5 Cara Bikin Mineral Block Rumahan untuk Kambing: Panduan Lengkap Hemat Biaya

13 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Peternak kambing modern semakin menyadari betapa krusialnya asupan mineral yang memadai untuk menjaga kesehatan optimal dan produktivitas ternak mereka. Solusi ekonomis yang dapat membantu peternak adalah dengan mempelajari cara bikin mineral block rumahan untuk kambing, yang tidak hanya menghemat biaya pakan tetapi juga memastikan kebutuhan mineral mikro ternak terpenuhi secara efektif. Mineral block, atau yang sering disebut "permen kambing", berfungsi sebagai suplemen penting yang dapat merangsang nafsu makan, mendukung pertumbuhan, serta meningkatkan sistem reproduksi kambing.

Menguasai cara bikin mineral block rumahan untuk kambing memberikan keuntungan signifikan bagi peternak, baik skala kecil maupun besar, karena dapat mengurangi ketergantungan pada produk komersial yang harganya cenderung mahal. Dengan memproduksi sendiri, peternak memiliki kendali penuh terhadap kualitas bahan yang digunakan dan dapat menyesuaikan komposisi sesuai dengan kebutuhan spesifik ternak mereka. Selain itu, proses pembuatannya yang relatif sederhana memungkinkan setiap peternak untuk memproduksinya tanpa memerlukan peralatan khusus yang rumit.

Berikut ini telah Liputan6.com ulas secara mendalam cara bikin mineral block rumahan untuk kambing, mulai dari pemilihan bahan baku, penentuan komposisi yang tepat, teknik pencampuran, hingga proses pengeringan dan penggunaannya, pada Rabu (28/1). Metode yang akan dijelaskan telah terbukti efektif dan mudah diterapkan oleh peternak di berbagai wilayah. Mari kita ikuti langkah demi langkah untuk menciptakan mineral block berkualitas tinggi dengan biaya yang terjangkau.

Pemahaman Bahan Baku dan Fungsinya

Keberhasilan dalam pembuatan mineral block sangat bergantung pada pemilihan bahan baku yang tepat dan berkualitas tinggi. Setiap komponen memiliki peran spesifik dalam mendukung kesehatan dan produktivitas kambing. Pemahaman yang baik tentang karakteristik masing-masing bahan akan membantu peternak menghasilkan mineral block yang optimal dan sesuai dengan kebutuhan ternak.

Bahan-bahan yang digunakan harus mudah ditemukan di pasar lokal agar proses produksi dapat berkelanjutan. Selain itu, penting untuk mempertimbangkan aspek keamanan dan memastikan bahan tidak mengandung zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan ternak. Kualitas bahan baku juga akan mempengaruhi daya tahan dan efektivitas mineral block yang dihasilkan.

Komponen Utama dan Perannya

Garam Krosok (Natrium Klorida)

Garam kasar ini merupakan sumber utama natrium dan klorida, esensial untuk menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh kambing. Mineral ini berperan dalam proses metabolisme, pengaturan tekanan osmotik, dan transmisi sinyal saraf. Garam krosok dipilih karena kemurniannya yang lebih tinggi dibandingkan garam halus yang seringkali mengandung aditif anti-gumpal.

Mineral Feed Supplement (Premix Mineral)

Premix mineral komersial yang tersedia di toko pakan ternak mengandung berbagai mineral penting seperti kalsium, fosfor, magnesium, seng, tembaga, dan selenium. Komponen ini sangat krusial untuk pertumbuhan tulang, pembentukan sel darah merah, sistem kekebalan tubuh, dan fungsi reproduksi kambing. Dosis yang tepat akan mencegah defisiensi mineral yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan.

Semen Putih atau Kapur Bangunan

Bahan ini berfungsi sebagai pengikat atau perekat yang membuat mineral block menjadi keras dan tahan lama. Semen putih dipilih karena relatif aman dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Namun, penggunaannya harus dalam jumlah terbatas agar tidak mengganggu palatabilitas dan pencernaan kambing.

Molase (Tetes Tebu)

Molase berperan sebagai pemanis alami dan penambah rasa yang menarik kambing untuk menjilat mineral block. Selain itu, molase juga menyediakan energi dan beberapa mineral yang bermanfaat. Aroma manis yang dihasilkan akan meningkatkan konsumsi mineral block oleh ternak.

Perhitungan Komposisi dan Persiapan Alat

Komposisi yang tepat sangat menentukan kualitas dan efektivitas mineral block. Berdasarkan pengalaman praktis dan penelitian, formula standar yang terbukti efektif adalah dengan perbandingan yang seimbang antara semua komponen. Perhitungan komposisi harus mempertimbangkan kebutuhan mineral kambing sesuai dengan fase produktifnya, baik untuk pertumbuhan, kebuntingan, maupun laktasi.

Formula Komposisi Ideal

Berikut adalah komposisi standar yang direkomendasikan untuk membuat mineral block:

  • Garam krosok: 50% dari total campuran
  • Mineral premix: 25% dari total campuran
  • Semen putih: 15% dari total campuran
  • Molase: 10% dari total campuran

Perbandingan ini dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan spesifik ternak dan ketersediaan bahan di daerah masing-masing. Untuk kambing yang sedang bunting atau menyusui, persentase mineral premix dapat ditingkatkan hingga 30% untuk memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi.

Peralatan yang Dibutuhkan

  • Ember plastik besar berkapasitas minimal 20 liter untuk pencampuran.
  • Tongkat pengaduk atau sendok semen untuk mencampur bahan.
  • Timbangan untuk mengukur bahan dengan akurat.
  • Cetakan dari pipa PVC diameter 10-15 cm atau wadah bekas.
  • Sarung tangan karet untuk melindungi tangan.
  • Kain atau plastik untuk menutup saat pengeringan.

Untuk cetakan, pipa PVC dapat dipotong dengan panjang 8-10 cm. Permukaan dalam pipa dapat diolesi sedikit minyak agar mudah dikeluarkan setelah kering. Alternatif lain adalah menggunakan wadah bekas seperti kaleng susu atau ember kecil yang sudah tidak terpakai.

Teknik Pencampuran yang Tepat

Proses pencampuran harus dilakukan secara bertahap untuk memastikan homogenitas campuran yang optimal. Tahap pertama adalah mencampurkan semua bahan kering hingga benar-benar merata. Proses ini sangat penting karena akan menentukan konsistensi mineral block dan distribusi mineral yang seragam di seluruh bagian.

Langkah Pencampuran Bahan Kering

  1. Masukkan garam krosok ke dalam ember pencampur.
  2. Tambahkan mineral premix secara bertahap sambil diaduk.
  3. Masukkan semen putih sedikit demi sedikit sambil terus mengaduk.
  4. Pastikan tidak ada gumpalan atau bagian yang tidak tercampur.
  5. Aduk hingga warna campuran terlihat seragam.

Penambahan Bahan Basah

Setelah bahan kering tercampur sempurna, tahap selanjutnya adalah menambahkan molase dan air dengan teknik khusus. Penambahan harus dilakukan secara perlahan untuk menghindari adonan menjadi terlalu encer atau terlalu kering. Tekstur yang ideal akan memudahkan proses pencetakan dan menghasilkan mineral block yang kokoh.

  1. Tuang molase sedikit demi sedikit sambil terus mengaduk.
  2. Pastikan molase terdistribusi merata ke seluruh campuran.
  3. Tambahkan air sedikit demi sedikit sambil meremas adonan.
  4. Hentikan penambahan air saat adonan dapat dibentuk seperti pasir basah.
  5. Tes dengan menggenggam adonan - harus dapat menggumpal tanpa mengeluarkan air.

Tekstur yang tepat adalah seperti pasir pantai yang lembap, di mana saat digenggam akan membentuk gumpalan padat namun tidak ada air yang keluar.

Proses Pencetakan dan Pemadatan

Pencetakan merupakan tahap krusial yang menentukan bentuk akhir dan kepadatan mineral block. Proses ini harus dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan mineral block memiliki kepadatan yang seragam dan tidak mudah hancur saat digunakan. Teknik pemadatan yang tepat akan menghasilkan produk yang tahan lama dan ekonomis.

Teknik Pencetakan yang Efektif

  1. Siapkan cetakan yang telah dibersihkan dan diolesi minyak tipis.
  2. Masukkan adonan ke dalam cetakan hingga penuh.
  3. Tekan adonan menggunakan tongkat kayu atau alat pemadat.
  4. Lakukan penekanan secara merata di seluruh permukaan.
  5. Tambahkan adonan lagi jika perlu hingga cetakan benar-benar padat.
  6. Ratakan permukaan atas dengan alat yang rata.

Pembuatan Lubang Gantung (Opsional)

Untuk memudahkan penggantungan di kandang, mineral block dapat diberi lubang di bagian tengah atau atas. Lubang ini dibuat saat adonan masih dalam kondisi basah menggunakan ranting kayu atau besi berdiameter 1-2 cm. Pastikan lubang tembus dan cukup kuat untuk menahan berat mineral block saat digantung.

  1. Gunakan ranting kayu bersih berdiameter sesuai kebutuhan.
  2. Tusukkan dari atas hingga tembus ke bawah.
  3. Putar-putar sedikit untuk memperhalus lubang.
  4. Biarkan ranting tetap tertancap selama proses pengeringan awal.
  5. Cabut ranting setelah 24 jam atau saat adonan mulai mengeras.

Pengeringan dan Finishing

Pengeringan merupakan tahap akhir yang sangat menentukan kualitas dan daya tahan mineral block. Proses ini harus dilakukan dengan sabar dan dalam kondisi lingkungan yang tepat. Pengeringan yang terlalu cepat dapat menyebabkan retakan, sementara pengeringan yang terlalu lambat dapat mengakibatkan pertumbuhan jamur atau bakteri.

Proses Pengeringan Optimal

  • Tempat teduh dengan sirkulasi udara yang baik.
  • Hindari sinar matahari langsung yang dapat menyebabkan retakan.
  • Suhu ruangan normal 25-30°C dengan kelembapan sedang.
  • Durasi pengeringan 3-5 hari tergantung kondisi cuaca.
  • Balik posisi mineral block setiap 24 jam untuk pengeringan merata.

Pengujian Kematangan

Mineral block dianggap matang dan siap digunakan jika telah mencapai kekerasan optimal. Pengujian dapat dilakukan dengan cara menekan permukaan menggunakan kuku atau benda tumpul. Jika tidak meninggalkan bekas atau sangat minimal, berarti mineral block sudah cukup keras untuk digunakan.

Indikator mineral block siap pakai antara lain permukaan terasa keras seperti batu, tidak mudah hancur saat ditekan, tidak meninggalkan bekas di jari saat disentuh, warna seragam tanpa bercak lembap, dan berat berkurang signifikan dari awal pembuatan.

Cara Penggunaan dan Penyimpanan

Pemasangan mineral block di kandang harus mempertimbangkan aksesibilitas dan keamanan ternak. Posisi yang tepat akan memaksimalkan konsumsi sekaligus mencegah kontaminasi atau kerusakan. Ketinggian pemasangan harus disesuaikan dengan ukuran kambing agar mudah dijangkau oleh semua ternak.

Panduan Pemasangan di Kandang

  • Gantung pada ketinggian setara dengan kepala kambing dewasa (sekitar 80-100 cm).
  • Gunakan tali atau kawat yang kuat dan aman.
  • Posisikan di tempat yang terlindung dari hujan dan angin kencang.
  • Pastikan tidak menghalangi pergerakan kambing di kandang.
  • Beri jarak aman dari tempat makan dan minum.

Monitoring Konsumsi dan Penyimpanan

Pemantauan konsumsi mineral block penting dilakukan untuk memastikan semua ternak mendapat asupan mineral yang cukup. Konsumsi normal untuk kambing dewasa adalah sekitar 10-20 gram per hari, sehingga satu blok berbobot 1 kg dapat bertahan 50-100 hari per ekor. Tanda konsumsi normal meliputi permukaan mineral block terkikis merata, kambing aktif menjilat, nafsu makan meningkat, dan kondisi kesehatan ternak prima.

Mineral block yang tidak langsung digunakan harus disimpan dengan benar untuk menjaga kualitas dan mencegah kerusakan. Penyimpanan yang tepat dapat memperpanjang masa simpan hingga 6-12 bulan tanpa penurunan kualitas yang signifikan. Simpan di tempat kering dan sejuk, gunakan wadah tertutup, jauhkan dari kelembapan, dan periksa secara berkala dari hama tikus.

Frequent Asked Questions (Q&A)

Q: Berapa biaya yang dibutuhkan untuk membuat mineral block sendiri dibanding beli jadi?

A: Biaya pembuatan sendiri sekitar 40-60% lebih murah dibanding beli jadi. Untuk membuat 10 kg mineral block, biaya bahan sekitar Rp 150.000-200.000, sedangkan harga jadi bisa mencapai Rp 300.000-400.000.

Q: Apakah aman menggunakan semen putih dalam campuran mineral block?

A: Semen putih dalam jumlah kecil (15% dari total campuran) aman digunakan. Namun pastikan menggunakan semen putih berkualitas dan tidak mengandung aditif berbahaya. Alternatif lain bisa menggunakan kapur pertanian atau tepung tapioka sebagai pengikat.

Q: Berapa lama mineral block dapat bertahan di kandang sebelum habis?

A: Untuk satu ekor kambing dewasa, mineral block seberat 1 kg biasanya habis dalam 2-3 bulan. Konsumsi bervariasi tergantung palatabilitas, kebutuhan mineral ternak, dan jumlah kambing yang mengaksesnya.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |