Liputan6.com, Jakarta Pernahkah kamu merasa bingung dengan istilah body positivity dan body neutrality? Kedua konsep ini seringkali digunakan secara bergantian, namun sebenarnya memiliki perbedaan mendasar dalam pendekatan penerimaan tubuh.
Banyak orang merasa kesulitan menerima tubuh mereka sepenuhnya. Studi menunjukkan bahwa sebagian besar orang merasa tidak puas dengan penampilan fisiknya, terutama saat bercermin, mengenakan pakaian renang, atau berbelanja pakaian.
Memahami perbedaan body positivity dan body neutrality dapat membantumu menemukan pendekatan yang paling sesuai dan efektif untuk dirimu sendiri. Tidak ada pendekatan yang ‘lebih baik’, yang terpenting adalah menemukan cara yang berkelanjutan untuk menerima dan menghargai tubuhmu.
Meskipun berbeda, keduanya bertujuan untuk meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan dengan memperbaiki hubungan kamu dengan tubuhmu sendiri. Berikut perbedaan body positivity dan body neutrality, dirangkum Liputan6.com dari Very Well Mind dan Healthline, Sabtu (5/4/2025).
Mengkonsumsi gula memang terasa nikmat, tapi tahukah kamu kebanyakan gula bisa menimbulkan penyakit. Mengurangi konsumsi gula banyak manfaatnya! Simak video berikut ini ya.
Apa itu Body Positivity?
Body positivity adalah pandangan positif terhadap tubuh fisikmu, tanpa memandang bentuk, ukuran, atau atribut penampilan lainnya. Ini melibatkan mencintai tubuhmu apa adanya, meskipun tidak ‘sempurna’ menurut standar masyarakat.
Contoh body positivity adalah melihat cermin dan menyebutkan hal-hal yang kamu sukai dari tubuhmu. Kamu bisa berkata, "Aku suka bentuk lenganku," atau, "Meskipun perutku tidak rata, tetap saja cantik."
Apa itu Body Neutrality?
Body neutrality berbeda dari body positivity karena tidak selalu melibatkan mencintai tubuhmu, melainkan lebih pada penerimaan. Alih-alih berfokus pada penampilan fisik, body neutrality lebih menekankan pada kemampuan dan karakteristik non-fisik tubuh.
Contoh body neutrality adalah berkata pada diri sendiri, "Tubuhku hebat karena memungkinkanku melakukan aktivitas yang kusuka," atau, "Tubuhku luar biasa karena memberiku dua anak yang hebat."
Body neutrality adalah tentang menghargai apa yang dapat dilakukan tubuhmu, bukan bagaimana penampilannya. Ini bisa menjadi pendekatan yang lebih realistis dan mudah dicapai bagi sebagian orang, terutama mereka yang merasa sulit untuk langsung beralih dari perasaan negatif terhadap tubuh mereka ke perasaan positif yang kuat.
Sejarah Body Positivity
Gerakan body positivity bermula pada tahun 1960-an sebagai bentuk ‘aktivisme anti-kegemukan’.3 Tujuannya adalah untuk memutus hubungan antara berat badan dan nilai diri seseorang, menegaskan bahwa setiap orang berhak atas martabat, rasa hormat, dan perlakuan yang adil, terlepas dari bentuk dan ukuran tubuhnya.
Gerakan ini berupaya melakukan perubahan di sekolah, tempat kerja, dan iklan. Ia juga berupaya mengubah pola pikir negatif dalam komunitas medis, menantang anggapan bahwa berat badan seseorang secara inheren terkait dengan kesehatannya atau merupakan tanda kebersihan yang buruk atau ketidakpatuhan.
Meskipun memiliki tujuan yang baik, gerakan body positivity menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah fokusnya yang hanya pada penampilan.
Selain itu, meskipun bersikap positif terhadap tubuh dapat meningkatkan kesehatan mental, dampak negatif dari kelebihan berat badan terhadap kesehatan fisik dan umur panjang tidak dapat diabaikan.4 Terlebih lagi, mengharapkan orang untuk mencintai semua bagian tubuh mereka sepanjang waktu tidaklah realistis.
Sejarah Body Neutrality
Gerakan body neutrality muncul sekitar tahun 2015 dan semakin populer ketika seorang konselor makan intuitif dan spesialis gangguan makan bersertifikasi bernama Anne Poirier mulai menggunakan frase ‘body neutrality’ untuk membantu pasien mengembangkan keseimbangan sehat antara diet dan olahraga.
Gagasan di balik pendekatan ini adalah bahwa kita lebih dari sekadar tubuh. Kita adalah manusia yang kompleks dengan berbagai dimensi. Sebagian besar atribut fisik kita berada di luar kendali kita karena sebagian besar ditentukan oleh genetika.
Karena body neutrality tidak berfokus pada penampilan, hal ini memungkinkan kita untuk menghargai semua hal yang dapat dilakukan tubuh kita. Baik itu terlibat dalam aktivitas fisik favorit kita, atau sesuatu yang sederhana seperti memungkinkan kita untuk memeluk orang yang kita cintai, body neutrality mengakui nilai yang diberikan oleh keberadaan fisik kita.
Goals dalam Body Positivity
Tujuan utama gerakan body positivity antara lain:
- Menerima dan mencintai semua bentuk dan ukuran tubuh.
- Menantang standar kecantikan yang tidak realistis dan merugikan.
- Meningkatkan kepercayaan diri dan harga diri.
- Membangun komunitas yang suportif dan inklusif.
Goals dalam Body Neutrality
Tujuan utama gerakan body neutrality antara lain:
- Menerima tubuh tanpa penilaian positif atau negatif.
- Menghargai fungsi dan kemampuan tubuh.
- Memfokuskan pada kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan.
- Membangun hubungan yang sehat dengan tubuh.
Cara Menerapkan Body Positivity dan Body Neutrality
Setiap pagi, tanyakan pada diri sendiri pendekatan mana yang sesuai dengan perasaanmu. Apakah kamu siap untuk mencintai penampilan fisikmu? Atau apakah kamu merasa bahwa bersikap positif terlalu berat, jadi lebih memilih untuk fokus pada netralitas dan menghargai apa yang dapat dilakukan tubuhmu?
Jika kamu ingin fokus pada body positivity hari itu, kamu dapat melakukan hal-hal berikut:
- Temukan hal-hal yang kamu sukai dari penampilan fisikmu dan ucapkan dengan lantang.
- Ulangi afirmasi positif sepanjang hari.
- Hentikan pikiranmu ketika mulai membandingkan tubuhmu dengan orang lain.
- Tonton video online yang fokus pada promosi body positivity dan mencintai diri sendiri.
Jika kamu memutuskan bahwa body neutrality lebih baik untuk hari itu, berikut beberapa tindakan yang dapat kamu ambil:
- Pasang catatan di rumah dan tempat kerjamu, yang mengingatkanmu untuk terus berupaya menerima tubuhmu—termasuk kekurangannya.
- Ucapkan pernyataan tentang nilai yang diberikan tubuhmu.
- Tingkatkan kesadaranmu, perhatikan semua cara tubuhmu melayanimu sepanjang hari.
Manfaat Menerapkan Body Positivity dan Body Neutrality
Menerapkan body positivity dan body neutrality dapat memberikan berbagai manfaat, antara lain:
- Meningkatkan mood dan mengurangi pikiran negatif.
- Meningkatkan kepercayaan diri dan penerimaan diri.
- Membangun hubungan yang sehat dengan tubuh.
- Meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan.
- Membantu mencegah gangguan makan.
- Membangun rasa syukur atas kemampuan tubuh.
Dengan menggabungkan body positivity dan body neutrality, kamu dapat memilih pendekatan yang paling sesuai dengan perasaanmu setiap hari. Ingatlah bahwa penerimaan diri adalah proses yang berkelanjutan, dan tidak apa-apa jika kamu mengalami pasang surut dalam perjalanan ini.