan Kebutuhan Kerja

Perubahan pola kerja membuat banyak orang kini membutuhkan ruang kerja di rumah. Karena itu, desain rumah juga perlu menyesuaikan kebutuhan aktivitas penghuni agar pekerjaan tidak mengganggu area istirahat keluarga.

Menurut Dwiwangga, pekerja kreatif memiliki kebutuhan ruang yang berbeda-beda. Ada yang membutuhkan ruang tenang, area rekaman, hingga ruang yang mampu meredam suara agar aktivitas kerja tidak mengganggu penghuni lain di rumah.

“Kalau membuat studio atau ruang kerja, tata ruang dan kenyamanan suara perlu diperhatikan,” katanya.

Karena itu, posisi ruang kerja sebaiknya dipisahkan dari area yang sering digunakan bersama. Dengan pembagian ruang yang tepat, aktivitas kerja tetap bisa berjalan tanpa mengurangi kenyamanan penghuni rumah lainnya.

8. Konsultasi dengan Arsitek Sebelum Membangun

Banyak orang langsung memulai pembangunan rumah tanpa perencanaan matang. Padahal, kesalahan sejak awal dapat menyebabkan biaya tambahan hingga perubahan bangunan di tengah proses pengerjaan.

Dwiwangga menilai konsultasi dengan arsitek penting dilakukan sebelum membangun rumah. Langkah tersebut membantu pemilik rumah memahami kebutuhan bangunan sekaligus menghindari kesalahan pada tata ruang dan struktur bangunan.

Ia juga menegaskan gambar kerja menjadi bagian penting dalam pembangunan rumah. Tanpa panduan yang jelas, hasil pembangunan berisiko tidak sesuai kebutuhan dan sulit diperbaiki setelah rumah selesai dibangun.

“Biaya besar justru sering muncul karena pembangunan tidak direncanakan dengan matang sejak awal,” tambahnya.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tips Bangun Rumah Agar Nyaman Ditempati

Bagaimana cara membuat rumah terasa nyaman ditempati?

Rumah yang nyaman dapat dibangun dengan tata ruang yang sesuai kebutuhan, pencahayaan alami cukup, sirkulasi udara lancar, serta pemilihan material yang tepat.

Apa yang dimaksud rumah sehat?

Rumah sehat merupakan hunian yang memiliki pencahayaan, penghawaan, suhu, dan kelembapan yang mendukung kesehatan penghuni.

Kenapa pencahayaan alami penting untuk rumah?

Pencahayaan alami membantu menjaga kondisi ruangan tetap terang, mengurangi kelembapan, dan membantu pertukaran udara di dalam rumah.

Apa kesalahan yang sering terjadi saat membangun rumah?

Kesalahan umum meliputi tata ruang yang tidak sesuai fungsi, bukaan rumah yang salah arah, dan penggunaan material yang tidak tepat.

Apakah rumah kecil bisa tetap nyaman ditempati?

Bisa. Kenyamanan rumah tidak ditentukan ukuran bangunan, tetapi bagaimana tata ruang dan kebutuhan penghuni direncanakan sejak awal.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |