:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5322955/original/097639400_1755760146-1.jpg)
1/7
Seorang demonstran ikut serta dalam aksi unjuk rasa menentang Israel untuk menunjukkan solidaritasnya dengan rakyat Palestina, di luar kantor Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Colombo, Sri Lanka pada 20 Agustus 2025. (Ishara S. KODIKARA/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5322956/original/092252700_1755760150-2.jpg)
1/7
Sejumlah warga melakukan aksi unjuk rasa di luar kantor Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Colombo, Sri Lanka pada 20 Agustus 2025. (Ishara S. KODIKARA/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5322957/original/072529400_1755760154-3.jpg)
1/7
Dalam aksinya, pengunjuk rasa menentang invasi militer Israel di kawasan Gaza yang telah berlangsung sejak Oktober 2023 lalu. (Ishara S. KODIKARA/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5322958/original/027230200_1755760157-4.jpg)
1/7
Mereka juga mendesak dunia internasional untuk menekan Israel agar menghentikan agresi militer dan membuka akses masuk truk-truk bantuan kemanusiaan. (Ishara S. KODIKARA/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5322959/original/041750700_1755760161-5.jpg)
1/7
Beberapa sumber medis mengonfirmasi bahwa sejak Israel melanggar perjanjian gencatan senjata dan melanjutkan agresinya di Jalur Gaza pada 18 Maret 2025. Setidaknya 10.460 warga sipil tewas dan 44.189 lainnya terluka. (Ishara S. KODIKARA/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5322960/original/081161400_1755760168-6.jpg)
1/7
Untuk diketahui, sejak agresi militer Israel ke Gaza pada Oktober 2023, jumlah korban jiwa di Jalur Gaza saat ini mencapai 62.004 orang, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak. (Ishara S. KODIKARA/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5322961/original/050766100_1755760174-7.jpg)
1/7
Sedikitnya 156.230 orang lainnya juga mengalami luka-luka. (Ishara S. KODIKARA/AFP)