Contoh Satuan Tidak Baku: Pengertian, Jenis, dan Perbedaannya dengan Satuan Baku

2 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta Dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia pendidikan, kita sering menjumpai berbagai metode pengukuran yang menggunakan alat-alat sederhana seperti jengkal tangan atau langkah kaki. Satuan semacam ini dikenal sebagai satuan tidak baku, yakni satuan yang tidak ditetapkan secara resmi dalam sistem pengukuran internasional.

Pemahaman tentang contoh satuan tidak baku menjadi penting terutama bagi pelajar yang sedang mempelajari materi besaran dan pengukuran dalam fisika. Mengenali perbedaannya dengan satuan baku akan membantu kita memahami mengapa standarisasi pengukuran dibutuhkan dalam dunia ilmiah.

Dilansir dari Vedantu, sebelum satuan baku dikembangkan, manusia menggunakan metode pengukuran yang tidak seragam, seperti rentangan tangan, panjang kaki, atau hasta, yang bervariasi antarsatu individu dengan individu lainnya. Berikut penjelasan lengkap mengenai contoh satuan tidak baku beserta pengertian, jenis, dan perbedaannya dengan satuan baku, dirangkum Liputan6.com, Jumat (26/6/2026).

Pengertian Satuan Tidak Baku

Satuan tidak baku adalah satuan pengukuran yang tidak diterima secara universal atau tidak konsisten, yang dapat bervariasi dari satu tempat ke tempat lain dan dari satu orang ke orang lain sehingga menimbulkan ketidakkonsistenan dalam pengukuran. Dengan kata lain, satuan tidak baku bukan bagian dari Sistem Satuan Internasional (SI) dan tidak memiliki standar tetap yang diakui secara global.

Sebelum satuan baku dikembangkan, manusia menggunakan metode tidak seragam seperti bagian tubuh berupa rentangan tangan, panjang kaki, atau hasta untuk memperkirakan panjang atau jarak, yang bervariasi antarindividu dan menyebabkan ketidakkonsistenan. Oleh karena itu, satuan tidak baku sering kali menghasilkan nilai pengukuran yang berbeda ketika dilakukan oleh orang yang berbeda.

Mengacu pada penjelasan di situs Study.com, pengukuran formal yang memerlukan alat ukur yang diterima banyak orang dan digunakan secara khusus untuk pengukuran dikenal sebagai pengukuran standar, sementara dalam situasi ketika alat ukur standar tidak tersedia, seseorang mungkin menggunakan sistem pengukuran kreatif untuk memperkirakan nilai pengukuran, dan sistem inilah yang dikenal sebagai sistem pengukuran tidak baku.

Sebagaimana dikutip dari Embibe, lebar jari, langkah kaki, rentangan tangan (hand span), rentangan kaki (foot span), rentangan lengan (arm span), dan hasta (cubit) adalah contoh satuan tidak baku untuk panjang. Satuan-satuan ini pernah menjadi alat ukur utama sebelum sistem metrik diciptakan.

Contoh Satuan Tidak Baku dalam Berbagai Besaran

Terdapat beragam contoh satuan tidak baku yang masih digunakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan masyarakat tradisional. Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber edukasi internasional, berikut daftar lengkap contoh satuan tidak baku berdasarkan jenis besarannya.

Satuan Tidak Baku untuk Panjang

  1. Jengkal — jarak antara ujung ibu jari dan ujung jari kelingking saat tangan direntangkan. Setiap orang memiliki ukuran jengkal yang berbeda.
  2. Depa — jarak dari ujung jari tengah tangan kiri hingga ujung jari tengah tangan kanan ketika kedua lengan direntangkan lebar-lebar.
  3. Hasta — jarak dari siku lengan sampai ujung jari tengah ketika direntangkan. Hasta Mesir (Egyptian cubit) dikembangkan sekitar 3000 SM dan diambil sebagai panjang lengan dari siku hingga ujung jari-jari yang direntangkan.
  4. Langkah kaki (pace) — jarak yang ditempuh dalam satu langkah kaki normal, yang tentu berbeda antarindividu.
  5. Tapak kaki (foot span) — panjang telapak kaki seseorang yang digunakan sebagai dasar pengukuran panjang.
  6. Lebar jari (finger width) — bangsa Yunani menggunakan lebar jari (sekitar 19,3 mm) sebagai ukuran dasar panjang, dengan 16 jari sama dengan satu kaki.
  7. Pensil, penjepit kertas, atau kubus — satuan pengukuran tidak baku yang tidak lazim digunakan, seperti pensil, lengan, tusuk gigi, atau sepatu.

Satuan Tidak Baku untuk Massa

  1. Mayam — satuan emas yang nilainya setara dengan 1/16 bungkal (anak timbangan), umum digunakan di pengukuran massa emas tradisional.
  2. Batu — contoh satuan tidak baku termasuk menggunakan langkah kaki untuk mengukur panjang, segenggam tangan untuk mengukur volume, atau batu untuk mengukur berat.
  3. Kelereng atau biji-bijian — benda-benda kecil yang digunakan untuk memperkirakan berat suatu objek secara sederhana.

Satuan Tidak Baku untuk Volume

  1. Gelas — ukuran volume berdasarkan gelas minum biasa yang ukurannya tidak standar.
  2. Ember — wadah yang digunakan sebagai acuan volume tanpa ukuran pasti.
  3. Botol — wadah yang sering dijadikan pembanding volume cairan di kehidupan sehari-hari.
  4. Gayung — alat tradisional yang umum dipakai sebagai satuan volume air.

Satuan Tidak Baku untuk Luas

  1. Tumbak — satuan luas tanah yang digunakan di daerah Jawa Barat, dengan 1 tumbak setara sekitar 14 meter persegi.
  2. Patok — satuan luas informal yang dipakai di beberapa daerah di Indonesia.

Baca juga: 1 Are Berapa M2? Pahami Besaran Luas dan Sistem Konversinya

Sejarah Penggunaan Satuan Tidak Baku di Peradaban Kuno

Penggunaan satuan tidak baku memiliki akar sejarah yang sangat panjang dan melekat erat pada perkembangan peradaban manusia. Dilansir dari situs Fluke, konsep pengukuran tidak diciptakan dalam satu waktu atau tempat tunggal dalam sejarah, melainkan peradaban kuno di seluruh dunia sampai pada kesimpulan unik masing-masing tentang cara mengukur berat, panjang, volume, dan waktu.

Peradaban Harappa di Lembah Sungai Indus di Asia Selatan menciptakan salah satu contoh pengukuran standar paling awal, yang berasal dari sekitar 3500 SM, dengan batu bata berukuran seragam yang muncul di pemandian dan sistem drainase lintas kota sebagai bukti adanya semacam kesepakatan regional mengenai dimensi bahan bangunan. Sebelum standarisasi ini, seluruh pengukuran bersifat tidak baku.

Bangsa Mesir Kuno merupakan salah satu peradaban yang paling dikenal dalam mengembangkan satuan pengukuran panjang. Mengacu pada situs MacTutor History of Mathematics, pengukuran panjang kuno didasarkan pada tubuh manusia, misalnya panjang kaki, panjang langkah, rentangan tangan, dan lebar ibu jari, serta terdapat sangat banyak sistem pengukuran berbeda yang dikembangkan pada masa awal dan sebagian besar hanya digunakan di wilayah lokal yang kecil.

Sebagaimana diungkapkan NIST (National Institute of Standards and Technology) dalam artikelnya bertajuk From the Noggin to the Butt: Quirky Measurement Units Throughout Human History, "batman" adalah satuan massa yang berasal dari kota kuno Babilonia, setara dengan 7,7 kilogram atau 16,7 pon, dan satuan ini digunakan untuk perdagangan hingga Abad Pertengahan. Fakta ini menunjukkan bahwa satuan tidak baku bukan sekadar alat ukur sederhana, melainkan pernah menjadi fondasi ekonomi dan perdagangan dunia kuno.

Baca juga: Besaran Pokok Adalah Besaran yang Tidak Dapat Diturunkan, Ini Contohnya

Perbedaan Satuan Baku dan Satuan Tidak Baku

Memahami perbedaan antara satuan baku dan satuan tidak baku merupakan hal fundamental dalam mempelajari fisika dan matematika. Berikut tabel perbandingan yang disusun berdasarkan berbagai sumber internasional.

Aspek Satuan Baku Satuan Tidak Baku
Penerimaan Diterima secara universal Tidak diterima secara universal
Konsistensi Selalu tetap dan konsisten Bervariasi antarindividu
Konversi Mudah dikonversi ke satuan lain Hampir tidak bisa dikonversi
Alat ukur Menggunakan alat terstandar Menggunakan benda sehari-hari
Contoh Meter, kilogram, sekon Jengkal, depa, gelas
Penggunaan ilmiah Cocok untuk keperluan ilmiah Tidak sesuai untuk keperluan ilmiah

Salah satu kunci terpenting agar memenuhi syarat sebagai pengukuran standar adalah bahwa nilai satu pengukuran hampir selalu dapat dikonversi secara matematis ke satuan lain, misalnya 12 inci sama dengan 1 kaki, sementara hampir mustahil untuk mengonversi dari satu satuan tidak baku ke satuan tidak baku lainnya karena satuan tidak baku tidak selalu memiliki nilai kuantitatif yang melekat pada pengukuran untuk dikonversi.

Menggunakan satuan standar memungkinkan konsistensi dan keseragaman dalam pengukuran di berbagai konteks dan lokasi, satuan standar disepakati secara internasional sehingga memudahkan komunikasi dan perbandingan antara pihak-pihak yang berbeda, serta satuan standar didasarkan pada konstanta fisik atau sifat-sifat universal yang menjamin akurasi dan keandalan dalam pengukuran.

Baca juga: Satuan Baku adalah Pembanding yang Bersifat Tetap

Kelemahan Satuan Tidak Baku dalam Pengukuran

Meskipun satuan tidak baku mudah ditemukan dan digunakan dalam konteks sehari-hari, terdapat sejumlah kelemahan signifikan yang membuat satuan ini tidak cocok untuk keperluan ilmiah atau teknis. Berdasarkan informasi dari situs Math Answers, berikut kelemahan-kelemahan utamanya.

  1. Tidak konsisten — Satuan tidak baku dapat menimbulkan ketidakkonsistenan dan kebingungan karena bervariasi dari orang ke orang dan dari situasi ke situasi, sehingga sulit untuk mencapai pengukuran yang seragam.
  2. Kurang presisi — Satuan ini kurang presisi dan dapat menghasilkan ketidakakuratan saat mengkomunikasikan hasil pengukuran, terutama dalam konteks profesional atau ilmiah.
  3. Menghambat kolaborasi — Satuan tidak baku dapat menghambat kolaborasi dan pemahaman antarindividu atau antardisiplin ilmu yang bergantung pada pengukuran terstandar demi kejelasan dan efisiensi.
  4. Sulit ditiru — Setiap orang memiliki ukuran tubuh yang berbeda, sehingga sulit untuk menemukan dua orang dengan panjang jengkal atau langkah kaki yang persis sama.
  5. Tidak bisa dikonversi — Pengukuran tidak baku secara signifikan berbeda dari sistem pengukuran standar karena mustahil untuk mengonversi dari satu pengukuran tidak baku ke pengukuran lainnya akibat sifat pengukuran yang tidak spesifik.
  6. Penggunaannya terbatas — Satuan tidak baku hanya berlaku di lingkungan atau wilayah tertentu dan tidak bisa dipahami secara universal.

Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan Besaran Pokok? Kenali Jenis dan Standar Satuannya

Mengapa Satuan Tidak Baku Masih Digunakan hingga Saat Ini

Meski memiliki banyak kelemahan, satuan tidak baku tidak sepenuhnya ditinggalkan oleh masyarakat. Terdapat beberapa alasan mengapa satuan ini masih bertahan dalam aktivitas sehari-hari, terutama di kalangan masyarakat tradisional dan dalam konteks pendidikan dasar.

Dalam dunia pendidikan, satuan tidak baku justru memiliki peran penting sebagai jembatan pembelajaran. Mengutip Twinkl Teaching Wiki, pembelajaran menggunakan satuan tidak baku memungkinkan siswa mengembangkan keterampilan berhitung sekaligus terbiasa dengan bahasa pengukuran, seperti "x unit muat ke dalam y unit", dan hal ini menciptakan fondasi pengetahuan yang kuat yang akan membantu mereka ketika mulai mempelajari satuan standar.

Selain itu, satuan tidak baku bersifat praktis karena tidak memerlukan alat khusus. Ketika seseorang ingin memperkirakan panjang sebuah meja tanpa penggaris, ia cukup menggunakan jengkal tangannya. Dalam konteks perdagangan tradisional di pasar-pasar Indonesia, satuan seperti gelas untuk beras atau gayung untuk air masih lazim dijumpai.

Di dunia internasional, penggunaan satuan tidak baku yang unik juga masih ditemukan. Sebagaimana disampaikan Wikipedia dalam artikelnya tentang satuan non-koheren, "hand" adalah satuan panjang non-SI yang setara dengan 4 inci (101,6 mm) dan biasa digunakan untuk mengukur tinggi kuda di beberapa negara berbahasa Inggris, termasuk Australia, Kanada, Irlandia, Inggris, dan Amerika Serikat. Contoh ini menunjukkan bahwa bahkan negara-negara maju pun masih mempertahankan penggunaan satuan tidak baku dalam konteks tertentu.

Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan Besaran? Berikut Jenis-Jenisnya

Sementara itu, di bidang pengukuran besaran turunan, penggunaan satuan baku menjadi mutlak diperlukan. Satuan seperti meter per sekon untuk kecepatan atau kilogram per meter kubik untuk massa jenis tidak bisa digantikan oleh satuan tidak baku mana pun.

Aspek budaya juga menjadi faktor penting. Di berbagai daerah di Indonesia, satuan seperti tumbak, mayam, dan patok telah menjadi bagian dari warisan pengetahuan lokal yang diturunkan dari generasi ke generasi. Meski tidak diterima dalam pengukuran ilmiah, satuan-satuan ini tetap memiliki nilai historis dan kultural yang penting bagi masyarakat setempat.

Baca juga: 1 Gram Berapa Kg? Pahami Satuan Massa dan Sistem Konversinya

Baca juga: 1 Dasawarsa Berapa Tahun? Ketahui Cara Mengukur Satuan Waktu

Baca juga: 1 MB Berapa KB? Ini Cara Menghitung dan Satuan Pengukuran Lainnya

Baca juga: Cara Mengukur Volume Zat Cair

Baca juga: Macam-Macam Alat Ukur Panjang dan Fungsinya

Baca juga: Mistar adalah Alat untuk Mengukur Panjang

Baca juga: Mengapa Volume Termasuk Besaran Turunan?

Pertanyaan Seputar Contoh Satuan Tidak Baku

Apa saja 5 contoh satuan tidak baku yang paling umum?

Lima contoh satuan tidak baku yang paling umum dijumpai adalah jengkal (pengukuran panjang menggunakan rentangan ibu jari ke kelingking), depa (pengukuran panjang menggunakan rentangan kedua tangan), hasta (pengukuran dari siku ke ujung jari tengah), langkah kaki (jarak satu langkah), dan gelas (pengukuran volume). Satuan-satuan ini bersifat relatif karena ukurannya bergantung pada kondisi fisik masing-masing pengguna.

Mengapa satuan tidak baku tidak digunakan dalam pengukuran ilmiah?

Satuan tidak baku tidak digunakan dalam pengukuran ilmiah karena hasilnya tidak konsisten dan tidak dapat direproduksi oleh orang lain dengan hasil yang sama. Dalam dunia sains, dibutuhkan pengukuran yang presisi dan bisa dibandingkan secara universal. Selain itu, satuan tidak baku tidak memiliki nilai konversi yang tetap sehingga tidak bisa diubah ke satuan lain secara matematis.

Apa perbedaan utama antara satuan baku dan tidak baku?

Perbedaan utama terletak pada konsistensi dan penerimaan. Satuan baku seperti meter, kilogram, dan sekon telah ditetapkan oleh sistem internasional dan menghasilkan nilai pengukuran yang sama di mana pun serta oleh siapa pun yang menggunakannya. Sementara satuan tidak baku seperti jengkal dan depa menghasilkan nilai berbeda-beda karena bergantung pada ukuran tubuh orang yang mengukur. Satuan baku juga mudah dikonversi, sedangkan satuan tidak baku tidak memiliki kemampuan konversi.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |