Alternatif Pakan Ternak Kambing Pengganti Rumput, Praktis dan Cepat Gemuk

17 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Memilih alternatif pakan ternak kambing pengganti rumput kini menjadi solusi cerdas bagi para peternak modern di Indonesia. Keterbatasan lahan gembala serta tantangan musim kemarau sering kali membuat ketersediaan rumput segar menurun drastis. Dengan beralih ke pakan alternatif, peternak tidak lagi bergantung sepenuhnya pada aktivitas "ngarit" yang menyita waktu dan tenaga setiap harinya.

Penggunaan pakan pengganti ini tidak hanya sekadar mengisi perut ternak, tetapi juga dirancang untuk mengoptimalkan berat badan. Strategi ini sangat populer di kalangan peternak milenial yang menerapkan sistem feedlot atau penggemukan intensif. Berbagai bahan dari limbah pertanian hingga inovasi pakan fermentasi terbukti mampu menghasilkan kambing yang jauh lebih sehat dan gemuk dibandingkan hanya mengandalkan rumput lapangan biasa.

Bagi Anda yang ingin memulai bisnis peternakan dengan lebih efisien, memahami komposisi nutrisi dari bahan alternatif adalah kunci utama. Tidak perlu khawatir akan penurunan kualitas, karena banyak bahan pengganti yang justru memiliki kandungan protein dan energi lebih tinggi daripada rumput. Berikut adalah panduan lengkap mengenai jenis dan cara pengolahan pakan alternatif untuk kambing kesayangan Anda.

Inovasi Hijauan Selain Rumput (Leguminosa)

Meskipun rumput adalah pakan alami, ada jenis hijauan lain yang secara nutrisi jauh lebih unggul, terutama dari golongan kacang-kacangan atau leguminosa. Tanaman ini sering disebut sebagai "konsentrat hijau" karena kandungan proteinnya yang sangat tinggi.

Beberapa pilihan hijauan unggulan untuk pakan ternak kambing pengganti rumput antara lain:

  • Daun Indigofera: Tanaman ini mulai populer karena mengandung protein kasar hingga 25-30% dan sangat disukai kambing.
  • Daun Gamal (Teresede): Mudah tumbuh sebagai pagar hidup dan menjadi sumber mineral yang baik bagi ternak.
  • Daun Kaliandra dan Turi: Memiliki tekstur lembut dan palatabilitas (tingkat kesukaan) yang tinggi untuk kambing perah maupun potong.
  • Daun Singkong: Sumber energi yang melimpah, namun perlu dilayukan terlebih dahulu untuk menghilangkan kandungan asam sianida (HCN) yang berbahaya.

Pemanfaatan Limbah Pertanian dan Perkebunan

Limbah pertanian yang sering dianggap sampah justru bisa menjadi emas bagi peternak kambing. Mengolah limbah ini adalah langkah konkret menuju peternakan berkelanjutan dan hemat biaya operasional.

Beberapa limbah yang efektif digunakan sebagai pakan pengganti adalah:

  • Jerami Padi dan Kulit Jagung: Jerami yang sudah difermentasi atau diolah menjadi silase memiliki tekstur yang lebih empuk dan aroma yang merangsang nafsu makan.
  • Gedebog Pisang: Melansir informasi dari Balai Besar Veteriner (BBVet) Subang, gedebog pisang yang difermentasi merupakan sumber serat dan cairan yang baik, terutama saat musim kemarau.
  • Kulit Pisang dan Kulit Singkong: Limbah pasar ini kaya akan karbohidrat. Pastikan kulit singkong sudah melalui proses penjemuran atau fermentasi sebelum diberikan.
  • Ampas Tahu dan Ampas Kelapa: Dua bahan ini adalah primadona untuk penggemukan karena kandungan protein dan lemaknya yang membantu mempercepat pertambahan bobot badan.

Pemanfaatan Produk Sampingan Industri Agro

Selain limbah pertanian yang ada di sawah, limbah dari industri pengolahan hasil pertanian atau industri agro juga memiliki potensi besar sebagai pakan ternak kambing pengganti rumput. Bahan-bahan ini biasanya memiliki ketersediaan yang stabil sepanjang tahun dan kandungan nutrisi yang terukur karena berasal dari proses produksi pabrik.

Penggunaan produk sampingan industri ini sangat efektif untuk menekan biaya pakan, terutama bagi peternak yang berada di dekat kawasan industri pengolahan pangan. Beberapa bahan yang sangat direkomendasikan meliputi:

Bungkil Inti Sawit (BIS): Bagi peternak di wilayah Sumatera atau Kalimantan, bungkil sawit adalah sumber energi dan protein yang sangat murah. Meskipun teksturnya agak kasar, kandungan lemaknya membantu mengkilapkan bulu kambing.

Ampas Bir atau Ampas Gandum (Pollard): Limbah dari industri minuman atau pengolahan gandum ini sangat tinggi protein. Pollard sering dijadikan bahan utama dalam pembuatan konsentrat karena teksturnya yang halus dan mudah dicerna.

Molase (Tetes Tebu): Hasil sampingan industri gula ini berfungsi sebagai sumber energi instan. Dalam pemberian pakan alternatif, molase sering digunakan sebagai "pemanis" untuk merangsang nafsu makan kambing terhadap bahan pakan yang awalnya mereka kurang sukai.

Kulit Kopi dan Kulit Kakao: Di daerah perkebunan, kulit luar buah kopi atau cokelat yang sudah dikeringkan dapat digiling dan dijadikan campuran pakan serat. Bahan ini kaya akan serat kasar yang dibutuhkan untuk kesehatan rumen kambing.

Tanaman Pagar dan Tanaman Hias sebagai Pakan Darurat

Seringkali peternak tidak menyadari bahwa tanaman yang tumbuh di sekitar pekarangan atau pagar rumah bisa menjadi pakan ternak kambing pengganti rumput yang sangat bergizi. Mengoptimalkan tanaman di sekitar rumah dapat menjadi solusi "pakan gratis" yang berkualitas tinggi tanpa harus menanam rumput khusus di lahan yang luas.

Beberapa jenis tanaman yang umum ditemukan di pekarangan dan aman untuk kambing adalah:

Daun Kelor (Moringa): Dikenal sebagai "superfood", daun kelor mengandung vitamin dan mineral yang sangat lengkap. Memberikan sedikit daun kelor pada pakan harian dapat meningkatkan sistem imun kambing secara drastis.

Daun Nangka dan Daun Waru: Kedua jenis daun ini memiliki tekstur yang agak keras namun sangat disukai kambing. Daun nangka secara tradisional dipercaya dapat membantu mengatasi masalah diare ringan pada ternak.

Daun Pisang: Meskipun nilai gizinya tidak setinggi leguminosa, daun pisang sangat efektif sebagai pakan pengisi saat stok hijauan lain menipis.

Tanaman Kembang Sepatu: Daun dan bunga kembang sepatu merupakan pakan alternatif yang aman dan memiliki palatabilitas yang cukup baik untuk kambing perah maupun kambing potong.

Teknologi Pakan Fermentasi dan Silase

Teknologi pengawetan pakan menjadi kunci sukses beternak "tanpa ngarit". Dengan teknik ini, peternak bisa menyimpan pakan dalam jumlah besar untuk stok berbulan-bulan tanpa takut busuk.

Pakan fermentasi dibuat dengan bantuan mikroorganisme (seperti EM4) untuk meningkatkan daya cerna. Sementara itu, silase adalah hijauan yang disimpan dalam kondisi anaerob (tanpa udara) di dalam tong atau plastik.

Berdasarkan panduan dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Banyumas, pakan silase yang dibuat dengan benar dapat bertahan hingga 1-2 tahun, sehingga sangat efektif sebagai cadangan pangan saat rumput sulit didapat.

Peran Konsentrat dalam Penggemukan Intensif

Konsentrat adalah pakan penguat yang berfungsi menutupi kekurangan nutrisi dari bahan hijauan. Pemberian konsentrat sangat krusial bagi peternak yang mengejar target berat badan tertentu dalam waktu singkat.

Di pasaran saat ini tersedia berbagai merk konsentrat berkualitas atau pakan komplit dalam bentuk pellet. Peternak juga bisa meracik sendiri dengan mencampur dedak padi, bungkil kedelai, dan mineral premix. Pastikan pemberian konsentrat dilakukan secara bertahap agar sistem pencernaan kambing dapat beradaptasi dengan baik.

Tips Transisi Pakan Agar Kambing Tidak Stres

Mengganti rumput dengan pakan alternatif tidak bisa dilakukan secara mendadak dalam satu hari. Perubahan pola makan yang drastis dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti kembung (bloat) atau mencret.

Lakukan transisi secara perlahan selama 7-10 hari. Mulailah dengan mencampur 25% pakan baru dengan 75% rumput, lalu tingkatkan rasionya secara bertahap setiap dua hari.

Pastikan juga ketersediaan air minum bersih yang dicampur sedikit garam mineral untuk menjaga metabolisme tubuh ternak tetap stabil selama masa adaptasi.

FAQ Seputar Pakan Ternak Kambing Pengganti Rumput

Apakah kambing bisa hidup tanpa makan rumput sama sekali?

Bisa, asalkan kebutuhan serat kasarnya terpenuhi dari bahan lain seperti leguminosa, jerami fermentasi, atau kangkung kering.

Apa pakan pengganti rumput yang paling murah?

Limbah pertanian seperti jerami padi, kulit jagung, dan gedebog pisang yang diolah dengan cara fermentasi.

Amankah memberikan daun singkong sebagai pengganti rumput?

Aman, namun harus dilayukan minimal 24 jam atau difermentasi untuk menghilangkan racun asam sianida (HCN).

Berapa lama pakan fermentasi bisa disimpan?

Jika disimpan dalam wadah kedap udara yang rapat, pakan fermentasi atau silase bisa bertahan hingga 1 tahun lebih.

Mengapa kambing saya tidak mau makan pakan alternatif?

Kambing memerlukan waktu adaptasi. Campurkan sedikit pakan lama dengan pakan baru, atau tambahkan sedikit molase (tetes tebu) untuk meningkatkan aroma dan rasa.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |