Liputan6.com, Jakarta - Memulai usaha perikanan skala kecil kini menjadi alternatif menarik, bagi siapa saja yang ingin menghasilkan penghasilan tambahan di rumah. Salah satu metode paling praktis adalah cara ternak ikan mas di ember bekas, sebuah teknik hemat tempat dan modal yang cocok diterapkan di lahan terbatas.
Banyak orang beranggapan bahwa ternak ikan membutuhkan kolam luas, alat mahal dan pengalaman khusus. Nyatanya, cara ternak ikan mas di ember bekas dapat dilakukan siapa saja asalkan memperhatikan kualitas bibit, air dan perawatan rutin. Prosesnya cukup sederhana, sehingga ibu rumah tangga, pelajar, atau pemula dapat mencoba usaha ini, sambil belajar dasar-dasar budidaya ikan konsumsi atau ikan hias.
Selain hemat tempat, metode ini juga menawarkan keunggulan dalam pengelolaan dan pemantauan. Setiap ember memungkinkan kontrol penuh terhadap jumlah ikan, kualitas air, serta pemberian pakan secara efisien. Dengan mengikuti prinsip cara ternak ikan mas di ember bekas, risiko kematian ikan bisa diminimalkan, sementara pertumbuhan bibit lebih optimal dibanding penempatan di kolam luas yang sulit diawasi secara intensif.
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (8/1/2026).
1. Pemilihan Ember dan Persiapan Air
Langkah pertama dalam menjalankan usaha ternak ikan mas menggunakan ember bekas adalah memilih wadah yang sesuai serta menyiapkan air yang aman untuk kehidupan ikan. Ember bekas yang digunakan sebaiknya memiliki kapasitas antara 50 hingga 100 liter dan dalam kondisi bersih, bebas dari residu bahan kimia berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan ikan.
Cuci ember secara menyeluruh menggunakan air bersih dan sikat halus agar sisa-sisa kotoran benar-benar hilang. Setelah itu, isi ember dengan air bersih dan diamkan selama kurang lebih 24 jam jika menggunakan air PAM, agar kandungan klorin menguap dan air menjadi aman bagi bibit ikan.
Pastikan volume air cukup memberikan ruang gerak bagi ikan, idealnya sekitar dua pertiga dari tinggi ember, sehingga ikan memiliki ruang yang nyaman untuk berenang dan pertumbuhan lebih optimal.
2. Penebaran Bibit yang Tepat
Pemilihan dan penebaran bibit merupakan tahap penting yang menentukan keberhasilan budidaya. Pilih bibit ikan mas yang sehat, aktif bergerak, serta memiliki ukuran seragam agar pertumbuhan ikan lebih seimbang dan mengurangi risiko persaingan yang berlebihan.
Untuk ember berukuran 50 liter, rasio ideal adalah lima hingga sepuluh ekor ikan, sehingga kepadatan tidak terlalu tinggi dan kualitas air tetap stabil. Saat memasukkan bibit ke dalam ember, lakukan secara perlahan untuk meminimalkan stres, memberikan kesempatan ikan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru secara bertahap, sehingga kesehatan dan tingkat adaptasi lebih tinggi.
3. Pemberian Pakan Teratur dan Seimbang
Pakan merupakan salah satu faktor utama yang menentukan pertumbuhan dan kesehatan ikan mas. Berikan pakan secara teratur dua hingga tiga kali sehari, disesuaikan dengan ukuran ikan agar nutrisi terserap optimal.
Pilihan pakan dapat berupa pelet khusus ikan mas yang mengandung protein cukup tinggi, atau pakan alami seperti cacing sutra dan plankton. Pastikan pakan habis dalam waktu 10 hingga 15 menit untuk mencegah sisa makanan mengendap di dasar ember, karena residu ini dapat menurunkan kualitas air, memicu pertumbuhan bakteri, dan menyebabkan ikan mudah terserang penyakit.
4. Perawatan Air dan Aerasi
Kualitas air merupakan faktor krusial dalam budidaya ikan mas di ember. Pasang aerator sederhana agar kadar oksigen dalam air tetap terjaga dan sirkulasi air berjalan lancar. Ganti sekitar 20 hingga 30 persen volume air setiap minggu untuk menjaga kebersihan, mencegah bau, dan mengurangi risiko pertumbuhan mikroorganisme berbahaya.
Selain itu, bersihkan sisa pakan dan kotoran ikan secara rutin agar lingkungan tetap higienis dan ikan dapat hidup dalam kondisi optimal. Perawatan air yang disiplin akan meningkatkan pertumbuhan, kesehatan, dan tingkat kelangsungan hidup ikan mas.
5. Pemantauan Kesehatan dan Pertumbuhan Ikan
Pemantauan rutin menjadi langkah penting untuk memastikan keberhasilan budidaya. Amati perilaku ikan setiap hari, karena ikan sehat akan berenang aktif, memiliki warna tubuh yang cerah, dan tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit seperti bercak putih, sisik rontok, atau perut buncit.
Jika terdapat ikan yang sakit, segera pisahkan agar tidak menular ke individu lain. Selain itu, catat pertumbuhan ikan secara berkala agar waktu panen dapat ditentukan dengan tepat, biasanya antara tiga hingga empat bulan tergantung kualitas bibit awal, pakan, dan perawatan yang diberikan. Pemantauan intensif memastikan hasil ternak maksimal dan risiko kerugian minimal.
Mengapa Ternak Ikan Mas di Ember Bekas Menjadi Peluang Usaha yang Menjanjikan
Budidaya ikan mas menggunakan ember bekas merupakan salah satu metode yang semakin diminati oleh banyak orang, terutama bagi pemula, ibu rumah tangga, atau masyarakat perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan. Metode ini menawarkan berbagai keuntungan praktis sekaligus ekonomis, sehingga sangat potensial untuk dijadikan sumber penghasilan tambahan.
Berikut beberapa alasan mengapa usaha ternak ikan mas di ember bekas memiliki prospek yang menjanjikan:
1. Modal Awal yang Relatif Rendah
Salah satu daya tarik utama dari metode ini adalah biaya awal yang jauh lebih terjangkau dibandingkan budidaya ikan menggunakan kolam tanah atau kolam beton. Cukup memanfaatkan ember bekas berukuran besar yang bersih, dilengkapi peralatan sederhana seperti aerator, pakan ikan, dan air bersih, seseorang sudah dapat memulai usaha.
Hal ini membuat metode ternak ikan mas di ember bekas sangat ideal bagi pemula atau individu yang ingin mencoba usaha perikanan dengan risiko finansial minimal, tanpa harus mengeluarkan dana besar untuk pembangunan kolam permanen.
2. Hemat Tempat dan Fleksibel dalam Penempatan
Keunggulan lain dari metode ini adalah efisiensi penggunaan ruang. Ember bekas dapat ditempatkan di halaman rumah, teras, atau bahkan di dalam ruangan asalkan ada ventilasi dan pencahayaan yang memadai. Fleksibilitas ini sangat bermanfaat bagi masyarakat perkotaan yang memiliki lahan terbatas, karena tidak memerlukan area luas seperti kolam tradisional. Dengan pemanfaatan ruang yang efisien, budidaya ikan mas dapat dilakukan bahkan di lingkungan rumah yang sempit, sehingga tetap memungkinkan untuk menjalankan kegiatan harian lain secara bersamaan.
3. Perawatan yang Lebih Mudah dan Kontrol yang Optimal
Dibandingkan kolam besar, ember bekas memberikan kemudahan dalam pengelolaan dan perawatan ikan. Mengontrol kualitas air, memberikan pakan, serta membersihkan sisa kotoran dan pakan menjadi lebih praktis karena volume air lebih sedikit dan mudah dipantau.
Selain itu, jumlah ikan yang lebih terbatas memungkinkan pemilik untuk memantau pertumbuhan dan kesehatan setiap individu secara intensif, sehingga risiko kematian dapat diminimalkan. Keuntungan lain adalah hasil panen dapat terlihat lebih cepat karena ikan tumbuh dalam kondisi yang lebih terkendali dan mudah diatur.
Tips Agar Ternak Ikan Mas di Ember Bekas Berjalan dengan Sukses
Budidaya ikan mas menggunakan ember bekas merupakan salah satu alternatif usaha perikanan yang praktis, hemat biaya, dan cocok diterapkan oleh pemula atau masyarakat perkotaan. Agar usaha ini dapat berjalan dengan optimal dan menghasilkan panen yang sehat, beberapa strategi penting perlu diperhatikan.
Berikut tips-tips yang dapat meningkatkan peluang kesuksesan ternak ikan mas di ember bekas:
- Pilih bibit ikan mas yang aktif bergerak, tidak cacat, memiliki ukuran seragam, dan berasal dari penjual terpercaya. Bibit yang sehat akan tumbuh lebih cepat, memiliki daya tahan terhadap penyakit, dan meminimalkan risiko kematian.
- Kualitas air merupakan faktor krusial dalam budidaya ikan mas. Gunakan air bersih yang sudah diendapkan minimal 24 jam, terutama jika menggunakan air PAM, agar klorin dan bahan kimia lain menguap.
- Pasang aerator sederhana untuk menjaga sirkulasi dan kadar oksigen tetap optimal. Ganti sekitar 20–30% air setiap minggu dan bersihkan sisa pakan atau kotoran ikan secara rutin agar lingkungan tetap higienis dan ikan tetap aktif.
- Pakan adalah kunci pertumbuhan ikan mas yang sehat. Berikan pakan dua hingga tiga kali sehari sesuai ukuran ikan, misalnya pelet khusus ikan mas atau pakan alami seperti cacing dan plankton.
- Pastikan pakan habis dalam 10–15 menit agar tidak mengendap di dasar ember dan mencemari air. Memberikan nutrisi yang tepat akan meningkatkan pertumbuhan, mempercepat panen, dan menjaga kesehatan ikan.
- Kepadatan ikan memengaruhi pertumbuhan dan kualitas hidup. Untuk ember 50 liter, idealnya ditebar 5–10 ekor ikan. Kepadatan berlebih dapat menyebabkan ikan stres, pertumbuhan lambat, dan kualitas air menurun dengan cepat.
- Amati perilaku ikan setiap hari. Ikan yang sehat berenang aktif, tidak menunjukkan bercak putih, sisik rontok, atau perut buncit. Jika ada tanda-tanda penyakit, segera pisahkan ikan yang sakit agar tidak menular ke yang lain.
FAQ Seputar Topik
Apakah budidaya ikan mas di ember cocok untuk pemula?
Ya, metode ini sangat cocok untuk pemula karena peralatannya sederhana dan perawatannya mudah dilakukan.
Berapa jumlah ikan mas ideal dalam satu ember?
Idealnya, satu ember diisi dengan 5–10 ekor ikan mas ukuran kecil untuk pertumbuhan optimal.
Kapan ikan mas yang dibudidayakan di ember siap panen?
Ikan mas biasanya siap panen dalam waktu 2,5–3 bulan, tergantung pada perawatan dan pakan yang diberikan.
Mengapa kualitas air sangat penting dalam cara ternak ikan mas di ember bekas?
Kualitas air krusial karena air yang kotor dapat menyebabkan stres, penyakit, dan kematian ikan, sehingga perlu dijaga rutin.
Apa saja tantangan utama dalam cara ternak ikan mas di ember?
Tantangan utama meliputi menjaga kualitas air, menghindari kepadatan ikan berlebihan, dan mencegah serangan hama atau penyakit.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467797/original/077638100_1767930992-desain_teras_kombinasi_carport_dan_ruang_santai_yang_aman_dan_nyaman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467813/original/009776900_1767931215-57e96bbe-ddbc-4ddb-9997-e599bb6ea93b.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467774/original/016077600_1767929829-anti_genangan_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467755/original/033887700_1767929593-Menanam_Bawang_Merah_di_Galon_Bekas.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467764/original/041849200_1767929598-cara_menanam_cabai_di_galon_bekas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467803/original/009511100_1767931007-celana_tiga_per_delapan8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467788/original/053517900_1767930507-ChatGPT_Image_9_Jan_2026__10.47.28.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467747/original/063524500_1767929414-unnamed__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1812875/original/075735600_1514339241-3083204_orig.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5462769/original/039096100_1767588813-air_purifier.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467715/original/077389000_1767928328-Taman_Depan_Rumah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456130/original/004298200_1766810167-Aura_Kasih.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467754/original/073003700_1767929441-Gemini_Generated_Image_vpzcm0vpzcm0vpzc.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467647/original/059507100_1767926279-Teras_Sejuk.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467625/original/048018900_1767925384-Hantaran_Takjil_Buka_Puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467682/original/097369000_1767927294-tanam_cabe_di_kaleng_cat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467679/original/048634700_1767927158-assorted-desserts-with-chocolate-frosted-pink-glazed-sprinkles.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467618/original/047839900_1767925342-kandang_kabel_ayam_5a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467639/original/065234100_1767926083-teras_rumah2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467589/original/046694400_1767923614-penjual_gorengan.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347777/original/072783500_1757736538-hl_39393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347356/original/093309300_1757667913-Gemini_Generated_Image_k68zk1k68zk1k68z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354601/original/013523100_1758259145-ChatGPT_Image_Sep_19__2025__12_08_54_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354530/original/059277200_1758256607-Gemini_Generated_Image_5vkn9p5vkn9p5vkn.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354654/original/036226500_1758261026-Gemini_Generated_Image_9notrf9notrf9not.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347981/original/048168500_1757749990-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)