Liputan6.com, Jakarta Daftar isi merupakan salah satu elemen penting dalam sebuah dokumen, seperti skripsi, buku, atau laporan, yang membantu pembaca menemukan informasi dengan cepat. Menulisnya secara manual sering kali memakan waktu dan berisiko salah. Oleh karena itu, mengetahui cara membuat daftar isi otomatis menjadi keterampilan yang sangat berguna.
Daftar isi otomatis adalah fitur yang memungkinkan Anda membuat daftar isi yang terintegrasi langsung dengan judul dan subjudul di dalam dokumen. Fitur ini akan mempermudah pembaca dalam menavigasi dokumen yang panjang. Proses ini juga memastikan bahwa nomor halaman selalu diperbarui secara akurat saat ada perubahan.
Mengutip dari buku Kemahiran Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi karya Abidin, dkk. (2017: 144), daftar isi berfungsi untuk mempermudah pembaca mencari judul atau subjudul. Penggunaan fitur cara membuat daftar isi otomatis akan sangat membantu dalam mewujudkan fungsi tersebut. Dengan begitu, Anda bisa fokus pada konten utama dan tidak perlu repot memikirkan formatnya.
Berikut Liputan6.com ulas lengkap seputar cara membuat daftar isi otomatis.
Pengertian Daftar Isi Otomatis
Dijelaskan dalam buku Panduan Lengkap Menyusun dan Menulis Skripsi, Tesis, dan Disertasi Lengkap dengan Teknik Jitu, Nur Arifah, 2018, daftar isi membantu penulis dalam menyusun dan mengatur materi tulisan dengan baik. Kini daftar ini bisa dibuat secara otomatis dan praktis.
Daftar isi otomatis adalah alat yang sangat berguna dalam mengorganisir dan menyusun dokumen yang panjang, seperti laporan, tesis, atau buku. Dengan menggunakan fitur ini, Anda dapat dengan mudah membuat daftar isi yang akan memudahkan pembaca untuk menavigasi dan menemukan bagian yang mereka cari.
Fitur ini secara otomatis mengumpulkan semua judul dan subjudul dalam dokumen, lalu menampilkannya dalam format daftar yang rapi dengan nomor halaman yang sesuai.
Sistem kerja daftar isi otomatis didasarkan pada penerapan gaya atau style judul yang sudah disediakan oleh perangkat lunak. Setelah gaya judul diterapkan pada setiap bagian dokumen, perangkat lunak dapat mendeteksi dan mengurutkan secara hierarkis.
Dengan begitu, setiap kali Anda mengubah konten atau menambahkan halaman baru, daftar isi dapat diperbarui dengan satu klik, sehingga Anda tidak perlu lagi melakukan pembaruan manual.
Cara Membuat Daftar Isi Otomatis di Microsoft Word
Membuat daftar isi otomatis di Microsoft Word adalah langkah yang efisien untuk dokumen yang panjang. Anda hanya perlu menerapkan gaya Heading pada setiap judul atau subjudul yang ingin Anda masukkan ke dalam daftar isi. Setelah itu, Word akan mengumpulkan semua judul tersebut dan menyusunnya menjadi daftar isi.
Menurut publikasi di laman Peneliti Muda UMY, Alvin Ferdiansyah dan Akhmad Nandar Ramdani, "Daftar Isi atau Table of Content (TOC) ialah peta jalan (road map) untuk setiap bagian karya tulis kita. Daftar isi adalah daftar yang terorganisir dari bab-bab, bagian-bagian dokumentasi kita dan seringkali di dalamnya memuat gambar-gambar dengan jelas dilabeli dengan nomor halaman."
Berikut adalah langkah-langkahnya seperti dirangkum dari laman Support Microsoft:
- Tentukan Judul dan Subjudul: Pertama, pastikan semua judul dan subjudul dalam dokumen Anda sudah diformat dengan Heading Style. Caranya, blok judul yang ingin Anda masukkan, lalu klik Home dan pilih Heading 1 untuk judul utama, Heading 2 untuk subjudul, dan seterusnya.
- Sisipkan Daftar Isi: Letakkan kursor di halaman tempat Anda ingin meletakkan daftar isi. Buka tab References, lalu klik Table of Contents yang berada di sisi kiri.
- Pilih Format: Anda akan diberikan beberapa pilihan format daftar isi. Pilih salah satu yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda, misalnya Automatic Table 1 atau Automatic Table 2.
- Perbarui Daftar Isi: Jika ada perubahan pada dokumen Anda, seperti penambahan halaman atau perubahan judul, Anda bisa memperbarui daftar isi dengan mudah. Klik daftar isi yang sudah ada, lalu pilih Update Table yang muncul di bagian atas. Anda bisa memilih Update page numbers only untuk pembaruan nomor halaman saja, atau Update entire table untuk memperbarui judul dan nomor halaman.
Cara Membuat Daftar Isi Otomatis di Google Docs
Membuat daftar isi otomatis di Google Docs juga sangat mudah. Prosesnya hampir mirip dengan Microsoft Word. Anda hanya perlu menerapkan gaya teks (seperti Heading 1, Heading 2, dan seterusnya) pada judul dan subjudul. Setelah itu, Google Docs akan secara otomatis menyusunnya.
Berikut cara membuat daftar isi otomatis di Google Docs dirangkum dari Google Support dalam artikel mereka berjudul Menambahkan judul, tajuk, atau daftar isi dalam dokumen tahun 2025:
- Penerapan Gaya Teks: Sorot teks yang akan dijadikan judul atau subjudul. Di bilah alat, klik menu Normal text (yang biasanya berada di samping opsi font), lalu pilih gaya teks yang sesuai, seperti Heading 1 untuk judul utama atau Heading 2 untuk subjudul.
- Menyisipkan Daftar Isi: Letakkan kursor di bagian dokumen tempat Anda ingin menempatkan daftar isi. Klik menu Insert, lalu pilih Table of contents.
- Pilih Format: Anda akan diberikan pilihan dua format daftar isi, yaitu dengan nomor halaman atau dengan hyperlink. Pilih salah satu yang Anda inginkan.
- Perbarui Daftar Isi: Untuk memperbarui daftar isi, cukup klik di area daftar isi dan ikon perbarui akan muncul di sudut kanan atas. Klik ikon tersebut untuk memperbarui daftar isi.
Cara Membuat Daftar Isi Otomatis di HP
Membuat daftar isi otomatis di perangkat seluler (HP) bisa sedikit berbeda tergantung pada aplikasi yang digunakan. Aplikasi pengolah kata di HP seperti Microsoft Word Mobile atau WPS Office Mobile memiliki fungsionalitas yang lebih terbatas dibandingkan versi desktop.
- Menggunakan Aplikasi Microsoft Word di HP: Buka aplikasi Word di HP Anda. Pastikan dokumen Anda sudah memiliki judul dan subjudul yang diformat dengan gaya Heading (seperti Heading 1, Heading 2, dll.). Proses penerapan heading ini mirip dengan versi desktop, biasanya ditemukan di opsi format teks. Untuk menyisipkan daftar isi, cari menu References atau Insert (Sisipkan) di toolbar aplikasi.
- Cari opsi Table of Contents (ToC) dan pilih gaya yang diinginkan. Beberapa fitur mungkin tidak selengkap versi desktop, dan Anda mungkin perlu melakukan penyesuaian manual.
- Menggunakan Aplikasi WPS Office di HP: Buka aplikasi WPS Office di smartphone Anda. Pastikan Anda telah menerapkan heading pada judul dan subjudul dokumen Anda. Pergi ke menu References (Referensi).
- Pilih Insert (Sisipkan) dan kemudian Table of Contents (ToC). Pilih jenis daftar isi yang tersedia. Beberapa sumber menyebutkan bahwa pembuatan titik-titik daftar isi di WPS Office versi HP mungkin masih perlu dilakukan secara manual karena keterbatasan fitur otomatis.
Pada Ms Word versi mobile banyak fungsi yang dipangkas dan tidak ditampilkan. terkadang lokasi menunya juga berbeda dengan yang ada di komputer maupun laptop.
Cara Membuat Daftar Isi Otomatis di Excel via Hyperlink
Membuat "daftar isi" di Excel biasanya tidak merujuk pada daftar isi dokumen seperti di Word atau Docs, melainkan lebih kepada pembuatan hyperlink yang memungkinkan navigasi cepat antar sheet atau sel dalam workbook yang sama. Ini sangat berguna untuk workbook Excel yang kompleks dengan banyak sheet data.
- Siapkan Tujuan Hyperlink: Pastikan setiap sheet atau sel yang ingin Anda tautkan memiliki nama yang jelas atau identifikasi yang mudah. Anda bisa menamai sheet atau sel tertentu.
- Buat Hyperlink Manual: Pilih sel di mana Anda ingin menempatkan hyperlink (misalnya, di sheet "Daftar Isi" yang baru). Klik kanan pada sel tersebut, lalu pilih Link atau Hyperlink. Dalam kotak dialog Insert Hyperlink, pilih Place in This Document. Pilih sheet atau nama sel yang ingin Anda tautkan dari daftar yang tersedia. Di kolom Text to display, ketikkan nama yang akan muncul sebagai teks hyperlink (misalnya, "Data Penjualan Q1"). Klik OK.
- Menggunakan Fungsi HYPERLINK (untuk Otomatisasi Sederhana): Untuk membuat banyak hyperlink secara lebih otomatis, Anda bisa menggunakan fungsi HYPERLINK di Excel. Sintaks dasarnya adalah =HYPERLINK(link_location, [friendly_name]). Misalnya, untuk menautkan ke Sheet2 dan menampilkan teks "Pergi ke Sheet2", Anda bisa mengetik =HYPERLINK("#'Sheet2'!A1", "Pergi ke Sheet2"). Anda dapat mengombinasikan ini dengan fungsi lain atau VBA (Visual Basic for Applications) untuk membuat daftar hyperlink yang lebih dinamis, misalnya dengan mengambil nama sheet dari daftar.
Microsoft Support menjelaskan, "Gunakan fungsi HYPERLINK untuk membuat link ke dokumen atau sumber daya lain di server jaringan, intranet, atau Internet. Saat Anda mengklik sel yang berisi fungsi HYPERLINK, Excel membuka item yang ditautkan."
Cara Membuat Daftar Isi Otomatis di WPS Office
WPS Office adalah alternatif populer untuk Microsoft Office yang juga menawarkan fitur pembuatan daftar isi otomatis. Prosesnya mirip dengan Microsoft Word karena kesamaan antarmuka dan fungsionalitasnya.
- Terapkan Gaya Heading: Buka dokumen Anda di WPS Writer. Pilih teks yang akan menjadi judul atau subjudul. Pada tab Home, cari grup Styles dan terapkan Heading 1, Heading 2, dan seterusnya sesuai hierarki dokumen Anda.
- Sisipkan Daftar Isi: Posisikan kursor di tempat Anda ingin daftar isi muncul. Pergi ke tab References (Referensi). Klik Table of Contents (Daftar Isi) atau Insert Table of Content. Pilih gaya daftar isi otomatis yang Anda inginkan dari opsi yang tersedia. Daftar isi akan secara otomatis dibuat berdasarkan heading yang telah Anda terapkan.
- Perbarui Daftar Isi: Jika ada perubahan pada dokumen Anda, seperti penambahan atau penghapusan bagian, Anda perlu memperbarui daftar isi. Klik kanan pada daftar isi, lalu pilih Update Field atau Update Table of Contents. Pilih opsi untuk memperbarui nomor halaman saja atau seluruh tabel.
Karena Microsoft Word dan aplikasi pengolah kata dari WPS Office hampir sama, proses membuat daftar isi juga identik
Tips Mengoptimalkan Daftar Isi Otomatis
Untuk mendapatkan hasil terbaik dari daftar isi otomatis, ada beberapa tips yang dapat Anda terapkan:
- Gunakan Gaya Heading Secara Konsisten: Pastikan setiap judul dan subjudul menggunakan gaya Heading yang tepat dan konsisten (misalnya, Heading 1 untuk bab utama, Heading 2 untuk sub-bab, dst.). Inkonsistensi dalam penggunaan heading akan menghasilkan daftar isi yang tidak akurat.
- Atur Level Heading dengan Benar: Pahami hierarki heading. Heading 1 adalah level tertinggi, diikuti oleh Heading 2, dan seterusnya. Ini akan memastikan struktur daftar isi Anda logis dan mudah dipahami.
- Perbarui Daftar Isi Secara Berkala: Selalu perbarui daftar isi setelah melakukan perubahan signifikan pada dokumen, seperti menambah atau menghapus bagian, atau mengubah penomoran halaman. Ini memastikan daftar isi selalu mencerminkan konten terbaru.
- Sesuaikan Format Daftar Isi: Jangan ragu untuk menyesuaikan tampilan daftar isi (font, ukuran, spasi, jenis titik-titik) agar sesuai dengan gaya dokumen Anda. Opsi penyesuaian biasanya tersedia di pengaturan Table of Contents.
- Periksa Kembali Daftar Isi: Setelah daftar isi dibuat atau diperbarui, selalu luangkan waktu untuk memeriksanya. Pastikan semua entri sudah benar, nomor halaman akurat, dan tidak ada judul yang terlewat.
Pentingnya Memperbarui Daftar Isi Secara Berkala
Memperbarui daftar isi secara berkala adalah langkah yang krusial saat Anda membuat perubahan pada dokumen, seperti menambah atau menghapus konten, mengubah judul, atau menyisipkan gambar yang menggeser nomor halaman.
Jika Anda tidak memperbaruinya, daftar isi akan menjadi tidak akurat dan kehilangan fungsinya. Perlu diingat bahwa fitur daftar isi otomatis hadir untuk menyederhanakan proses ini. Anda hanya perlu satu atau dua klik untuk memperbarui daftar isi dan memastikan semua informasi tetap relevan.
Cara Membuat Titik-titik Daftar Isi Otomatis
Titik-titik pada daftar isi berfungsi untuk menghubungkan judul bab/sub-bab dengan nomor halamannya, membuatnya lebih mudah dibaca dan rapi. Dalam perangkat lunak pengolah kata seperti Microsoft Word, titik-titik ini dapat dibuat secara otomatis.
- Pastikan Heading Sudah Diterapkan: Langkah pertama dan terpenting adalah memastikan semua judul dan subjudul dalam dokumen Anda sudah diformat dengan gaya Heading yang sesuai (Heading 1, Heading 2, dst.). Ini adalah dasar bagi fitur daftar isi otomatis.
- Sisipkan Daftar Isi Otomatis: Setelah heading diterapkan, sisipkan daftar isi otomatis seperti yang dijelaskan pada bagian Microsoft Word atau Google Docs. Secara default, daftar isi otomatis akan menyertakan titik-titik penghubung.
- Mengatur Format Titik-titik (Jika Diperlukan Penyesuaian): Jika Anda ingin menyesuaikan tampilan titik-titik atau leader (garis penghubung), Anda bisa melakukannya melalui opsi Table of Contents. Di Microsoft Word, pergi ke tab References > Table of Contents > Custom Table of Contents atau Insert Table of Contents. Pada kotak dialog yang muncul, cari opsi Tab leader dan pilih jenis titik-titik yang Anda inginkan (misalnya, garis putus-putus, garis lurus, atau tanpa leader). Anda juga bisa mengatur posisi tab stop untuk nomor halaman agar titik-titik berakhir pada posisi yang rapi.
Microsoft Support menyatakan, "Jika ingin Memformat atau mengkustomisasi daftar isi, Anda bisa. Sebagai contoh, Anda bisa mengubah font, jumlah tingkatan judul, dan menunjukkan garis putus-putus di antara entri dan nomor halaman."
Manfaat Menggunakan Daftar Isi Otomatis
Penggunaan daftar isi otomatis membawa banyak keuntungan, terutama dalam pengelolaan dokumen yang panjang dan kompleks. Manfaat ini tidak hanya dirasakan oleh penulis tetapi juga oleh pembaca.
- Efisiensi Waktu: Membuat daftar isi secara manual adalah proses yang memakan waktu dan rentan kesalahan, terutama jika dokumen sering direvisi. Daftar isi otomatis menghilangkan kebutuhan untuk melacak nomor halaman secara manual, menghemat waktu berjam-jam.
- Akurasi dan Konsistensi: Daftar isi otomatis memastikan bahwa semua judul dan subjudul tercantum dengan benar beserta nomor halaman yang akurat. Setiap perubahan pada dokumen akan secara otomatis tercermin setelah daftar isi diperbarui, menjaga konsistensi data.
- Kemudahan Navigasi: Bagi pembaca, daftar isi berfungsi sebagai "peta jalan" yang memungkinkan mereka untuk dengan cepat menemukan bagian atau informasi spesifik yang mereka cari. Dalam dokumen digital, daftar isi otomatis seringkali dilengkapi dengan hyperlink yang dapat diklik, memungkinkan navigasi instan.
- Meningkatkan Profesionalisme Dokumen: Dokumen dengan daftar isi yang rapi dan terorganisir secara otomatis menunjukkan tingkat profesionalisme dan perhatian terhadap detail dari penulisnya. Ini memberikan kesan positif kepada pembaca dan membuat dokumen terlihat lebih kredibel.
- Mempermudah Revisi dan Pembaruan: Ketika dokumen mengalami revisi, penambahan bab baru, atau perubahan struktur, daftar isi otomatis dapat diperbarui dengan mudah hanya dengan beberapa klik. Ini sangat mempermudah proses editing dan memastikan daftar isi selalu up-to-date.
Privy menjelaskan, "Daftar isi tidak hanya sekadar pelengkap dalam dokumen, tetapi juga memiliki fungsi yang sangat penting. Dengan menyusun daftar isi, Anda memberikan kemudahan kepada pembaca untuk menavigasi seluruh bagian dokumen dengan cepat dan efektif."
Daftar Sumber
- Abidin, dkk. (2017). Kemahiran Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Bumi Aksara.
- Panduan Lengkap Menyusun dan Menulis Skripsi, Tesis, dan Disertasi Lengkap dengan Teknik Jitu, Nur Arifah, 2018,
- Google Support 2025. Menambahkan judul, tajuk, atau daftar isi dalam dokumen.
- Microsoft Support 2025. Create a table of contents in Word.
- Peneliti Muda UMY, Alvin Ferdiansyah dan Akhmad Nandar Ramdani- kpm.umy.ac.id
FAQ Seputar Cara Membuat Daftar ISI Otomatis
Q1: Apa bedanya daftar isi otomatis dan manual?
Daftar isi otomatis dibuat dengan fitur bawaan aplikasi yang secara instan mengumpulkan judul dan nomor halaman. Sebaliknya, daftar isi manual dibuat dengan mengetikkan judul dan nomor halaman secara satu per satu. Daftar isi otomatis jauh lebih efisien dan akurat karena dapat diperbarui dengan mudah, sementara yang manual membutuhkan waktu dan rentan terjadi kesalahan.
Q2: Mengapa daftar isi saya tidak bisa diperbarui secara otomatis?
Ada beberapa alasan mengapa daftar isi tidak bisa diperbarui secara otomatis. Pastikan bahwa semua judul dan subjudul dalam dokumen Anda sudah diformat menggunakan gaya Heading yang benar. Jika ada judul yang tidak menggunakan gaya ini, sistem tidak akan mendeteksinya. Selain itu, pastikan Anda menekan tombol Update Table atau Update Field untuk memperbarui daftar isi setelah melakukan perubahan.
Q3: Apakah daftar isi otomatis bisa dibuat di semua aplikasi pengolah kata?
Ya, hampir semua aplikasi pengolah kata populer seperti Microsoft Word, Google Docs, dan WPS Office memiliki fitur ini. Namun, ada perbedaan dalam cara pembuatannya, meskipun konsep dasarnya sama, yaitu menerapkan gaya judul terlebih dahulu. Di aplikasi lain seperti Excel dan PowerPoint, fitur ini tidak tersedia secara otomatis, tetapi dapat disimulasikan menggunakan hyperlink.
Q4: Apakah saya bisa mengubah tampilan daftar isi otomatis setelah membuatnya?
Tentu saja. Daftar isi otomatis dapat disesuaikan. Setelah dibuat, Anda bisa mengubah tampilan font, ukuran, warna, hingga format barisnya. Bahkan, Anda juga bisa mengganti format secara keseluruhan dengan memilih format bawaan yang berbeda dari menu daftar isi.
Q5: Bagaimana cara menghilangkan daftar isi otomatis yang sudah terlanjur dibuat?
Menghilangkan daftar isi otomatis sangat mudah. Di Microsoft Word atau Google Docs, Anda hanya perlu mengklik daftar isi, lalu akan muncul opsi untuk menghapusnya. Jika tidak ada, Anda bisa menghapus blok teks daftar isi seperti menghapus teks biasa.
Q6: Bagaimana jika saya ingin menyisipkan gambar atau tabel di dalam daftar isi?
Daftar isi otomatis hanya mengakomodasi judul dan subjudul yang diformat dengan gaya Heading. Menyisipkan gambar atau tabel secara langsung di dalam daftar isi tidak disarankan. Jika Anda ingin memasukkan referensi gambar atau tabel, buatlah daftar terpisah, seperti "Daftar Gambar" atau "Daftar Tabel", yang juga bisa dibuat secara otomatis dengan langkah yang sama.
Q7: Apakah fitur ini tersedia untuk bahasa selain bahasa Indonesia?
Ya, fitur daftar isi otomatis tersedia dalam berbagai bahasa. Konsep dan langkah-langkahnya universal. Fitur ini dirancang untuk bekerja dengan berbagai gaya bahasa dan skema penulisan, memastikan kemudahan penggunaan di seluruh dunia.