Liputan6.com, Jakarta Infeksi cacing merupakan masalah kesehatan yang disebabkan oleh parasit cacing yang berkembang biak di dalam tubuh manusia. Cacing ini dapat menyerang berbagai organ vital, mulai dari saluran pencernaan, kulit, paru-paru, hingga otak, menimbulkan berbagai gangguan kesehatan serius.
Penyakit cacingan seringkali dianggap sepele, namun dampaknya bisa fatal, seperti yang menimpa seorang balita di Sukabumi baru-baru ini. Kasus ini menyoroti betapa krusialnya penerapan langkah-langkah pencegahan yang komprehensif.
Memahami jenis-jenis cacing yang umum menginfeksi serta menerapkan kebersihan diri, makanan, dan lingkungan adalah kunci utama dalam upaya pencegahan. Edukasi dan akses kesehatan yang memadai juga berperan penting dalam memutus rantai penularan infeksi cacing.
Berikut ulasan lengkap mengenai cara mencegah infeksi cacing, yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Sabtu (23/8/2025).
Mengenal Berbagai Jenis Cacing Penyebab Infeksi
Dilansir dari Medical News Today, berbagai jenis cacing dapat menginfeksi manusia, masing-masing dengan karakteristik dan jalur penularan yang berbeda. Cacing-cacing ini umumnya masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, kontak dengan tanah, atau sanitasi yang buruk.
1. Cacing Gelang (Ascaris lumbricoides), yang dapat hidup dan berkembang biak di usus manusia. Telurnya sering ditemukan di tanah yang tercemar tinja manusia, dan infeksi terjadi melalui konsumsi makanan atau minuman yang tidak bersih. Cacing ini berukuran cukup besar, bisa mencapai 35 cm.
2. Cacing Kremi (Enterobius vermicularis), yang kecil namun menyebabkan gatal pada anus. Penularannya sangat mudah, yaitu saat seseorang menyentuh permukaan atau barang yang terkontaminasi telur kremi. Cacing Pita (Taenia) berbentuk pipih dan menginfeksi melalui air atau konsumsi daging mentah/setengah matang.
3. Cacing Tambang (Ancylostoma duodenale dan Necator americanus), hidup di tanah, dan larvanya dapat menembus kulit manusia, terutama saat berjalan tanpa alas kaki. Cacing Cambuk (Trichuris trichiura) juga sering menyebabkan cacingan, khususnya pada anak-anak.
Askariasis: Penyebab dan Gejala
Melansir laman Health Line, Askariasis disebabkan oleh infeksi cacing gelang Ascaris lumbricoides. Telur cacing ini biasanya terdapat pada tanah yang terkontaminasi feses manusia. Penularan terjadi ketika seseorang menelan telur melalui makanan atau minuman yang tidak higienis, seperti sayuran atau buah yang tidak dicuci, dikupas, atau dimasak dengan baik. Setelah tertelan, telur menetas di usus lalu berkembang menjadi cacing dewasa.
Gejalanya, sebagian penderita tidak menunjukkan gejala sama sekali. Namun, pada kasus lain dapat timbul keluhan seperti sakit perut ringan, mual, diare, atau penurunan nafsu makan. Jika jumlah cacing banyak, bisa menyebabkan penyumbatan usus, perut buncit, batuk karena larva bermigrasi ke paru-paru, hingga gangguan tumbuh kembang pada anak akibat kekurangan gizi.
Langkah Komprehensif Cara Mencegah Infeksi Cacing
Melansir laman Health Line, pencegahan infeksi cacing sangat penting, mengingat kebersihan diri dan lingkungan yang tidak terjaga menjadi faktor utama penyebab cacingan. Penerapan langkah-langkah berikut secara konsisten dapat meminimalkan risiko infeksi.
1. Menjaga Kebersihan Diri
Kebersihan diri adalah garda terdepan dalam mencegah infeksi cacing. Biasakan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 15 detik, terutama sebelum makan, setelah buang air besar, dan setelah beraktivitas di luar. Kebiasaan ini efektif menghilangkan telur cacing yang mungkin menempel di tangan.
Selain itu, potong kuku secara rutin karena kuku yang panjang dapat menjadi sarang kuman dan telur cacing. Hindari kebiasaan menggigit kuku. Selalu gunakan alas kaki, terutama saat berada di tanah atau pasir yang berpotensi terkontaminasi, untuk mencegah masuknya cacing tambang melalui kulit.
Jaga kebersihan pakaian dan lingkungan tidur dengan mengganti pakaian setelah bermain di luar. Cuci pakaian tidur, seprai, pakaian dalam, dan handuk dengan air panas secara teratur, terutama jika ada indikasi infeksi cacing. Basuh bagian anus pada pagi hari untuk mengurangi jumlah telur cacing, karena cacing kremi sering bertelur di malam hari.
2. Menjaga Kebersihan Makanan dan Minuman
Pastikan semua makanan dan minuman yang dikonsumsi bersih dan aman. Cuci buah dan sayur dengan air mengalir sebelum dikonsumsi, terutama jika akan dimakan mentah. Langkah ini penting untuk menghilangkan telur cacing yang mungkin menempel pada permukaan.
Masak daging dan ikan hingga matang sempurna untuk membunuh parasit yang mungkin ada di dalamnya. Konsumsi air bersih yang telah dimasak atau air kemasan yang terjamin kebersihannya. Selalu tutupi lauk-pauk di meja makan agar terhindar dari kontaminasi larva cacing atau lalat yang dapat membawa kuman.
3. Menjaga Kebersihan Lingkungan
Sanitasi lingkungan yang baik sangat krusial dalam pencegahan cacingan. Pastikan tersedia tempat sampah yang memadai untuk mencegah penumpukan sampah yang bisa menjadi sarang cacing. Hindari buang air besar sembarangan, dan pastikan penggunaan jamban yang bersih dan layak.
Bagi pemilik hewan peliharaan, bersihkan tangan setelah memegang hewan. Berikan obat cacing untuk hewan peliharaan secara berkala sesuai anjuran dokter hewan. Hewan peliharaan juga bisa menjadi inang perantara bagi beberapa jenis cacing.
4. Pemberian Obat Cacing Rutin
Selain langkah-langkah kebersihan, konsumsi obat cacing secara rutin setiap 6 bulan sekali sangat dianjurkan. Terutama bagi anak-anak dan kelompok yang tinggal di daerah dengan sanitasi kurang baik atau berisiko tinggi terinfeksi. Pemberian obat cacing ini merupakan upaya preventif dan kuratif yang efektif untuk mengendalikan populasi cacing di dalam tubuh.
Kasus Tragis Raya di Sukabumi: Pengingat Pentingnya Pencegahan
Kasus pilu yang menimpa balita bernama Raya di Sukabumi menjadi pengingat nyata akan bahaya infeksi cacing yang tidak ditangani. Raya meninggal dunia pada Juli 2025 akibat askariasis parah, infeksi oleh cacing gelang.
Sebelum meninggal, diketahui lebih dari 1 kilogram cacing hidup berhasil dikeluarkan dari tubuhnya, bahkan cacing keluar dari hidung, anus, dan kemaluannya, menunjukkan tingkat infeksi yang sangat parah.
Dokter menduga, tubuh Raya dipenuhi cacing karena lingkungan yang tidak bersih. Rumah Raya berada di lingkungan dengan sanitasi memprihatinkan, termasuk kandang hewan dekat rumah dan fasilitas MCK yang tidak layak. Raya juga terbiasa bermain di kolong rumah yang diduga menjadi sumber infeksi cacing.
Faktor lain yang memperparah kondisi Raya adalah kondisi keluarganya yang rentan; ibunya diduga menderita gangguan jiwa dan ayahnya mengidap TBC. Raya terlambat diobati karena tidak memiliki BPJS, dan baru dibawa ke rumah sakit dalam kondisi koma setelah dibantu relawan.
Sumber rujukan:
Medical News Today
Healthlin
FAQ
Apa saja jenis cacing yang umum menginfeksi manusia?
Beberapa jenis cacing yang sering menginfeksi manusia adalah cacing gelang, cacing kremi, cacing pita, cacing tambang, dan cacing cambuk.
Bagaimana cara mencegah infeksi cacing melalui kebersihan diri?
Pencegahan infeksi cacing melalui kebersihan diri meliputi cuci tangan teratur dengan sabun, memotong kuku rutin, menggunakan alas kaki, menjaga kebersihan pakaian dan lingkungan tidur, serta membersihkan anus di pagi hari.
Apa peran kebersihan makanan dan lingkungan dalam mencegah cacingan?
Penting untuk mencuci buah dan sayur, memasak makanan hingga matang sempurna, minum air bersih, dan menutupi makanan. Selain itu, menjaga sanitasi lingkungan yang baik dan kebersihan hewan peliharaan juga krusial.
Seberapa sering sebaiknya mengonsumsi obat cacing?
Konsumsi obat cacing dianjurkan secara rutin setiap 6 bulan sekali, terutama bagi anak-anak dan kelompok yang berisiko tinggi terinfeksi.