Ide Jualan Sarapan Pagi Serba Rp10 Ribu, Panduan Memilih Menu Usaha

16 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Ide jualan sarapan pagi harga Rp10ribu saat ini kian marak. Tak terkecuali di Jogja. Contohnya, lapak sarapan serba Rp10 ribu di Jl. Kauman No.44, Ngupasan, Kec. Gondomanan, Kota Yogyakarta selalu ramai pembeli setiap pagi.

Anak sekolah, anak kuliahan hingga pekerja kantoran mampir untuk membeli bekal tanpa harus merogoh kocek dalam. Menu yang tersedia ada beragam, mulai dari chicken sandwich sampai chicken mentai rice.

Soal rasa tak perlu diragukan. Meski dibanderol seharga Rp10 ribu, menu sarapan yang ditawarkan tetap menghadirkan cita rasa yang memuaskan untuk menemani pagi hari di sekolah, kampus, kantor, maupun di rumah.

Penjual juga menyediakan pembayaran menggunakan QRIS, sehingga memudahkan pembeli yang tidak membawa uang tunai. Lapak sarapan serba Rp10 ribu tersebut buka mulai jam 06.00 WIB hingga 08.00 WIB.

Usaha Kecil Tanpa Ganggu Waktu Bareng Keluarga

Berawal dari keinginan untuk mencari kegiatan selain sebagai ibu rumah tangga, Malikha Fitriana pemilik lapak sarapan Rp10 ribu kemudian mencoba merintis usaha sarapan serba Rp10 ribu sejak Agustus 2025 lalu.

"Kan aku ibu rumah tangga. Anakku ada tiga, masih kecil-kecil. Terus nyari kegiatan yang bisa dilakukan, tapi nggak mengganggu urusan anak-anak," tuturnya ketika ditemui Liputan6 pada Senin (26/1/2026).

Sebelum memulai usaha sarapan serba Rp10 ribu, Malikha sempat menitipkan jajanan dan nasi di lapak penjual lain. Dalam proses tersebut, ia harus mengantar dagangan pada pagi hari dan mengambilnya kembali pada siang hari.

Merasa lelah jika harus bolak-balik serta tidak ada kepastian dagangan akan habis terjual, Malikha kemudian memutuskan membuka usaha sarapan sendiri di sekitar rumahnya.

Ide Jualan Rp10 Ribu yang Variatif

15 Menu sarapan serba Rp10 ribu yang disiapkan oleh Malikha yaitu:

  • chicken teriyaki
  • chicken blackpepper
  • ayam sambal matah
  • ayam saus telur asin
  • ayam saus keju
  • chicken hot lava
  • ayam katsu mayo
  • chicken sandwich
  • beef sandwich
  • chicken mentai rice
  • spaghetti carbonara
  • spaghetti bolognese
  • mac n cheese
  • enoki beef roll bulgogi
  • samyang roll

Diungkapkan Malikha, ide untuk menjual sarapan serba Rp10 ribu awalnya didapat dari media sosial. Melihat di kota-kota besar seperti Bandung dan Jakarta ramai berjualan sarapan seharga Rp10 ribu, Malikha kemudian mencoba menerapkannya di Yogyakarta.

"Karena lihat di Instagram di kota-kota gede kayak Jakarta, Bandung gitu kan viral banget. Yogyakarta kok belum ada nih. Ada mungkin daerah-daerah taman siswa. Makanya coba bikin daerah kota, daerah selatan nih. Masih sedikit gitu, akhirnya coba," ungkapnya.

Lima bulan berjalan, lapak jualan sarapan serba Rp10 ribu Malikha makin ramai. Berawal dari hanya menyiapkan 25 box bento, kini Malikha menyajikan 130 – 150 box bento dengan 15 menu berbeda.

Malikha menyebut jika ia ingin menambah jumlah menu dan lapak jualan sembari melihat respon pasar. Dekat dengan alun-alun Yogyakarta dan tak terlalu dekat dengan kampus, Malikha tak menyangka jika justru daerah tersebut juga ramai pembeli.

"Terus rencananya nambah, tapi sambil ngeliat respon pasar. Jadi ada yang menu-menu kurang ini, kita discontinue. Kita ganti menu baru," jelasnya.

Untuk harga, Malikha mematok sama seperti yang ditetapkan oleh lapak sarapan di kota-kota besar. Meski tergolong murah, yakni Rp10 ribu, keuntungan yang diperoleh Malikha justru lebih banyak dibandingkan ketika menitipkan dagangan di lapak orang lain.

Masukan Pelanggan sebagai Bahan Evaluasi

Setiap pelanggan tentu memiliki menu favorit masing-masing. Ragam pilihan menu yang ditawarkan di lapak sarapan serba Rp10 ribu di kawasan Kauman pun membuat pelanggan memiliki banyak alternatif untuk sarapan.

Meski sudah memiliki menu andalan setiap kali berjualan, Malikha terkadang juga menerima permintaan menu dari konsumen, seperti ayam geprek dan nasi goreng. Meski menu tersebut terbilang mudah dibuat, Malikha tetap harus mempertimbangkan daya tahan makanan serta waktu pembuatannya agar tetap sesuai dengan konsep sarapan pagi.

"Terus ya itu kita berusaha nampung maunya konsumen. Terakhir ini banyak yang minta geprek sama nasi goreng. Gampang sebenernya. Cuman waktunya itu tangannya cuma 2," ungkap Malikha.

Sebagai penjual, Malikha terbuka terhadap keluhan dari konsumen, baik yang disampaikan melalui pesan langsung Instagram maupun WhatsApp. Setiap keluhan yang diterima dijadikannya bahan evaluasi untuk memperbaiki menu pada penjualan berikutnya.

"Mungkin susunya ada yang bilang kecut. Terus besoknya mereka komplain, dan langsung kita ganti," ujarnya.

Inovasi Menu demi Menjaga Minat Pembeli

Disampaikan kepada Liputan6 saat ditemui pada Senin (26/1/2026) pagi, Malikha berencana menambah menu buah potong dan minuman. Namun, karena waktu penjualan yang relatif singkat, yakni hanya dari pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB, ia masih memiliki sejumlah pertimbangan.

Jika ingin menambah ragam menu sekaligus memperpanjang waktu penjualan, Malikha perlu berpindah lokasi dan menyewa tempat.

"Kalau mau nambah jam buka, berarti harus sewa tempat karena sudah panas banget. Sebenarnya pengin nambah menu, seperti buah potong, tapi kalau jam segini sudah panas," ujar Malikha.

Lapak jualan Malikha saat ini sudah sangat strategis karena terletak di pinggir jalan. Bisa disebut sarapan serba Rp10 ribu Drive Thru, pembeli tak perlu turun motor untuk membeli dan memilih menu sarapan.

"Untung mbak, di pinggir jalan yang punya rumah ini nggak ngasih biaya sewa sama sekali. Lalu dapet karyawan juga gacor banget nawarinnya. Kayaknya live TikTok juga mbaknya (karyawan) itu," tuturnya.

Q & A Seputar Topik

Bagaimana strategi jualan agar sarapan Rp10 ribu tetap digemari?

Strategi kunci adalah menjaga kualitas rasa, konsistensi porsi, dan kebersihan tempat. Selain itu, variasi menu harian dan pelayanan cepat akan menarik pelanggan tetap yang ingin sarapan praktis sebelum beraktivitas.

Siapa saja target pasar untuk ide jualan pagi ini?

Target pasarnya luas, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran, hingga warga sekitar. Harganya yang terjangkau membuat menu ini cocok untuk kalangan anak muda maupun keluarga yang ingin sarapan hemat dan praktis.

Apakah ide jualan ini memerlukan modal besar?

Tidak. Modal awal relatif kecil karena bahan-bahan sederhana dan harga jual terjangkau. Penjual bisa memulai dari gerobak atau warung kecil, bahkan memanfaatkan dapur rumahan, sehingga risiko kerugian juga rendah.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |