:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5310040/original/000642700_1754652534-ko3.jpg)
1/7
Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Abdul Azis saat tiba di gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (8/8/2025). (Merdeka.com/Arie Basuki)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5310041/original/054860300_1754652535-ko1.jpg)
1/7
Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Kolaka Timur Abdul Azis di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (7/8/2025) malam. (Merdeka.com/Arie Basuki)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5310042/original/057630500_1754652536-ko2.jpg)
1/7
Penangkapan Bupati Kolaka Timur Abdul Azis dilakukan setelah yang bersangkutan selesai menjalani agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Nasional Demokrat (Nasdem). (Merdeka.com/Arie Basuki)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5310043/original/046329400_1754652537-ko4.jpg)
1/7
Bupati Kolaka Timur Abdul Azis ditangkap KPK terkait dana alokasi khusus untuk proyek pembangunan atau peningkatan kualitas rumah sakit. (Merdeka.com/Arie Basuki)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5310044/original/029723700_1754652538-ko5.jpg)
1/7
Sebelumnya, pada Kamis (7/8), KPK menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di tiga lokasi berbeda, yakni di Jakarta, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan. (Merdeka.com/Arie Basuki)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5310045/original/026161000_1754652539-ko8.jpg)
1/7
Operasi senyap tersebut terkait dengan penanganan satu kasus dugaan korupsi. (Merdeka.com/Arie Basuki)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5310046/original/030125700_1754652540-ko6.jpg)
1/7
Setibanya di Gedung KPK, Jakarta, Bupati Kolaka Timur Abdul Azis tidak berkomentar apapun dan langsung masuk menuju ruang penyidik untuk pemeriksaan lanjutan. (Merdeka.com/Arie Basuki)