Liputan6.com, Jakarta Seorang fotografer asal Norwegia, Thomas Mørch, baru-baru ini berhasil menangkap momen langka yang membuat dunia maya terpukau. Ia memotret seekor moose piebald, rusa besar dengan pola warna putih dan cokelat tidak merata yang sangat jarang terlihat. Penemuan ini seketika menarik perhatian para pengamat satwa dan pecinta alam dari berbagai belahan dunia.
Moose piebald bukanlah hewan biasa. Mereka muncul akibat kondisi genetik yang disebut piebaldisme, berbeda dari albinisme karena hewan ini masih memiliki sebagian pigmen di tubuhnya. Pola warnanya yang unik membuat moose piebald tampak seperti hasil imajinasi ilustrator fantasi.
Namun, di balik keindahannya, keberadaan moose piebald justru menyimpan banyak pertanyaan tentang kelangkaan, tantangan hidup di alam liar, dan kaitannya dengan kepercayaan masyarakat lokal. Berikut fakta Moose Piebald selengkapnya.
Apa Itu Moose Piebald
Moose piebald merupakan individu moose atau rusa belang yang memiliki pola warna putih mencolok yang tersebar di bagian tubuh tertentu, bercampur dengan warna cokelat khas rusa besar. Pola ini disebabkan oleh kelainan genetik yang disebut piebaldisme, yaitu mutasi pada gen bernama Kit. Mutasi ini memengaruhi jumlah dan distribusi melanosit, sel penghasil pigmen di tubuh hewan.
Tidak seperti albinisme, piebaldisme tidak menghilangkan seluruh pigmen tubuh. Hewan dengan kondisi ini masih memiliki warna asli pada sebagian tubuhnya, membuat mereka tampak seperti 'lukisan bergerak'. Kombinasi putih dan cokelat ini bisa sangat bervariasi, mulai dari bercak kecil hingga hampir seluruh tubuh didominasi warna putih.
Dalam kasus moose, piebaldisme menjadikan penampilannya sangat mencolok di antara kawanan lainnya. Bahkan, ada yang menyebutnya sebagai “moose mitologis” karena begitu jarang terlihat. Pola warna ini juga bisa memengaruhi persepsi manusia terhadap hewan tersebut, salah satunya terkait kepercayaan lokal.
Seberapa Langka Moose Piebald di Alam Liar?
Moose piebald sangat langka, dengan estimasi kemunculannya di bawah 1% dari total populasi moose di dunia. Dalam data yang dikumpulkan dari Hirschfelden Hunting Reserve dan penelitian satwa lainnya, diperkirakan hanya ada sekitar 15.000 moose piebald dari total 1,5 juta moose di Amerika dan Kanada.
Namun angka ini bisa menyesatkan jika tidak melihat konteks sebarannya. Di Alaska, misalnya, kemungkinan melihat satu moose piebald adalah satu dari 100 moose. Tapi di wilayah seperti Vermont atau Idaho, peluang tersebut bisa menjadi satu dari 3.000 bahkan lebih jarang. Dengan kata lain, sangat mungkin Anda tidak akan pernah melihat satu pun moose piebald selama hidup.
Bahkan kemunculan seekor piebald moose di Newfoundland pada tahun 2017 menjadi viral karena dianggap momen sekali seumur hidup.
Kemunculan di Norwegia
Norwegia bukanlah wilayah yang dikenal memiliki populasi moose piebald dalam jumlah signifikan. Oleh karena itu, ketika fotografer Thomas Mørch berhasil mengabadikan seekor moose piebald di negaranya, berita tersebut langsung menyebar luas. Foto dan video hasil jepretannya viral di media sosial, bahkan disebut sebagai “penemuan alam yang langka.”
Fenomena ini menunjukkan bahwa piebaldisme bukanlah kondisi yang terbatas pada geografi tertentu. Mutasi gen Kit bisa terjadi di mana saja selama ada populasi moose yang cukup besar dan faktor-faktor genetik mendukung. Namun tetap saja, melihat moose piebald di Eropa adalah sesuatu yang sangat jarang.
Penemuan ini juga menyoroti pentingnya kehadiran pengamat alam dan fotografer satwa liar dalam mendokumentasikan fenomena langka. Tanpa upaya Mørch, dunia mungkin tidak akan tahu bahwa seekor moose piebald telah melintas di hutan Norwegia.
Warna Putih di Moose Piebald Menguntungkan atau Merugikan?
Warna putih yang indah pada moose piebald justru bisa menjadi kelemahan di alam liar. Warna mencolok membuat mereka lebih mudah terlihat oleh predator, terutama di musim panas saat lanskap berubah menjadi hijau. Mereka juga bisa menjadi target empuk bagi pemburu yang tertarik dengan keunikan tampilannya.
Namun dari sisi kesehatan, piebaldisme tidak membahayakan secara langsung. Tidak seperti albinisme yang sering dikaitkan dengan gangguan penglihatan dan imunitas rendah, piebaldisme hanya memengaruhi pigmen. Moose piebald tetap bisa hidup normal selama tidak terlalu terekspos predator atau manusia.
Dalam beberapa budaya, moose piebald dianggap makhluk suci atau pembawa pesan. Ini bisa berujung pada perlindungan ekstra dari masyarakat lokal, tetapi juga bisa menjadi alasan perburuan karena dianggap memiliki “kekuatan khusus.” Dualitas ini menunjukkan betapa kompleksnya posisi moose piebald di antara manusia dan alam.
Fakta Menarik Tentang Moose Piebald yang Jarang Diketahui
- Pola warnanya unik untuk setiap individu, seperti sidik jari pada manusia. Tidak ada dua moose piebald yang sama persis.
- Bukan hanya moose yang bisa mengalami piebaldisme. Kondisi ini juga terjadi pada kuda, ular, anjing, dan bahkan tupai.
- Populasi terbesar moose piebald ditemukan di wilayah seperti Alaska, Maine, dan Newfoundland—tempat populasi moose normal juga tinggi.
- Foto moose piebald sering dikira editan digital, karena warnanya yang kontras terlihat tidak nyata.
- Beberapa piebald memiliki penglihatan terbatas, namun ini tidak berlaku untuk semua kasus dan tergantung tingkat mutasi yang terjadi.
Pertanyaan Seputar Topik
Apa itu piebald pada hewan?
Piebald adalah kondisi genetik yang menyebabkan sebagian tubuh hewan tidak memiliki pigmen, menghasilkan pola bercak putih yang mencolok di atas warna aslinya.
Apakah moose piebald sama dengan albino?
Tidak. Moose albino tidak memiliki pigmen sama sekali dan biasanya memiliki mata merah muda. Moose piebald masih memiliki sebagian pigmen dan matanya normal.
Di mana moose piebald paling sering ditemukan?
Wilayah dengan populasi moose besar seperti Kanada, Alaska, dan beberapa negara bagian AS seperti Maine dan Vermont memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk melihat moose piebald.
Apakah piebaldisme berbahaya bagi moose?
Secara fisik, piebaldisme tidak berbahaya. Namun warna putihnya bisa membuat moose lebih mudah terlihat predator atau pemburu.