Liputan6.com, Jakarta Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan momen penting untuk mengenang jasa para pahlawan. Selain sebagai ajang refleksi, perayaan ini juga menjadi kesempatan untuk mengekspresikan semangat patriotisme, salah satunya melalui penampilan. Memilih gaya rambut yang terinspirasi dari sosok-sosok heroik tersebut jadi salah satu bentuk ekspresi nasionalisme yang masih bisa dimunculkan di era sekarang.
Inspirasi gaya rambut dari para pahlawan tersebut bukan sekadar tren mode, melainkan sebuah upaya untuk menghidupkan kembali nilai-nilai keberanian, ketegasan, dan dedikasi yang mereka teladankan. Dengan mengadopsi gaya rambut para pahlawan berikut, seorang pria tidak hanya tampil gagah, tetapi juga membawa semangat juang yang tak lekang oleh waktu.
Kira-kira bagaimana gaya rambut yang dipakai oleh para pesohor bangsa di masa silam? Simak informasi selengkapnya, dirangkum Liputan6, Kamis (14/8).
1. Classic Pompadour
Gaya rambut Classic Pompadour dikenal dengan volume yang menonjol di bagian depan atas kepala, disisir ke belakang, dan bagian samping yang lebih pendek atau rapi. Gaya ini memberikan kesan maskulin dan berwibawa, menjadikannya pilihan yang tak lekang oleh waktu bagi pria yang ingin tampil gagah. Popularitasnya di era pertengahan abad ke-20, termasuk di Indonesia, membuatnya sering diasosiasikan dengan figur-figur penting pada masa itu.
Salah satu pahlawan yang kerap diasosiasikan dengan gaya rambut Classic Pompadour adalah Bung Tomo, seorang orator ulung yang membakar semangat perjuangan rakyat Surabaya dalam Pertempuran 10 November 1945. Penampilannya yang rapi dan berwibawa, termasuk gaya rambutnya, mencerminkan ketegasan dan kepemimpinan yang kuat di tengah gejolak revolusi. Gaya ini, dengan volumenya yang tinggi, dapat diinterpretasikan sebagai simbol semangat yang membumbung tinggi dan keberanian dalam menghadapi musuh.
Dengan mengadopsi Classic Pompadour, seorang pria dapat memancarkan aura kepemimpinan dan keberanian yang sama seperti Bung Tomo. Gaya ini tidak hanya menonjolkan kerapian, tetapi juga memberikan kesan dinamis dan penuh energi, seolah-olah siap menghadapi tantangan apa pun. Penggunaan pomade atau produk penata rambut lainnya dapat membantu mempertahankan volume dan bentuk rambut sepanjang hari, menjaga penampilan tetap prima layaknya seorang pemimpin yang selalu siap berjuang.
2. Buzz Cut
Buzz Cut adalah gaya rambut yang sangat pendek dan seragam di seluruh bagian kepala, seringkali dicukur menggunakan alat cukur elektrik dengan pengaturan panjang yang minimal. Gaya ini dikenal karena kepraktisan, kebersihan, dan kesan maskulin yang kuat. Di Indonesia, Buzz Cut sering disebut sebagai "cepak ABRI" atau "cepak tentara" karena banyak digunakan oleh anggota militer, mencerminkan disiplin dan kesiapan.
Keterkaitan Buzz Cut dengan semangat kemerdekaan sangat erat melalui asosiasinya dengan para pejuang dan militer. Pada masa perjuangan, kepraktisan rambut pendek sangat penting bagi para prajurit yang harus bergerak cepat dan efisien di medan perang. Rambut pendek juga mengurangi risiko kebersihan dan kutu, yang merupakan masalah umum dalam kondisi perang yang serba terbatas.
Beberapa pahlawan, meskipun tidak selalu digambarkan dengan Buzz Cut secara eksplisit, namun salah satu yang cukup identik dengan potongan ini adalah Pierre Tendean yang merupakan pahlawan dari kalangan militer.
3. Ivy League Cut
Ivy League Cut adalah potongan rambut pendek di bagian samping dan belakang, dengan bagian atas yang sedikit lebih panjang dan dapat disisir ke samping atau ke belakang membentuk poni pendek. Gaya ini memberikan kesan rapi, cerdas, dan berkelas, sering diasosiasikan dengan mahasiswa universitas-universitas bergengsi di Amerika Serikat, namun juga relevan dengan citra intelektual di Indonesia.
Gaya Ivy League Cut dapat dihubungkan dengan pahlawan pendidikan seperti Ki Hajar Dewantara, yang dikenal dengan pemikiran-pemikirannya yang revolusioner dalam bidang pendidikan. Penampilannya yang rapi dan berwibawa, seringkali dilengkapi dengan peci dan jas, mencerminkan seorang intelektual yang berjuang melalui jalur pemikiran dan pendidikan untuk kemajuan bangsa. Gaya rambut ini melambangkan kecerdasan, ketenangan, dan visi jauh ke depan.
Mengadopsi Ivy League Cut dapat memancarkan aura kecerdasan dan kepemimpinan yang tenang, mirip dengan Ki Hajar Dewantara yang berjuang dengan pena dan gagasan. Gaya ini cocok bagi pria yang ingin menampilkan kesan profesional, terpelajar, dan memiliki pemikiran yang terstruktur. Kerapian dan kesederhanaan gaya ini juga mencerminkan fokus pada substansi daripada penampilan yang berlebihan, selaras dengan semangat perjuangan yang mengutamakan esensi.
4. Pompadour Quiff
Pompadour Quiff adalah variasi dari Pompadour yang menonjolkan volume di bagian depan rambut yang disisir ke atas dan sedikit ke belakang, namun dengan tampilan yang lebih santai dan alami dibandingkan Classic Pompadour. Gaya ini memberikan kesan modern namun tetap klasik, menunjukkan sisi maskulin yang dinamis dan berani. Fleksibilitasnya memungkinkan penataan yang rapi untuk acara formal atau sedikit berantakan untuk tampilan kasual.
Gaya Pompadour Quiff ini memiliki kemiripan dengan gaya rambut pahlawan perjuangan kemerdekaan Indonesia, Tan Malaka. Tan Malaka dikenal sebagai seorang pemikir revolusioner dan pejuang yang gigih, dengan penampilan yang khas dan karismatik. Meskipun sering berpindah-pindah tempat dan menyamar, penampilannya yang rapi namun tidak kaku mencerminkan kecerdasan dan adaptabilitasnya dalam menghadapi berbagai situasi.
Mengadopsi Pompadour Quiff dapat merepresentasikan semangat intelektual yang berani dan tidak konvensional, seperti Tan Malaka yang berani menyuarakan ide-ide radikal demi kemerdekaan. Gaya ini cocok bagi pria yang ingin menampilkan kesan cerdas, berani, dan memiliki pemikiran yang progresif. Penggunaan gel atau pomade dapat membantu menata rambut agar terlihat lebih rapi dan modern, selaras dengan semangat pembaharuan yang dibawa oleh para pahlawan.
5. Front Puff
Front Puff adalah gaya rambut yang menonjolkan volume di bagian depan atas kepala, mirip dengan Pompadour, namun dengan penekanan pada "puff" atau jambul yang lebih terangkat dan seringkali sedikit lebih pendek di bagian samping. Gaya ini memberikan kesan vintage namun tetap stylish, cocok bagi mereka yang ingin tampil dengan sentuhan klasik yang berani. Potongan ini memungkinkan pembentukan volume di bagian atas dan samping rambut.
Gaya Front Puff ini dapat dikaitkan dengan pahlawan kemerdekaan, Ignatius Slamet Rijadi. Sebagai seorang komandan militer yang berani dan karismatik, Slamet Rijadi dikenal dengan kepemimpinannya yang tegas dan semangat juangnya yang membara. Penampilannya yang rapi namun tetap menunjukkan keberanian, termasuk gaya rambutnya, mencerminkan sosok pejuang yang siap memimpin pasukannya dalam pertempuran.
Mengadopsi Front Puff dapat memancarkan semangat kepemimpinan yang dinamis dan keberanian dalam mengambil risiko, seperti yang ditunjukkan oleh Ignatius Slamet Rijadi. Gaya ini cocok bagi pria yang ingin menampilkan kesan berani, percaya diri, dan memiliki jiwa petualang. Sentuhan vintage pada gaya ini juga dapat menjadi pengingat akan kejayaan masa lalu dan semangat perjuangan yang harus terus dilestarikan.
6. Curly Pompadour
Curly Pompadour adalah adaptasi dari gaya Pompadour untuk rambut ikal, di mana volume di bagian depan tetap menjadi fokus utama, namun dengan tekstur ikal alami yang dipertahankan. Gaya ini memberikan kesan unik, berani, dan tetap maskulin, menunjukkan bahwa rambut ikal pun dapat ditata dengan gaya yang elegan dan berwibawa. Rambut ikal secara alami sudah memiliki volume, sehingga penataan menjadi lebih mudah.
Gaya rambut Curly Pompadour ini mengingatkan pada Kapitan Pattimura, pahlawan yang gigih melawan VOC Belanda di Maluku. Kapitan Pattimura sering digambarkan dengan rambut ikal tebal yang tergerai atau diikat dengan kain berang di kepalanya. Penampilannya yang kuat dan alami mencerminkan keberanian, ketangguhan, dan kedekatannya dengan alam serta rakyatnya.
Mengadopsi Curly Pompadour dapat melambangkan semangat perlawanan yang kuat dan keberanian untuk mempertahankan identitas diri, seperti Kapitan Pattimura yang berjuang mempertahankan tanah airnya. Gaya ini cocok bagi pria dengan rambut ikal yang ingin menampilkan kesan berani, otentik, dan memiliki karakter yang kuat. Penataan dengan pomade dapat membantu merapikan rambut ikal tanpa menghilangkan tekstur alaminya, menciptakan tampilan yang gagah dan berwibawa.
7. Slicked-back
Slicked-back adalah gaya rambut klasik di mana rambut disisir rapi ke belakang menggunakan produk penata rambut seperti pomade atau gel, menciptakan tampilan yang klimis dan berkilau. Bagian atas rambut biasanya dibiarkan cukup panjang, sementara samping dan belakang bisa lebih pendek atau dipangkas rapi. Gaya ini memberikan kesan formal, profesional, dan sangat rapi, sering diasosiasikan dengan citra eksekutif atau intelektual.
Gaya rambut Slicked-back ini mirip dengan penampilan sastrawan dan pahlawan nasional Abdul Muis saat muda. Abdul Muis adalah seorang penulis dan pejuang yang berkontribusi besar dalam pergerakan nasional melalui karya-karyanya. Penampilannya yang selalu rapi dan berwibawa mencerminkan seorang intelektual yang berjuang dengan pena dan pemikiran, bukan hanya dengan fisik.
Mengadopsi Slicked-back dapat memancarkan semangat intelektual, ketelitian, dan dedikasi dalam berkarya, seperti Abdul Muis yang melahirkan berbagai karya indah bagi Indonesia. Gaya ini cocok bagi pria yang ingin menampilkan kesan profesional, terorganisir, dan memiliki fokus yang kuat pada tujuan. Kerapian gaya ini juga melambangkan ketertiban dan keseriusan dalam menghadapi setiap tantangan, selaras dengan semangat perjuangan yang membutuhkan perencanaan matang.
8. Rambut Klimis
Rambut klimis merupakan hairstyle yang masih digemari hingga sekarang. Potongan ini memberikan kesan rapi dan menampilkan bagian wajah secara utuh. Biasanya, potongan klimis digemari oleh orang-orang yang berkecimpung di dunia akademik, karena sisi rapinya yang formal dan sopan.
Siapa sangka jika gaya rambut ini sudah ada sejak zaman penjajahan dulu, di mana sejumlah pahlawan nasional mengadopsinya. Salah satu yang identik dengan potongan klimis yang bersih dan rapi adalah wakil presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta. Saat dirinya muda, Mohammad Hatta belum mengenakan songkok seperti saat menjabat sebagai wakil presiden. Di sana, terlihat dirinya memilih menata rambutnya secara rapi dan klimis
People Also Ask
Q: Mengapa gaya rambut pahlawan penting untuk dikenang?
A: Gaya rambut pahlawan penting untuk dikenang karena seringkali mencerminkan identitas, karakter, dan semangat perjuangan mereka pada masanya.
Q: Apakah ada gaya rambut pahlawan wanita yang juga menginspirasi?
A: Ya, ada gaya rambut pahlawan wanita yang juga menginspirasi, seperti rambut cepol ala Cut Nyak Dien.
Q: Bagaimana rambut gondrong bisa menjadi simbol perjuangan kemerdekaan?
A: Rambut gondrong menjadi simbol perjuangan kemerdekaan karena pada masa revolusi, gaya ini sering diadopsi oleh para pemuda pejuang.
Q: Apakah gaya rambut pahlawan masih relevan untuk masa kini?
A: Gaya rambut pahlawan masih sangat relevan untuk masa kini karena dapat diadaptasi dengan sentuhan modern.
Q: cApa makna di balik kerapian gaya rambut beberapa pahlawan?
A: Kerapian gaya rambut beberapa pahlawan melambangkan disiplin, ketegasan, dan fokus pada tujuan perjuangan.