:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5323656/original/005878200_1755789353-20250821-Rudy_Ong-HEL_1.jpg)
1/6
Tersangka tindak pidana korupsi penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kalimantan Timur, Rudy Ong Chandra (tengah berkacamata) saat tiba di gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (21/8/2025). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5323657/original/043090500_1755789353-20250821-Rudy_Ong-HEL_2.jpg)
1/6
Kamis (21/8/2025), penyidik KPK melakukan upaya jemput paksa terhadap Rudy Ong Chandra (ROC) terkait perkara pengurusan izin pertambangan di wilayah Kaltim periode 2013-2018. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5323658/original/081033300_1755789353-20250821-Rudy_Ong-HEL_3.jpg)
1/6
Rudy Ong Chandra (ROC) merupakan pihak swasta dalam kasus yang menyeret bekas Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5323659/original/020967400_1755789354-20250821-Rudy_Ong-HEL_4.jpg)
1/6
Rudy Ong Chandra (ROC) tiba di gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (21/8/2025) sekitar pukul 21.37 WIB. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5323660/original/061532300_1755789354-20250821-Rudy_Ong-HEL_5.jpg)
1/6
Sebelumnya, pada 19 September 2024 lalu, KPK mengumumkan memulai penyidikan kasus dugaan suap pemberian izin usaha pertambangan (IUP) di Kalimantan Timur. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5323661/original/001092000_1755789355-20250821-Rudy_Ong-HEL_6.jpg)
1/6
Dari kasus ini KPK menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni berinisial AFI, DDWT, dan ROC. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)