Liputan6.com, Jakarta Bumi menyimpan kekayaan luar biasa berupa variasi sistem kehidupan yang terbentang dari puncak gunung bersalju hingga dasar samudra terdalam. Memahami contoh keanekaragaman hayati tingkat ekosistem menjadi fondasi penting dalam studi biologi dan upaya konservasi lingkungan yang semakin mendesak saat ini.
Keanekaragaman ekosistem sangat bergantung pada keanekaragaman genetik dan spesies, sehingga sering disebut sebagai "skala terbesar dari keanekaragaman hayati." Melansir dari Biology Online, variasi ekosistem ini mencakup perbedaan komunitas biologis, jumlah relung ekologis, dan berbagai proses ekologis yang membentuk keunikan setiap habitat.
Indonesia, sebagai negara megabiodiversitas yang membentang di garis khatulistiwa, memiliki rentang keanekaragaman hayati ekosistem yang sangat luas. Dari hutan hujan tropis Kalimantan hingga terumbu karang Raja Ampat, ragam contoh keanekaragaman hayati tingkat ekosistem di nusantara menjadikannya salah satu wilayah paling kaya secara biologis di dunia. Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Jumat (26/6/2026).
Pengertian Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/5033122/original/078633000_1733201017-f408cfac-235b-4516-b20f-26573243a4ff.jpg)
Perbesar
Keanekaragaman ekosistem menggambarkan keseluruhan variasi ekosistem di suatu wilayah, di mana istilah "ekosistem" sendiri mencakup semua organisme di area tersebut beserta lingkungan fisik dan kimia tempat mereka berinteraksi. Konsep ini melampaui sekadar penghitungan jumlah spesies. Sebagaimana dikutip dari LibreTexts, komponen penting dari setiap ekosistem adalah komunitas biologisnya, yang didefinisikan sebagai seluruh individu, populasi, dan spesies di suatu tempat, serta seluruh interaksi biologis di antara organisme tersebut, di mana lingkungan abiotik—terutama iklim, energi, dan ketersediaan nutrisi—sangat memengaruhi struktur dan karakteristik komunitas biologis tersebut.
Keanekaragaman hayati tingkat ekosistem berbeda dengan keanekaragaman tingkat jenis maupun tingkat gen. Jika keanekaragaman gen mengacu pada variasi genetik dalam satu spesies, dan keanekaragaman spesies mengacu pada keragaman jenis makhluk hidup di suatu tempat, maka keanekaragaman ekosistem merangkum keseluruhan interaksi antara komponen biotik dan abiotik yang membentuk habitat unik. Variasi ekologis ini mencakup perbedaan pada ekosistem terestrial maupun akuatik, termasuk variasi dalam kompleksitas komunitas biologis, jumlah relung ekologis, jumlah tingkat trofik, dan proses ekologis lainnya.
Merujuk Encyclopedia, keanekaragaman ekosistem mengacu pada jumlah ekosistem di suatu wilayah tertentu, di mana ekosistem terdiri dari seluruh hewan, tumbuhan, bakteri, dan fungi beserta komponen fisik di area tersebut, dan suatu ekosistem bisa berukuran sebesar hutan secara keseluruhan atau sekecil sekelompok lumut yang menjadi habitat bagi tumbuhan dan organisme mikroskopis. Pemahaman ini menunjukkan bahwa keanekaragaman hayati tingkat ekosistem terbentuk dalam berbagai skala, dari yang sangat luas hingga yang sangat kecil.
Contoh Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem di Daratan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4020593/original/085161500_1652342931-padang_savana_sedangan.jpg)
Perbesar
Ekosistem daratan atau terestrial merupakan bagian dominan dari keanekaragaman hayati tingkat ekosistem di bumi. Sebagaimana dilaporkan New England Primate Conservancy, keanekaragaman ekosistem adalah variasi habitat, komunitas di suatu lokasi geografis, layanan bermanfaat yang mereka sediakan, serta proses yang mendukung ekosistem tersebut, di mana bumi terdiri dari lingkungan darat dan air, dengan empat tipe utama ekosistem darat: hutan, padang rumput, tundra, dan gurun. Berikut adalah contoh keanekaragaman hayati tingkat ekosistem di daratan yang paling menonjol.
- Ekosistem hutan hujan tropis — Ekosistem ini merupakan salah satu ekosistem paling kaya dan kompleks di bumi dengan keanekaragaman hayati tertinggi. Dicirikan oleh curah hujan di atas 2.000 mm per tahun, suhu hangat sepanjang tahun, serta struktur kanopi berlapis yang menyediakan habitat bagi jutaan spesies flora dan fauna. Contohnya meliputi hutan hujan Amazon, hutan Kalimantan, dan hutan Sumatera.
- Ekosistem hutan gugur — Terdapat di wilayah beriklim sedang dengan empat musim yang jelas. Pohon-pohon di ekosistem ini menggugurkan daunnya saat musim dingin sebagai mekanisme adaptasi. Fauna khasnya meliputi rusa, tupai, dan berbagai jenis burung migran.
- Ekosistem sabana dan padang rumput — Sabana merupakan padang rumput luas yang diselingi pepohonan dan semak belukar, biasanya terbentuk di antara zona hutan hujan tropis dan gurun. Ekosistem ini menjadi habitat bagi herbivora besar seperti zebra dan gajah, serta karnivora puncak seperti singa dan cheetah. Di Indonesia, sabana ditemukan di Taman Nasional Baluran, Jawa Timur.
- Ekosistem gurun — Ekosistem kering dengan curah hujan kurang dari 250 mm per tahun dan perbedaan suhu ekstrem antara siang dan malam. Flora khasnya didominasi oleh tumbuhan xerofit seperti kaktus dan akasia yang memiliki adaptasi khusus untuk menghemat air. Fauna yang menghuni gurun termasuk reptil, mamalia kecil, dan serangga.
- Ekosistem tundra — Terletak di wilayah bercuaca ekstrem dingin, baik di sekitar kutub (tundra arktik) maupun di puncak pegunungan tinggi (tundra alpin). Bioma ini dicirikan oleh permafrost, vegetasi rendah berupa lumut dan rumput, serta fauna yang teradaptasi dengan dingin seperti beruang kutub dan rusa kutub.
- Ekosistem hutan konifer (taiga) — Merupakan bioma terluas di darat yang didominasi pohon berdaun jarum seperti pinus dan cemara. Tersebar di wilayah subarktik seperti Rusia, Kanada, dan Skandinavia. Hewan khasnya mencakup beruang cokelat, serigala, dan rusa besar.
- Ekosistem hutan lumut — Terdapat di wilayah puncak gunung tinggi di daerah tropis dengan kelembapan sangat tinggi. Vegetasi didominasi oleh lumut yang menyelimuti batang dan cabang pohon. Ekosistem ini berperan penting sebagai penampung air hujan dan pengatur tata air di kawasan pegunungan.
Baca juga: Keanekaragaman Hayati di Indonesia dan Upaya Pelestariannya
Contoh Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem di Perairan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5077542/original/014388000_1735988239-WhatsApp_Image_2025-01-04_at_5.55.00_PM.jpeg)
Perbesar
Selain daratan, contoh keanekaragaman hayati tingkat ekosistem juga sangat beragam di lingkungan perairan. Ekosistem akuatik ditemukan di lingkungan air bumi, terdiri dari perairan tawar yang berupa badan air di pedalaman dengan kadar garam rendah, dan ekosistem laut yang umumnya ditemukan di samudra dengan kadar garam lebih tinggi, di mana ekosistem spesifik dalam setiap tipe diklasifikasikan berdasarkan perubahan suhu, kedalaman, aliran air, cahaya matahari, salinitas, dan keasaman. Berikut beberapa contohnya:
- Ekosistem terumbu karang — Sering dijuluki "hutan hujan lautan" karena keanekaragaman hayati yang sangat tinggi di dalamnya. Karang tumbuh subur di perairan bersuhu hangat dengan ketersediaan oksigen tinggi, menghasilkan struktur karbonat yang mendukung keragaman ikan dan invertebrata yang luar biasa tinggi, bahkan dianggap setara dengan hutan hujan tropis dalam hal keanekaragaman hewannya. Indonesia menjadi bagian dari Segitiga Terumbu Karang Dunia dengan lebih dari 500 spesies karang.
- Ekosistem mangrove — Ekosistem peralihan antara daratan dan lautan yang didominasi oleh pohon bakau. Mangrove berfungsi sebagai pelindung pantai dari abrasi, tempat pemijahan ikan, penyaring polutan, dan penyimpan karbon yang sangat efisien. Indonesia memiliki area mangrove terluas di dunia.
- Ekosistem danau dan air tawar — Terdiri dari perairan menggenang (lentik) seperti danau dan kolam, serta perairan mengalir (lotik) seperti sungai. Ekosistem ini menyediakan habitat bagi ikan air tawar, amfibi, dan berbagai organisme akuatik lainnya, serta menjadi sumber air bersih bagi manusia.
- Ekosistem laut dalam — Merupakan ekosistem yang terletak di kedalaman samudra tanpa cahaya matahari. Organisme yang hidup di sini memiliki adaptasi unik seperti bioluminesensi. Di laut terbuka, pencampuran arus mendorong kadar oksigen tinggi dan kondisi nutrisi rendah, di mana fitoplankton dan zooplankton mendominasi serta menyediakan sumber pangan penting bagi ikan.
- Ekosistem rawa dan lahan basah — Kawasan yang secara periodik atau permanen tergenang air. Lahan basah berfungsi sebagai penyaring air alami, pengendali banjir, dan habitat bagi berbagai spesies burung air, reptil, serta amfibi. Rawa gambut di Kalimantan dan Sumatera merupakan contoh penting ekosistem ini di Indonesia.
- Ekosistem estuari dan muara — Terbentuk di tempat pertemuan air tawar sungai dengan air laut. Zona transisi ini memiliki tingkat produktivitas biologis yang tinggi dan menjadi tempat pemijahan berbagai spesies ikan komersial.
Faktor yang Memengaruhi Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5238224/original/000585000_1748685551-20250531-Demam_Nikel-AFP_2.jpg)
Perbesar
Terbentuknya berbagai contoh keanekaragaman hayati tingkat ekosistem di muka bumi bukanlah sebuah kebetulan. Lingkungan abiotik, terutama iklim, energi, dan ketersediaan nutrisi, sangat memengaruhi struktur, komposisi, dan karakteristik komunitas biologis suatu wilayah, sehingga variasi kehidupan yang muncul dari perubahan lingkungan inilah yang memunculkan keanekaragaman ekosistem. Faktor geografis seperti letak lintang, ketinggian, dan jarak dari lautan turut menentukan jenis ekosistem yang terbentuk di suatu tempat.
Mengacu pada riset yang diterbitkan di jurnal Nature, pohon-pohon di ekosistem hutan misalnya dapat memengaruhi kecepatan angin, cahaya, kelembapan, kimia tanah, dan suhu, sementara komunitas biologis laut seperti hutan kelp, padang lamun, dan terumbu karang dapat memengaruhi suhu air, kimia air, penetrasi cahaya matahari, dan energi gelombang. Interaksi timbal balik antara organisme dan lingkungannya inilah yang menciptakan keunikan setiap ekosistem.
Johan Rockström, ilmuwan lingkungan terkemuka, dikutip dari BrainyQuote menyatakan, "Nilai keanekaragaman hayati terletak pada kemampuannya membuat ekosistem kita lebih tangguh, yang merupakan prasyarat bagi masyarakat yang stabil; penghancurannya secara semena-mena sama saja dengan membakar sekoci penyelamat kita."
Berdasarkan data OECD, populasi satwa liar menurun rata-rata 69 persen dari tahun 1970 hingga 2018, dan ekosistem alami seperti lahan basah dan terumbu karang telah menurun rata-rata 47 persen dibandingkan keadaan awal yang diperkirakan. Aktivitas manusia seperti alih fungsi lahan, pencemaran, eksploitasi berlebihan, dan perubahan iklim menjadi ancaman terbesar terhadap kelangsungan keanekaragaman hayati tingkat ekosistem. Oleh karena itu, upaya pelestarian lingkungan perlu terus diperkuat melalui kebijakan dan aksi nyata.
Pentingnya Menjaga Keanekaragaman Ekosistem bagi Kehidupan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5563984/original/065188900_1776922526-2.jpg)
Perbesar
Keanekaragaman hayati tingkat ekosistem bukan sekadar konsep akademis—ia memiliki nilai konkret yang menopang kehidupan seluruh makhluk di bumi. Produktivitas ekosistem merupakan contoh dari jasa ekosistem, yakni produk dan proses yang terkait dengan sistem biologis yang secara langsung maupun tidak langsung bernilai besar bagi kesejahteraan manusia, mencakup regulasi iklim, pengendalian banjir, pengendalian penyakit, serta siklus nutrisi, penyerbukan, dan pengendalian hama pertanian yang penting bagi produksi pangan.
Sebagaimana dilaporkan oleh World Economic Forum (WEF), lebih dari 50 persen PDB global, senilai 44 triliun dolar AS, bergantung pada sumber daya alam. Angka ini menunjukkan betapa besar ketergantungan ekonomi dunia pada kelestarian sumber daya alam dan ekosistem yang sehat. Kehilangan keanekaragaman ekosistem secara langsung mengancam ketahanan pangan, ketersediaan air bersih, dan stabilitas iklim global.
Para ahli lingkungan sepakat bahwa semakin banyak keanekaragaman hayati yang dimiliki, semakin aman dan tangguh ekosistem tersebut.
Ekosistem yang sehat memungkinkan aktivitas rekreasi seperti mendaki, berkano, dan berkemah, serta menyediakan peluang pendidikan, dan alam juga menjadi landasan bagi sebagian besar nilai estetika dan spiritual yang dipegang oleh banyak kebudayaan. Di Indonesia sendiri, keragaman ekosistem dari Sabang hingga Merauke menjadi tulang punggung pariwisata alam, perikanan, kehutanan, dan berbagai sektor ekonomi lainnya. Menjaga keanekaragaman ekosistem pada akhirnya bukan pilihan, melainkan keharusan bagi keberlangsungan hidup manusia itu sendiri.
Baca juga: 7 Macam Bioma Utama di Bumi, Ketahui Pengertian dan Cirinya
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Contoh Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem
Apa yang dimaksud dengan keanekaragaman hayati tingkat ekosistem?
Keanekaragaman hayati tingkat ekosistem adalah variasi sistem kehidupan yang terbentuk dari interaksi antara komunitas organisme (biotik) dan lingkungan fisik-kimia tempat mereka hidup (abiotik). Setiap ekosistem memiliki struktur, fungsi, dan keunikan tersendiri yang dibentuk oleh faktor-faktor seperti iklim, topografi, dan ketersediaan nutrisi. Keragaman ini mencakup perbedaan ekosistem mulai dari hutan hujan tropis, padang rumput, gurun, hingga ekosistem perairan seperti terumbu karang dan lahan basah.
Apa saja contoh keanekaragaman hayati tingkat ekosistem di Indonesia?
Indonesia memiliki beragam contoh keanekaragaman hayati tingkat ekosistem karena letaknya di garis khatulistiwa dan terdiri dari lebih dari 17.000 pulau. Beberapa contohnya meliputi ekosistem hutan hujan tropis di Kalimantan dan Sumatera, ekosistem sabana di Taman Nasional Baluran, ekosistem mangrove di pesisir utara Jawa, ekosistem terumbu karang di Raja Ampat, serta ekosistem rawa gambut di Kalimantan. Setiap ekosistem tersebut memiliki flora dan fauna khas yang saling bergantung satu sama lain.
Mengapa keanekaragaman hayati tingkat ekosistem penting untuk dilestarikan?
Keanekaragaman ekosistem penting karena setiap tipe ekosistem menyediakan jasa ekosistem yang vital bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya, mulai dari penyediaan oksigen, penyerapan karbon, penyaringan air bersih, hingga pengendalian banjir. Kehilangan suatu ekosistem dapat memicu efek domino yang mengancam spesies lain dan bahkan stabilitas ekonomi. Oleh karena itu, menjaga kelestarian ekosistem melalui konservasi in-situ maupun ex-situ menjadi tanggung jawab bersama demi keberlanjutan generasi mendatang.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516280/original/030213000_1782441717-WTKDqOtvfEcLfIb3w9pxE9YJhWOZCOXECaaPv4YB.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516230/original/028282800_1782441681-km3rvtixXfXUdCKof8CgrjeNpW8BDiLkiWPLGJe9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8472960/original/011760200_1782381658-9vqBwqX4a59MigvNEC3nV5MF9Hg3Ndj2VWjPYyHx.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516309/original/019103200_1782441743-kTHQNW30wLdLj36CHRlyfcON9h0qzf1ETl0rC3Pf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8396245/original/097674000_1782277287-ocpLPtRKdNPdmlTlEkrifEZHQpgs7RPl74pz3PA4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/994625/original/005148900_1442691401-Penurunan_Bendera_Hotel_Yamato.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516277/original/000800800_1782441716-YwElV78wISg99L3gMHLVEKbJoQEjT31wHsQYrmmJ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516253/original/066713300_1782441699-ziuMFG5nkPuUXSqBvqzyVr1jL0OLfpTGtVt0su4l.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516184/original/017434700_1782441646-V4pep2Oi2c7SFo1mkN7wxiW6vq0f8fNkxLpd5ywn.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516254/original/089030500_1782441700-JDLTczfsFxI2JY2rCbLkaRmMpXnm9vHXdjLbiy9n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516216/original/077409600_1782441661-klFenKaf8zla9WW64rGV3wvjg8UoEfHv5HdI9f1q.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3523373/original/068734600_1627444692-asean-4692563_1280_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516271/original/024616500_1782441713-3W3JsXJgkEaC7Bq3hB6macYz3i86t44FpS763RLk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8522911/original/065307300_1782451627-de109ca4-11b8-472b-8baf-0cb049b14ab5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516210/original/059996400_1782441657-zRzhPw0w2Ar4eoTEwq7w4dPHhDLa8ATHyV13HwMD.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8472952/original/083002300_1782381647-DAXMbjPMa9gaMriKVpehjA3dykOuLZFy9vVCcB3q.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502252/original/067153000_1770974707-upset-asian-couple-sit-couch-living-room.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4718309/original/030812500_1705464298-fresh-juicy-clementine-mandarins.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516288/original/096933200_1782441719-FbdLq7RWFiaMjN6OLaOmJZ2pbNs8IiJk2QfdCq0S.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516192/original/037151000_1782441650-JvkjyJzaHrdD7xlQTzyTYIA1NTGz9BNViDnIJkFm.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533446/original/043365700_1773737304-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530617/original/099175500_1773466166-mud1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539244/original/040883000_1774594881-rumah_minimalis_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522319/original/072750000_1772755216-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522345/original/079886200_1772757830-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4401674/original/056918100_1681909694-20230419-Mudik-Jalur-Pantura-Angga-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1045202/original/018183200_1446724420-151105-THR-PNS-Grafis-Abdillah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521841/original/047869500_1772701578-open_space_3a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3987911/original/095414600_1649311271-jeppe-vadgaard-PnFgNgCkBXY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528599/original/064914600_1773288962-Ashera_Dress_Sq1_1770721983416.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522260/original/039984700_1772750807-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522506/original/039967800_1772767694-Teras_rumah_subsidi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522537/original/050337400_1772768376-Model_Rambut_Pendek_Wanita_Cina.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522634/original/031632000_1772771522-Gemini_Generated_Image_68hqe168hqe168hq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522514/original/063562100_1772767710-marlon-soares-NDe1cA_jb_4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524816/original/031467100_1773012780-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478554/original/057404800_1768904586-Beternak_Jangkrik_Pakan_Ternak.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508983/original/035798900_1771646536-desain_kebun_sayur__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534966/original/037393500_1773906231-Rak_Susun_Minimalis_di_Sudut_Teras.jpg)