Menguasai Cara Menulis Daftar Pustaka dari Jurnal Ilmiah yang Benar

1 week ago 14

Liputan6.com, Jakarta Menguasai cara menulis daftar pustaka dari jurnal merupakan keterampilan fundamental yang harus dimiliki oleh setiap peneliti, mahasiswa, dan akademisi. Jurnal ilmiah adalah sumber referensi utama yang kredibel dan terpercaya untuk mendukung penelitian akademik.

Pentingnya memahami cara menulis daftar pustaka dari jurnal semakin meningkat seiring dengan berkembangnya publikasi ilmiah digital. Menurut Committee on Publication Ethics (COPE), format penulisan yang tepat memudahkan pembaca untuk mengakses dan memverifikasi sumber asli yang dirujuk, sehingga menunjukkan integritas dan profesionalisme.

Berikut ini telah Liputan6.com rangkum secara komprehensif, cara menulis daftar pustaka dari jurnal dengan berbagai format dan situasi khusus. Dengan mengikuti panduan ini, kualitas referensi dan kredibilitas karya ilmiah Anda akan meningkat signifikan, memastikan setiap rujukan akurat dan mudah diverifikasi.

Format Dasar Penulisan Daftar Pustaka dari Jurnal

Penulisan daftar pustaka dari artikel jurnal memiliki format khusus yang berbeda dengan sumber buku atau media lainnya. Format standar yang direkomendasikan oleh American Psychological Association (APA) adalah: Nama Belakang Penulis, Inisial Nama Depan. (Tahun Terbit). Judul Artikel. Nama Jurnal, Volume(Nomor), Halaman. Format ini telah diadopsi secara luas oleh institusi akademik internasional karena memberikan informasi lengkap dan sistematis.

International Committee of Medical Journal Editors (ICMJE) menekankan pentingnya akurasi dalam mencantumkan detail jurnal untuk memudahkan verifikasi dan akses terhadap sumber asli. Setiap elemen dalam format penulisan memiliki fungsi spesifik, seperti nama penulis untuk identifikasi dan detail volume serta halaman untuk lokasi tepat artikel dalam jurnal tersebut.

  • Identifikasi Penulis Artikel - Tulis nama belakang penulis, diikuti koma dan inisial nama depan.
  • Cantumkan Tahun Publikasi - Letakkan dalam tanda kurung setelah nama penulis.
  • Tulis Judul Artikel - Gunakan kapitalisasi normal, tanpa format italic.
  • Sertakan Nama Jurnal - Tulis dengan format italic dan kapitalisasi setiap kata penting.
  • Tambahkan Volume dan Nomor - Gunakan format Volume(Nomor) dengan volume dalam italic.
  • Cantumkan Halaman - Tulis rentang halaman artikel dalam jurnal.

Contoh:

Diniati, A. (2018). Konstruksi Sosial Melalui Komunikasi Intrapribadi Mahasiswa Gay di Kota Bandung. Jurnal Kajian Komunikasi, 6(2), 147-159.

Penulisan Daftar Pustaka dari Jurnal Online dan Digital

Era digitalisasi telah mengubah lanskap publikasi akademik, menjadikan jurnal online sebagai sumber referensi dominan dalam penelitian modern. Menurut laporan Association of College and Research Libraries (ACRL), penggunaan jurnal digital dalam karya ilmiah meningkat 85% dalam dekade terakhir, menunjukkan pergeseran signifikan dalam kebiasaan riset.

World Wide Web Consortium (W3C) merekomendasikan penggunaan DOI (Digital Object Identifier) sebagai identifier permanen untuk artikel digital karena lebih stabil dibanding URL yang dapat berubah. Jika DOI tidak tersedia, URL lengkap harus dicantumkan bersama tanggal akses, karena konten digital dapat dimodifikasi atau dihapus sewaktu-waktu.

  • Ikuti Format Dasar Jurnal - Gunakan format yang sama seperti jurnal cetak.
  • Prioritaskan DOI - Jika tersedia, cantumkan DOI setelah nomor halaman.
  • Alternatif URL - Jika tidak ada DOI, gunakan URL lengkap artikel.
  • Tambahkan Tanggal Akses - Cantumkan kapan artikel diakses untuk sumber tanpa DOI.
  • Verifikasi Link - Pastikan DOI atau URL masih aktif dan dapat diakses.
  • Format Konsisten - Gunakan format yang sama untuk semua jurnal online.

Contoh dengan DOI:

Smith, J. A., & Johnson, M. B. (2023). Digital transformation in higher education. Journal of Educational Technology, 15(3), 45-62. https://doi.org/10.1080/12345678.2023.1234567

Contoh dengan URL:

Brown, L. (2023). Sustainable development goals in Asia. Asian Development Review, 20(1), 78-95. Diakses pada 15 November 2023, dari https://www.adr.com/articles/sdg-asia-2023

Situasi Khusus dalam Penulisan Daftar Pustaka Jurnal

Dalam praktik penulisan akademik, sering ditemukan situasi khusus yang memerlukan penyesuaian format standar. Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Academic Writing menunjukkan bahwa 40% penulis mengalami kebingungan dalam menangani kasus-kasus khusus seperti artikel dengan multiple authors atau informasi yang tidak lengkap. Council of Science Editors (CSE) telah menyusun panduan komprehensif untuk menangani berbagai situasi ini.

Office of Research Integrity (ORI) menekankan pentingnya konsistensi dalam menangani situasi khusus untuk menjaga kredibilitas karya ilmiah. Setiap situasi memiliki aturan spesifik yang harus diikuti, namun prinsip dasarnya tetap sama: memberikan informasi yang cukup bagi pembaca untuk dapat mengidentifikasi dan mengakses sumber asli.

  • Artikel dengan Banyak Penulis - Untuk 1-20 penulis, tulis semua nama; lebih dari 20, gunakan ellipsis.
  • Artikel Tanpa Nomor Halaman - Gunakan nomor artikel atau abaikan elemen halaman.
  • Artikel Tanpa Tahun - Gunakan "n.d." (no date) atau "t.t." (tanpa tahun).
  • Jurnal dengan Nomor Khusus - Cantumkan informasi issue khusus setelah volume.
  • Artikel dalam Press/Advance Online - Gunakan "Advance online publication" dengan DOI.
  • Verifikasi Informasi - Selalu cross-check dengan sumber asli untuk akurasi.

Contoh Multiple Authors (lebih dari 20):

Anderson, K., Brown, L., Clark, M., Davis, N., Evans, P., Ford, R., ... Wilson, Z. (2023). Comprehensive climate change analysis. Environmental Science Journal, 45(8), 120-145.

Contoh Artikel Advance Online:

Taylor, S. (2023). Artificial intelligence in education. Educational Psychology Review. Advance online publication. https://doi.org/10.1007/s10648-023-09876-5

Perbedaan Gaya Penulisan untuk Jurnal

Dalam dunia akademik internasional, terdapat beberapa gaya penulisan (citation style) yang berbeda untuk daftar pustaka jurnal, masing-masing dengan karakteristik dan aturan khusus. Modern Language Association (MLA) melaporkan bahwa pemilihan gaya penulisan harus disesuaikan dengan bidang studi dan kebijakan institusi masing-masing, dengan tiga gaya utama yang umum adalah APA, Chicago, dan MLA.

International Organization for Standardization (ISO) telah menerbitkan ISO 690 sebagai standar internasional untuk penulisan referensi bibliografi. Namun, dalam praktiknya, institusi akademik cenderung mengadopsi salah satu dari gaya penulisan yang sudah mapan, dan konsistensi dalam penggunaannya sangat penting untuk menjaga profesionalisme karya ilmiah.

  • Identifikasi Persyaratan Institusi - Periksa panduan penulisan yang diwajibkan.
  • Pilih Gaya Sesuai Bidang - APA untuk psikologi, Chicago untuk sejarah, MLA untuk sastra.
  • Pelajari Format Spesifik - Setiap gaya memiliki aturan berbeda untuk jurnal.
  • Gunakan Tools Reference - Manfaatkan software seperti Mendeley atau Zotero.
  • Konsistensi Penerapan - Terapkan format yang sama untuk semua jurnal.
  • Review dan Koreksi - Periksa kembali format sebelum finalisasi.

APA Style (7th Edition):

Johnson, A. B. (2023). Climate change impacts on agriculture. Environmental Research Letters, 18(4), 045002.

Chicago Style (17th Edition):

Johnson, Alice B. "Climate Change Impacts on Agriculture." Environmental Research Letters 18, no. 4 (2023): 045002.

MLA Style (9th Edition):

Johnson, Alice B. "Climate Change Impacts on Agriculture." Environmental Research Letters, vol. 18, no. 4, 2023, 045002.

Tools dan Teknologi untuk Membuat Daftar Pustaka Jurnal

Perkembangan teknologi telah merevolusi cara peneliti mengelola referensi jurnal melalui berbagai reference management software yang canggih. Menurut survey Digital Science, 89% peneliti menggunakan tools otomatis untuk mengelola sitasi jurnal karena efisiensi dan akurasi yang ditawarkan, seperti Mendeley, Zotero, dan EndNote.

IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) merekomendasikan penggunaan reference management software namun tetap menekankan pentingnya review manual untuk memastikan akurasi metadata. Integrasi dengan word processors seperti Microsoft Word dan Google Docs membuat proses penulisan menjadi lebih seamless dan mengurangi risiko kesalahan format.

  • Install dan Setup - Download Mendeley dan buat akun gratis.
  • Install Plugin Word - Pasang Mendeley Cite plugin untuk Microsoft Word.
  • Import Artikel Jurnal - Drag-drop file PDF atau import via DOI.
  • Verifikasi Metadata - Periksa dan lengkapi informasi yang kurang.
  • Insert Citation - Gunakan toolbar Mendeley di Word untuk sitasi.
  • Generate Bibliography - Klik "Insert Bibliography" untuk daftar pustaka otomatis.

Langkah-langkah Menggunakan Microsoft Word (Built-in):

  • Akses Tab References - Buka menu References di ribbon Word.
  • Pilih Citation Style - Pilih APA, Chicago, atau style lain dari dropdown.
  • Add New Source - Klik "Insert Citation" > "Add New Source".
  • Input Data Jurnal - Pilih "Journal Article" dan isi semua field.
  • Insert Citation - Klik nama sumber untuk insert sitasi.
  • Create Bibliography - Letakkan cursor dan klik "Bibliography".

Tanya Jawab (Q&A)

Q: Bagaimana cara menulis daftar pustaka dari jurnal online yang tidak memiliki nomor halaman?

A: Untuk jurnal online tanpa nomor halaman, Anda dapat menggunakan nomor artikel (article number) jika tersedia. Contoh: Smith, J. (2023). Digital transformation in education. Journal of Educational Technology, 15(3), Article 12. https://doi.org/10.1080/12345678.2023.1234567. Jika tidak ada nomor artikel, cukup cantumkan volume dan nomor saja, kemudian langsung DOI atau URL.

Q: Perlukah mencantumkan DOI dalam daftar pustaka jurnal?

A: Ya, sangat disarankan mencantumkan DOI jika tersedia karena memberikan akses permanen ke artikel. Menurut ICMJE (International Committee of Medical Journal Editors), DOI lebih stabil daripada URL dan memudahkan pembaca mengakses sumber asli. Format: https://doi.org/10.1000/182 tanpa "Retrieved from" atau "Diakses dari".

Q: Bagaimana cara mengurutkan daftar pustaka jika ada beberapa artikel dari jurnal yang sama?

A: Urutkan berdasarkan nama belakang penulis pertama secara alfabetis. Jika penulis sama, urutkan berdasarkan tahun publikasi dari lama ke baru. Jika tahun juga sama, tambahkan huruf a, b, c setelah tahun. Contoh: Smith (2023a), Smith (2023b).

Q: Apakah gelar akademik penulis perlu dicantumkan dalam daftar pustaka jurnal?

A: Tidak, gelar akademik seperti Prof., Dr., Ph.D. tidak perlu dicantumkan dalam daftar pustaka. Hanya tulis nama lengkap penulis tanpa gelar. Contoh yang benar: Johnson, A. B. (bukan Prof. Dr. A. B. Johnson, Ph.D.).

Q: Bagaimana cara menulis daftar pustaka dari artikel jurnal yang masih "in press"?

A: Untuk artikel yang sudah diterima namun belum diterbitkan, gunakan format: Penulis, A. (in press). Judul artikel. Nama Jurnal. Jika sudah ada DOI, tambahkan DOI tersebut. Contoh: Brown, L. (in press). Climate adaptation strategies. Environmental Science. https://doi.org/10.1007/s12345-023-01234-x

Q: Apakah perlu mencantumkan nama editor jurnal dalam daftar pustaka?

A: Tidak, untuk artikel jurnal reguler, nama editor tidak perlu dicantumkan. Yang dicantumkan adalah nama penulis artikel, bukan editor jurnal. Editor jurnal hanya dicantumkan jika mengutip editorial atau special section yang ditulis oleh editor tersebut.

Q: Bagaimana cara menulis daftar pustaka dari artikel jurnal berbahasa non-Inggris?

A: Tulis judul artikel dalam bahasa asli, kemudian berikan terjemahan dalam kurung siku jika diperlukan. Nama jurnal tetap dalam bahasa asli. Contoh: Yamamoto, T. (2023). デジタル教育の未来 [The future of digital education]. 教育技術ジャーナル, 25(2), 78-95.

Q: Berapa maksimal jumlah penulis yang harus ditulis untuk artikel jurnal dalam daftar pustaka?

A: Menurut APA 7th edition, untuk 1-20 penulis, tulis semua nama. Jika lebih dari 20 penulis, tulis 19 penulis pertama, tambahkan "..." kemudian nama penulis terakhir. Untuk style lain seperti Vancouver, jika lebih dari 6 penulis, tulis 6 penulis pertama diikuti "et al."

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |