:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5330792/original/047506800_1756367818-1.jpg)
1/12
Foto yang diambil pada 30 Juli 2025 menunjukkan pemandangan udara rumah-rumah yang sebagian terendam akibat kehilangan lahan akibat perubahan iklim di Desa Bedono, Demak, Jawa Tengah. (BAY ISMOYO/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5330793/original/007964000_1756367820-2.jpg)
1/12
Sejumlah wilayah di pesisir utara Jawa Tengah terancam tenggelam. Tampak dalam foto yang diambil pada 29 Juli 2025 menunjukkan pemandangan udara rumah-rumah yang terbengkalai dan sebagian terendam air, yang hilang akibat kenaikan pasang surut akibat perubahan iklim, di Desa Semonet, Pekalongan, Jawa Tengah. (BAY ISMOYO/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5330794/original/033603200_1756367822-3.jpg)
1/12
Ancaman tenggelamnya wilayah di pesisir utara Jawa Tengah disebabkan oleh dua faktor utama, penurunan muka tanah (land subsidence) akibat penyedotan air tanah berlebihan serta kenaikan permukaan air laut yang diperparah oleh perubahan iklim global. Tampak dalam foto yang diambil pada 29 Juli 2025 menunjukkan pemandangan udara rumah-rumah yang terbengkalai dan sebagian terendam air, yang hilang akibat kenaikan pasang surut akibat perubahan iklim, di Desa Semonet, Pekalongan, Jawa Tengah. (BAY ISMOYO/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5330795/original/076212800_1756367823-4.jpg)
1/12
Dua faktor di atas, menyebabkan abrasi, banjir rob permanen, dan kehilangan lahan yang terus meningkat, dengan proyeksi wilayah seperti Pekalongan akan 80% di bawah permukaan laut pada 2035. Tampak dalam foto yang diambil pada 30 Juli 2025 menunjukkan pemandangan udara rumah-rumah yang terbengkalai dan sebagian terendam air akibat kehilangan lahan akibat perubahan iklim di Desa Bedono, Demak, Jawa Tengah. (BAY ISMOYO/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5330796/original/096822700_1756367824-5.jpg)
1/12
Di Desa Bedono, Demak, Jawa Tengah, dalam 10-20 tahun terakhir pengikisan daratan oleh air laut terus terjadi. Tampak dalam foto yang diambil pada 29 Juli 2025 menunjukkan sebuah rumah yang terbengkalai dan sebagian terendam air, hilang akibat kenaikan pasang surut yang disebabkan oleh perubahan iklim, di Desa Semonet, Pekalongan, Jawa Tengah. (BAY ISMOYO/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5330797/original/087884600_1756367825-6.jpg)
1/12
Hingga saat ini 200 rumah penduduk tenggelam akibat abrasi tersebut. Warga pun terpaksa kehilangan mata pencaharian sebagai nelayan. Tampak dalam foto yang diambil pada 29 Juli 2025 menunjukkan sebuah rumah yang terbengkalai dan sebagian terendam air, hilang akibat kenaikan pasang surut yang disebabkan oleh perubahan iklim, di Desa Semonet, Pekalongan, Jawa Tengah. (BAY ISMOYO/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5330798/original/092022200_1756367826-7.jpg)
1/12
Untuk diketahui, data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak, pada tahun 2011 ekosistem mangrove di Kabupaten Demak sekitar 8 % dalam kondisi rusak. Tampak dalam foto yang diambil pada 29 Juli 2025 menunjukkan pemandangan udara rumah-rumah yang terbengkalai dan sebagian terendam air, yang hilang akibat kenaikan pasang surut akibat perubahan iklim, di Desa Semonet, Pekalongan, Jawa Tengah. (BAY ISMOYO/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5330799/original/007204000_1756367828-7.jpg)
1/12
Rusaknya hutan mangrove turut melemahkan pertahanan wilayah daratan di sekitar pesisir Kabupaten Demak terhadap dinamika alam yang berasal dari arah laut, seperti arus, gelombang, pasang surut, dan angin. Tampak dalam foto yang diambil pada 29 Juli 2025 menunjukkan pemandangan udara rumah-rumah yang terbengkalai dan sebagian terendam air, yang hilang akibat kenaikan pasang surut akibat perubahan iklim, di Desa Semonet, Pekalongan, Jawa Tengah. (BAY ISMOYO/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5330800/original/001167600_1756367829-9.jpg)
1/12
Di sisi lain, pemerintah Indonesia berencana membangun tembok laut sepanjang 700 kilometer dengan anggaran 80 miliar dolar AS di sepanjang pantai Jawa. Tampak dalam foto yang diambil pada 30 Juli 2025 menunjukkan pemandangan udara rumah-rumah yang sebagian terendam akibat kehilangan lahan akibat perubahan iklim di Desa Bedono, Demak, Jawa Tengah. (BAY ISMOYO/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5330801/original/089454700_1756367829-10.jpg)
1/12
Pembangunan tembok laut ini untuk mengatasi kehilangan lahan sebagai dampak perubahan iklim yang meningkatkan pasang surut serta penambangan air tanah yang menyebabkan penurunan tanah. Tampak dalam foto yang diambil pada 30 Juli 2025 menunjukkan Kepala Desa Bedono, Muhammad Syarif, berpose di depan papan tanda yang sebagian terendam di desanya di Demak, Jawa Tengah. (BAY ISMOYO/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5330802/original/071713500_1756367830-11.jpg)
1/12
Namun, proyek ini juga menimbulkan kekhawatiran terkait dampak lingkungan, sosial, dan biaya yang besar. Tampak dalam foto yang diambil pada 29 Juli 2025 menunjukkan pemandangan udara dari perumahan baru yang dibangun oleh pemerintah untuk menggantikan rumah-rumah yang hilang akibat kenaikan air laut akibat perubahan iklim, di Desa Semonet, Pekalongan, Jawa Tengah. (BAY ISMOYO/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5330803/original/054537300_1756367832-12.jpg)
1/12
Bahkan, sejumlah ahli iklim memperingatkan bahwa proyek ini bahkan dapat memperburuk situasi dengan memindahkan erosi ke tempat lain dan mengganggu ekosistem lokal. Tampak dalam foto yang diambil pada 29 Juli 2025 menunjukkan pemandangan udara dari perumahan baru yang dibangun oleh pemerintah untuk menggantikan rumah-rumah yang hilang akibat kenaikan air laut akibat perubahan iklim, di Desa Semonet, Pekalongan, Jawa Tengah. (BAY ISMOYO/AFP)