7 Racikan Ransum Hemat dari Ampas Tahu & Dedak, Pakan Ternak Efektif dan Ekonomis

15 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Biaya pakan menjadi salah satu tantangan terbesar bagi para peternak, seringkali menyumbang hingga 70% dari total biaya produksi. Tingginya harga pakan komersial mendorong peternak untuk mencari alternatif yang lebih ekonomis namun tetap bernutrisi tinggi. Ampas tahu dan dedak muncul sebagai solusi vital, keduanya merupakan limbah atau hasil samping yang melimpah, mudah didapat, serta memiliki kandungan gizi baik untuk ternak.

Pemanfaatan ampas tahu dan dedak dapat menekan biaya produksi secara signifikan. Namun ampas tahu segar memiliki daya simpan yang sangat singkat, hanya bertahan sekitar 1 hingga 3 hari sebelum membusuk.

Melalui teknik fermentasi atau silase, nilai gizi kedua bahan ini dapat ditingkatkan, serat kasarnya dipecah, dan daya simpannya diperpanjang hingga berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Metode ini tidak hanya menghemat pengeluaran, tetapi juga mengubah limbah menjadi sumber daya bernilai tinggi.

Artikel ini akan mengulas berbagai pilihan racikan ransum hemat dari ampas tahu & dedak yang praktis dan efektif untuk berbagai jenis ternak, mulai dari unggas hingga kambing. Dengan panduan ini, peternak dapat mengoptimalkan pakan ternak mereka, memastikan pertumbuhan yang sehat, dan meningkatkan profitabilitas usaha secara berkelanjutan.

Simak kumpulan racikan ransum hemat berikut, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (28/1/2026).

1. Racikan Dasar Fermentasi untuk Pemula

Racikan ini adalah titik awal yang bagus bagi peternak yang baru mencoba fermentasi pakan. Dengan komposisi sederhana dan bahan mudah didapat, racikan ini bertujuan mengawetkan ampas tahu dan dedak sekaligus meningkatkan kualitas nutrisinya. Proses fermentasi akan mengubah ampas tahu yang mudah basi menjadi pakan lebih tahan lama dan disukai ternak.

Fermentasi ini sangat cocok untuk campuran pakan ayam kampung dan itik, membantu memenuhi kebutuhan protein dan energi mereka dengan biaya lebih rendah. Kunci keberhasilan racikan ini terletak pada pencampuran merata dan penyimpanan kedap udara.

Komposisi Racikan Dasar Fermentasi:

  • Ampas tahu basah: 10 kg
  • Dedak halus: 2 kg
  • Air bersih: 1 liter
  • Gula pasir: 3 sendok makan
  • Probiotik EM4 (untuk peternakan): 1 tutup botol

Cara Membuat Racikan Dasar Fermentasi:

  1. Siapkan wadah pengaduk yang bersih, seperti bak atau ember besar.
  2. Larutkan gula pasir dalam 1 liter air hingga benar-benar larut.
  3. Tambahkan 1 tutup botol probiotik EM4 ke dalam larutan gula, aduk rata.
  4. Masukkan ampas tahu basah dan dedak halus ke dalam wadah pengaduk.
  5. Tuangkan larutan probiotik secara perlahan ke campuran ampas tahu dan dedak.
  6. Aduk semua bahan hingga benar-benar merata. Pastikan tidak ada gumpalan dan larutan probiotik tercampur sempurna, terutama di bagian dasar. Tekstur akhir harus "mamel" (lembab tapi tidak terlalu basah, bisa dikepal namun mudah hancur).
  7. Masukkan adonan yang sudah tercampur rata ke dalam gentong atau wadah kedap udara lainnya. Padatkan adonan agar tidak ada ruang udara di dalamnya.
  8. Tutup rapat wadah fermentasi. Pastikan tidak ada udara yang masuk karena proses fermentasi terjadi dalam kondisi anaerob (tanpa udara).
  9. Simpan wadah di tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung.
  10. Biarkan fermentasi selama 4-5 hari. Pada hari kelima, wadah bisa dibuka sebentar (sekitar satu menit) untuk mengeluarkan uap udara, lalu tutup kembali rapat. Fermentasi sudah bisa digunakan setelah hari kelima.

2. Racikan 'Anti Gagal' dengan Dedak Lebih Banyak

Racikan ini dirancang untuk meminimalkan risiko kegagalan fermentasi, terutama jika ampas tahu memiliki tingkat keasaman tinggi. Dengan proporsi dedak yang lebih banyak, dedak berfungsi sebagai media lebih stabil bagi probiotik untuk berkembang biak, sehingga proses fermentasi berjalan lebih cepat dan efektif. Racikan ini fleksibel dan dapat digunakan untuk ayam di semua fase, mulai dari starter, grower, hingga layer, dengan penyesuaian takaran.

Dedak yang lebih banyak juga membantu menyerap kelebihan air dari ampas tahu, menghasilkan tekstur pakan lebih ideal. Ini menjadikan racikan ini pilihan aman bagi peternak yang ingin memastikan keberhasilan fermentasi pakan ternak.

Komposisi Racikan 'Anti Gagal':

  • Ampas tahu basah: 6 kg
  • Dedak halus/katul: 2.5 kg
  • Air bersih: Kurang lebih 1 liter
  • Probiotik Nitrobacter TJ (NTJ) atau SOC: 2 tutup botol (dosis bisa disesuaikan untuk fermentasi cepat)

Cara Membuat Racikan 'Anti Gagal':

  1. Siapkan bak atau wadah pengaduk yang bersih.
  2. Masukkan dedak halus ke dalam wadah.
  3. Tuangkan air bersih (sekitar 1 liter) ke dedak, aduk hingga dedak lembab namun tidak basah.
  4. Tambahkan probiotik Nitrobacter TJ (NTJ) atau SOC ke dalam dedak yang sudah lembab, aduk rata. Probiotik ini tidak memerlukan gula tambahan.
  5. Masukkan ampas tahu (sekitar 6 raupan tangan, diasumsikan 1 raupan = 1 kg) ke dalam campuran dedak dan probiotik.
  6. Aduk semua bahan hingga tercampur rata dan homogen. Pastikan tekstur pakan "mamel" (lembab tapi tidak basah).
  7. Masukkan adonan ke dalam gentong atau wadah kedap udara. Padatkan adonan dengan cara ditekan-tekan agar tidak ada udara terperangkap.
  8. Tutup rapat wadah fermentasi, bisa menggunakan plastik sampah tebal di bawah tutup utama dan diberi beban di atasnya (minimal 10-15 kg) untuk memastikan kedap udara.
  9. Simpan di tempat teduh. Fermentasi ini bisa jadi dalam 1-2 hari.

3. Racikan Silase Unggas Pedaging

Racikan ini didasarkan pada hasil penelitian yang menunjukkan efektivitas ampas tahu fermentasi dalam meningkatkan pertambahan bobot badan itik pedaging. Dengan proporsi ampas tahu fermentasi yang tinggi, racikan ini menjadi sumber protein dan energi efisien untuk pertumbuhan unggas. Penelitian menunjukkan pemberian ransum dengan 60% ampas tahu fermentasi dapat menghasilkan pertambahan berat badan lebih baik pada itik pedaging dibandingkan ransum tanpa ampas tahu fermentasi.

Silase ini juga menghasilkan Feed Conversion Ratio (FCR) yang baik, yaitu 1.79. Komposisi yang seimbang memastikan unggas pedaging mendapatkan nutrisi optimal untuk pertumbuhan cepat dan sehat.

Komposisi Racikan Silase Unggas Pedaging:

  • Ampas tahu fermentasi (hasil racikan #1 atau #2): 60% dari total ransum
  • Dedak padi: 30% dari total ransum
  • Konsentrat/jagung giling: 10% dari total ransum
  • Minyak kelapa: 2%
  • Mineral mix: 2%
  • DL-Methionine: 0.5%
  • L-Lysine: 0.5%

Cara Membuat Racikan Silase Unggas Pedaging:

  1. Siapkan ampas tahu yang sudah difermentasi dengan baik (menggunakan racikan #1 atau #2).
  2. Campurkan ampas tahu fermentasi dengan dedak padi dan konsentrat/jagung giling sesuai proporsi yang diinginkan.
  3. Jika menggunakan bahan tambahan seperti minyak kelapa, mineral mix, DL-Methionine, dan L-Lysine, campurkan juga ke dalam adonan.
  4. Aduk semua bahan hingga tercampur rata dan homogen.
  5. Ransum siap diberikan kepada unggas pedaging.

4. Racikan Lengkap Ayam Kampung Super

Untuk peternak ayam kampung super yang menginginkan pertumbuhan optimal dengan pakan organik, racikan ini menawarkan kombinasi bahan kaya nutrisi. Selain ampas tahu dan dedak, penambahan ikan teri/asin dan susu bubuk/sisa akan meningkatkan kandungan protein dan mineral esensial. Racikan ini sangat cocok untuk fase pembesaran ayam kampung, mendukung pertumbuhan cepat dan sehat.

Kualitas bahan baku, terutama ikan teri/asin, perlu diperhatikan untuk menghindari kontaminasi yang dapat mengganggu kesehatan ternak. Dengan racikan ini, pertumbuhan ayam kampung super dapat lebih optimal dan efisien.

Komposisi Racikan Lengkap Ayam Kampung Super:

  • Ampas tahu fermentasi (hasil racikan #1 atau #2): 1 karung (sekitar 25 kg)
  • Dedak: 2.5 karung (sekitar 50 kg)
  • Tepung jagung/jagung halus: 1 karung
  • Ikan teri/asin: 50 kg (setelah diolah)
  • Susu bubuk/sisa (contoh: susu ABS): 30 kg

Cara Membuat Racikan Lengkap Ayam Kampung Super:

  1. Fermentasi ampas tahu dan dedak terlebih dahulu menggunakan racikan #1 atau #2.
  2. Siapkan ikan teri/asin. Rendam dalam air garam untuk menghilangkan kadar garam berlebih, lalu blender hingga halus.
  3. Masak ikan teri/asin yang sudah diblender untuk menghilangkan bakteri.
  4. Campurkan ampas tahu fermentasi, dedak, tepung jagung, ikan teri/asin yang sudah diolah, dan susu bubuk/sisa ke dalam wadah pengaduk.
  5. Aduk semua bahan hingga tercampur rata dan homogen.
  6. Ransum siap diberikan kepada ayam kampung super.

5. Racikan Pakan Tambahan Kambing

Ampas tahu merupakan limbah sangat bermanfaat sebagai pakan tambahan untuk kambing karena kandungan gizinya cukup tinggi, terutama protein. Racikan ini dapat diberikan bersama konsentrat atau langsung untuk meningkatkan kualitas ransum kambing. Pakan tambahan ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan gizi ternak, terutama kambing perah, untuk mencegah penurunan kualitas produksi susu pada masa puncak laktasi.

Pemberian ampas tahu fermentasi juga membantu meningkatkan daya cerna serat kasar pada kambing, menjadikannya pilihan pakan tambahan yang efektif dan ekonomis. Racikan ini mendukung kesehatan dan produktivitas kambing secara keseluruhan.

Komposisi Racikan Pakan Tambahan Kambing:

  • Ampas tahu kering/fermentasi: 0.2 - 1 kg per ekor per hari
  • Dedak: Secukupnya (sebagai campuran)
  • Konsentrat: Secukupnya (sebagai campuran)
  • Ampas tempe, ampas kecap, ampas singkong, bungkil kedelai, tepung jagung, cacahan singkong segar, pepaya muda, kulit kopi, tongkol jagung, kulit kakao.

Cara Membuat Racikan Pakan Tambahan Kambing:

  1. Jika menggunakan ampas tahu basah, fermentasi terlebih dahulu menggunakan racikan #1 atau #2. Jika menggunakan ampas tahu kering, pastikan kadar airnya sekitar 12% agar tahan lama.
  2. Campurkan ampas tahu fermentasi/kering dengan dedak dan konsentrat sesuai kebutuhan.
  3. Aduk rata semua bahan.
  4. Berikan racikan ini sebanyak 0.2 hingga 1 kg per ekor kambing setiap harinya.
  5. Waktu pemberian yang ideal adalah 2-3 jam sebelum pemberian pakan hijauan utama.

6. Racikan Fermentasi Kering untuk Simpan Lama

Racikan ini ditujukan bagi peternak dengan populasi ternak kecil yang tidak menghabiskan pakan fermentasi dalam waktu singkat, sehingga membutuhkan daya simpan lebih lama. Dengan mengurangi kadar air pada ampas tahu dan menggunakan proporsi dedak lebih tinggi, tekstur akhir pakan akan lebih kering dan dapat disimpan hingga 1 bulan. Kunci dari racikan ini adalah penirisan ampas tahu maksimal dan pencampuran tepat agar tekstur akhir lembab namun tidak basah, mencegah pertumbuhan jamur dan pembusukan.

Racikan ini sangat praktis untuk peternak yang membutuhkan stok pakan jangka panjang tanpa khawatir pakan cepat basi. Prosesnya memastikan pakan tetap bernutrisi dan aman untuk dikonsumsi ternak.

Komposisi Racikan Fermentasi Kering:

  • Ampas tahu basah: 2 bagian (misal 20 kg)
  • Dedak halus: 1 bagian (misal 10 kg)
  • Air bersih: Secukupnya (sangat sedikit, hanya untuk melarutkan probiotik jika diperlukan)
  • Probiotik EM4/SOC/Nitrobacter TJ: Sesuai dosis anjuran

Cara Membuat Racikan Fermentasi Kering:

  1. Tiriskan ampas tahu basah hingga kadar airnya berkurang secara signifikan. Anda bisa meletakkannya di atas tatakan berlubang atau memerasnya perlahan.
  2. Campurkan ampas tahu yang sudah ditiriskan dengan dedak halus dalam wadah pengaduk.
  3. Jika menggunakan probiotik yang perlu dilarutkan, gunakan air sesedikit mungkin. Jika menggunakan probiotik seperti Nitrobacter TJ yang bisa langsung dicampur, tuangkan langsung ke adonan.
  4. Aduk semua bahan hingga tercampur rata. Pastikan tekstur akhir lembab namun tidak basah atau becek. Jika dikepal, adonan harus tetap berbentuk namun mudah hancur.
  5. Masukkan adonan ke dalam gentong atau wadah kedap udara. Padatkan dengan menekan-nekan adonan.
  6. Tutup rapat wadah fermentasi.
  7. Simpan di tempat teduh. Fermentasi ini dapat bertahan hingga 1 bulan atau lebih, asalkan selalu ditutup rapat setiap kali dibuka.

7. Racikan Kilat 24 Jam dengan Probiotik Aktif

Ketika kebutuhan pakan mendesak atau Anda memiliki siklus pemberian pakan harian cepat, racikan kilat ini adalah solusinya. Dengan menggunakan probiotik yang bekerja cepat seperti Nitrobacter TJ atau SOC dan dosis sedikit lebih tinggi, proses fermentasi dapat diselesaikan dalam waktu 1-2 hari. Racikan ini memungkinkan peternak untuk menyiapkan pakan fermentasi dalam waktu singkat, menjaga ketersediaan pakan segar dan bernutrisi setiap hari.

Kecepatan proses fermentasi ini sangat membantu dalam manajemen pakan harian, memastikan ternak selalu mendapatkan pakan berkualitas tanpa menunggu lama. Ini adalah pilihan ideal untuk peternak yang membutuhkan efisiensi waktu.

Komposisi Racikan Kilat 24 Jam:

  • Ampas tahu basah: 1 karung (sekitar 25 kg)
  • Dedak halus: 2.5 kg (10% dari berat ampas tahu)
  • Air bersih: 1 liter
  • Gula pasir: 3 sendok makan (jika menggunakan EM4)
  • Probiotik Nitrobacter TJ (NTJ) atau SOC: 2 tutup botol (dosis lebih tinggi untuk mempercepat proses)

Cara Membuat Racikan Kilat 24 Jam:

  1. Siapkan wadah pengaduk yang bersih.
  2. Jika menggunakan EM4, larutkan gula pasir dalam 1 liter air, lalu tambahkan EM4. Jika menggunakan NTJ/SOC, bisa langsung dicampur ke adonan atau dilarutkan sedikit air.
  3. Masukkan ampas tahu basah dan dedak halus ke dalam wadah pengaduk.
  4. Tuangkan larutan probiotik (atau probiotik langsung jika NTJ/SOC) ke campuran ampas tahu dan dedak.
  5. Aduk semua bahan hingga benar-benar merata. Pastikan tekstur akhir "mamel" (lembab tapi tidak terlalu basah).
  6. Masukkan adonan ke dalam gentong atau wadah kedap udara. Padatkan adonan.
  7. Tutup rapat wadah fermentasi. Beri beban di atasnya untuk memastikan kedap udara.
  8. Simpan di tempat teduh. Fermentasi ini dapat digunakan dalam waktu 1-2 hari (24-48 jam).

Tips Wajib Agar Fermentasi Berhasil

Keberhasilan proses fermentasi sangat menentukan kualitas pakan yang dihasilkan. Mengikuti tips-tips berikut akan membantu Anda mendapatkan pakan fermentasi optimal dan aman untuk ternak.

  • Pilih Ampas Tahu yang Segar: Selalu gunakan ampas tahu yang masih segar, idealnya yang baru keluar dari pabrik tahu dan masih dalam kondisi panas. Ampas tahu segar memiliki kadar air tinggi (sekitar 50-60%) dan belum terkontaminasi bakteri pembusuk.
  • Gunakan Wadah Kedap Udara dan Tutup Rapat: Proses fermentasi efektif membutuhkan kondisi anaerob (tanpa oksigen). Oleh karena itu, penggunaan gentong, ember, atau drum plastik dengan tutup rapat dan kedap udara adalah wajib. Pastikan tidak ada celah udara yang masuk.
  • Simpan di Tempat Teduh: Setelah wadah ditutup rapat, simpan di tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung. Suhu stabil dan tidak terlalu panas akan mendukung pertumbuhan bakteri baik.
  • Tanda Fermentasi Berhasil: Pakan fermentasi yang berhasil akan memiliki bau khas seperti tape atau aroma asam segar, tidak berbau busuk. Teksturnya padat, tidak berlendir, dan warnanya kuning kecoklatan.
  • Sterilisasi Alat: Pastikan semua alat yang digunakan (bak pengaduk, sendok, tangan) bersih dan steril dari kuman atau sisa minyak agar tidak mengganggu proses fermentasi.
  • Tekstur "Mamel": Adonan pakan harus memiliki tekstur lembab namun tidak basah atau becek. Jika dikepal, adonan harus tetap berbentuk namun mudah hancur. Kelebihan air dapat menyebabkan pembusukan, sementara kekurangan air menghambat kerja probiotik.
  • Selalu Tutup Kembali Rapat Setelah Dibuka: Jika Anda mengambil sebagian pakan fermentasi, pastikan untuk segera menutup kembali wadah dengan rapat. Ini penting untuk menjaga kondisi anaerob dan mencegah kontaminasi udara yang dapat mempercepat pembusukan.

Pemanfaatan ampas tahu dan dedak melalui fermentasi adalah solusi cerdas, berkelanjutan, dan ekonomis untuk peternak mandiri. Dengan berbagai racikan ransum hemat dari ampas tahu & dedak yang telah dijelaskan, Anda dapat menekan biaya pakan secara signifikan tanpa mengorbankan nutrisi ternak. Segera coba racikan yang paling sesuai dengan kondisi ternak Anda. Racikan ransum hemat dari ampas tahu & dedak bukan hanya menghemat biaya, tetapi juga memanfaatkan limbah menjadi bernilai tinggi, mendukung keberlanjutan usaha peternakan Anda.

FAQ

Q: Berapa lama ransum fermentasi ampas tahu & dedak bisa disimpan?

A: Jika disimpan dalam wadah kedap udara dan tidak sering dibuka, ransum fermentasi ampas tahu dan dedak dapat bertahan dari 2 minggu hingga 1-2 bulan.

Q: Berapa persen racikan ini dalam pakan harian?

A: Untuk unggas, persentase racikan ini dalam pakan harian bisa bervariasi antara 20-80% dari total ransum, disesuaikan dengan usia dan jenis ternak.

Q: Bisakah diberikan tanpa fermentasi?

A: Bisa, ampas tahu segar dapat diberikan langsung ke ternak, tetapi hanya jika akan habis dalam sehari atau dua hari, karena ampas tahu segar hanya bertahan sekitar 3 hari sebelum membusuk.

Q: Apa tanda fermentasi gagal?

A: Tanda-tanda fermentasi gagal meliputi bau busuk menyengat, munculnya jamur berwarna, atau tekstur sangat berlendir dan lengket.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |