8 Tren Batik Kombinasi Lengan Ruffle 2025, Anti Kaku untuk Percantik Penampilan

1 week ago 9

Liputan6.com, Jakarta Batik dengan lengan ruffle masih menjadi andalah bagi para pengguna perempuan di tahun 2025. Desain ini memiliki motif yang dinamis, namun tetap feminin. Potongan ruffle yang terdapat di bagian lengan membuatnya anti kaku saat digunakan di berbagai kesempatan acara. 

Ada berbagai model yang sebenarnya bisa Anda pilih untuk menunjang penampilan, mulai dari ruffle tipis yang memberi jatuh yang lebih luwes, ruffle peplum yang menyamarkan sisi pinggang sampai ruffle manset untuk penampilan yang lebih santai namun tetap rapi dan elegan. 

Sebagai gambaran, Liputan6 rangkum 8 tren batik lengan ruffle 2025 yang ringan, modern serta anti kaku untuk gaya formal dan non formal sehari-hari Anda. Simak informasinya, dirangkum, Kamis (21/8). 

Ruffle Manset Minimalis yang Cocok untuk Gaya di Kantor

Model ini menempatkan ruffle tipis hanya di manset, sehingga gerak tangan terasa luwes tanpa terlihat berlebihan di kantor. Efeknya, tampilan kerja tetap rapi namun tidak kaku, cocok untuk meeting hingga presentasi.

Pilih batik bermotif mikro (kawung kecil atau parang mini) pada bodi tipis untuk ruffle. Gunakan lining halus dan pastikan ruffle setebal 2–3 cm saja dengan jahitan rapat supaya jatuhnya bersih.

Padukan dengan celana lurus atau rok pensil warna netral. Sepatu pump rendah dan tas struktur menambah kesan profesional. Hindari gelang besar yang bisa ‘bertabrakan’ dengan manset ruffle.

Ruffle Lonceng 3/4 Mengalihkan Pandangan ke Tangan Bikin Siluet Tubuh Proporsional

Potongan lengan 3/4 dengan ruffle berbentuk lonceng membuat pergelangan tangan terekspos, menciptakan ilusi lengan lebih jenjang. Hasilnya, busana terasa ringan dan nyaman dikenakan.

Pilih motif renda halus untuk ruffle dan batik warna medium pada bodi. Skala ruffle sedang (tinggi 5–7 cm) agar mengembangnya terukur. Jahit dengan kampuh bersih dan interfacing tipis di pangkal ruffle supaya bentuknya stabil.

Kombinasikan dengan rok A-line selutut atau midi. Aksesori cukup anting kecil, biarkan fokus pada gerak ruffle saat tangan bergerak. Cocok untuk smart casual di siang hari.

Ruffle Asimetris Satu Bahu Tampilkan Penampilan Seimbang

Ruffle ditempatkan asimetris pada satu bahu, mengarahkan perhatian ke area atas. Proporsi tubuh tampak seimbang, terutama pada Anda yang ingin menetralkan area pinggul.

Gunakan batik gelap ber-motif rapat pada bodi tipis-bertekstur untuk ruffle di bahu. Bentuk ruffle satu lapis dengan panjang sedang agar tidak mendominasi. Jahit dengan teknik bias binding supaya tepian ruffle rapi dan tidak kaku.

Padukan dengan rok lurus atau celana tailored. Pilih sepatu pointed-toe untuk memperpanjang garis kaki. Simpan rambut ke satu sisi berlawanan dari ruffle agar komposisinya harmonis.

Ruffle Vertikal Bertingkat Perlihatkan Bidang Motif Agar Lebih Ringan

Ruffle disusun vertikal dua tingkat dari bahu ke siku. Karena memecah bidang motif batik, visual menjadi lebih dinamis dan terasa ringan. Cocok untuk semi-formal, siang maupun sore.

Pilih batik motif sedang (tidak terlalu padat) agar ruffle tidak ‘tenggelam’. Gunakan dengan drape baik, misalnya tile supaya ruffle jatuh natural. Jarak antar tingkat 3–4 cm dengan lipatan seragam untuk ritme yang rapi.

Padu padan dengan belt tipis warna senada untuk menegaskan pinggang. Tambahkan clutch sederhana. Hindari kalung besar yang dapat mengganggu garis vertikal ruffle.

Ruffle Peplum di Pinggang Samarkan Efek Jam Pasir Tubuh yang Berlebihan

Peplum ruffle dari di pinggang memberi volume terarah yang menyeimbangkan pinggul. Akibatnya, siluet terlihat seperti jam pasir dengan proporsional seimbang tanpa perlu konstruksi berat.

Gunakan bodi batik berpotongan fit dan tempatkan peplum setinggi 2–3 cm di bawah titik pinggang alami. Ruffle satu tingkat saja, panjang 6–8 cm. Pakai lining tipis untuk menjaga peplum tidak ‘menggembung’ berlebihan.

Cocok untuk acara resmi siang atau malam. Kenakan rok pensil atau span midi, heels 5–7 cm, dan anting tetes. Pastikan peplum jatuh tegas ketika berdiri, namun tetap luwes saat berjalan.

Ruffle Sheer dari Tipis Menambah Dimensi yang Pas Saat Digunakan

Ruffle berbahan sheer (tile atau organza) memberi tekstur transparan yang memantulkan cahaya ringan. Pilih batik katun atau viscose yang ringan sebagai bodi. Bentuk ruffle dua lapis tipis dengan tepi rolled hem agar tidak kaku. Pastikan jahitan halus di lengan dan gunakan benang warna senada agar tidak ‘menonjol’ dari luar.

Padukan dengan sandal block heel dan tas tangan kecil. Makeup dew dan tatanan rambut low bun menjaga kesan segar. Pilih perhiasan kecil agar tidak bersaing dengan tekstur sheer.

Ruffle Berstruktur dengan Interfacing Halus Membuat Tampilan Tegas

Untuk momen tertentu seperti foto prewedding atau acara lainnya gunakan ruffle sedikit berstruktur. Interfacing halus di pangkal ruffle membuat bentuknya tegas, sehingga kontur lengan terlihat jelas di kamera.

Kombinasikan batik bernuansa gelap dengan berkilau halus (lurex tipis) untuk ruffle. Gunakan interfacing lembut agar ruffle berdiri namun tetap elastis. Pastikan penempatan ruffle selevel siku agar framing di foto proporsional.

Tambahkan perhiasan titik fokus seperti bros kecil di bahu. Sepatu stiletto dan clutch metalik tipis menyempurnakan tampilan. Tes gerak di cermin untuk memastikan ruffle tidak mengganggu saat merangkul atau menari.

Ruffle Manset Konvertibel Menghemat Wardrobe untuk Transisi Siang ke Malam

Desain manset ruffle konvertibel (dengan kancing atau kait) memungkinkan dua mode: ruffle jatuh untuk siang, dan ruffle lebih terangkat untuk malam. Akibatnya, satu busana bisa dipakai lintas agenda tanpa terasa kaku.

Pilih yang tidak mudah kusut dan sistem kait yang tersembunyi. Uji dua posisi ruffle: posisi rendah untuk kesan santai, posisi tinggi untuk efek dramatis. Jahit penguat kecil di area kait agar tahan buka-tutup.

Siang hari padukan dengan flat atau kitten heels; malam hari ganti ke high heels dan tambah lipstik bold. Simpan aksesori minimal agar fokus tetap pada transformasi ruffle.

5 Pertanyaan & Jawaban (People Also Ask)

1) Apa itu batik kombinasi lengan ruffle?

Batik kombinasi menggabungkan kain batik (sebagai bodi/rok) dengan aksen seperti lengan ruffle. Tujuannya menambah tekstur dan dimensi tanpa menghilangkan karakter batik.

2) Bagaimana memilih bahan ruffle agar tidak kaku?

Cari yang tipis dengan drape baik (tile, organza tipis) dan finishing tepi yang halus (rolled hem/bias binding). Hindari lapisan terlalu banyak; satu–dua lapis biasanya cukup.

3) Motif batik seperti apa yang cocok dengan ruffle?

Motif kecil–sedang (kawung kecil, parang mini, truntum rapat) menjaga visual tetap tenang, sehingga ruffle tidak terkesan “ramai bertumpuk”. Motif besar lebih aman untuk desain ruffle minimalis.

4) Warna apa yang aman untuk acara formal malam?

Warna gelap atau jewel tones (navy, emerald, maroon) pada batik dengan berkilau halus memberi kesan mewah tanpa berlebihan. Seimbangkan dengan aksesori metalik kecil.

5) Bagaimana merawat batik ruffle?

Cuci kering atau cuci lembut dengan kantong laundry; jangan peras keras. Jemur berangin, bukan di bawah matahari langsung. Setrika uap dari sisi dalam dan hindari menekan ruffle secara langsung.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |