Liputan6.com, Jakarta - Budidaya tanaman herbal rumahan semakin diminati, seiring kebutuhan dapur harian yang terus meningkat. Salah satu teknik praktis tanpa tanah mulai banyak diterapkan masyarakat perkotaan. Metode ini tidak membutuhkan area luas, serta cocok bagi hunian minimalis. Oleh sebab itu, cara menanam daun ketumbar di air menjadi solusi cerdas bagi pencinta tanaman segar.
Daun ketumbar dikenal sebagai bumbu aromatik pelengkap berbagai masakan Nusantara. Ketersediaan bahan segar setiap waktu memberi nilai tambah bagi aktivitas memasak sehari-hari. Pemanfaatan media air memberikan kemudahan perawatan juga tampilan lebih bersih. Melalui penerapan cara menanam daun ketumbar di air, kebutuhan dapur bisa terpenuhi secara mandiri.
Perkembangan teknik tanam modern juga mendorong inovasi sederhana berbasis rumah tangga. Media air mampu mendukung pertumbuhan tanaman herbal, apabila perawatan dilakukan secara tepat. Proses ini relatif mudah dipelajari bahkan oleh pemula. Penerapan cara menanam daun ketumbar di air dapat menjadi langkah awal menuju gaya hidup hijau.
Selain hemat ruang, teknik ini juga mendukung kebersihan area tanam. Oleh karena itu, cara menanam daun ketumbar di air layak dipertimbangkan sebagai solusi praktis masa kini. Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (27/1/2026).
1. Cara Menanam Daun Ketumbar di Air untuk Pemula (Metode Stek Batang)
Metode stek batang merupakan cara paling sederhana dan praktis untuk memulai budidaya daun ketumbar menggunakan media air, terutama bagi pemula tanpa pengalaman bercocok tanam sebelumnya. Teknik ini memanfaatkan batang ketumbar segar yang biasanya berasal dari sisa belanja dapur dan masih layak digunakan. Pilih batang bagian bawah yang terlihat segar, tidak layu, serta memiliki ruas batang sebagai titik tumbuh akar baru.
Batang tersebut kemudian dimasukkan ke dalam gelas atau wadah berisi air bersih hingga bagian bawah batang terendam, sementara daun tetap berada di atas permukaan air. Wadah sebaiknya ditempatkan di area terang yang memperoleh cahaya alami tanpa paparan sinar matahari langsung agar tanaman tidak mengalami stres.
Air perlu diganti secara rutin setiap dua hari sekali untuk menjaga kejernihan dan mencegah pembusukan batang. Dalam waktu beberapa hari, akar baru akan mulai tumbuh dan menandakan tanaman siap berkembang lebih lanjut.
2. Cara Menanam Daun Ketumbar di Air dari Biji
Metode penanaman dari biji cocok bagi pemula yang menginginkan tanaman ketumbar bertahan lebih lama serta dapat dipanen berulang kali. Proses diawali dengan memilih biji ketumbar kering berkualitas baik, kemudian memecahkan kulit luarnya secara perlahan agar proses perkecambahan berjalan lebih cepat.
Biji yang telah dipersiapkan direndam dalam air bersih selama kurang lebih delapan hingga dua belas jam untuk melembutkan lapisan luar dan merangsang pertumbuhan embrio. Setelah proses perendaman selesai, biji diletakkan pada wadah berisi air dangkal atau pada media spons hidroponik yang telah dilembapkan.
Penempatan biji perlu diperhatikan agar tidak seluruh bagian terendam air, sehingga oksigen tetap tersedia. Dalam kondisi lingkungan mendukung, tunas daun ketumbar biasanya mulai muncul dalam waktu sekitar satu minggu.
3. Cara Menanam Daun Ketumbar di Air Menggunakan Media Spons
Metode penggunaan spons berada pada tingkat menengah dan sering diterapkan dalam sistem hidroponik sederhana skala rumah tangga. Spons berfungsi sebagai media penyangga sekaligus penyerap air dan nutrisi. Spons dipotong kecil sesuai ukuran netpot, kemudian dilubangi pada bagian tengah sebagai tempat meletakkan biji ketumbar.
Setelah biji dimasukkan, spons ditempatkan ke dalam netpot kecil lalu disusun di atas wadah berisi air nutrisi ringan. Sistem ini memungkinkan akar tanaman memperoleh suplai air dan nutrisi secara seimbang sekaligus mendapatkan oksigen cukup. Penggunaan spons membantu menjaga kelembapan optimal di sekitar akar, sehingga pertumbuhan tanaman menjadi lebih stabil dan terkontrol.
4. Cara Menanam Daun Ketumbar di Air Sistem Hidroponik Wick
Sistem wick atau sistem sumbu merupakan metode hidroponik pasif yang sangat cocok bagi pemula lanjutan yang ingin mengenal teknik hidroponik tanpa penggunaan listrik. Tanaman ketumbar diletakkan pada netpot berisi media tanam seperti rockwool atau spons khusus hidroponik.
Dari bagian bawah netpot, sumbu berbahan kain flanel dipasang untuk menghubungkan akar tanaman ke larutan nutrisi yang berada di wadah bawah. Melalui sumbu tersebut, larutan nutrisi akan terserap secara perlahan menuju akar tanaman. Sistem ini tergolong mudah dirawat dan stabil. Nutrisi hidroponik seperti AB Mix digunakan dalam dosis rendah agar pertumbuhan daun berlangsung optimal tanpa risiko kelebihan unsur hara.
5. Cara Menanam Daun Ketumbar di Air Sistem Hidroponik NFT (Lanjutan)
Metode NFT atau Nutrient Film Technique termasuk dalam kategori hidroponik lanjutan dan umumnya diterapkan oleh penghobi serius atau pelaku hidroponik berpengalaman. Pada sistem ini, akar tanaman dialiri lapisan tipis larutan nutrisi secara terus-menerus menggunakan bantuan pompa air.
Aliran nutrisi yang konstan memungkinkan akar menyerap unsur hara secara efisien sekaligus memperoleh oksigen cukup. Sistem NFT mendukung pertumbuhan daun ketumbar lebih cepat serta menghasilkan ukuran daun relatif seragam. Pengaturan pH larutan dan konsentrasi nutrisi perlu dilakukan secara rutin agar tanaman tetap sehat dan daun berwarna hijau segar.
6. Cara Menanam Daun Ketumbar di Air Sistem DFT Skala Rumah Tangga
Sistem DFT atau Deep Flow Technique memanfaatkan aliran air nutrisi lebih dalam dibandingkan NFT. Metode ini sangat cocok diterapkan pada rak hidroponik skala rumah tangga karena menyediakan cadangan larutan nutrisi lebih stabil.
Akar tanaman terendam sebagian dalam larutan, sehingga suplai nutrisi dan oksigen tetap terjaga meskipun aliran air tidak terlalu cepat. Sistem DFT mendukung pertumbuhan tanaman lebih tahan terhadap perubahan lingkungan serta memungkinkan panen daun ketumbar secara berulang dalam jangka waktu lebih panjang.
Masalah Umum dan Cara Mengatasinya
1. Daun Ketumbar Menguning dan Layu
Daun ketumbar sering menunjukkan perubahan warna menjadi kuning disertai kondisi layu meskipun ditanam menggunakan media air. Kondisi ini umumnya terjadi akibat kekurangan nutrisi penting atau kualitas air tidak stabil.
Untuk mengatasinya, lakukan penggantian air secara rutin setiap dua hingga tiga hari serta tambahkan nutrisi cair hidroponik dosis rendah agar kebutuhan unsur hara terpenuhi secara seimbang.
2. Akar Ketumbar Membusuk
Akar membusuk menjadi masalah serius dalam penanaman daun ketumbar di air. Ciri umum ditandai perubahan warna akar menjadi kecokelatan disertai aroma tidak sedap.
Penyebab utama biasanya air jarang diganti atau sirkulasi oksigen kurang baik. Solusi terbaik ialah mengganti air secara teratur, membersihkan wadah, serta memastikan hanya bagian akar yang terendam tanpa menenggelamkan seluruh batang.
3. Pertumbuhan Daun Terlambat
Tanaman ketumbar terkadang tumbuh sangat lambat meskipun sudah beberapa minggu ditanam. Kondisi ini sering disebabkan pencahayaan kurang optimal atau kepadatan tanaman terlalu rapat. Letakkan wadah pada area terang mendapatkan cahaya alami cukup dan beri jarak antar tanaman agar setiap individu memperoleh ruang tumbuh ideal.
4. Air Cepat Keruh dan Berbau
Air pada wadah penanaman ketumbar di air dapat berubah keruh disertai bau tidak sedap apabila terjadi penumpukan sisa nutrisi atau pembusukan akar. Untuk mengatasinya, kurangi dosis nutrisi, ganti air lebih sering, serta bilas akar tanaman secara perlahan saat penggantian air dilakukan.
5. Daun Ketumbar Tipis dan Kurang Lebar
Daun ketumbar tumbuh tipis serta berukuran kecil menandakan ketidakseimbangan nutrisi atau intensitas cahaya rendah. Perbaikan dapat dilakukan melalui penambahan nutrisi mikro serta penempatan tanaman di lokasi terang terlindung dari paparan matahari langsung berlebihan.
6. Muncul Lumut di Wadah Air
Pertumbuhan lumut kerap muncul pada wadah transparan akibat paparan cahaya berlebih. Lumut dapat mengganggu kualitas air dan penyerapan nutrisi. Solusinya adalah membungkus wadah transparan menggunakan plastik gelap atau memindahkan tanaman ke wadah tidak tembus cahaya.
FAQ Seputar Topik
Apa keuntungan utama menanam daun ketumbar di air?
Keuntungan utamanya adalah pasokan herba segar bebas pestisida sepanjang tahun, hemat lahan, dan kaya manfaat kesehatan seperti antioksidan serta dukungan pencernaan.
Bagaimana cara menyiapkan benih ketumbar untuk penanaman hidroponik?
Siapkan benih di potongan rockwool berukuran 2x2x2 cm, basahi, dan jaga kelembapannya di tempat teduh hingga berkecambah dalam 2-3 hari.
Berapa pH air yang ideal untuk pertumbuhan ketumbar hidroponik?
pH air yang ideal untuk penyerapan nutrisi optimal bagi ketumbar hidroponik adalah antara 6.2 hingga 6.8.
Kapan waktu yang tepat untuk memanen daun ketumbar yang ditanam di air?
Daun ketumbar siap dipanen sekitar 5,5 minggu setelah tanam, ketika tingginya mencapai sekitar 15 cm, dengan memotong tangkai daun lunak dari bagian luar.
Bagaimana cara mencegah ketumbar cepat berbunga (bolting) saat ditanam di air?
Mencegah bolting dilakukan dengan menjaga suhu sejuk, kelembapan konsisten, dan segera memotong bunga yang muncul untuk mendorong pertumbuhan daun.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485812/original/013381600_1769562316-Memberi_makan_ikan_dengan_Kulit_Labu_dan_Wortel_yang_sudah_direbus_dihaluskan__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483063/original/073797000_1769324216-unnamed__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485439/original/031520600_1769506679-Bunga_Kembang_Sepatu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485198/original/062112800_1769497825-Jenis_Tanaman_Buah_dan_Hias_yang_Cocok_Digabung_di_Kebun_Pekarangan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485168/original/079416500_1769496493-benih_durian_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5000448/original/066728300_1731307121-WhatsApp_Image_2024-11-09_at_18.51.12.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484988/original/051993300_1769491181-Untitled_design__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5147068/original/060403700_1740917688-20250302-Pasar_Benhil-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1243748/original/005258200_1464093474-duren.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485394/original/063929600_1769505654-Gemini_Generated_Image_gyupyigyupyigyup_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485380/original/098773200_1769505225-wetfood.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485519/original/025563700_1769510053-kebun_rumah_dengan_kombinasi_pohon_buah_dan_tanaman_hias_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485348/original/055676200_1769503980-Gemini_Generated_Image_ykbuwykbuwykbuwy_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485251/original/079951900_1769500266-ide_jualan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485057/original/082704400_1769493788-unnamed__21_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485305/original/051520300_1769502417-Gemini_Generated_Image_isxgoeisxgoeisxg_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485279/original/026376600_1769501182-Iberis_sempervirens.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485194/original/034187600_1769497806-ChatGPT_Image_Jan_27__2026__02_06_14_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485121/original/039738900_1769495381-Kulit_Durian.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484219/original/059004000_1769416780-unnamed-21.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417414/original/006322500_1763533451-rumah_dengan_taman_mini_indoor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392456/original/072528800_1761462722-1ec9a55c-db5f-4db5-8a13-c4a1e142a72c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370177/original/097505600_1759493505-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369979/original/012546600_1759483882-Desain_Warung_Prasmanan_di_Teras_Rumah_dengan_Etalase_Kaca_Panjang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380999/original/059576800_1760443306-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4606463/original/068658200_1696995206-super-snapper-UFrd8csYr1w-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392481/original/002202300_1761464251-0a24cefe-c9c7-4c9c-b982-df981b47fba8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387537/original/059762400_1761048814-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5372377/original/081263700_1759741132-Gemini_Generated_Image_3rwlnh3rwlnh3rwl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370453/original/077941700_1759553265-Desain_Warung_Ayam_Geprek.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5297066/original/050946000_1753669763-Gemini_Generated_Image_4l859a4l859a4l85.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382617/original/073885900_1760596152-ilustrasi_berdoa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371339/original/016449100_1759647497-Gemini_Generated_Image_2p04kw2p04kw2p04.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380866/original/098606000_1760436484-booth_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370757/original/097747800_1759568781-1.jpg)