Cara Sholat Taubat: Niat, Tata Cara, dan Doa Mustajab

21 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta Dalam kehidupan sehari-hari, setiap muslim pasti pernah melakukan kesalahan atau dosa. Ketika kesadaran akan kesalahan tersebut muncul, cara sholat taubat menjadi salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk memohon ampunan kepada Allah SWT. Memahami cara sholat taubat yang benar merupakan kunci untuk mendapatkan pengampunan Ilahi dan kembali ke jalan yang diridhai-Nya.

Cara sholat taubat bukan hanya sekadar gerakan fisik, tetapi juga refleksi mendalam dari penyesalan hati dan komitmen untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Rasulullah SAW telah mengajarkan umatnya bahwa cara sholat taubat merupakan jalan terbaik untuk meraih pengampunan dari Allah SWT, di samping istighfar dan amal kebaikan lainnya.

Berikut ini telah Liputan6.com rangkum secara komprehensif mengenai tata cara, dalil-dalil, waktu pelaksanaan, serta doa-doa yang berkaitan dengan sholat taubat. Dengan memahami panduan ini, diharapkan setiap muslim dapat melaksanakan ibadah taubat dengan penuh keyakinan dan keikhlasan.

Pengertian dan Hukum Sholat Taubat

Sholat taubat adalah ibadah sunnah yang dilakukan sebagai wujud penyesalan dan permohonan ampun kepada Allah SWT atas segala dosa yang telah diperbuat. Ibadah ini mencerminkan penyesalan yang tulus serta keinginan kuat untuk meninggalkan perbuatan dosa dan kembali kepada jalan yang diridhai Allah SWT. Dalam pandangan syariat Islam, taubat bermakna penyesalan mendalam yang disertai dengan niat kuat untuk memperbaiki diri dan meninggalkan perbuatan maksiat.

Menurut Imam An-Nawawi, "Hukum taubat adalah wajib bagi setiap hamba yang berdosa." Hal ini menunjukkan betapa pentingnya taubat dalam kehidupan seorang muslim. Sholat taubat menjadi salah satu sarana terbaik untuk mewujudkan taubat yang sesungguhnya karena menggabungkan aspek fisik dan spiritual dalam satu kesatuan ibadah. Adapun hukum sholat taubat sendiri adalah sunnah.

Tidaklah seorang hamba yang melakukan dosa, lalu dia bersuci dengan baik, kemudian berdiri dan sholat dua rakaat, setelah itu memohon ampunan kepada Allah, melainkan Allah akan memberikan ampunan kepadanya.[ HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ahmad, dan Ibnu Majah]

Niat Sholat Taubat

Membaca niat sebelum melaksanakan sholat taubat merupakan syarat wajib yang tidak boleh diabaikan. Berdasarkan hadits Rasulullah SAW, "Sesungguhnya amal itu bergantung pada niatnya dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang diniatkannya." Niat yang benar akan menentukan kualitas dan diterimanya ibadah sholat taubat.

Oleh karena itu, setiap muslim harus memahami bacaan niat yang tepat sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Berikut adalah bacaan niat sholat taubat yang dapat dilafalkan:

أُصَلِّى سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ ِللهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli sunnatat taubati rak'ataini lillaahi ta'aalaa

Artinya: "Aku niat sholat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta'ala"

Tata Cara Pelaksanaan Sholat Taubat

Sholat taubat dapat dilaksanakan dengan jumlah rakaat minimal dua rakaat dan maksimal enam rakaat, di mana setiap dua rakaat diakhiri dengan satu kali salam. Sholat taubat harus dikerjakan secara perorangan (munfarid) dan tidak boleh berjamaah, karena ini adalah ibadah yang bersifat personal antara hamba dengan Tuhannya. Pelaksanaan sholat taubat mengikuti tata cara yang sama dengan sholat sunnah lainnya, namun dengan penekanan khusus pada aspek khusyuk dan penyesalan yang mendalam.

Setelah selesai sholat, sangat dianjurkan untuk duduk dengan tenang sambil meresapi makna taubat dan memperbanyak dzikir serta istighfar. Berikut adalah langkah-langkah pelaksanaan sholat taubat secara berurutan:

  • Membaca niat sholat taubat dua rakaat.
  • Takbiratul ihram dengan mengangkat kedua tangan.
  • Membaca doa iftitah (sunnah).
  • Membaca surah Al-Fatihah dengan tartil.
  • Membaca surah pendek dari Al-Qur'an.
  • Rukuk dengan tuma'ninah.
  • I'tidal (bangkit dari rukuk).
  • Sujud pertama dengan khusyuk.
  • Duduk di antara dua sujud.
  • Sujud kedua.
  • Bangkit untuk rakaat kedua (mengulangi langkah 4-10).
  • Tasyahud akhir.
  • Salam (mengakhiri sholat).
  • Membaca istighfar dan doa taubat.

Doa Setelah Sholat Taubat

Setelah menyelesaikan sholat taubat, disunnahkan untuk membaca istighfar sebagai manifestasi konkret dari permohonan ampun. Membaca doa dengan penuh penghayatan dan penyesalan akan memperkuat ikatan spiritual dengan Allah SWT. Doa ini hendaknya dibaca dengan hati yang tunduk dan jiwa yang merendah di hadapan kebesaran Allah.

Berikut adalah doa istighfar utama yang sangat dianjurkan untuk dibaca setelah sholat taubat, sebagai bentuk permohonan ampunan yang tulus:

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لَا يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَلَا مَوْتًا وَلَا حَيَاةً وَلَا نُشُورًا

Latin: Astaghfirullaahal azhiimal-ladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaihi taubata 'abdin zhaalimin laa yamliku li nafsihi dharran wa laa naf'an wa laa mautan wa laa hayaatan wa laa nusyuuran

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan kecuali Dia yang Maha Hidup lagi Maha Tegak, aku bertaubat kepada-Nya selaku taubatnya seorang hamba yang telah berbuat kezaliman, yang tiada lagi mempunyai untuk dirinya sendiri madharat ataupun manfaat, mati, hidup ataupun kebangkitan dari kematian nanti."

Waktu Pelaksanaan Sholat Taubat

Sholat taubat memiliki fleksibilitas waktu yang luas dan dapat dilakukan kapan saja ketika seseorang menyadari telah melakukan kesalahan. Namun, terdapat waktu-waktu tertentu yang lebih diutamakan, seperti pada sepertiga malam terakhir, di mana Allah SWT turun ke langit dunia untuk mengabulkan doa hamba-Nya. Selain itu, sholat taubat juga sangat baik dilakukan segera setelah menyadari kesalahan yang diperbuat.

Meskipun demikian, ada waktu-waktu yang dilarang untuk sholat sunnah, termasuk sholat taubat, kecuali jika sholat tersebut memiliki sebab yang mendahului atau menyertainya. Dalil tentang waktu utama ini disebutkan dalam hadits berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ Latin: Yanzilu rabbunaa tabaaraka wa ta'aalaa kulla lailatin ilaa samaa'id dunyaa hiina yabqaa tsuluts ul-laili al-aakhiru yaquulu: man yad'uunii fa astajibu lahu, man yas'alunii fa u'thiihi, man yastaghfirunii fa aghfiru lahu Artinya: "Tuhan kami Tabaaraka wa Ta'aalaa turun setiap malam ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam yang akhir, Dia berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku beri, siapa yang mohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni."

Syarat Agar Taubat Diterima Allah SWT

Agar taubat yang dilakukan benar-benar diterima oleh Allah SWT, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi. Syarat pertama dan utama adalah keikhlasan, di mana taubat harus dilakukan semata-mata untuk mengharapkan ridha Allah SWT, bukan karena paksaan atau tujuan duniawi lainnya.

Selain keikhlasan, taubat yang diterima harus memenuhi syarat-syarat lain seperti berhenti sepenuhnya dari perbuatan maksiat, merasakan penyesalan mendalam atas dosa yang telah diperbuat, memiliki tekad kuat untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa mendatang, dan mengembalikan hak orang lain jika taubat berkaitan dengan kezaliman terhadap sesama. Firman Allah SWT dalam Al-Qur'an menegaskan pentingnya taubat yang tulus:

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ Latin: Walladziina idzaa fa'aluu faahisyatan au zhalamuu anfusahum dzakarullaaha fastaghfaruu li dzunuubihim wa man yaghfirudz dzunuuba illallaahu wa lam yushirruu 'alaa maa fa'aluu wa hum ya'lamuun Artinya: "Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosanya dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui."[ QS. Ali 'Imran Ayat ke-135 ]

Sumber:

  • Tuntunan dan Mukjizat Segala Jenis Sholat Sunnah - Amrin Ra'uf
  • Al-Baqiyatus Shalihat - Rabi' Abdur Rauf Az-Zawawi (terjemahan Masturi Ilham)
  • Buku Panduan Sholat Lengkap - Saiful Hadi El Sutha
  • Panduan Shalat Rasulullah - Imam Abu Wafa
  • Rahasia Kedahsyatan Sholat Sunah Setahun Penuh - M. Kamaluddin
  • Sahih Bukhari dan Sahih Muslim
  • Sunan Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah
  • Al-Qur'an Surah Ali Imran ayat 135 

Questions & Answers (Q&A) Seputar Sholat Taubat

Q: Apakah sholat taubat harus dilakukan langsung setelah berbuat dosa?

A: Ya, sangat dianjurkan untuk segera melakukan sholat taubat setelah menyadari telah berbuat dosa. Sebagaimana kata Ibnu Taimiyah RA: "Sholat taubat dilakukan ketika seseorang melakukan kesalahan, maka taubat itu wajib disegerakan dan ia dianjurkan melakukan sholat dua rakaat kemudian bertaubat." Namun jika dalam keadaan darurat atau tidak memungkinkan, dapat dilakukan pada waktu yang tepat dengan tetap mempertahankan rasa penyesalan dan tekad untuk bertaubat.

Q: Berapa kali sholat taubat harus dilakukan untuk satu jenis dosa?

A: Tidak ada batasan khusus dalam jumlah pelaksanaan sholat taubat. Yang terpenting adalah keikhlasan dan kesungguhan dalam bertaubat. Jika masih merasa perlu memperdalam taubat atau belum merasa lega, boleh diulang berkali-kali. Namun yang perlu diingat adalah jangan sampai berlebihan hingga menimbulkan keraguan (waswas) terhadap penerimaan taubat dari Allah SWT.

Q: Apakah boleh melakukan sholat taubat secara berjamaah?

A: Berdasarkan referensi dari "Panduan Shalat Rasulullah" karya Imam Abu Wafa, sholat taubat hanya dapat dilakukan secara perorangan (munfarid) dan tidak boleh berjamaah. Hal ini karena taubat merupakan urusan pribadi antara hamba dengan Tuhannya yang memerlukan introspeksi dan penyesalan yang mendalam.

Q: Bagaimana jika lupa membaca doa setelah sholat taubat?

A: Membaca doa dan istighfar setelah sholat taubat adalah sunnah yang sangat dianjurkan, bukan rukun yang wajib. Jika lupa, tidak membatalkan sholat taubat yang telah dilakukan. Namun, istighfar dan doa dapat dibaca kapan saja setelah itu, karena esensi taubat adalah penyesalan dan permohonan ampun yang kontinyu kepada Allah SWT.

Q: Apakah sholat taubat bisa menggugurkan kewajiban sholat fardhu yang tertinggal?

A: Tidak, sholat taubat tidak dapat menggantikan kewajiban sholat fardhu yang tertinggal (qadha). Sholat qadha harus tetap dilaksanakan secara terpisah. Namun, sholat taubat dapat menjadi wasilah untuk memohon ampun atas kelalaian meninggalkan sholat fardhu, dan diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam melaksanakan qadha sholat.

Q: Haruskah mengucapkan dosa secara spesifik saat melakukan sholat taubat?

A: Tidak perlu dan tidak dianjurkan untuk menyebutkan dosa secara detail dalam doa. Cukup dengan mengakui secara umum bahwa telah berbuat kesalahan dan memohon ampun. Bahkan dalam beberapa kasus, menyebut dosa secara spesifik dapat menimbulkan rasa malu yang berlebihan atau justru memperkuat ingatan negatif terhadap perbuatan tersebut.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |