Liputan6.com, Jakarta Daftar isi merupakan salah satu elemen terpenting dalam sebuah dokumen formal, berfungsi sebagai navigasi utama bagi pembaca. Namun, sering kali daftar isi yang dibuat secara manual terlihat berantakan, dengan nomor halaman dan titik-titik yang tidak sejajar. Menguasai cara merapikan daftar isi adalah keterampilan dasar yang sangat penting.
Dijelaskan dalam buku Panduan Lengkap Menyusun dan Menulis Skripsi, Tesis, dan Disertasi Lengkap dengan Teknik Jitu, Nur Arifah, 2018, daftar isi membantu penulis dalam menyusun dan mengatur materi tulisan dengan baik.
Proses merapikan daftar isi memastikan dokumen Anda terlihat profesional dan terstruktur dengan baik. Ini juga membantu pembaca menemukan informasi yang mereka cari dengan cepat. Oleh karena itu, mengetahui cara merapikan daftar isi akan sangat menghemat waktu dan meningkatkan kualitas dokumen Anda secara keseluruhan.
Berikut Liputan6.com ulas lengkap seputar cara merapikan daftar isi.
Cara Merapikan Daftar Isi di Microsoft Word
Microsoft Word menyediakan fitur otomatis yang sangat membantu dalam cara merapikan daftar isi. Proses ini melibatkan penggunaan gaya Heading secara konsisten pada judul dan subjudul dokumen Anda. Proses ini menunjukkan betapa mudahnya cara merapikan daftar isi menggunakan fitur otomatis. Setelah gaya Heading diterapkan, Word dapat secara otomatis menghasilkan daftar isi yang rapi dan akurat.
Berikut adalah langkah-langkah untuk merapikan daftar isi di Microsoft Word:
- Terapkan Gaya Heading: Pastikan setiap judul dan subjudul dalam dokumen Anda menggunakan gaya Heading yang sesuai (misalnya, Heading 1 untuk bab utama, Heading 2 untuk sub-bab, dan seterusnya). Anda dapat menemukan opsi ini di tab "Home" pada grup "Styles".
- Sisipkan Daftar Isi Otomatis: Letakkan kursor di tempat Anda ingin menyisipkan daftar isi (biasanya di awal dokumen). Pergi ke tab "References", lalu klik "Table of Contents", dan pilih salah satu gaya otomatis yang tersedia (misalnya, "Automatic Table 1" atau "Automatic Table 2").
- Kustomisasi Tampilan (Opsional): Setelah daftar isi dibuat, Anda dapat mengkustomisasi tampilannya. Buka "References" > "Table of Contents", lalu pilih "Custom Table of Contents". Di sini, Anda dapat mengatur preferensi seperti menampilkan/menyembunyikan nomor halaman, menambah atau mengubah tab pemandu (titik-titik), mengatur format, dan menentukan jumlah tingkatan judul yang akan ditampilkan.
- Perbarui Daftar Isi: Jika Anda melakukan perubahan pada dokumen (menambah/menghapus bagian, mengubah penomoran halaman), daftar isi perlu diperbarui. Klik pada daftar isi, lalu pilih "Update Table" yang muncul di bagian atas. Anda bisa memilih "Update page numbers only" untuk pembaruan nomor halaman saja, atau "Update entire table" untuk memperbarui judul dan nomor halaman.
Cara Merapikan Daftar Isi di Google Docs
Google Docs juga menyediakan fitur daftar isi otomatis yang memudahkan pengguna untuk merapikan dokumen. Fitur ini bekerja dengan prinsip yang mirip dengan Microsoft Word, yaitu mengandalkan penggunaan gaya Heading pada teks. Ini adalah bagian penting dari cara merapikan daftar isi secara efektif.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
- Gunakan Gaya Teks Judul: Sorot setiap judul dan sub-judul. Pada menu toolbar di atas, klik menu Normal text, lalu pilih gaya Heading yang sesuai.
- Sisipkan Daftar Isi: Posisikan kursor di tempat yang Anda inginkan. Buka menu Sisipkan di bagian atas, lalu pilih Daftar isi.
- Pilih Tipe Daftar Isi: Anda akan diberikan pilihan format Dengan tautan biru atau Dengan nomor halaman. Pilih yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Daftar isi akan muncul secara otomatis.
Pentingnya Memperbarui Daftar Isi Secara Berkala
Memperbarui daftar isi secara berkala adalah langkah krusial untuk menjaga akurasi dan relevansi dokumen Anda. Dokumen yang panjang, seperti skripsi, laporan, atau buku, seringkali mengalami perubahan konten, penambahan bab, atau penyesuaian penomoran halaman. Jika daftar isi tidak diperbarui, informasi yang disajikan akan menjadi tidak valid dan dapat membingungkan pembaca.
Perubahan kecil sekalipun, seperti penambahan satu paragraf yang menyebabkan pergeseran halaman, dapat membuat nomor halaman di daftar isi menjadi tidak akurat. Hal ini akan memaksa pembaca untuk mencari informasi secara manual, yang tentu saja membuang waktu dan mengurangi efisiensi.
Mengutip dari Broadband Learning Center Surabaya, Pemerintah Kota Surabaya, jika menggunakan cara manual, penulis harus mengubahnya satu per satu di daftar isi jika terjadi perubahan isi dokumen, yang sangat merepotkan.
Dengan fitur daftar isi otomatis, proses pembaruan menjadi sangat mudah dan cepat. Cukup dengan beberapa klik, seluruh daftar isi akan disesuaikan dengan perubahan terbaru dalam dokumen, termasuk nomor halaman dan struktur judul. Ini memastikan bahwa daftar isi selalu mencerminkan konten terbaru dan akurat, mendukung cara merapikan daftar isi yang efisien.
Tips Mengoptimalkan dan Mengatur Susunan Daftar Isi
Untuk mendapatkan hasil terbaik dari daftar isi otomatis dan memastikan dokumen Anda terlihat profesional, ada beberapa tips yang dapat Anda terapkan:
- Gunakan Gaya Heading Secara Konsisten: Ini adalah fondasi utama dari daftar isi otomatis yang baik. Pastikan setiap judul dan subjudul menggunakan gaya Heading yang tepat dan konsisten (misalnya, Heading 1 untuk bab utama, Heading 2 untuk sub-bab, dst.). Inkonsistensi dalam penggunaan Heading akan menghasilkan daftar isi yang tidak akurat.
- Atur Level Heading dengan Benar: Pahami hierarki Heading. Heading 1 adalah level tertinggi, diikuti oleh Heading 2, dan seterusnya. Ini akan memastikan struktur daftar isi Anda logis dan mudah dipahami oleh pembaca.
- Sesuaikan Format Daftar Isi: Jangan ragu untuk menyesuaikan tampilan daftar isi (font, ukuran, spasi, jenis titik-titik) agar sesuai dengan gaya dokumen Anda. Opsi penyesuaian biasanya tersedia di pengaturan Table of Contents di perangkat lunak pengolah kata.
- Periksa Kembali Daftar Isi: Setelah daftar isi dibuat atau diperbarui, selalu luangkan waktu untuk memeriksanya. Pastikan semua entri sudah benar, nomor halaman akurat, dan tidak ada judul yang terlewat.
- Gunakan Fitur Update Table: Jika ada perubahan pada dokumen, jangan membuat daftar isi baru dari awal. Cukup klik kanan pada daftar isi yang sudah ada dan pilih "Update Field" atau "Update Table", lalu pilih opsi yang sesuai (misalnya, "Update entire table").
Manfaat Daftar Isi yang Rapi dan Akurat
Daftar isi memiliki lebih dari sekadar fungsi administratif. Menurut Alvin Ferdiansyah dan Akhmad Nandar Ramdani dari laman Peneliti Muda UMY, daftar isi memiliki beberapa fungsi krusial yang berdampak pada pembaca, penulis, bahkan profesional di industri penerbitan.
Berikut adalah beberapa fungsi utama daftar isi:
- Kemudahan Navigasi: Daftar isi yang baik berfungsi sebagai peta jalan. Dengan adanya tautan yang disematkan, pembaca dapat dengan cepat berpindah dari satu bagian ke bagian lain dalam dokumen, menghemat waktu dan mempermudah pencarian informasi.
- Alat Penilaian Awal: Baik pembaca maupun agen dan penerbit sering kali menilai kualitas suatu karya tulis dari daftar isinya. Pembaca yang skeptis bisa mendapatkan gambaran cepat tentang isi buku, sedangkan agen atau penerbit bisa menentukan apakah tulisan tersebut layak diterbitkan. Oleh karena itu, menyusun daftar isi yang komprehensif dan deskriptif sangat penting untuk menarik perhatian mereka.
- Panduan bagi Penulis: Bagi penulis sendiri, daftar isi berfungsi sebagai panduan yang membantu memecah tulisan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan mudah dikelola. Ini membantu penulis menjaga alur, tema, dan struktur narasi tetap logis dan teratur.
Daftar Sumber:
Panduan Lengkap Menyusun dan Menulis Skripsi, Tesis, dan Disertasi Lengkap dengan Teknik Jitu, Nur Arifah, 2018
Alvin Ferdiansyah dan Akhmad Nandar Ramdani dari laman Peneliti Muda UMY
Google Support 2025. Menambahkan judul, tajuk, atau daftar isi dalam dokumen.
Microsoft Support 2025. Create a table of contents in Word.
FAQ Seputar Merapikan Daftar Isi
Apa manfaat merapikan daftar isi dalam dokumen panjang?
Merapikan daftar isi membantu pembaca menemukan topik dengan cepat tanpa harus menggulir halaman satu per satu. Selain itu, daftar isi yang rapi memberi kesan profesional pada laporan, skripsi, atau buku sehingga lebih enak dibaca.
Bagaimana cara otomatis membuat daftar isi di Microsoft Word?
Di Word, kamu bisa gunakan menu References > Table of Contents. Pastikan setiap judul sudah diformat dengan Heading 1, Heading 2, Heading 3. Setelah itu, daftar isi akan terbuat otomatis dan bisa diperbarui jika ada perubahan.
Apa kesalahan umum saat menyusun daftar isi secara manual?
Kesalahan yang sering terjadi adalah salah memberi nomor halaman, tidak konsisten dalam penulisan judul, serta penggunaan huruf kapital yang berbeda-beda. Hal ini membuat daftar isi terlihat berantakan dan membingungkan pembaca.
Apakah daftar isi perlu disesuaikan saat dokumen diubah menjadi PDF?
Ya, sebaiknya disesuaikan. Saat konversi ke PDF, daftar isi bisa dilengkapi hyperlink agar setiap judul bisa langsung diklik menuju halaman tujuan. Fitur ini sangat membantu dalam dokumen digital.
Bagaimana tips merapikan daftar isi di Google Docs?
Gunakan menu Insert > Table of Contents lalu pilih gaya yang diinginkan. Pastikan judul bab dan sub-bab diberi Heading style. Jika ada perubahan halaman atau judul, klik ikon refresh pada daftar isi untuk memperbarui otomatis.