:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5313521/original/056220100_1755008420-1.jpg)
1/8
Di tengah panas terik musim panas, warga Palestina mengantre untuk mengambil air dari titik distribusi di Kota Gaza, Selasa 12 Agustus 2025. (AP Photo/Jehad Alshrafi)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5313522/original/081200600_1755008422-2.jpg)
1/8
Di tengah kondisi kelaparan yang parah, warga Gaza juga menghadapi krisis air bersih untuk minum dan kebutuhan sehari-hari. (AP Photo/Jehad Alshrafi)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5313523/original/088128100_1755008424-3.jpg)
1/8
Air bersih menjadi sesuatu yang langka dan berharga bagi sekitar dua juta penduduk di Gaza, Palestina. (AP Photo/Jehad Alshrafi)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5313524/original/036992900_1755008428-4.jpg)
1/8
Saat ini, titik pengambilan air bersih hanya tersedia di beberapa lokasi di wilayah Gaza. (AP Photo/Jehad Alshrafi)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5313525/original/023237800_1755008430-5.jpg)
1/8
Sebagian air tersebut berasal dari proses desalinasi, yaitu mengubah air laut menjadi air tawar. (AP Photo/Jehad Alshrafi)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5313526/original/056369100_1755008432-6.jpg)
1/8
Kelangkaan air bersih di Gaza disebabkan hancurnya sistem air dan sanitasi sejak Israel memulai aksi militer terhadap Hamas pada Oktober 2023 silam. (AP Photo/Jehad Alshrafi)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5313527/original/056556300_1755008434-7.jpg)
1/8
Sebelumnya, pada Juni 2024, Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) mengatakan sekitar 67 persen infrastruktur serta fasilitas air dan sanitasi di Jalur Gaza telah hancur atau rusak. (AP Photo/Jehad Alshrafi)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5313528/original/075140300_1755008436-8.jpg)
1/8
Produksi air dari sumur-sumur air tanah—yang biasanya menyumbang 80 persen dari pasokan air Gaza—turun dari 35.000 menjadi 15.000 meter kubik per hari atau menyusut lebih dari 50 persen dari kapasitas produksi air tanah sebelum perang berkecamuk. (AP Photo/Jehad Alshrafi)