Cara Membersihkan Mesin Cuci agar Pakaian Tidak Bau Apek dan Selalu Wangi

14 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Mesin cuci merupakan alat elektronik yang mempermudah pekerjaan rumah tangga dengan menggantikan proses cuci manual menjadi proses otomatis. Terkadang, pakaian yang sudah dicuci bersih dengan mesin cuci tetap menyisakan aroma kurang sedap akibat penumpukan residu detergen dan jamur di dalam komponen mesin. Hal ini sering kali disebabkan oleh kondisi tabung yang lembap, sirkulasi udara yang tidak terjaga, atau kebiasaan buruk seperti meninggalkan pakaian basah di dalam mesin terlalu lama. 

Artikel ini akan membahas secara tuntas berbagai penyebab umum mesin cuci berbau apek, sekaligus menguraikan langkah-langkah efektif dan praktis untuk membersihkannya secara rutin. Dengan perawatan yang tepat, kotoran akan terangkat sempurna dan performa mesin tetap optimal, menghasilkan cucian yang segar setiap saat. Simak penjelasan lengkapnya yang sudah dirangkum pada artikel Liputan.com di bawah ini!

Kenapa Mesin Cuci Bau Apek?

Adanya Sisa Detergen dan Pelembut

Penggunaan detergen atau pelembut pakaian yang berlebihan sering kali tidak terbilas sempurna. Residu lengket ini kemudian menempel pada dinding tabung mesin cuci dan menjadi tempat berkembang biaknya bakteri penyebab bau apek.

Penumpukan Jamur pada Karet Pintu

Biasanya air sering terperangkap di lipatan karet pintu mesin cuci front load. Jika tidak segera dikeringkan, area lembap ini akan ditumbuhi jamur hitam yang mengeluarkan aroma menyengat dan bisa berpindah ke pakaian.

Tabung Mesin Cuci yang Lembap

Kebiasaan langsung menutup pintu mesin cuci setelah digunakan akan memerangkap uap air di dalam. Tanpa sirkulasi udara yang cukup, bagian dalam mesin menjadi sangat lembap dan memicu pertumbuhan mikroorganisme.

Penyumbatan pada Filter Pembuangan

Mesin cuci memiliki filter yang berfungsi menyaring serat kain, rambut, dan kotoran kecil. Jika jarang dibersihkan, kotoran yang membusuk di dalam filter ini akan mencemari air cucian dan menimbulkan bau apek yang kuat.

Endapan Bakteri dari Pakaian Kotor

Penyebab yang terakhir adalah adanya kotoran dari pakaian seperti keringat, sel kulit mati, atau tanah yang tidak terbuang sepenuhnya saat siklus bilas. Semua kotoran ini dapat mengendap di area yang sulit dijangkau, sehingga menciptakan lapisan film bakteri (biofilm) yang berbau.

4 Cara Membersihkan Mesin Cuci agar Pakaian Tidak Bau Apek

1. Bersihkan Tabung dengan Air Panas

Proses pembersihan dimulai dengan menjalankan mesin cuci dalam keadaan kosong menggunakan pengaturan suhu air paling panas. Tambahkan campuran 2 cangkir cuka putih ke dalam laci detergen atau langsung ke tabung untuk membunuh bakteri dan melarutkan sisa sabun yang mengeras.

Setelah siklus pertama selesai, masukkan setengah cangkir bubuk baking soda dan jalankan kembali siklus pencucian singkat. Kombinasi ini sangat ampuh mengikis kerak membandel sekaligus menetralkan bau asam yang terjebak di dalam mesin.

2. Bersihkan Karet Pintu dan Laci Detergen

Area karet pintu pada mesin cuci front load sering menjadi sarang jamur karena air yang terperangkap di lipatannya. Gunakan kain lembut yang dibasahi cairan disinfektan untuk mengelap seluruh bagian karet secara menyeluruh hingga tidak ada bercak hitam yang tersisa.

Selain itu, lepaskan laci detergen dari tempatnya dan rendam dalam air hangat yang dicampur sabun cuci piring. Sikat sisa-sisa detergen atau pelembut yang menggumpal hingga bersih agar aliran air kembali lancar dan higienis.

3. Kuras Filter Pembuangan Secara Berkala

Langkah yang sering terlupakan dalam membersihkan mesin cuci adalah membersihkan filter pembuangan yang biasanya terletak di bagian bawah mesin. Buka penutup filter tersebut, lalu keluarkan air yang tersisa dan bersihkan kotoran berupa serat kain atau benda kecil yang menyumbat.

Kotoran yang mengendap terlalu lama di filter akan membusuk dan menyebabkan air di dalam mesin berbau menyengat. Pastikan bagian ini dipasang kembali dengan rapat setelah dibersihkan agar tidak terjadi kebocoran saat mesin digunakan.

4. Perawatan Pasca Mencuci

Setelah seluruh proses pencucian selesai, biasakan untuk selalu membiarkan pintu mesin cuci tetap terbuka selama beberapa saat. Hal ini bertujuan agar udara masuk dan mengeringkan sisa kelembapan di dalam tabung sehingga jamur tidak memiliki kesempatan untuk tumbuh.

Jangan biarkan pakaian bersih menumpuk di dalam mesin cuci terlalu lama setelah siklus berakhir. Segera jemur pakaian agar sirkulasi udara tetap terjaga dan aroma segar hasil pencucian tidak berubah menjadi bau apek.

Pertanyaan Umum Seputar Topik

1. Berapa kali sebaiknya mesin cuci dibersihkan secara menyeluruh?

Pembersihan mesin cuci secara menyeluruh sebaiknya dilakukan minimal satu bulan sekali. Jika mesin cuci digunakan setiap hari, frekuensi pembersihan bisa ditingkatkan menjadi dua kali sebulan untuk mencegah penumpukan residu.

2. Apakah cuka aman digunakan untuk membersihkan bagian dalam mesin cuci?

Cuka sangat efektif untuk membunuh bakteri dan melarutkan kerak kapur, namun penggunaannya tidak boleh terlalu sering karena sifat asamnya bisa merusak komponen karet jika berlebihan. Pastikan untuk membilas mesin dengan siklus air bersih setelah menggunakan cuka untuk menjaga keawetan segel mesin.

3. Mengapa pakaian tetap bau apek padahal mesin cuci terlihat bersih dari luar?

Bau apek biasanya berasal dari area yang tidak terlihat seperti bagian belakang tabung, selang pembuangan, atau filter yang tersumbat. Kotoran dan biofilm (lapisan bakteri) sering menumpuk di area tersembunyi tersebut dan hanya bisa dihilangkan dengan pembersihan intensif menggunakan air panas atau cairan pembersih khusus.

4. Bolehkah mencampur cuka dan pemutih secara bersamaan saat membersihkan mesin cuci?

Sangat tidak disarankan untuk mencampur cuka dengan pemutih karena kombinasi ini akan menghasilkan gas klorin yang sangat beracun dan berbahaya bagi pernapasan. Gunakan salah satu bahan saja dalam satu siklus pembersihan, atau lakukan pembersihan dengan bahan berbeda pada waktu yang terpisah.

5. Apakah jenis detergen berpengaruh pada munculnya bau mesin cuci?

Ya, detergen cair cenderung lebih mudah meninggalkan residu lengket dibandingkan detergen bubuk jika digunakan berlebihan. Menggunakan detergen dengan label High Efficiency (HE) sangat disarankan karena menghasilkan lebih sedikit busa sehingga risiko penumpukan sisa sabun penyebab bau dapat diminimalisir.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |