:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5313203/original/035761900_1754988177-1.jpg)
1/8
Para demonstran memegang foto dan spanduk yang mengecam pembunuhan jurnalis Al Jazeera dalam serangan Israel di Kota Gaza, selama aksi doa bersama di Ramallah, di Tepi Barat yang diduduki pada 11 Agustus 2025. (Zain JAAFAR/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5313204/original/076771200_1754988183-2.jpg)
1/8
Kecaman terus mengalir dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Uni Eropa, dan sejumlah organisasi Hak Asasi Manusia (HAM) pada Senin 11 Agustus 2025, setelah sebuah serangan Israel menewaskan jurnalis Al Jazeera di Gaza. Tampak dalam foto, para jurnalis memegang poster yang menampilkan rekan-rekan mereka dari Palestina yang tewas dalam serangan udara Israel di Jalur Gaza, selama demonstrasi di kota Ramallah, Tepi Barat, pada Senin 11 Agustus 2025. (AP Photo/Nasser Nasser)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5313205/original/062789900_1754988191-3.jpg)
1/8
Kelompok kebebasan media mengutuk serangan Israel terhadap jurnalis tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional. Tampak dalam foto, Staf Al Jazeera mengadakan momen hening untuk menghormati lima rekan mereka yang tewas dalam serangan Israel semalam di Kota Gaza, di kantor pusat mereka di Doha pada 11 Agustus 2025. (Karim JAAFAR/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5313206/original/021596000_1754988197-4.jpg)
1/8
Sejumlah warga Palestina turut berduka atas kematian jurnalis tersebut. Tampak dalam foto, seorang pekerja media pemerintah memegang potret jurnalis Palestina yang telah meninggal selama demonstrasi di depan gedung PBB di Caracas pada 11 Agustus 2025. (Juan BARRETO/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5313207/original/075629700_1754988200-5.jpg)
1/8
Di sisi lain, Israel justru menuduh salah satu dari mereka sebagai militan Hamas. Tampak dalam foto, para pekerja media pemerintah memegang potret jurnalis Palestina yang telah meninggal selama demonstrasi di depan gedung PBB di Caracas pada 11 Agustus 2025. (Juan BARRETO/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5313208/original/047050100_1754988219-6.jpg)
1/8
Kantor Berita Al Jazeera menyerukan kepada komunitas internasional dan semua organisasi terkait untuk mengambil langkah tegas guna menghentikan genosida yang sedang berlangsung dan mengakhiri penargetan yang disengaja terhadap para jurnalis. Tampak dalam foto, para jurnalis memegang poster yang menampilkan rekan-rekan mereka dari Palestina yang tewas dalam serangan udara Israel di Jalur Gaza, selama demonstrasi di kota Ramallah, Tepi Barat, pada Senin 11 Agustus 2025. (AP Photo/Nasser Nasser)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5313209/original/090123800_1754988227-7.jpg)
1/8
Sementara itu, Reporters Without Borders mengatakan hampir 200 jurnalis tewas dalam perang antara Israel dan milisi Hamas yang memanas di Gaza sejak Oktober 2023 silam. Tampak dalam foto, para jurnalis memegang poster yang menampilkan rekan-rekan mereka dari Palestina yang tewas dalam serangan udara Israel di Jalur Gaza, selama demonstrasi di kota Ramallah, Tepi Barat, pada Senin 11 Agustus 2025. (AP Photo/Nasser Nasser)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5313210/original/027662400_1754988232-8.jpg)
1/8
Sebelumnya, pada Minggu (10/8/2025) malam, sebuah serangan Israel menghantam tenda yang terletak di luar gerbang utama Rumah Sakit al-Shifa. Serangan ini menewaskan tujuh orang. Tampak dalam foto, para demonstran memegang spanduk yang mengecam pembunuhan tim berita Al Jazeera dalam serangan Israel semalam di Kota Gaza, selama aksi doa bersama di Ramallah, di Tepi Barat yang diduduki pada 11 Agustus 2025. (Zain JAAFAR/AFP)