Cara Mengatasi Busuk Batang pada Tanaman Cabai, Pilih Fungsidia yang Tepat

14 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Masalah penyakit pada cabai sering kali membuat petani resah, salah satunya adalah batang busuk yang bisa menyebabkan tanaman layu hingga mati. Cara mengatasi busuk batang pada tanaman cabai perlu dilakukan sedini mungkin agar kerusakan tidak meluas ke tanaman lain. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh jamur patogen yang berkembang pada kondisi lembap dan drainase buruk.

Jika tidak segera ditangani, batang busuk dapat menurunkan produktivitas secara signifikan. Oleh karena itu, memahami penyebab serta cara mengatasi busuk batang pada tanaman cabai dengan tepat akan membantu Anda menjaga pertumbuhannya tetap optimal dan hasil panen lebih maksimal.

Berikut beberapa cara mengatasi busuk batang pada tanaman cabai, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Selasa (27/1/2026).

Gunakan fungisida klorotalonik

Pemanfaatan fungisida berbahan aktif klorotalonik menjadi salah satu langkah yang cukup efektif untuk menekan perkembangan jamur penyebab busuk batang. Klorotalonik bekerja sebagai fungisida kontak yang mampu menghambat pertumbuhan spora jamur di permukaan batang dan tanah sekitar tanaman cabai.

Untuk klorotalonik dengan kadar 75 persen, dosis yang umum digunakan adalah 1 gram per liter air. Jika Anda menggunakan produk dengan konsentrasi berbeda, dosis dapat disesuaikan mengikuti petunjuk kemasan. Penyemprotan sebaiknya dilakukan merata pada batang bagian bawah dan area perakaran, terutama saat gejala awal busuk mulai terlihat.

Aplikasi klorotalonik sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari agar penyerapan lebih optimal. Penggunaan secara rutin namun tetap terkontrol dapat membantu mencegah penyebaran penyakit tanpa merusak jaringan tanaman yang masih sehat.

Gunakan asam fosfit

Selain fungisida kontak, asam fosfit juga dikenal efektif dalam cara mengatasi batang busuk pada tanaman cabai. Senyawa ini bekerja secara sistemik, sehingga mampu diserap oleh tanaman dan meningkatkan ketahanan internal terhadap serangan jamur patogen.

Dosis asam fosfit yang umum digunakan adalah 2 ml per liter air. Larutan ini bisa diaplikasikan dengan cara penyemprotan pada batang dan daun, atau melalui penyiraman di sekitar pangkal tanaman. Metode ini membantu perlindungan dari dalam sekaligus menekan perkembangan jamur di area perakaran.

Penggunaan asam fosfit secara berkala dapat membantu tanaman cabai pulih lebih cepat dan merangsang pertumbuhan jaringan baru. Hasilnya, batang yang masih sehat dapat kembali kuat dan risiko busuk lanjutan bisa ditekan.

Gunakan Amistar Top 365

Amistar Top 365 menjadi pilihan lain dalam penanganan penyakit batang busuk pada cabai. Produk ini mengandung dua bahan aktif, yaitu azoxystrobin dan difenoconazole, yang bekerja secara sistemik dan protektif terhadap berbagai jenis jamur.

Aplikasi Amistar Top 365 dilakukan dengan cara dilarutkan sesuai dosis anjuran pada kemasan, lalu disemprotkan merata ke seluruh bagian tanaman. Penyemprotan tidak hanya fokus pada batang, tetapi juga daun dan area sekitar tanah untuk mencegah infeksi ulang.

Manfaat penggunaan fungisida ini tidak hanya menghentikan perkembangan jamur, tetapi juga membantu menjaga kesehatan tanaman dalam jangka waktu lebih panjang. Dengan perlakuan yang tepat, tanaman cabai tetap produktif meski sempat terserang penyakit.

Potong batang yang sudah busuk parah

Jika bagian batang sudah menunjukkan pembusukan yang cukup parah, tindakan pemotongan menjadi langkah yang tidak bisa dihindari. Cara ini bertujuan untuk mencegah penyebaran patogen ke bagian tanaman lain yang masih sehat.

Pemotongan batang sebaiknya dilakukan menggunakan alat yang bersih dan tajam agar luka potong rapi dan tidak memperparah infeksi. Setelah dipotong, bagian tanaman yang sakit harus segera dibuang jauh dari area tanam.

Langkah ini memang mengurangi bagian tanaman, namun justru dapat menyelamatkan keseluruhan kebun cabai. Tanaman yang tersisa memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh kembali dengan kondisi yang lebih sehat.

Lakukan penyiangan secara berkala

Kebersihan lahan memegang peranan penting dalam mencegah dan mengatasi batang busuk pada cabai. Penyiangan secara rutin membantu mengurangi kelembapan berlebih yang menjadi lingkungan ideal bagi jamur.

Gulma, sisa tanaman, dan daun kering sebaiknya dibersihkan secara berkala karena bisa menjadi inang penyakit. Area tanam yang bersih juga memperbaiki sirkulasi udara di sekitar batang cabai.

Dengan kondisi lahan yang terawat, risiko munculnya penyakit dapat ditekan. Penyiangan yang konsisten menjadi langkah sederhana namun sangat efektif dalam menjaga kesehatan tanaman cabai.

Cara mencegah batang tanaman cabai busuk

Seperti kata pepatah, mencegah lebih baik daripada mengobati. Jika belum mengalaminya, lakukan beberapa cara berikut untuk mengurangi risiko batang cabai membusuk.

Perbaiki sistem drainase lahan

Drainase yang baik sangat penting untuk mencegah genangan air di sekitar pangkal batang. Tanah yang terlalu lembap memicu perkembangan jamur patogen penyebab busuk batang. Pastikan bedengan dibuat agak tinggi dan saluran air tidak tersumbat, terutama saat musim hujan.

Atur jarak tanam agar sirkulasi udara lancar

Jarak tanam yang terlalu rapat membuat kelembapan meningkat dan udara sulit mengalir. Kondisi ini sangat disukai jamur. Dengan jarak tanam ideal, batang cabai lebih cepat kering setelah penyiraman atau hujan.

Gunakan media tanam yang gembur dan bersih

Media tanam sebaiknya tidak padat dan bebas dari sisa tanaman lama. Tanah gembur membantu akar bernapas dan mengurangi risiko pembusukan di pangkal batang.

Hindari penyiraman berlebihan

Penyiraman cukup dilakukan sesuai kebutuhan tanaman. Terlalu sering menyiram membuat tanah lembap terus-menerus dan memicu penyakit batang busuk.

Lakukan sanitasi kebun secara rutinSisa tanaman sakit, gulma, dan daun gugur harus segera dibersihkan. Sanitasi kebun mencegah patogen berkembang dan menyebar ke tanaman cabai yang sehat.

Pertanyaan Seputar Topik

Apa penyebab batang cabai busuk?

Batang cabai busuk biasanya disebabkan jamur atau bakteri yang berkembang pada kondisi lembap. Drainase buruk, penyiraman berlebih, genangan air, serta luka batang akibat hama mempercepat infeksi.

Kapan waktu terbaik untuk menanam cabai?

Waktu terbaik menanam cabai adalah awal musim kemarau atau masa peralihan hujan ke kemarau. Curah hujan lebih rendah, sinar matahari cukup, dan risiko penyakit lebih kecil.

Apakah cabai cocok ditanam di rumah?

Cabai cocok ditanam di rumah karena tidak memerlukan lahan luas. Tanaman bisa tumbuh di pot atau polybag dengan sinar matahari minimal enam jam.

Bagaimana cara merawat tanaman cabai agar tidak busuk?

Gunakan media tanam berdrainase baik dan siram secukupnya. Jaga jarak tanam, bersihkan gulma, tingkatkan sirkulasi udara, serta aplikasikan fungisida bila diperlukan. Hindari genangan air terutama saat hujan dan lakukan pengecekan rutin tanaman secara berkala mandiri.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |