Cara Membuat Pakan Bebek dari Nasi Sisa Agar Cepat Bertelur, Siap Panen Melimpah

17 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Peternakan bebek petelur di Indonesia memiliki peluang usaha yang terus berkembang seiring meningkatnya permintaan pasar terhadap telur bebek. Telur bebek dikenal memiliki ukuran lebih besar dan cangkang lebih tebal dibandingkan telur ayam, sehingga banyak diminati konsumen, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri pangan.

Di balik potensi tersebut, biaya pakan masih menjadi tantangan utama bagi peternak karena dapat menyerap hingga sebagian besar total pengeluaran. Kondisi ini mendorong pemanfaatan bahan pakan alternatif, salah satunya nasi sisa, yang selama ini kerap terbuang sebagai limbah. Jika diolah dengan tepat, nasi sisa dapat menjadi pakan bernutrisi yang membantu menekan biaya operasional tanpa mengganggu produktivitas bebek petelur.

Adapun, cara membuat pakan bebek dari sisa nasi amatlah mudah. Jika ingin mencoba, berikut langkah-langkahnya, dirangkum Liputan6, Selasa (27/1).

Kumpulkan Nasi Sisa dan Buang Bagian yang Berjamur

Langkah pertama dalam pembuatan pakan bebek dari nasi sisa adalah mengumpulkan dan memilih bahan baku. Nasi sisa dari rumah tangga atau restoran dapat dimanfaatkan, tetapi perlu diperhatikan kualitasnya. Pemilihan sisa makanan yang aman sangat penting karena tidak semua sisa makanan dapat diberikan kepada unggas.

Penting untuk memastikan nasi sisa yang terkumpul dalam kondisi baik dan tidak terkontaminasi. Bagian nasi yang menunjukkan tanda-tanda berjamur, berbau tidak sedap, atau telah basi harus dibuang. Nasi yang berjamur mengandung mikotoksin yang berbahaya bagi kesehatan bebek dan dapat mengganggu produktivitasnya.

Proses pengumpulan nasi sisa harus dilakukan secara higienis dan konsisten. Setelah terkumpul, nasi sisa perlu segera diproses atau disimpan dengan benar untuk mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri. Kebersihan dalam penanganan bahan baku akan menentukan kualitas pakan akhir dan kesehatan bebek yang mengonsumsinya.

Dijemur Selama 5-10 Hari

Setelah nasi sisa terkumpul dan terseleksi, langkah selanjutnya adalah mengubahnya menjadi nasi aking. Nasi aking adalah nasi sisa yang dikeringkan di bawah sinar matahari dan merupakan bahan pakan alternatif yang kaya karbohidrat. Proses pengeringan ini bertujuan untuk mengurangi kadar air, mencegah pembusukan, dan meningkatkan daya simpan nasi.

Proses pembuatan nasi aking cukup sederhana, yaitu dengan mengeringkan nasi sisa di bawah sinar matahari. Durasi penjemuran berkisar antara 5 hingga 10 hari, tergantung pada intensitas cahaya matahari dan kondisi cuaca. Selama penjemuran, nasi perlu dibolak-balik secara berkala, minimal dua kali sehari, agar kering secara merata dan mencegah pertumbuhan jamur.

Pengeringan yang tepat akan menghasilkan nasi aking yang berwarna kecoklatan akibat reaksi Maillard, di mana senyawa gula bereaksi dengan protein beras. Nasi aking yang sudah kering dan bebas jamur ini kemudian dapat disimpan dan digunakan sebagai salah satu komponen utama dalam formulasi pakan bebek.

Tambahkan Unsur Protein Hewani

Pakan bebek petelur memerlukan nutrisi seimbang, terutama protein dan kalsium, untuk mendukung pertumbuhan dan produksi telur yang optimal. Nasi aking memang kaya karbohidrat, namun kandungan proteinnya perlu ditingkatkan dengan penambahan bahan lain. Oleh karena itu, penambahan unsur protein hewani menjadi krusial dalam formulasi pakan ini.

Komposisi pakan yang disarankan mencakup dedak atau bekatul sebanyak 40%, protein hewani seperti tepung ikan, bekicot, atau keong sebanyak 20-25%, bungkil kedelai 15%, jagung giling 10%, serta mineral atau kalsium (tepung tulang atau kerang) 5%. Tepung ikan, selain sebagai sumber protein, juga mampu menyuplai mineral tambahan yang penting untuk bebek petelur.

Selain itu, penambahan hijauan seperti daun pepaya dapat melengkapi kebutuhan vitamin pada pakan. Daun pepaya menyediakan vitamin esensial yang mendukung kesehatan dan produktivitas bebek secara keseluruhan. Kombinasi bahan-bahan ini akan menciptakan pakan yang seimbang dan memenuhi kebutuhan nutrisi bebek petelur.

Campurkan Seluruh Bahan

Pencampuran seluruh bahan pakan merupakan tahapan penting untuk memastikan distribusi nutrisi yang merata. Komposisi yang tepat akan menghasilkan pakan yang seimbang dan mendukung produksi telur yang maksimal. Ada beberapa variasi formula yang dapat diterapkan, tergantung ketersediaan bahan baku di lokasi peternak.

Salah satu formula yang dapat digunakan adalah campuran nasi aking 40%, bekatul atau dedak 40%, konsentrat layer atau tepung ikan 10%, dan jagung 10%. Formula ini menyediakan keseimbangan karbohidrat dari nasi aking dan jagung, serta protein dari bekatul dan konsentrat atau tepung ikan.

Variasi lain yang dapat dipertimbangkan adalah nasi aking 25%, dedak 25%, ampas tahu 25%, dan azolla atau daun singkong 25%. Penting untuk memastikan bahwa pakan yang dihasilkan memiliki kandungan protein minimal 18% dan kalsium yang tinggi, karena kedua nutrisi ini sangat penting untuk pembentukan cangkang telur yang kuat dan produksi telur yang berkelanjutan.

Giling Semua Bahan dengan Tambahan Air

Setelah semua bahan dicampur dalam proporsi yang tepat, langkah selanjutnya adalah menggiling atau menghaluskan campuran tersebut. Proses penggilingan bertujuan untuk menciptakan tekstur pakan yang seragam, sehingga mudah dicerna oleh bebek dan memastikan setiap gigitan mengandung nutrisi yang lengkap.

Saat proses penggilingan, tambahkan air secukupnya hingga campuran pakan menjadi lembap. Penting untuk tidak menambahkan air terlalu banyak hingga pakan menjadi basah atau berair, karena hal ini dapat mengurangi daya simpan pakan dan memicu pertumbuhan jamur. Konsistensi yang lembap akan memudahkan bebek dalam mengonsumsi pakan.

Pakan yang telah digiling dan memiliki tekstur lembap akan lebih mudah dicerna oleh sistem pencernaan bebek. Konsistensi yang seragam juga mencegah bebek memilih-milih pakan, sehingga semua nutrisi yang telah diformulasikan dapat termakan secara optimal. Hal ini berkontribusi pada penyerapan nutrisi yang efisien dan mendukung produktivitas telur.

Beri Makan Bebek 3 Kali Sehari

Pemberian pakan yang teratur dan sesuai dosis merupakan faktor penting dalam menjaga produktivitas bebek petelur. Bebek petelur membutuhkan asupan pakan yang konsisten untuk mendukung produksi telur harian. Jadwal pemberian pakan umumnya dilakukan 2-3 kali sehari.

Dosis pakan yang direkomendasikan adalah sekitar 150 gram per ekor per hari. Pakan ini dapat diberikan pada pagi hari (sekitar pukul 06.00-07.30) dan sore hari (sekitar pukul 16.00-17.00). Jika memungkinkan, pemberian pakan dapat dilakukan tiga kali sehari, dengan tambahan di siang hari.

Sebelum dicampur dengan pakan utama, nasi aking yang sudah kering sebaiknya direndam terlebih dahulu selama 3-4 jam. Perendaman ini membantu melunakkan nasi aking, membuatnya lebih mudah dicerna oleh bebek. Selain pakan, pastikan bebek selalu memiliki akses terhadap air minum bersih yang tersedia setiap saat, karena air berperan vital dalam proses pencernaan dan produksi telur.

Jaga Kandang Selalu Bersih

Manajemen kandang yang baik memiliki dampak langsung pada kesehatan dan produktivitas bebek petelur. Lingkungan kandang yang bersih dan nyaman akan mengurangi stres pada bebek, sehingga mereka dapat berproduksi secara optimal. Kebersihan kandang adalah salah satu aspek fundamental dalam peternakan unggas.

Pencahayaan juga memegang peran penting dalam merangsang produksi telur. Bebek petelur membutuhkan pencahayaan sekitar 14-16 jam per hari. Pencahayaan yang cukup dapat diatur dengan lampu tambahan di malam hari jika cahaya alami tidak memadai. Selain itu, menjaga kandang tetap kering dan bersih secara rutin akan mencegah penumpukan kotoran yang dapat menjadi sarang penyakit.

Untuk mengurangi stres dan menjaga daya tahan tubuh bebek, pemberian jamu tradisional seperti temulawak atau jahe dapat menjadi pilihan. Panen telur sebaiknya dilakukan dua kali sehari, yaitu pada pagi dan siang hari, untuk mencegah telur pecah atau rusak. Dengan manajemen pakan dan kandang yang optimal, target produksi telur bebek dapat mencapai 80-90%.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

Q: Apakah nasi sisa aman untuk pakan bebek?

A: Nasi sisa dapat aman digunakan sebagai pakan bebek, asalkan diolah dengan benar menjadi nasi aking dan tidak berjamur atau basi.

Q: Berapa lama nasi sisa harus dijemur untuk pakan bebek?

A: Nasi sisa perlu dijemur di bawah sinar matahari selama 5-10 hari hingga benar-benar kering dan menjadi nasi aking.

Q: Nutrisi apa yang paling penting dalam pakan bebek petelur?

A: Nutrisi utama yang paling penting untuk bebek petelur adalah protein dan kalsium.

Q: Berapa kali sehari bebek petelur harus diberi pakan?

A: Bebek petelur sebaiknya diberi pakan 2-3 kali sehari, yaitu pada pagi hari dan sore hari.

Q: Bagaimana cara meningkatkan produksi telur bebek selain dari pakan?

A: Selain pakan, produksi telur bebek dapat ditingkatkan dengan memastikan pencahayaan kandang 14-16 jam per hari dan menjaga kebersihan kandang.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |