Mengenal Tanda Petik Dua, Begini Fungsi, Aturan, dan Bedanya dengan Tanda Petik Tunggal

4 days ago 9

Liputan6.com, Jakarta Dalam menulis bahasa Indonesia, tanda baca merupakan bagian penting yang tidak boleh diabaikan. Tanda baca membantu pembaca memahami maksud penulis, menekankan bagian tertentu, serta memberikan kejelasan pada struktur kalimat. Salah satu tanda baca yang sering digunakan adalah tanda petik dua atau tanda kutip ganda. Meski terlihat sederhana, penggunaannya memiliki aturan yang jelas dan baku.

Tanda petik dua biasanya digunakan dalam penulisan karya ilmiah, berita, maupun karya sastra. Banyak orang menggunakannya untuk menuliskan ucapan seseorang, judul, hingga istilah tertentu. Namun, tidak semua orang memahami perbedaan tanda petik dua dengan tanda petik tunggal. Padahal, perbedaan tersebut cukup penting agar tulisan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

Pedoman resmi penggunaan tanda petik dua diatur dalam Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) Selain itu, penjelasan tentang tanda petik juga tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Liputan6.com akan membahas secara mendalam mengenai apa itu tanda petik dua, fungsinya, perbedaannya dengan tanda petik tunggal, serta contoh penggunaannya, Selasa (26/8/205).

Apa Itu Tanda Petik Dua?

Menurut KBBI Daring (kbbi.kemdikbud.go.id), tanda petik (“...”) adalah tanda baca yang digunakan untuk mengapit petikan langsung yang menyatakan kutipan dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain. Dalam konteks penulisan, tanda petik dua berbentuk sepasang simbol yang mengapit suatu kalimat, judul, atau istilah tertentu.

Sementara itu, menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) atau sebelumnya dikenal dengan EYD, tanda petik dua digunakan untuk beberapa keperluan, seperti mengapit kalimat langsung, judul karya, atau istilah yang memiliki arti khusus. Dengan demikian, tanda petik dua tidak sekadar hiasan tulisan, melainkan memiliki fungsi penting dalam memperjelas makna.

Contoh dari EYD:

  • "Merdeka atau mati!" seru Bung Tomo dalam pidatonya.
  • Puisi "Pahlawanku" terdapat pada halaman 125 buku itu.
  • Dilarang memberikan "amplop" kepada petugas!

Fungsi Tanda Petik Dua Menurut EYD

Berdasarkan EYD, tanda petik dua memiliki beberapa fungsi utama, yaitu:

  1. Mengapit Petikan Langsung Digunakan untuk menandai ucapan langsung seseorang dalam tulisan.
    • Contoh: "Ayo kita kerjakan tugas ini sekarang!" ucap Lintang.
  2. Mengapit Judul Karya Termasuk judul puisi, lagu, buku, artikel, film, naskah, hingga pidato yang dipakai dalam kalimat.
    • Contoh: Saya sedang membaca "Bahasa Indonesia Menuju Masyarakat Madani".
  3. Mengapit Istilah atau Kata yang Kurang Dikenal Dipakai untuk memberikan penekanan pada kata asing, istilah ilmiah, atau kata yang memiliki arti khusus.
    • Contoh: Komputer ini mengalami masalah pada "peladen"-nya.

Dengan fungsi-fungsi tersebut, tanda petik dua memiliki peran penting dalam penulisan bahasa Indonesia. Aturan ini memastikan pembaca tidak salah memahami konteks dari suatu kata atau kalimat.

Perbedaan Tanda Petik Dua dan Tanda Petik Tunggal

Selain tanda petik dua, dalam bahasa Indonesia juga dikenal tanda petik tunggal (‘...’). Kedua tanda baca ini sering membingungkan penulis pemula karena bentuknya hampir mirip. Namun, keduanya memiliki fungsi yang berbeda menurut KBBI dan EYD.

  1. Tanda Petik Dua (“...”)
    • Digunakan untuk mengapit petikan langsung.
    • Dipakai untuk menandai judul karya.
    • Mengapit istilah atau kata yang memiliki makna khusus.
  2. Tanda Petik Tunggal (‘...’)
    • Digunakan untuk mengapit petikan yang terdapat dalam petikan lain.
      • Contoh: Tanya dia, "Kaudengar bunyi 'kring-kring' tadi?"
    • Dipakai untuk mengapit makna, padanan, atau penjelasan kata.
      • Contoh: retina 'dinding mata sebelah dalam'.

Dari penjelasan ini, jelas bahwa tanda petik dua memiliki cakupan penggunaan yang lebih luas, sedangkan tanda petik tunggal lebih bersifat khusus. Dengan memahami perbedaan ini, penulis dapat menggunakan keduanya secara tepat sesuai kebutuhan.

FAQ Seputar Tanda Petik Dua

1. Apakah tanda petik dua sama dengan tanda petik tunggal?

Tidak. Tanda petik dua digunakan untuk petikan langsung, judul karya, dan istilah khusus, sedangkan tanda petik tunggal digunakan dalam petikan di dalam petikan atau untuk menjelaskan makna kata.

2. Apakah tanda petik dua boleh digunakan untuk menulis dialog dalam karya sastra?

Ya. Dalam novel, cerpen, atau naskah drama, tanda petik dua umum dipakai untuk menandai dialog antar tokoh.

3. Bagaimana penempatan tanda baca lain dengan tanda petik dua?

Tanda baca seperti tanda seru, titik, atau tanda tanya diletakkan di dalam tanda petik jika menjadi bagian dari kutipan. Contoh: "Apakah kamu sudah makan?"

4. Apakah istilah asing selalu harus diapit tanda petik dua?

Tidak selalu. Jika istilah asing sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia, tanda petik tidak diperlukan. Contohnya kata "internet" sudah tidak perlu diapit tanda petik.

5. Apakah ada aturan khusus menulis tanda petik dua dalam karya ilmiah?

Ada. Dalam karya ilmiah, tanda petik dua biasanya digunakan untuk mengutip pernyataan langsung dari sumber, menuliskan istilah khusus, atau menyebutkan judul karya ilmiah.

Sumber Rujukan

  • Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI Daring): kbbi.kemdikbud.go.id
  • Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD): eyd.netlify.app (Edisi Kelima)
Read Entire Article
Photos | Hot Viral |