Liputan6.com, Jakarta - Bau apek pada pakaian sering kali muncul tanpa disadari, terutama ketika pakaian terlalu lama disimpan di lemari, tidak benar-benar kering saat dijemur, atau berada di ruangan dengan sirkulasi udara yang kurang baik. Masalah ini kerap membuat pakaian yang sebenarnya masih bersih menjadi tidak nyaman dipakai, bahkan bisa menurunkan rasa percaya diri karena aroma tidak sedap yang menempel di kain sulit dihilangkan hanya dengan disemprot parfum biasa.
Untungnya, ada banyak cara praktis yang bisa dilakukan untuk menghilangkan bau apek pada pakaian tanpa harus mencuci ulang, sehingga kamu bisa menghemat waktu, air, dan tenaga. Dengan memanfaatkan udara, bahan dapur sederhana, hingga teknik tertentu yang aman untuk serat kain, pakaian bisa kembali segar, nyaman dipakai, dan tidak mudah bau lagi meskipun sebelumnya tersimpan lama di lemari atau terkena kelembapan berlebih.
1. Mengangin-anginkan Pakaian di Ruang Terbuka
Mengangin-anginkan pakaian merupakan cara paling sederhana namun sangat efektif untuk menghilangkan bau apek tanpa perlu mencuci ulang, karena udara segar mampu membantu menguapkan sisa kelembapan yang menjadi penyebab utama munculnya aroma tidak sedap pada serat kain. Dengan menjemur pakaian di tempat terbuka yang memiliki aliran udara baik, bakteri penyebab bau akan berkurang secara alami tanpa harus menggunakan bahan kimia tambahan.
Agar hasilnya maksimal, pakaian sebaiknya digantung di area yang terkena cahaya matahari tidak langsung, seperti teras rumah, dekat jendela, atau balkon yang memiliki sirkulasi udara lancar. Posisi ini membuat udara terus bergerak di antara serat kain sehingga bau apek perlahan keluar dan digantikan oleh aroma segar dari udara sekitar, tanpa risiko warna pakaian cepat pudar akibat sinar matahari langsung yang terlalu kuat.
Selain itu, membalik bagian dalam pakaian saat diangin-anginkan juga sangat dianjurkan, karena bau biasanya lebih banyak menempel di sisi dalam yang bersentuhan langsung dengan tubuh. Dengan cara ini, udara bisa langsung mengenai bagian kain yang paling lembap dan berminyak, sehingga pakaian akan kembali segar, ringan, dan nyaman dipakai meskipun tidak melalui proses pencucian ulang.
2. Menyemprot Campuran Air dan Cuka
Campuran air dan cuka putih menjadi solusi alami yang cukup populer untuk menghilangkan bau apek pada pakaian tanpa dicuci ulang, karena sifat asam pada cuka mampu menetralkan bakteri serta jamur penyebab aroma tidak sedap. Ketika disemprotkan tipis ke permukaan kain, larutan ini bekerja langsung pada sumber bau tanpa merusak tekstur serat pakaian.
Cara penggunaannya cukup mudah, yaitu mencampurkan satu gelas air dengan dua hingga tiga sendok makan cuka putih, lalu memasukkannya ke dalam botol semprot. Semprotkan secara ringan ke area pakaian yang berbau, terutama bagian ketiak, kerah, atau lipatan kain, kemudian biarkan selama beberapa menit agar larutan meresap dan bekerja menghilangkan mikroorganisme penyebab bau.
Setelah itu, pakaian cukup diangin-anginkan hingga benar-benar kering, dan aroma cuka akan hilang dengan sendirinya seiring menguapnya cairan. Hasil akhirnya, pakaian terasa lebih segar, tidak menyengat, dan tetap aman dipakai karena cuka tidak meninggalkan residu berbahaya selama digunakan dalam takaran yang tepat dan tidak berlebihan.
3. Menggunakan Baking Soda sebagai Penyerap Bau
Baking soda dikenal sebagai bahan dapur serbaguna yang juga sangat efektif untuk menyerap bau apek pada pakaian tanpa perlu mencucinya kembali. Kandungan alkali di dalam baking soda membantu menyeimbangkan pH kain dan menyerap aroma tidak sedap yang terjebak di serat pakaian akibat kelembapan atau penyimpanan yang terlalu lama.
Penggunaannya bisa dilakukan dengan cara menaburkan baking soda tipis-tipis pada area pakaian yang berbau, lalu membiarkannya selama 30 hingga 60 menit agar partikel baking soda bekerja maksimal menyerap sumber bau. Untuk pakaian yang cukup tebal seperti jaket atau sweater, waktu pendiaman bisa diperpanjang agar hasilnya lebih terasa.
Setelah proses tersebut selesai, pakaian tinggal dikibaskan atau disikat secara halus untuk membersihkan sisa baking soda yang menempel. Dengan cara ini, pakaian akan terasa lebih ringan, tidak lembap, dan aromanya kembali netral tanpa perlu proses pencucian ulang yang memakan waktu dan tenaga.
4. Memanfaatkan Uap dari Setrika atau Shower
Uap panas merupakan salah satu metode efektif untuk menghilangkan bau apek pada pakaian karena suhu tinggi mampu membunuh bakteri serta jamur yang menjadi penyebab utama aroma tidak sedap. Metode ini sangat cocok digunakan ketika pakaian harus segera dipakai tetapi terlanjur berbau akibat penyimpanan atau kondisi ruangan yang lembap.
Kamu bisa menggantung pakaian di kamar mandi saat mandi air hangat, sehingga uap dari shower akan mengenai permukaan kain secara perlahan. Uap tersebut akan membuka pori-pori serat kain dan membantu mengeluarkan bau yang terjebak di dalamnya, tanpa membuat pakaian menjadi terlalu basah seperti saat dicuci.
Alternatif lainnya adalah menggunakan setrika uap dengan suhu yang sesuai jenis kain, lalu mengarahkan uap ke bagian yang berbau. Selain membuat pakaian lebih rapi, metode ini juga membantu mengurangi aroma apek, sehingga pakaian kembali segar, bersih, dan nyaman dikenakan tanpa perlu melalui proses pencucian ulang.
5. Menyemprot Parfum Kain atau Alkohol
Parfum khusus kain atau alkohol 70 persen bisa menjadi solusi cepat untuk mengatasi bau apek pada pakaian tanpa dicuci ulang, terutama ketika kamu membutuhkan hasil instan sebelum keluar rumah. Alkohol bekerja dengan cara membunuh bakteri penyebab bau sekaligus membantu menguapkan aroma tidak sedap yang menempel di serat kain.
Cara penggunaannya cukup dengan menyemprotkan secara tipis pada area yang berbau, seperti bagian ketiak, kerah, atau lipatan kain, lalu membiarkannya mengering secara alami. Penggunaan yang terlalu banyak sebaiknya dihindari karena bisa membuat kain lembap kembali atau meninggalkan bekas pada jenis bahan tertentu.
Setelah kering, aroma apek akan berkurang dan digantikan dengan wangi ringan yang lebih segar. Metode ini cocok digunakan sebagai solusi darurat, namun tetap perlu dikombinasikan dengan penyimpanan pakaian yang baik agar bau tidak kembali muncul dalam waktu singkat.
6. Menyimpan Pakaian di Freezer Sementara
Menyimpan pakaian di freezer mungkin terdengar tidak biasa, tetapi cara ini cukup efektif untuk menghilangkan bau apek tanpa mencuci ulang. Suhu dingin ekstrem mampu menghentikan aktivitas bakteri dan jamur yang berkembang di serat kain, sehingga sumber bau bisa dikurangi secara signifikan.
Caranya, masukkan pakaian ke dalam plastik bersih atau kantong zip, lalu simpan di freezer selama dua hingga empat jam. Pastikan pakaian tidak bercampur langsung dengan makanan agar tetap higienis dan tidak menyerap aroma lain yang justru bisa menambah masalah baru.
Setelah dikeluarkan, biarkan pakaian berada di suhu ruang dan angin-anginkan sebentar sebelum dipakai. Dengan metode ini, pakaian akan terasa lebih segar, tidak apek, dan tetap nyaman meskipun tidak melalui proses pencucian ulang seperti biasanya.
7. Menjaga Lemari dengan Penyerap Bau Alami
Menghilangkan bau apek tidak hanya dilakukan pada pakaian, tetapi juga pada tempat penyimpanannya, karena lemari yang lembap sering menjadi sumber utama munculnya aroma tidak sedap. Dengan menambahkan penyerap bau alami di dalam lemari, pakaian akan lebih awet segar dan tidak mudah apek meskipun disimpan lama.
Beberapa bahan yang bisa digunakan antara lain arang aktif, kopi bubuk, silica gel, kapur barus, atau sabun batang yang diletakkan di sudut lemari. Bahan-bahan ini berfungsi menyerap kelembapan dan menetralisir bau sehingga udara di dalam lemari tetap kering dan segar.
Selain itu, rutin membuka lemari agar ada sirkulasi udara juga sangat penting, karena udara yang bergerak akan mencegah jamur berkembang di serat kain. Dengan kombinasi perawatan pakaian dan lemari, risiko bau apek akan jauh berkurang tanpa perlu sering mencuci ulang pakaian yang sebenarnya masih bersih.
Penyebab Bau Apek pada Pakaian
Pakaian Disimpan Saat Masih Lembap
Salah satu penyebab paling umum munculnya bau apek pada pakaian adalah kebiasaan menyimpan baju yang sebenarnya belum benar-benar kering, karena sisa air yang tertinggal di serat kain akan menciptakan lingkungan lembap yang sangat disukai bakteri dan jamur. Ketika mikroorganisme ini berkembang, mereka menghasilkan senyawa penyebab aroma pengap yang lama-kelamaan semakin kuat meskipun pakaian terlihat bersih dari luar.
Sirkulasi Udara Lemari yang Buruk
Lemari yang terlalu rapat, jarang dibuka, dan tidak memiliki aliran udara membuat pakaian tidak bisa “bernapas”, sehingga kelembapan serta sisa aroma dari tubuh akan terperangkap di dalam serat kain. Kondisi ini menyebabkan udara di dalam lemari menjadi pengap, lalu bereaksi dengan minyak alami pada pakaian dan akhirnya memunculkan bau apek yang menyebar ke seluruh isi lemari secara perlahan.
Mencampur Pakaian Bersih dengan yang Sudah Berbau
Sering kali tanpa disadari, pakaian yang tampak bersih namun sebenarnya sudah mulai lembap atau beraroma ringan dicampur dengan pakaian lain di dalam lemari, sehingga bau tersebut menular dengan cepat. Aroma apek akan berpindah melalui udara dan kontak antar kain, membuat satu pakaian yang bermasalah berubah menjadi sumber bau untuk seluruh koleksi pakaian yang tersimpan.
Kelembapan Ruangan yang Tinggi
Ruangan dengan tingkat kelembapan tinggi, seperti kamar tanpa ventilasi baik atau rumah di area minim cahaya matahari, sangat mempengaruhi kondisi pakaian di dalam lemari. Udara yang terlalu basah membuat serat kain mudah menyerap uap air, sehingga meskipun pakaian sudah kering saat disimpan, lama-kelamaan tetap bisa berubah menjadi lembap dan menimbulkan bau pengap yang tidak nyaman.
Jarang Membersihkan Lemari dan Area Penyimpanan
Debu, jamur, serta sisa kotoran di dalam lemari yang jarang dibersihkan juga bisa menjadi sumber utama bau apek pada pakaian, karena partikel tersebut menempel ke kain selama proses penyimpanan. Ketika lemari tidak pernah dilap atau diangin-anginkan, aroma pengap akan terus menumpuk dan akhirnya menempel ke pakaian meskipun pakaian tersebut sebenarnya baru atau jarang dipakai.
Pertanyaan dan Jawaban
Q: Apa penyebab utama bau apek pada pakaian?
A: Biasanya karena pakaian masih lembap, lemari kurang ventilasi, dan adanya bakteri atau jamur.
Q: Apakah bau apek bisa hilang tanpa dicuci?
A: Bisa, dengan cara mengangin-anginkan, menggunakan baking soda, uap panas, atau cuka.
Q: Apakah parfum biasa cukup menghilangkan bau apek?
A: Parfum hanya menutupi, bukan menghilangkan sumber bau, sehingga perlu metode lain.
Q: Berapa lama pakaian diangin-anginkan agar bau hilang?
A: Umumnya 1–3 jam di tempat bersirkulasi udara baik sudah cukup membantu.
Q: Bagaimana mencegah bau apek muncul kembali?
A: Pastikan pakaian benar-benar kering, gunakan penyerap kelembapan di lemari, dan jaga sirkulasi udara.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485860/original/053757800_1769566760-Perbedaan_Dasar__Bentuk__Ukuran__dan_Warna_Rimpang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4498907/original/049961000_1689082040-jackfruit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466763/original/034521300_1767854504-a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485891/original/059160700_1769568061-Genjah_Kuning_Bali__dok._Direktorat_Jenderal_Perkebunan_Kementerian_Pertanian_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3582327/original/031152200_1632480368-pexels-any-lane-5945935.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483660/original/074530000_1769400580-ChatGPT_Image_26_Jan_2026__11.09.13.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485812/original/013381600_1769562316-Memberi_makan_ikan_dengan_Kulit_Labu_dan_Wortel_yang_sudah_direbus_dihaluskan__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483063/original/073797000_1769324216-unnamed__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485439/original/031520600_1769506679-Bunga_Kembang_Sepatu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485198/original/062112800_1769497825-Jenis_Tanaman_Buah_dan_Hias_yang_Cocok_Digabung_di_Kebun_Pekarangan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485168/original/079416500_1769496493-benih_durian_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5000448/original/066728300_1731307121-WhatsApp_Image_2024-11-09_at_18.51.12.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484988/original/051993300_1769491181-Untitled_design__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5147068/original/060403700_1740917688-20250302-Pasar_Benhil-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1243748/original/005258200_1464093474-duren.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485394/original/063929600_1769505654-Gemini_Generated_Image_gyupyigyupyigyup_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485380/original/098773200_1769505225-wetfood.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485519/original/025563700_1769510053-kebun_rumah_dengan_kombinasi_pohon_buah_dan_tanaman_hias_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485348/original/055676200_1769503980-Gemini_Generated_Image_ykbuwykbuwykbuwy_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485251/original/079951900_1769500266-ide_jualan.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417414/original/006322500_1763533451-rumah_dengan_taman_mini_indoor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392456/original/072528800_1761462722-1ec9a55c-db5f-4db5-8a13-c4a1e142a72c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369979/original/012546600_1759483882-Desain_Warung_Prasmanan_di_Teras_Rumah_dengan_Etalase_Kaca_Panjang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370177/original/097505600_1759493505-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4606463/original/068658200_1696995206-super-snapper-UFrd8csYr1w-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380999/original/059576800_1760443306-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392481/original/002202300_1761464251-0a24cefe-c9c7-4c9c-b982-df981b47fba8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387537/original/059762400_1761048814-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370453/original/077941700_1759553265-Desain_Warung_Ayam_Geprek.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5372377/original/081263700_1759741132-Gemini_Generated_Image_3rwlnh3rwlnh3rwl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382617/original/073885900_1760596152-ilustrasi_berdoa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5297066/original/050946000_1753669763-Gemini_Generated_Image_4l859a4l859a4l85.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380866/original/098606000_1760436484-booth_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371339/original/016449100_1759647497-Gemini_Generated_Image_2p04kw2p04kw2p04.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370757/original/097747800_1759568781-1.jpg)