Liputan6.com, Jakarta - Masalah bau pada kolam ikan lele sering menjadi keluhan utama pembudidaya, terutama jika kolam berada di sekitar rumah. Karena itu, memahami cara agar air kolam lele tidak bau sangat penting agar budidaya tetap nyaman dan tidak mengganggu lingkungan.
Bau menyengat biasanya berasal dari akumulasi amonia, sisa pakan, serta kotoran ikan yang tidak terurai dengan baik.
Jika pengelolaan kolam dilakukan secara konsisten, bau sebenarnya bisa dicegah tanpa harus sering menguras air. Berikut beberapa langkah praktis yang sudah dirangkum Liputan6.com, Rabu (28/1/2026) dan dapat Anda terapkan untuk menjaga kualitas air kolam tetap sehat dan tidak berbau.
1. Pastikan Aerasi Memadai
Aerasi berfungsi menjaga kadar oksigen terlarut agar tetap stabil di dalam kolam. Untuk kolam lele, aerator sebaiknya memiliki daya minimal 2–4 watt per meter kubik air, tergantung kepadatan ikan. Jika kepadatan tinggi, penggunaan aerator ganda sangat disarankan agar distribusi oksigen merata hingga dasar kolam.
Aerasi yang baik membantu mencegah terbentuknya gas amonia dan hidrogen sulfida di dasar kolam. Aerator idealnya dinyalakan selama 24 jam, terutama malam hari saat fitoplankton tidak berfotosintesis.
Selang aerasi juga perlu dicek rutin agar tidak tersumbat lumut. Dengan aerasi stabil, cara agar air kolam lele tidak bau dapat diterapkan secara konsisten.
2. Gunakan Bakteri Starter
Bakteri starter berperan penting dalam mengurai sisa pakan dan kotoran ikan menjadi senyawa yang lebih aman. Dosis umum berkisar 5–10 ml per meter kubik air dan diaplikasikan setiap 7–10 hari sekali. Pada kolam baru, dosis awal dapat ditingkatkan agar proses adaptasi mikroba berjalan lebih cepat.
Aplikasi sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari agar bakteri tidak mati akibat suhu tinggi. Air kolam sebaiknya tidak diganti selama 24 jam setelah aplikasi. Dengan bakteri yang aktif, proses penguraian berjalan optimal sehingga bau lumpur dan amonia dapat ditekan dalam jangka panjang.
Laman Healthy Ponds juga menyebutkan bahwa bakteri bisa memfiltasi bahan kimia keras dan zat-zat penyebab bau kolam lele.
3. Jangan Beri Pakan Berlebih
Pemberian pakan berlebih merupakan penyebab utama air kolam cepat bau. Idealnya, pakan diberikan 2–3 kali sehari dengan jumlah sekitar 3–5 persen dari total bobot ikan. Penyesuaian pakan juga perlu dilakukan saat cuaca mendung karena nafsu makan ikan biasanya menurun.
Pakan harus habis dalam waktu maksimal 5 menit setelah ditebar. Jika masih tersisa, sisa pakan wajib disifon atau dikurangi pada pemberian berikutnya.
Penumpukan pakan di dasar kolam akan membusuk dan menghasilkan amonia. Manajemen pakan yang tepat sangat berpengaruh pada cara agar air kolam lele tidak bau secara alami.
4. Manfaatkan Tanaman Air
Tanaman air seperti eceng gondok, kiambang, selada air, atau kangkung air dapat berfungsi sebagai filter alami. Tanaman ini menyerap nitrat, fosfat, dan zat organik berlebih yang menjadi sumber bau kolam.
Idealnya tanaman menutupi sekitar 20–30 persen permukaan agar tidak menghambat cahaya matahari.
Tanaman air juga membantu menstabilkan suhu dan menyediakan area teduh bagi ikan. Namun, daun yang menguning harus segera dibuang agar tidak membusuk. Jika dirawat rutin, tanaman air mampu menjaga kualitas air tetap segar dan mengurangi bau secara signifikan.
5. Pastikan Filtrasi Bekerja Baik
Sistem filtrasi berfungsi menyaring kotoran dan menjaga kualitas air tetap stabil. Filter mekanis menyaring sisa pakan dan kotoran kasar, sedangkan filter biologis membantu menguraikan zat beracun. Kapasitas filter idealnya mampu memutar seluruh volume air kolam minimal dua hingga tiga kali per jam.
Media filter seperti busa, zeolit, arang aktif, atau bioball perlu dibersihkan setiap 1–2 minggu. Jangan membersihkan semua media sekaligus agar bakteri baik tidak hilang. Filtrasi yang optimal sangat penting dalam menjaga air kolam lele tidak bau, terutama pada sistem kolam intensif.
6. Bersihkan Kolam Secara Berkala
Pembersihan kolam tidak selalu berarti menguras air sepenuhnya. Endapan lumpur di dasar kolam sebaiknya disedot setiap 2–3 minggu sekali menggunakan selang atau pompa kecil. Area sudut kolam perlu mendapat perhatian khusus karena sering menjadi tempat penumpukan kotoran.
Jika diperlukan, lakukan penggantian air sebanyak 10–20 persen saja. Air pengganti sebaiknya diendapkan terlebih dahulu agar bebas klorin. Dengan pembersihan terjadwal, kualitas air lebih stabil dan bau menyengat dapat dicegah tanpa mengganggu pertumbuhan ikan.
7. Pastikan Jumlah Ikan Tidak Terlalu Banyak
Kepadatan ikan sangat memengaruhi kualitas air. Untuk kolam terpal atau beton, kepadatan ideal berkisar 100–150 ekor per meter persegi untuk benih kecil. Setelah ikan berukuran konsumsi, kepadatan sebaiknya dikurangi melalui sortir bertahap.
Kolam yang terlalu padat membuat oksigen cepat habis dan kotoran meningkat drastis. Hal ini memicu bau serta stres pada ikan. Dengan kepadatan ideal, sirkulasi air lebih baik dan penerapan cara agar air kolam lele tidak bau menjadi jauh lebih efektif.
8. Gunakan Probiotik atau Suplemen Pengikat Amonia
Selain bakteri starter, probiotik khusus kolam lele atau suplemen pengikat amonia dapat membantu menekan bau air secara cepat. Produk ini bekerja dengan mengikat amonia bebas dan menurunkannya menjadi bentuk yang lebih aman bagi ikan. Dosis umumnya sekitar 1–2 gram atau 5 ml per meter kubik air, tergantung konsentrasi produk.
Aplikasi probiotik bisa dilakukan setiap 7 hari sekali, terutama setelah hujan deras atau saat air mulai berbau. Probiotik juga membantu menyeimbangkan mikroorganisme di kolam sehingga proses pembusukan dapat ditekan. Dengan penggunaan rutin, kualitas air lebih stabil dan cara agar air kolam lele tidak bau dapat diterapkan tanpa sering mengganti air.
People Also Ask (PAA)
Kenapa air kolam lele bau?
Air kolam lele bau biasanya disebabkan oleh penumpukan sisa pakan, kotoran ikan, dan bangkai mikroorganisme yang membusuk di dasar kolam. Proses pembusukan ini menghasilkan amonia dan gas hidrogen sulfida yang berbau menyengat.
Kapan sebaiknya air kolam lele diganti?
Penggantian air kolam lele sebaiknya dilakukan secara bertahap, bukan dikuras total. Umumnya, air diganti sekitar 10–30 persen setiap 1–2 minggu, tergantung kepadatan ikan dan kondisi air.
Apakah kolam lele boleh dikasih garam?
Kolam lele boleh diberi garam dengan dosis yang tepat. Garam berfungsi membantu menekan pertumbuhan bakteri patogen, jamur, serta mengurangi stres pada ikan. Dosis yang umum digunakan sekitar 150–250 gram garam kasar per meter kubik air, dan tidak diberikan terlalu sering agar tidak mengganggu keseimbangan mikroorganisme kolam.
Apa jenis terpal yang paling bagus untuk kolam lele?
Jenis terpal yang paling bagus untuk kolam lele adalah terpal PVC atau terpal A5 dan A8 yang tebal serta kuat.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485860/original/053757800_1769566760-Perbedaan_Dasar__Bentuk__Ukuran__dan_Warna_Rimpang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4498907/original/049961000_1689082040-jackfruit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485891/original/059160700_1769568061-Genjah_Kuning_Bali__dok._Direktorat_Jenderal_Perkebunan_Kementerian_Pertanian_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485889/original/029557800_1769568052-Gemini_Generated_Image_qw1jh7qw1jh7qw1j.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3582327/original/031152200_1632480368-pexels-any-lane-5945935.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483660/original/074530000_1769400580-ChatGPT_Image_26_Jan_2026__11.09.13.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485812/original/013381600_1769562316-Memberi_makan_ikan_dengan_Kulit_Labu_dan_Wortel_yang_sudah_direbus_dihaluskan__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483063/original/073797000_1769324216-unnamed__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485439/original/031520600_1769506679-Bunga_Kembang_Sepatu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485198/original/062112800_1769497825-Jenis_Tanaman_Buah_dan_Hias_yang_Cocok_Digabung_di_Kebun_Pekarangan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485168/original/079416500_1769496493-benih_durian_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5000448/original/066728300_1731307121-WhatsApp_Image_2024-11-09_at_18.51.12.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484988/original/051993300_1769491181-Untitled_design__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5147068/original/060403700_1740917688-20250302-Pasar_Benhil-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1243748/original/005258200_1464093474-duren.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485394/original/063929600_1769505654-Gemini_Generated_Image_gyupyigyupyigyup_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485380/original/098773200_1769505225-wetfood.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485519/original/025563700_1769510053-kebun_rumah_dengan_kombinasi_pohon_buah_dan_tanaman_hias_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485348/original/055676200_1769503980-Gemini_Generated_Image_ykbuwykbuwykbuwy_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485251/original/079951900_1769500266-ide_jualan.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417414/original/006322500_1763533451-rumah_dengan_taman_mini_indoor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392456/original/072528800_1761462722-1ec9a55c-db5f-4db5-8a13-c4a1e142a72c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369979/original/012546600_1759483882-Desain_Warung_Prasmanan_di_Teras_Rumah_dengan_Etalase_Kaca_Panjang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370177/original/097505600_1759493505-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4606463/original/068658200_1696995206-super-snapper-UFrd8csYr1w-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380999/original/059576800_1760443306-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392481/original/002202300_1761464251-0a24cefe-c9c7-4c9c-b982-df981b47fba8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387537/original/059762400_1761048814-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370453/original/077941700_1759553265-Desain_Warung_Ayam_Geprek.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5372377/original/081263700_1759741132-Gemini_Generated_Image_3rwlnh3rwlnh3rwl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382617/original/073885900_1760596152-ilustrasi_berdoa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5297066/original/050946000_1753669763-Gemini_Generated_Image_4l859a4l859a4l85.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380866/original/098606000_1760436484-booth_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371339/original/016449100_1759647497-Gemini_Generated_Image_2p04kw2p04kw2p04.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370757/original/097747800_1759568781-1.jpg)