:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5322120/original/097463200_1755692806-1.jpg)
1/7
Mantan Anggota Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Ahmadi Noor Supit bersiap meninggalkan gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (20/8/2025). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5322121/original/035399400_1755692807-3.jpg)
1/7
Ahmadi Noor Supit kembali diperiksa tim penyidik KPK sebagai saksi terkait dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5322122/original/064916300_1755692807-4.jpg)
1/7
Sebelumnya, pada Kamis (7/8/2025) lalu, penyidik KPK telah melakukan panggilan resmi kepada Ahmadi Noor Supit, namun yang bersangkutan tidak bisa hadir. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5322123/original/090168700_1755692807-9.jpg)
1/7
Ketika itu, Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan bahwa keterangan Ahmadi Noor Supit sangat dibutuhkan untuk mendalami kejanggalan hasil audit di Bank BJB. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5322124/original/024040100_1755692808-6.jpg)
1/7
Sebelumnya, KPK menemukan adanya kejanggalan atas audit di PT Bank BJB. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5322125/original/064458400_1755692808-5.jpg)
1/7
Masalah itu berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan iklan di BJB. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5322126/original/000170700_1755692809-7.jpg)
1/7
Untuk diketahui, penyidik KPK memperkirakan kerugian negara akibat dugaan korupsi di Bank BJB tersebut mencapai Rp 222 miliar. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)