Liputan6.com, Jakarta - Lele sering dianggap sebagai ikan paling mudah dipelihara, bahkan tanpa aerator. Namun kenyataannya, banyak orang gagal karena air cepat bau dan lele mati satu per satu hanya dalam hitungan hari.
Masalah ini biasanya muncul karena kurangnya pemahaman tentang cara merawat lele dalam galon tanpa aerator. Padahal, dengan teknik sederhana dan biaya minim, lele bisa tetap sehat meski dipelihara di galon tanpa alat aerasi.
Budidaya lele tanpa aerator kini semakin diminati, terutama oleh pelaku skala rumah tangga yang memiliki keterbatasan lahan dan modal. Salah satu contoh sukses datang dari Sri Rejeki (43), ibu rumah tangga di Purwokerto yang berhasil membudidayakan lele hanya menggunakan galon air minum tanpa aerator selama satu tahun terakhir.
Berawal dari coba-coba, Bu Sri kini sudah merasakan hasil panen rutin. Metode yang digunakan pun tergolong sederhana dan bisa ditiru pemula. Berikut ulasannya dari Liputan6.com, Selasa (27/1/2026).
1. Gunakan Wadah Sederhana, Galon Jadi Andalan
Dalam praktiknya, Sri Rejeki tidak menggunakan kolam maupun terpal. Ia hanya menggunakan galon dan bekas bak mandi kecil. Galon yang digunakannya berukuran 15 liter (bekas air minum sekali pakai), sementara lele yang sudah besar (usia lebih dari sebulan), dipindahkan ke bekas bak mandi agar lebih leluasa bergerak.
"Cuma galon. Itu ada empat galon, tapi sekarang lagi terisi dua galon yang lele kurang dari sebulan. Ada dulu itu bak air buat mandi, tapi saya jadikan kolam buat ikan lele yang ukurannya sudah besar, nanti dipindah di sana. Galon buat yang kecil," jelasnya.
Sistem ini memudahkan perawatan sekaligus mencegah kepadatan berlebih. Agar lele tidak cepat mati tanpa aerator, wadah juga perlu diletakkan di tempat teduh dan sejuk. Setelah diisi air, diamkan terlebih dahulu minimal 24 jam sebelum digunakan. Ukuran wadah tidak memengaruhi bau, yang penting airnya diganti rutin.
2. Lele Bisa Hidup Tanpa Aerator Asal Air Terjaga
Salah satu kunci keberhasilan Sri Rejeki adalah tidak menggunakan aerator sama sekali. Selain itu, ibu rumah tangga warga desa Karangklesem, Purwokerto Selatan, itu juga tidak memakai bahan tambahan air. Ia hanya menggunakan air ledeng biasa.
"Enggak pakai aerator, murni pakainya air ledeng, nggak ditambah apa-apa," katanya.
Lele memiliki daya tahan tinggi dan mampu bertahan di kondisi minim oksigen. Namun, tanpa aerator, kualitas air menjadi faktor yang tidak bisa ditawar. Karena itu, air perlu diganti agar tidak bau.
3. Ganti Air Rutin agar Tidak Bau
Masalah bau menjadi momok utama budidaya lele tanpa aerator. Untuk mengatasinya, Sri Rejeki disiplin mengganti air. Penggantian air dilakukan tanpa tambahan bahan apa pun, cukup air ledeng biasa. Cara ini terbukti efektif menjaga lele tetap aktif dan tidak stres.
"Air diganti setiap dua hari sekali biar nggak bau, tapi kalau pas ditaroh di depan rumah dan kena hujan, ya bisa tiap hari nguras airnya," lanjut ibu dua anak ini.
4. Kenali Ciri Air Bermasalah dan Lele Stres
Sri Rejeki punya cara sederhana untuk membaca kondisi air. Menurutnya, air yang berubah cokelat menandakan kualitas menurun. Lele biasanya akan berkumpul di permukaan, terlihat pasif, dan enggan makan. Kondisi ini menjadi sinyal kuat bahwa air harus segera diganti.
"Nek (kalau) coklat nanti ikannya pada upacara (berkumpul di permukaan), minta diganti itu airnya. Kalau air nggak diganti itu nanti enggak mau makan," tuturnya sambil tertawa.
Bau air adalah masalah paling umum dalam sistem tanpa aerator. Penyebab air lele cepat bau lainnya juga bisa dari sisa pakan mengendap dan kotoran lele menumpuk.
5. Atur Kepadatan Lele dalam Galon
Kesalahan umum dalam budidaya lele dalam galon tanpa aerator, salah satunya adalah menebar bibit terlalu padat. Hal ini membuat lele mudah stres dan pertumbuhannya tidak merata. Kepadatan berlebih membuat oksigen cepat habis meski lele bisa mengambil udara.
Tanda wadah terlalu padat: lele sering muncul ke permukaan, gerak lambat, nafsu makan menurun. Jika muncul tanda ini, segera kurangi populasi. Menurut Sri Rejeki, saat awal tebar, satu galon 15 liter diisi sekitar 25 bibit lele sampai umur kurang lebih satu bulan.
"Kalau baru beli 25 bibit lele itu buat satu galon. Tapi kalau sudah agak gede sebulanan, itu nanti langsung dipindah. Disortirnya seminggu sekali, soale kalau enggak nanti kepenuhan. Buat ganti-gantian,” imbuhnya.
6. Sortir Lele Rutin untuk Cegah Kanibalisme
Tantangan terbesar budidaya lele tanpa kolam adalah kanibalisme. Lele saling memangsa jika ukuran tidak disortir rutin. Untuk mencegah hal tersebut, Bu Sri rutin melakukan sortir ukuran seminggu sekali. Lele yang lebih besar dipisahkan agar tidak memangsa yang lebih kecil.
"Kalau kecampur gede sama kecil, kan pada gelut (berantem)," katanya.
7. Pakan Dua Kali Sehari, Jangan Berlebihan
Pakan diberikan secara teratur, namun tetap dikontrol. Sri Rejeki mengingatkan agar pakan tidak berlebihan karena sisa pelet menjadi penyebab utama air cepat keruh dan bau.
"Sisa makanan itu bikin air cepat coklat. Makan dua kali, pagi sama sore, biar cepat gede," tambahnya.
Berdasarkan pengalaman Bu Sri, kegagalan budidaya lele tanpa aerator biasanya disebabkan oleh: tebar bibit terlalu padat, jarang mengganti air, memberi pakan berlebihan, tidak menyortir ukuran lele. Kesalahan-kesalahan ini membuat lele mudah stres, pertumbuhan tidak merata, bahkan mati mendadak.
Perawatan Rutin Harian yang Wajib Dilakukan Pemula
Menurut Sri Rejeki, merawat lele tanpa aerator bisa dilakukan siapa saja. Dengan wadah sederhana seperti galon, air ledeng biasa, serta kedisiplinan mengganti air dan menyortir lele, budidaya lele skala rumahan tetap bisa menghasilkan. Metode ini cocok bagi pemula yang ingin mencoba usaha perikanan dengan modal kecil namun berpeluang panen nyata.
Checklist harian yang perlu dikerjakan dalam budidaya lele di galon skala rumah tangga: cium bau air, amati gerakan lele, ambil sisa pakan mengambang, pastikan air tidak terlalu keruh, waktu perawatan cukup 5–10 menit per hari.
Banyak pula pemula gagal karena kesalahan berikut: terlalu jarang ganti air, menggabungkan lele ukuran berbeda, memberi pakan berlebihan, menaruh wadah di tempat panas langsung. Menghindari kesalahan ini sudah meningkatkan peluang sukses lebih dari 50%. Selamat mencoba!
FAQ
Apakah lele benar-benar bisa hidup tanpa aerator?
Bisa. Lele tahan minim oksigen, asalkan air bersih dan rutin diganti.
Berapa jumlah ideal bibit lele dalam satu galon?
Sekitar 25 ekor per galon 15 liter hingga umur satu bulan.
Seberapa sering air galon harus diganti?
Idealnya setiap dua hari sekali, atau setiap hari jika air cepat keruh dan bau.
Kenapa lele sering berkumpul di permukaan air?
Itu tanda air bermasalah, oksigen menurun, atau kepadatan terlalu tinggi.
Apa penyebab utama air lele cepat bau?
Sisa pakan, jarang ganti air, dan kepadatan lele yang berlebihan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485812/original/013381600_1769562316-Memberi_makan_ikan_dengan_Kulit_Labu_dan_Wortel_yang_sudah_direbus_dihaluskan__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483063/original/073797000_1769324216-unnamed__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485439/original/031520600_1769506679-Bunga_Kembang_Sepatu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485198/original/062112800_1769497825-Jenis_Tanaman_Buah_dan_Hias_yang_Cocok_Digabung_di_Kebun_Pekarangan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485168/original/079416500_1769496493-benih_durian_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5000448/original/066728300_1731307121-WhatsApp_Image_2024-11-09_at_18.51.12.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484988/original/051993300_1769491181-Untitled_design__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5147068/original/060403700_1740917688-20250302-Pasar_Benhil-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1243748/original/005258200_1464093474-duren.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485394/original/063929600_1769505654-Gemini_Generated_Image_gyupyigyupyigyup_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485380/original/098773200_1769505225-wetfood.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485519/original/025563700_1769510053-kebun_rumah_dengan_kombinasi_pohon_buah_dan_tanaman_hias_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485348/original/055676200_1769503980-Gemini_Generated_Image_ykbuwykbuwykbuwy_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485251/original/079951900_1769500266-ide_jualan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485057/original/082704400_1769493788-unnamed__21_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485305/original/051520300_1769502417-Gemini_Generated_Image_isxgoeisxgoeisxg_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485229/original/021141900_1769499177-daun_ketumbar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485279/original/026376600_1769501182-Iberis_sempervirens.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485194/original/034187600_1769497806-ChatGPT_Image_Jan_27__2026__02_06_14_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485121/original/039738900_1769495381-Kulit_Durian.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417414/original/006322500_1763533451-rumah_dengan_taman_mini_indoor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392456/original/072528800_1761462722-1ec9a55c-db5f-4db5-8a13-c4a1e142a72c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370177/original/097505600_1759493505-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369979/original/012546600_1759483882-Desain_Warung_Prasmanan_di_Teras_Rumah_dengan_Etalase_Kaca_Panjang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380999/original/059576800_1760443306-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4606463/original/068658200_1696995206-super-snapper-UFrd8csYr1w-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392481/original/002202300_1761464251-0a24cefe-c9c7-4c9c-b982-df981b47fba8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387537/original/059762400_1761048814-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5372377/original/081263700_1759741132-Gemini_Generated_Image_3rwlnh3rwlnh3rwl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370453/original/077941700_1759553265-Desain_Warung_Ayam_Geprek.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5297066/original/050946000_1753669763-Gemini_Generated_Image_4l859a4l859a4l85.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382617/original/073885900_1760596152-ilustrasi_berdoa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371339/original/016449100_1759647497-Gemini_Generated_Image_2p04kw2p04kw2p04.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380866/original/098606000_1760436484-booth_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370757/original/097747800_1759568781-1.jpg)