Niat Sholat Tahajud 2 Rakaat: Panduan Tata Cara, Waktu, dan Keutamaannya

20 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta Sholat tahajud merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat mulia dan dianjurkan dalam Islam. Bagi setiap muslim yang ingin melaksanakan ibadah ini, memahami niat sholat tahajud 2 rakaat yang benar menjadi langkah awal yang sangat penting. Niat sholat tahajud 2 rakaat harus diucapkan dengan benar sesuai tuntunan syariat Islam agar ibadah yang dilakukan menjadi sah dan diterima oleh Allah SWT.

Pelaksanaan niat sholat tahajud 2 rakaat tidak hanya sekadar hafalan bacaan, tetapi juga harus disertai dengan pemahaman makna dan kesungguhan hati. Waktu pelaksanaan sholat tahajud yang istimewa, yaitu di sepertiga malam terakhir, menjadikan niat sholat tahajud 2 rakaat memiliki nilai spiritual yang tinggi dan keberkahan yang luar biasa bagi pelakunya.

Berikut ini telah Liputan6.com rangkum secara komprehensif mengenai bacaan niat, tata cara pelaksanaan, dalil-dalil, serta keutamaan sholat tahajud 2 rakaat. Dengan memahami panduan ini, diharapkan setiap muslim dapat melaksanakan ibadah tahajud dengan lebih khusyuk dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

Pengertian dan Keutamaan Sholat Tahajud

Sholat tahajud secara bahasa berasal dari kata "hujud" yang artinya tidur, sebagaimana dijelaskan oleh Muhafizah el-Feyza. Sedangkan menurut Al-Biqa'i dalam Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, tahajud diartikan sebagai meninggalkan tidur dan menunaikan sholat. Dengan demikian, sholat tahajud adalah sholat sunnah yang dilakukan setelah bangun dari tidur di malam hari.

Keutamaan sholat tahajud sangatlah besar dalam pandangan Islam. Terdapat banyak dalil yang menyinggung tentang keutamaan bangun pada dua pertiga malam untuk mengerjakan tahajud. Sholat ini merupakan kebiasaan para nabi, orang-orang saleh, dan menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT serta penebus dosa-dosa yang telah dilakukan.

Berikut adalah salah satu dalil mengenai keutamaan sholat tahajud:

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأَبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ وَقُرْبَةٌ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى وَمَكْفَرَةٌ لِلسَّيِّئَاتِ وَمَنْهَاةٌ عَنِ الإِثْمِ وَمَطْرَدَةٌ لِلدَّاءِ عَنِ الْجَسَدِ

Latin: 'Alaikum bi qiyaamil laili fa innahu da'bus shaaliheena qablakum wa qurbatun ilallaahi ta'aalaa wa makffaratun lis sayyi'aati wa man-haatun 'anil itsmi wa mathradatun lid-daa'i 'anil jasad

Artinya: "Kerjakanlah sholat malam, karena sholat malam itu kebiasaan orang-orang yang saleh sebelum kamu dahulu, juga suatu jalan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, juga sebagai penebus pada segala kejahatan (dosa) mencegah dosa serta dapat menghindarkan penyakit dari badan." (HR. Tirmidzi & Ahmad)

Bacaan Niat Sholat Tahajud 2 Rakaat

Niat merupakan rukun yang sangat penting dalam setiap ibadah, termasuk sholat tahajud. Berdasarkan hadits Rasulullah SAW, "Sesungguhnya amal itu bergantung pada niatnya." Oleh karena itu, setiap muslim yang hendak melaksanakan sholat tahajud harus membaca niat dengan benar dan penuh kesungguhan hati.

Bacaan niat sholat tahajud 2 rakaat harus diucapkan dalam hati sebelum takbiratul ihram, tidak perlu dikeraskan. Yang terpenting adalah kehadiran hati dan kesungguhan dalam berniat semata-mata karena Allah SWT, bukan untuk riya atau mencari pujian dari manusia.

Berikut adalah bacaan niat sholat tahajud 2 rakaat:

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli sunnata-t-tahajjudi rak'ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta'alla

Artinya: "Aku niat sholat sunnah tahajud 2 rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta'ala"

Waktu Pelaksanaan Sholat Tahajud

Sholat tahajud memiliki waktu pelaksanaan yang spesifik dan istimewa. Waktu sholat tahajud dimulai setelah sholat Isya hingga terbitnya fajar, dengan syarat harus dilakukan setelah tidur terlebih dahulu. Inilah yang membedakan sholat tahajud dengan qiyamul lail pada umumnya, karena tahajud secara khusus mengharuskan pelakunya bangun dari tidur.

Waktu yang paling utama untuk melaksanakan sholat tahajud adalah pada sepertiga malam terakhir, yaitu sekitar pukul 02.00 hingga menjelang Subuh. Pada waktu inilah Allah SWT turun ke langit dunia untuk mengabulkan doa-doa hamba-Nya, sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Berikut dalil tentang waktu utama sholat tahajud:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ فَيَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

Latin: Yanzilu rabbunaa tabaaraka wa ta'aalaa kulla lailatin ilaa samaa'id dunyaa heena yabqaa tsuluts ul-laili al-aakhiru fa yaquulu: man yad'uunee fa astajibu lahu man yas'alunee fa u'theehi man yastaghfirunee fa aghfiru lahu

Artinya: "Tuhan kami Tabaaraka wa Ta'aalaa turun setiap malam ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam yang akhir, lalu Dia berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku beri, siapa yang mohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni." (HR. Bukhari dan Muslim)

Tata Cara Pelaksanaan Sholat Tahajud 2 Rakaat

Tata cara pelaksanaan sholat tahajud pada dasarnya sama dengan sholat sunnah lainnya, tidak ada bacaan khusus yang membedakannya. Mengacu pada buku "Sholat Tahajud & Kebahagiaan" karya Abd Muqit, sholat tahajud dilaksanakan dengan tata cara yang sederhana namun penuh makna spiritual. Setelah membaca niat, pelaksanaan dimulai dengan takbiratul ihram yang diikuti doa iftitah.

Dalam setiap rakaat sholat tahajud, setelah membaca Al-Fatihah, dianjurkan untuk membaca surat-surat yang panjang dari Al-Qur'an untuk memperbanyak tilawah. Namun jika tidak memungkinkan, membaca surat-surat pendek juga diperbolehkan. Yang terpenting adalah melaksanakannya dengan penuh khusyuk dan merasakan kehadiran Allah SWT dalam setiap gerakan dan bacaan.

Berikut urutan pelaksanaan sholat tahajud 2 rakaat:

  • Membaca niat sholat tahajud 2 rakaat
  • Takbiratul ihram diikuti doa iftitah
  • Membaca surat Al-Fatihah
  • Membaca surat dalam Al-Qur'an
  • Rukuk dengan tuma'ninah
  • I'tidal (bangkit dari rukuk)
  • Sujud pertama
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud kedua
  • Bangkit untuk rakaat kedua (mengulangi langkah 3-9)
  • Membaca tahiyat akhir pada rakaat kedua
  • Salam

Doa Setelah Sholat Tahajud

Setelah menyelesaikan sholat tahajud, sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa dan istighfar. Waktu setelah sholat tahajud merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa, di mana Allah SWT lebih dekat dengan hamba-Nya. Doa yang dibaca setelah sholat tahajud sebaiknya mencakup permohonan ampunan, petunjuk, dan keberkahan dalam hidup.

Berdasarkan berbagai riwayat, terdapat doa khusus yang sangat dianjurkan untuk dibaca setelah sholat tahajud. Doa ini merupakan doa yang komprehensif yang mencakup pujian kepada Allah, pengakuan atas kebesaran-Nya, dan permohonan ampunan atas segala dosa yang telah diperbuat.

Berikut adalah doa setelah sholat tahajud:

اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ

Latin: Allahumma lakalhamdu anta nuurussamaawaati wal'ardhi wa manfiihinna, wa lakalhamdu anta qayyimussamaawaati wal'ardhi wa manfiihinna, wa lakalhamdu anta rabbussamaawaati wal'ardhi wa manfiihinna, wa lakalhamdu laka mulkussamaawaati wal'ardhi wa manfiihinna, wa lakalhamdu anta malikussamaawaati wal'ardhi, wa lakalhamdu antalhaqq wa wa'dukalhaqq wa qaulukalhaqq wa liqaa'ukalhaqq waljannatu haqq wannaaru haqq wannabiyyuuna haqq wa muhammadun haqq wassaa'atu haqq

Artinya: "Ya Allah! Bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu kerajaan langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau raja langit dan bumi. Bagi-Mu segala puji, Engkau benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, bertemu dengan-Mu benar, surga adalah benar, neraka adalah benar, para nabi adalah benar, Muhammad adalah benar, dan hari kiamat adalah benar." (HR. Bukhari dan Muslim)

Ketentuan Jumlah Rakaat Sholat Tahajud

Dalam pelaksanaan sholat tahajud, tidak ada batasan yang kaku mengenai jumlah rakaat. Berdasarkan buku "Sholat Tahajud & Kebahagiaan" oleh Abd Muqit, meski tidak ada batasan terkait jumlah rakaat sholat tahajud, sholat ini dikerjakan minimal dua rakaat. Fleksibilitas ini memberikan kemudahan bagi umat Islam untuk menyesuaikan dengan kemampuan dan kondisi masing-masing.

Namun demikian, tata cara sholat tahajud sesuai sunnah yang paling utama adalah sebelas rakaat, termasuk tiga rakaat sholat witir. Pelaksanaannya dapat dilakukan dengan pola 4+4+3 rakaat atau 2+2+2+2+3 rakaat. Bagi pemula atau yang baru memulai kebiasaan tahajud, sangat dianjurkan untuk memulai dengan 2 rakaat secara istiqamah setiap malam.

Berikut dalil tentang sholat malam Rasulullah:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلاَ فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلاَ تَسَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلاَ تَسَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي ثَلاَثًا

Latin: Maa kaana Rasuulullahi shallallaahu 'alaihi wa sallama yazidu fee Ramadhaana wa laa fee ghairihi 'alaa ihda 'asyrata rak'atan yushalli arba'an fa laa tas-al 'an husni-hinna wa tuuli-hinna tsumma yushalli arba'an fa laa tas-al 'an husni-hinna wa tuuli-hinna tsumma yushalli tsalaatsan

Artinya: "Rasulullah SAW tidak pernah menambah sholatnya baik di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan lebih dari sebelas rakaat. Beliau sholat empat rakaat - jangan tanya tentang keindahan dan lamanya - kemudian sholat empat rakaat lagi - jangan tanya tentang keindahan dan lamanya - kemudian sholat tiga rakaat." (HR. Bukhari dan Muslim)

Sholat Witir Sebagai Penutup Tahajud

Setelah menyelesaikan sholat tahajud, sangat dianjurkan untuk menutupnya dengan sholat witir. Sholat witir merupakan sholat penutup yang dilakukan dengan jumlah rakaat ganjil, bisa satu atau tiga rakaat. Rasulullah SAW bersabda bahwa sholat witir adalah penutup sholat malam, sehingga sangat dianjurkan untuk dilaksanakan setelah sholat tahajud.

Pelaksanaan sholat witir dapat dilakukan dengan dua cara: witir tiga rakaat sekaligus dengan satu salam, atau witir tiga rakaat dengan dua salam (2+1). Kedua cara ini sama-sama dicontohkan oleh Rasulullah SAW, sehingga umat Islam dapat memilih sesuai dengan kemudahan dan kemampuan masing-masing.

Berikut bacaan niat sholat witir 3 rakaat:

أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli sunnatal witri tsalaatsa raka'aatin mustaqbilal qiblati ada'an lillahi ta'aalaa

Artinya: "Aku niat sholat sunnah witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Ta'ala"

Questions & Answers (Q&A) Seputar Niat Sholat Tahajud 2 Rakaat

Q: Apakah niat sholat tahajud harus diucapkan dengan keras?

A: Tidak, niat sholat tahajud cukup dibaca dalam hati saja. Berdasarkan pendapat mayoritas ulama, niat merupakan kemauan hati yang tidak perlu diucapkan dengan lisan. Yang terpenting adalah kehadiran hati dan kesungguhan dalam berniat semata-mata karena Allah SWT.

Q: Bolehkah melakukan sholat tahajud tanpa tidur terlebih dahulu?

A: Secara bahasa, tahajud berarti meninggalkan tidur, sehingga idealnya dilakukan setelah tidur. Namun, jika seseorang tetap terjaga hingga sepertiga malam terakhir dan melakukan sholat malam, maka tetap mendapat pahala qiyamul lail, meskipun tidak bisa disebut tahajud secara khusus.

Q: Apakah ada batasan minimal waktu tidur sebelum sholat tahajud?

A: Tidak ada ketentuan pasti mengenai durasi minimal tidur sebelum tahajud. Yang penting adalah benar-benar tidur terlebih dahulu, kemudian bangun untuk melaksanakan sholat malam. Bahkan tidur sebentar pun sudah memenuhi syarat untuk melakukan sholat tahajud.

Q: Bolehkah membaca surat yang sama dalam kedua rakaat sholat tahajud?

A: Boleh saja membaca surat yang sama dalam kedua rakaat sholat tahajud. Tidak ada larangan dalam hal ini. Namun, lebih baik jika bervariasi untuk memperbanyak tilawah Al-Qur'an dan mendapat keberkahan yang lebih banyak.

Q: Apakah sholat tahajud boleh dilakukan berjamaah?

A: Sholat tahajud pada dasarnya adalah sholat individu yang dilakukan sendiri-sendiri. Namun, sesekali boleh dilakukan berjamaah, terutama di bulan Ramadhan atau pada momen-momen tertentu. Yang tidak diperbolehkan adalah menjadikannya sebagai kebiasaan tetap berjamaah seperti sholat fardhu.

Q: Bagaimana jika terbangun mendekati waktu Subuh, masih boleh sholat tahajud?

A: Masih boleh, selama belum masuk waktu Subuh. Namun, jika waktu sangat terbatas, sebaiknya prioritaskan persiapan untuk sholat Subuh berjamaah. Sholat tahajud sebaiknya dilakukan dengan tenang dan tidak tergesa-gesa agar dapat merasakan kekhusyukannya.

Q: Apakah doa setelah tahajud harus dibaca dalam bahasa Arab?

A: Tidak wajib dalam bahasa Arab. Setelah membaca doa-doa yang ma'tsur (yang diajarkan Rasulullah), sangat dianjurkan untuk berdoa dengan bahasa sendiri sesuai kebutuhan dan keinginan hati. Allah memahami semua bahasa dan yang terpenting adalah ketulusan hati dalam berdoa.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |