Liputan6.com, Jakarta Dalam penulisan makalah, sumber digital banyak dipakai karena mudah diakses. Agar sesuai aturan, penulis perlu mempelajari contoh daftar pustaka dari internet yang bisa dijadikan panduan penulisan. Sumber yang dicatat dengan baik akan membuat karya lebih teratur.
Setiap referensi online biasanya memuat nama penulis, tahun, judul, dan alamat situs. Menyusun daftar pustaka tanpa pedoman sering menimbulkan kesalahan. Dengan memahami contoh daftar pustaka dari internet, penulis bisa menuliskannya secara rapi.
Daftar pustaka yang benar tidak hanya memperkuat kredibilitas, tetapi juga memudahkan pembaca mencari sumber asli. Hal ini membuat karya ilmiah lebih dipercaya. Karena itu, melihat contoh daftar pustaka dari internet sangat bermanfaat.
Pentingnya Daftar Pustaka dan Sumber Internet Terpercaya
Daftar pustaka wajib ada di karya ilmiah karena berfungsi sebagai etika penulisan ilmiah. Mengutip buku berjudul Karya Ilmiah (2018) oleh Moh. Thamrin, Achmad Sjaifullah, Umi Anis Ro’isatin dijelaskan karya ilmiah adalah karya tulis yang memuat pemikiran tentang suatu masalah atau topik tertentu yang ditulis secara sistematis disertai dengan analisis yang logis dan objektif. Karya ilmiah ditulis untuk menyakinkan pembaca, bahwa topik yang ditulis perlu diketahui.
Daftar pustaka merupakan fondasi penting dalam menjaga integritas akademik sebuah karya tulis. Bagian ini berisi berbagai rujukan yang menjadi dasar informasi dalam penyusunan tugas. Kehadiran daftar pustaka memastikan setiap klaim atau data dalam tulisan memiliki landasan kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Penggunaan referensi dari internet semakin marak karena kemudahan dalam mengakses informasi terkini. Namun, kemudahan ini tidak serta-merta membuat semua sumber online layak digunakan. Kredibilitas tetap menjadi faktor utama yang harus dipertimbangkan sebelum mencantumkan sebuah rujukan.
Penulis perlu memilih sumber yang terpercaya dan kredibel saat mengutip dari website. Disarankan untuk menghindari kutipan dari blog pribadi atau platform kolaboratif seperti Wikipedia, terutama pada karya ilmiah yang menuntut objektivitas dan validitas tinggi. Pemilihan sumber yang tepat akan meningkatkan kualitas serta bobot akademik sebuah tulisan.
Elemen Wajib dalam Daftar Pustaka dari Internet
Mengutip kajian yang dipublikasikan di Communnity Development Journal Vol.3, No.2 Juni 2022, daftar pustaka merupakan sebuah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel-artikel dan bahan-bahan penerbitan lainnya yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan seperti skripsi, tesis, disertasi hingga jurnal.
Meskipun format penulisan daftar pustaka dapat berbeda sesuai gaya penulisan yang digunakan, ada beberapa unsur dasar yang harus selalu dicantumkan saat mengutip referensi dari internet. Unsur-unsur ini berfungsi untuk memastikan bahwa sumber dapat dikenali secara lengkap dan akurat.
Dalam konteks website, informasi penerbit biasanya diganti dengan nama situs yang mempublikasikan artikel. Elemen penting tersebut meliputi:
- Nama Penulis: Jika tersedia, ditulis dengan nama belakang di depan.
- Tahun Terbit/Penayangan: Tahun artikel atau halaman pertama kali diterbitkan.
- Judul Artikel/Halaman: Judul lengkap dari tulisan atau halaman yang dirujuk.
- Nama Website/Situs: Nama situs web yang memuat konten tersebut.
- URL (Uniform Resource Locator): Alamat lengkap dari halaman web yang diakses.
- Tanggal Akses: Waktu spesifik ketika sumber diakses, karena konten online dapat berubah sewaktu-waktu.
Kelengkapan elemen-elemen tersebut sangat penting agar pembaca mudah melacak dan memverifikasi kembali sumber yang digunakan dalam sebuah karya ilmiah.
Berbagai Gaya Penulisan Contoh Daftar Pustaka dari Internet
Mengutip kajian yang dipublikasikan di Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol.8 No.2 April (2019), adapun manfaat daftar pustaka yaitu untuk mengarahkan pembaca suatu tulisan atau karya ilmiah ke rujukan-rujukan lain yang berhubungan dengan pembahasan didalam tulisan maupun karya ilmiah itu.
Rujukan ini sama dengan referensi terkait semacam buku, kajian atau bentuk ilmu pengetahuan lainnya. Jadi pembaca bisa terbantu jika ingin mencari tahu lebih dalam atau lanjut soal topik atau permasalahan tertentu pada buku tersebut.
Ada beberapa gaya penulisan daftar pustaka yang umum digunakan dalam dunia akademik, masing-masing memiliki format dan aturan spesifik. Tiga gaya yang paling sering ditemui adalah APA Style, MLA Style, dan Chicago Style.
1. APA Style (American Psychological Association)
Gaya APA banyak digunakan dalam bidang ilmu perilaku dan sosial. Format umumnya adalah: Penulis, A. A. (Tahun, Bulan Tanggal). Judul artikel. Nama Situs Web. URL. Jika tidak ada penulis, awali dengan judul artikel. Jika tidak ada tanggal, gunakan “(n.d.)” yang berarti “no date”.
- Contoh Tanpa Penulis: Behaviour modification. (2007). Diakses pada 24 Juni 2016 dari https://www.educational-psychologist.org.uk/behaviour.html.
- Contoh dengan Penulis: Hidayat, F. (2016). Soal Kemampuan Berbahasa Inggris, Indonesia Dinilai Masih Tertinggal. BeritaSatu.com. Diakses pada 2 Maret 2018 dari http://www.beritasatu.com/pendidikan/403858.
- Contoh Artikel Online (Deepublish): Widyatama, Bastian. 2019. “Cara Membuat Buku Berdasarkan 11 Aspek Penerbit Buku” https://penerbitdeepublish.com/cara-membuat-buku/. Diakses pada 24 September 2019.
Telkom University juga memberikan format untuk media online: Penulis/Domain Halaman Website. (Tahun, Tanggal Terbit Artikel). Judul. Tanggal Diaksesnya, Tautan Website.
2. MLA Style (Modern Language Association)
Gaya MLA sering digunakan dalam bidang bahasa, sastra, dan humaniora. Format umumnya adalah: Nama Belakang, Nama Depan. “Judul Artikel.” Nama Website, Nama Editor (jika ada), Tanggal Terbit, URL. Tanggal Akses. Judul artikel menggunakan tanda kutip dua, sedangkan nama website dicetak miring.
- Contoh: Sari, Indah. “Pendidikan Karakter di Era Digital.” Kompas Edukasi. Editor: Budi Santoso. 10 Maret 2023. Diakses 16 November 2024 http://www.kompasedukasi.com/pendidikan-karakter-di-era-digital.
Penerbit Deepublish juga menyebutkan urutan: Judul artikel, nama website, tanggal pembuatan artikel, waktu akses, alamat website atau URL.
3. Chicago Style (The Chicago Manual of Style)
Gaya Chicago umum digunakan dalam humaniora dan ilmu sosial, terutama sejarah. Ada dua sistem utama: Notes-Bibliography dan Author-Date. Untuk situs web, format Notes-Bibliography umumnya: Nama Belakang, Nama Depan. “Judul Halaman.” Judul Situs Web. Tanggal Publikasi (jika ada). URL (diakses Tanggal Akses).
- Contoh: Smith, John. “Manfaat Olahraga”. Healthline. https://www.healthline.com/health/fitness-exercise-benefits (diakses pada tanggal 10 April 2023).
Tirto.id juga mengonfirmasi urutan penulisan daftar pustaka dari website menurut Chicago Style: [Nama belakang, nama depan. “Judul artikel.” Nama website, tanggal publikasi, URL.]
Sumber:
- Buku berjudul Karya Ilmiah (2018) oleh Moh. Thamrin, Achmad Sjaifullah, Umi Anis Ro’isatin
- Kajian berjudul Pelatihan Pembuatan Daftar Pustaka pada Karya Ilmiah Mahasiswa Menggunakan MS. Word dan Mendeley dipublikasikan di Communnity Development Journal Vol.3, No.2 Juni 2022
- Kajian berjudul Analisis Penulisan Daftar Pustaka dalam Skripsi Mahasiswa Prodi S-1 Ilmu Perpustakaan Angkatan 2012 dan 2013 dipublikasikan di Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol.8 No.2 April (2019)
Q & A Seputar Topik
Apa itu daftar pustaka dari internet?
Daftar pustaka dari internet adalah rujukan yang diambil dari sumber daring seperti artikel, jurnal online, atau situs web, kemudian dituliskan dalam bagian daftar pustaka sesuai format akademik.
Mengapa penting melihat contoh daftar pustaka dari internet?
Dengan mempelajari contoh daftar pustaka dari internet, penulis bisa memahami cara penulisan yang benar agar rujukan online tetap kredibel dan mudah ditelusuri.
Unsur apa saja yang harus ada dalam daftar pustaka dari internet?
Umumnya meliputi nama penulis (jika ada), tahun terbit, judul artikel, nama website, alamat URL lengkap, serta tanggal akses. Contoh daftar pustaka dari internet biasanya memperlihatkan susunan ini.
Apakah format daftar pustaka dari internet selalu sama?
Tidak. Format bisa berbeda tergantung gaya penulisan yang dipakai, misalnya APA, MLA, atau Harvard. Karena itu, contoh daftar pustaka dari internet penting dipelajari agar sesuai dengan standar yang diminta.
Bagaimana cara menulis daftar pustaka jika artikel tidak mencantumkan penulis?
Jika penulis tidak tersedia, daftar pustaka bisa dimulai dari judul artikel atau halaman. Untuk memastikan tidak salah, penulis dapat merujuk pada contoh daftar pustaka dari internet sesuai gaya penulisan yang dipilih.