Liputan6.com, Jakarta Tinggal di desa menawarkan suasana yang berbeda dibandingkan perkotaan. Udara segar, lingkungan hijau, dan ketenangan alam menjadi daya tarik utama. Salah satu keunggulan yang sering ditemukan adalah ketersediaan lahan luas, sehingga rumah bisa dibangun dengan halaman lapang dan pepohonan rindang di sekitarnya.
Rumah sederhana di desa biasanya mengutamakan fungsi dan kenyamanan. Walau desainnya tidak serumit rumah perkotaan, penataan halaman dan pemanfaatan ruang terbuka membuatnya terasa sejuk dan asri. Pepohonan yang tumbuh di sekitar rumah bukan hanya mempercantik tampilan, tetapi juga memberikan perlindungan alami dari panas.
Memiliki halaman luas memberikan banyak keuntungan, seperti ruang bermain anak, area berkebun, atau tempat berkumpul keluarga. Kombinasi rumah sederhana dan lingkungan hijau menciptakan hunian yang sehat dan menenangkan.
Berikut adalah 10 model rumah sederhana di desa yang memadukan halaman luas, banyak pepohonan, dan kenyamanan tinggal.
1. Rumah Panggung Kayu dengan Halaman Luas
Rumah panggung dari material kayu memberikan kesan alami yang kuat, terutama bila didirikan di atas lahan terbuka dengan banyak pohon. Struktur panggung memudahkan sirkulasi udara dan melindungi rumah dari kelembapan tanah, menjadikannya ideal untuk iklim tropis.
Halaman yang luas dapat dimanfaatkan untuk berbagai fungsi seperti tempat bermain anak, kebun kecil, atau ruang berkumpul keluarga. Rumput hijau dan pohon buah memberikan nuansa asri sekaligus berfungsi sebagai penyaring alami udara di sekitar rumah.
Teras depan rumah biasanya cukup lebar untuk menjadi area bersantai, tempat menerima tamu, atau sekadar menikmati sore sambil menyeruput minuman hangat. Rumah panggung seperti ini menjadi kombinasi sempurna antara kenyamanan dan keterhubungan dengan alam.
2. Rumah Minimalis Modern dengan Sentuhan Tropis
Desain minimalis tetap menjadi favorit karena tampilannya yang bersih dan efisien. Dalam lingkungan desa, rumah bergaya minimalis justru lebih menonjol karena berdiri di atas lahan luas yang memungkinkannya tampil maksimal. Bangunan yang terbuka dan minim sekat menciptakan suasana lapang.
Jendela besar memungkinkan cahaya alami masuk ke seluruh penjuru ruangan. Penerapan warna netral seperti putih, abu-abu, atau cokelat muda menciptakan kesan elegan yang tetap bersahaja. Material seperti batu alam dan kayu bisa menjadi aksen untuk menguatkan nuansa tropis.
Kelebihan desain ini adalah kemudahan perawatan dan fleksibilitas penataan ruang. Cocok untuk keluarga muda yang ingin hidup tenang tanpa meninggalkan estetika arsitektur modern.
3. Rumah Tradisional Gaya Nusantara
Rumah bergaya tradisional masih menjadi pilihan utama bagi banyak keluarga di pedesaan. Desain rumah ini biasanya memiliki atap tinggi, tiang kayu besar, dan ornamen khas yang mencerminkan kearifan lokal. Keunikan tersebut menjadi daya tarik tersendiri sekaligus menjaga identitas budaya.
Material utama seperti kayu dan bambu memberikan kehangatan visual dan kenyamanan termal. Ruang-ruang dalam rumah biasanya dirancang luas tanpa banyak sekat, menyesuaikan dengan kebutuhan fungsional rumah keluarga besar.
Teras lebar di bagian depan rumah sering dimanfaatkan sebagai ruang komunal tempat bercengkerama. Sentuhan tanaman hias dan batu alam memperkuat kesan alami dan menjadikan rumah tradisional tetap cocok dengan kebutuhan masa kini.
4. Rumah Konsep Villa Pedesaan yang Lapang dan Relaksatif
Desain villa dengan nuansa pedesaan sangat cocok dijadikan tempat tinggal atau rumah kedua untuk berlibur. Karakteristik utamanya adalah jendela lebar, teras terbuka, dan halaman yang dikelola seperti taman kecil. Desain ini menciptakan suasana yang tenang dan sangat cocok untuk relaksasi.
Bangunan dirancang terbuka agar sirkulasi udara dan cahaya berjalan optimal. Bagian dalam rumah biasanya didominasi warna netral dan elemen alami yang memberikan ketenangan visual. Ruang keluarga menyatu dengan ruang makan atau dapur terbuka yang menghadap ke taman.
Tipe rumah ini sering dijadikan pilihan oleh mereka yang ingin membangun vila pribadi, atau sekadar tempat singgah akhir pekan. Dengan lokasi yang strategis di desa, rumah seperti ini menawarkan kenyamanan dan privasi dalam satu paket.
5. Rumah Memanjang di Samping Sawah atau Kebun
Model rumah memanjang menjadi solusi efisien untuk membangun rumah di lahan terbuka. Umumnya memiliki bentuk persegi panjang dengan jendela dan pintu yang sejajar menghadap taman atau sawah. Model ini sangat cocok untuk keluarga yang menginginkan tata ruang terbuka dan mudah diakses.
Letak rumah di samping sawah atau kebun memberikan pemandangan yang menyegarkan setiap hari. Suasana yang hening dan segar membuat aktivitas harian lebih tenang dan fokus. Teras depan atau belakang bisa menjadi ruang bersantai yang nyaman tanpa perlu banyak dekorasi.
Selain itu, rumah jenis ini memungkinkan fleksibilitas dalam pembagian ruang dan sangat mudah dikembangkan bila suatu saat diperlukan renovasi atau perluasan bangunan. Sederhana namun menyenangkan untuk ditempati dalam jangka panjang.
6. Rumah Atap Joglo dengan Taman Depan
Desain atap joglo khas Jawa tidak hanya memunculkan kesan megah dan anggun, tetapi juga memiliki fungsi praktis dalam mengatur suhu dan sirkulasi udara. Atap yang tinggi menciptakan rongga udara besar di dalam rumah sehingga udara panas tidak terjebak. Selain itu, bentuknya yang khas memberikan nilai estetika yang sulit ditandingi oleh desain modern biasa.
Halaman depan yang luas bisa dimanfaatkan sebagai taman bunga penuh warna atau kebun kecil dengan tanaman herbal. Pohon besar yang ditempatkan di sudut halaman bukan hanya menambah kesan teduh, tetapi juga menjadi peneduh alami saat siang terik. Perpaduan antara taman dan arsitektur tradisional membuat suasana rumah terasa sejuk dan damai.
Model ini sangat cocok untuk desa yang kental dengan budaya lokal karena dapat memadukan fungsi modern dengan nilai-nilai tradisional. Rumah joglo sering menjadi pusat perhatian di lingkungan karena bentuknya yang ikonik dan bernilai sejarah tinggi. Dengan sedikit sentuhan modern seperti lampu taman atau kursi rotan, rumah ini akan semakin menawan.
7. Rumah Bata Ekspos dengan Pohon Buah
Bata ekspos memberikan kesan alami, hangat, dan autentik pada rumah desa. Teksturnya yang kasar dan warna merah bata yang khas menciptakan tampilan rustic yang elegan tanpa perlu banyak dekorasi tambahan. Selain itu, material ini juga terkenal awet dan mampu menjaga suhu ruangan tetap stabil.
Halaman luas dapat dimanfaatkan untuk menanam pohon buah seperti mangga, jambu, atau rambutan. Pohon buah tidak hanya memperindah halaman, tetapi juga memberi manfaat ekonomi dan gizi untuk keluarga. Kehadiran pohon buah juga mengundang burung-burung kecil yang menambah suasana pedesaan semakin hidup.
Selain fungsi estetika, bata ekspos juga mudah dipadukan dengan material lain seperti kayu dan besi. Jika dilengkapi pencahayaan yang tepat pada malam hari, rumah ini akan memancarkan kehangatan yang membuat siapa pun betah berlama-lama.
8. Rumah Berdinding Anyaman Bambu
Rumah berdinding anyaman bambu menghadirkan nuansa tradisional yang kuat sekaligus ramah lingkungan. Material bambu terkenal mampu menjaga suhu ruangan tetap sejuk pada siang hari dan hangat di malam hari. Selain itu, pembuatannya melibatkan teknik kerajinan lokal yang kaya akan nilai seni.
Halaman di sekitar rumah bisa dipenuhi tanaman hias dan pepohonan rindang untuk memperkuat suasana alami. Area terbuka di depan rumah dapat digunakan sebagai tempat berkumpul keluarga besar saat acara atau perayaan desa. Dengan tambahan kursi bambu dan meja kayu sederhana, suasananya akan semakin nyaman.
Model ini sangat cocok untuk daerah pedesaan dengan pasokan bambu melimpah. Perawatannya pun relatif mudah, asalkan rutin dilapisi pelindung anti-rayap dan dijaga dari kelembaban berlebih.
9. Rumah dengan Teras Melingkar
Teras melingkar memberikan pemandangan 360 derajat ke halaman dan pepohonan di sekitar rumah. Desain ini sangat cocok untuk rumah yang berada di tengah lahan luas karena memungkinkan penghuni menikmati pemandangan dari berbagai sudut. Bentuk melingkar juga memberi kesan unik dibandingkan teras biasa.
Halaman bisa diatur menjadi kombinasi taman bunga, kebun sayur, dan jalur setapak yang mengelilingi rumah. Pohon-pohon tinggi yang ditanam strategis akan menambah kenyamanan dan menghalangi teriknya sinar matahari langsung. Saat sore hari, teras melingkar menjadi tempat sempurna untuk bersantai atau menerima tamu.
Model ini memberi kesan hangat, terbuka, dan ramah. Bagi mereka yang sering mengadakan acara keluarga atau kumpul warga, desain ini sangat mendukung suasana interaktif.
10. Rumah Beton Minimalis dengan Kebun Samping
Rumah beton minimalis menawarkan kekuatan dan ketahanan jangka panjang, cocok untuk daerah dengan cuaca ekstrem. Desainnya sederhana namun elegan, dengan garis tegas yang mencerminkan gaya modern. Finishing polos membuat rumah ini mudah dipadukan dengan elemen alami seperti taman atau kebun.
Halaman samping dapat dimanfaatkan sebagai kebun sayur, tanaman hias, atau bahkan area duduk santai. Pohon peneduh di ujung halaman menciptakan area teduh yang nyaman untuk beristirahat. Kebun ini juga bisa menjadi sumber bahan masakan segar setiap hari.
Perpaduan beton kokoh dengan taman hijau menghasilkan hunian yang seimbang antara fungsionalitas dan keindahan. Dengan penataan yang tepat, rumah ini akan terasa modern namun tetap selaras dengan suasana pedesaan.
FAQ Seputar Rumah Sederhana di Desa
1. Mengapa rumah sederhana di desa makin diminati?
Karena memberikan suasana tenang, harga tanah lebih terjangkau, dan menawarkan kualitas hidup yang lebih sehat.
2. Apakah rumah desa harus bergaya tradisional?
Tidak. Kini banyak rumah desa yang mengadopsi gaya modern, minimalis, atau kombinasi keduanya.
3. Apa keuntungan memiliki halaman luas di rumah desa?
Halaman luas bisa difungsikan sebagai kebun, tempat bermain anak, area ternak kecil, atau ruang serbaguna lainnya.
4. Bisakah rumah desa dijadikan investasi jangka panjang?
Tentu. Selain untuk ditinggali, rumah desa bisa menjadi vila, homestay, atau rumah sewa yang bernilai ekonomis.