Liputan6.com, Jakarta - Membangun kandang ayam seringkali dianggap memerlukan modal besar. Faktanya, dengan kreativitas dan memanfaatkan bahan di sekitar, Anda bisa memiliki kandang yang fungsional dan sehat tanpa menguras kantong.
Banyak peternak bahkan telah membuktikan, bahwa dengan modal yang bisa dibilang mepet bisa membuahkan hasil yang maksimal. Kuncinya adalah kreativitas dan manajemen kandang yang tepat.
Artikel ini akan merangkum berbagai ide kandang ayam murah meriah yang terbukti diterapkan langsung oleh para praktisi. Dari skala rumahan hingga semi-profesional, prinsipnya sama, yakni kreatif, memanfaatkan bahan lokal/daur ulang, dan fokus pada fungsionalitas dasar. Jadi simak ide selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (16/1/2026).
1. Kandang Bambu Sederhana
Bambu adalah primadona bahan murah untuk kandang ayam murah meriah. Rangka, dinding anyaman, hingga lantai bisa dibuat dari bambu. Atapnya bisa menggunakan daun jerami, rumbia, atau seng bekas untuk ketahanan lebih.
Keunggulannya terletak pada biaya yang sangat terjangkau, ketersediaan material yang melimpah di pedesaan, dan sirkulasi udara alami yang sangat baik berpori-pori anyaman bambu. Model ini adalah contoh klasik yang masih sangat relevan dan mudah dikustomisasi.
2. Kandang dari Kawat & Kayu Bekas
Ide ini memaksimalkan bahan bekas. Rangka dapat dibuat dari kayu bekas palet atau bambu, kemudian dilapisi dengan kawat ram bekas sebagai dinding. Atapnya cukup menggunakan terpal plastik.
Kandang jenis ini kokoh dan tahan lama. Biayanya sangat rendah karena memanfaatkan material bekas yang sering dianggap sampah. Pastikan kawat tidak memiliki ujung yang tajam agar tidak melukai ayam.
3. Kandang Close House Sederhana
Ini adalah inovasi yang dibagikan oleh Choirul Anam. Berbeda dengan close house profesional dari baja, versi sederhana ini menggunakan rangka kayu dengan dinding dan atap yang dilapisi plastik mulsa atau terpal (hitam/putih) untuk menciptakan efek tertutup.
Teknologi sederhananya adalah menggunakan dinamo bekas mesin cuci sebagai blower untuk sirkulasi udara (negative pressure). Menurut Chonam Sensei, keunggulan utama adalah biaya yang jauh lebih murah daripada close house baja, cocok untuk kontrol iklim mikro dan mengurangi bau. Filosofinya adalah modal sedikit, balik cepat, dengan estimasi keawetan 5-10 tahun dengan perawatan.
4. Kandang Umbaran Minimalis
Konsepnya adalah memberikan area terbuka yang luas bagi ayam. Cukup buat pagar keliling dari kawat ram dan area berteduh sederhana dengan atap asbes bekas atau genteng.
Keunggulannya, ayam lebih sehat, stres rendah karena bisa berperilaku alami, dan biaya pembuatan sangat hemat karena struktur yang minimalis. Cocok untuk Anda yang memiliki lahan luas dan ingin beternak ayam kampung atau semi-umbaran.
5. Kandang Multifungsi dengan Taman Mini
Ide kandang ayam murah meriah tidak melulu soal fungsi, tapi juga estetika. Konsepnya menggabungkan struktur kandang (dari kayu atau kawat) dengan taman kecil berisi tanaman herbal (seperti serai, mint) atau bunga di sekelilingnya.
Selain mempercantik halaman, tanaman tersebut dapat membantu menyerap bau dan menciptakan lingkungan ternak yang lebih asri dan nyaman, baik untuk ayam maupun pemiliknya.
6. Kandang dari Karung Bekas & Banner
Rangka dari bambu atau kayu, sedangkan dindingnya menggunakan karung bekas pupuk atau banner/spanduk bekas yang dijahit atau dipaku.
Ini adalah puncak dari ide hemat. Seperti pengalaman Mas Aji, kandang untuk 100 ekor bisa selesai dengan biaya sekitar Rp300.000. Bahan ini kedap angin dan sangat baik memanfaatkan limbah. Kuncinya adalah menarik bahan sekuat mungkin agar tidak melendung (menggembur) terkena angin.
7. Kandang Sistem Panggung Sederhana
Lantai kandang ditinggikan menggunakan balok kayu atau bambu, dengan bilah-bilah yang diberi jarak sehingga kotoran dapat jatuh ke bawah. Struktur dasarnya tetap bisa dari bahan sederhana seperti bambu.
Keunggulan utama adalah kebersihan. Ayam tidak bersentuhan langsung dengan kotoran, terhindar dari kelembaban tanah, dan sirkulasi udara di bawah kandang menjadi sangat baik, mengurangi bau dan penyakit.
8. Kandang dengan Atap Kontrol & Pagar Pendek
Seperti dijelaskan dalam video "markas 3", desain ini fokus pada sirkulasi udara optimal. Gunakan atap yang cukup tinggi dengan celah angin di bagian puncak (bisa menggunakan rolok/vents). Pagar samping dibuat dari batako/panel blok dengan ketinggian hanya sekitar 2 meter.
Prinsip kerjanya adalah efek cerobong: udara panas dan amonia naik ke atas dan keluar melalui celah atap, sementara udara segar masuk dari samping melalui pagar yang pendek. Ini adalah solusi alami dan murah untuk ventilasi.
9. Kandang Portable dari Paralon Bekas & Terpal
Untuk skala sangat kecil (hobi atau pembesaran awal), buat rangka kubus dari paralon bekas yang disambung dengan sambungan "T" dan "L". Selubungnya menggunakan terpal yang dijahit atau diikat.
Kandang ini ringan, mudah dibongkar-pasang, dan dipindahkan. Cocok untuk mereka yang lahan terbatas atau ingin mencoba beternak tanpa investasi struktural permanen terlebih dahulu.
10. Kandang Hemat dari Bahan Sisa Proyek Bangunan
Ini adalah filosofi inti dari semua ide kandang ayam murah meriah: Manfaatkan apa yang ada di sekitar. Kumpulkan sisa kayu bekas bekisting, potongan asbes, sisa besi beton, atau triplek bekas.
Dengan ketelatenan, semua "sampah" proyek ini bisa disulap menjadi kandang yang kokoh. Cerita Chonam Sensei dan Mas Aji membuktikan bahwa keberhasilan sering berawal dari memaksimalkan sumber daya yang terabaikan.
Tips Tambahan Agar Kandang Murah Meriah Tetap Efektif
Membangun kandang murah harus diimbangi dengan prinsip kandang yang sehat. Berikut tipsnya:
- Ventilasi & Pencahayaan: Jangan terlalu kedap. Beri celah udara di bagian atas dinding atau atap. Untuk pencahayaan, lampu LED 10-15 watt sudah cukup untuk kandang kecil dan hemat energi.
- Alas Kandang yang Tepat: Gunakan sekam padi, serutan kayu, atau pasir zeolit. Pasir zeolit, seperti yang disebutkan di beberapa sumber, bahkan bisa dicuci dan dipakai ulang untuk menyerap bau ammonia dengan baik.
- Lokasi Strategis: Pilih area yang teduh (terlindungi sinar matahari langsung berlebihan), drainasenya baik (tidak becek), dan mudah dijangkau untuk kegiatan pembersihan harian.
- Tempat Pakan & Minum Sederhana: Gunakan ember cat bekas, pipa paralon besar dibelah, atau wadah-wadah plastik makanan yang mudah dibersihkan. Kebersihan wadah pakan-minum kunci mencegah penyakit.
- Mulailah dengan Skala Kecil: Seperti saran Choirul Anam, untuk pemula, mulai dari populasi 5.000 ekor atau bahkan ratusan ekor untuk rumahan. Ini memudahkan manajemen, belajar dari kesalahan dengan risiko lebih kecil, dan modal tidak membebani.
FAQ Seputar Kandang Ayam Murah
Q: Berapa perkiraan biaya untuk membuat kandang ayam murah meriah?
A: Sangat variatif, tergantung skala dan bahan. Untuk kandang rumahan 100 ekor seperti milik Mas Aji, biayanya bisa sekitar Rp300.000 dengan bahan bekas penuh. Untuk "close house sederhana" skala 5.000 ekor ala Chonam Sensei, anggarannya bisa sekitar Rp700-800 juta, jauh di bawah close house baja yang bisa mencapai Rp2 Miliar. Kuncinya adalah bahan daur ulang dan pengerjaan mandiri.
Q: Apa bedanya close house asli dan close house sederhana?
A: Menurut penjelasan Choirul Anam (Chonam Sensei), close house asli menggunakan konstruksi baja penuh dan sistem otomasi lengkap, dengan biaya sangat besar (miliaran rupiah). Close house sederhana adalah adaptasi dengan konstruksi kayu kombinasi cor/plastik, biaya bisa 70-80% lebih murah, dan dirancang untuk bertahan 5-10 tahun sebagai investasi awal yang cepat balik modal.
Q: Bagaimana memastikan kandang dari bahan bekas tetap sehat untuk ayam?
A: Fokus pada tiga hal: 1) Sirkulasi Udara yang baik (ventilasi memadai), 2) Kebersihan Alas yang rutin diganti, dan 3) Kepadatan yang tidak berlebihan (sesuai jenis ayam). Desain seperti atap kontrol dan pagar pendek adalah solusi alami dan murah untuk memastikan udara segar terus bersirkulasi.
Q: Bahan bekas apa saja yang aman dan tidak aman untuk kandang?
A: AMAN: Bambu, kayu palet, kawat ram, karung beras/pupuk (untuk tirai), asbes bekas (yang tidak pecah/berdebu), terpal, banner PVC. HINDARI/HATI-HATI: Kayu yang sudah lapuk dan berjamur, besi berkarat tajam, plastik atau bahan yang diduga mengandung zat kimia berbahaya (seperti dari wadah pestisida), serta seng yang sudah keropos.
Q: Untuk pemula, lebih baik ternak mandiri atau ikut kemitraan?
A: Ternak Mandiri berpotensi untung lebih besar karena mengontrol seluruh rantai, tetapi risikonya tinggi (harus cari bibit, pakan, pasar, dan tanggung jawab penuh atas kesehatan ayam). Ternak Kemitraan lebih terarah dan aman untuk pemula (perusahaan mitra menyediakan bibit, pakan, obat, dan pembelian hasil), tetapi keuntungan dibagi sesuai kontrak. Untuk pemula tanpa pengalaman, kemitraan bisa jadi "sekolah" yang lebih aman.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477275/original/082821900_1768814680-Jenderal_Nasution_menerima_pataka_yang_dibawa_Pierre_Tendean__Wikimedia_Commons_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474712/original/007652600_1768531933-thlt-lcx-WshjU5cSNU8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470929/original/037705500_1768270638-gambar_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477304/original/090387100_1768815453-wsww.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4791002/original/040193800_1711974703-significance-of-the-lord-jesus-appearance-to-thomas-cb9bdcafc8e2acaf5686ece3472cfede.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477241/original/066608000_1768813249-Pohon_Kelengkeng_Dataran_Rendah__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477197/original/036027500_1768811880-Sistem_Rak_Kawat_Bertingkat__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4484593/original/019224800_1687936756-taya-dianna-vUm1axCwADI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477116/original/088071200_1768809389-kambing_etawa122.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476859/original/081138100_1768800526-Ilustrasi_Bakwan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5357212/original/000924300_1758522381-Gemini_Generated_Image_bslfndbslfndbslf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463856/original/086442200_1767672193-unnamed-14.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477122/original/067736900_1768809627-Galon_untuk_Rumah_Kaca_Mini__Portable_Greenhouse___Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477300/original/041442800_1768815360-Gemini_Generated_Image_3k1z8t3k1z8t3k1z_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477186/original/077202300_1768810922-teras_rumah_penuh_dengan_lumut_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476939/original/032605500_1768803778-Ternak_Ikan_Lele_Bioflok_di_Ember__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465699/original/097720000_1767774335-unnamed-36.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473832/original/097649200_1768459306-Manfaatkan_Limbah_Dapur___Pertanian_sebagai_Pakan_Utama.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476920/original/065979900_1768803193-Tanaman_Vertikal.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477008/original/022554900_1768806161-Jualan_smoothies__Gemini_AI_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360305/original/022331900_1758704064-DGDFE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363511/original/082081900_1758946742-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.16.03.jpg)