:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5326761/original/041697700_1756111222-1.jpg)
1/7
Hujan turun di atas bangunan dan jalan di Kota Vinh, Provinsi Nghe An, pada 25 Agustus 2025, sebelum Topan Kajiki mendarat di Vietnam. (Nhac NGUYEN/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5326762/original/037368400_1756111223-2.jpg)
1/7
Pemerintah Vietnam telah memerintahkan evakuasi besar-besaran terhadap lebih dari 586 ribu warga di pesisir tengah negeri itu menjelang kedatangan Topan Kajiki. (Nhac NGUYEN/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5326763/original/085207200_1756111224-3.jpg)
1/7
Badai yang membawa angin hingga 166 km/jam itu diperkirakan semakin menguat sebelum menghantam daratan pada Senin 25 Agustus 2025 pagi. (Nhac NGUYEN/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5326764/original/016296000_1756111226-5.jpg)
1/7
Sejumlah penerbangan dibatalkan, sementara kapal-kapal nelayan maupun wisata dilarang berlayar. (Nhac NGUYEN/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5326765/original/088426800_1756111227-4.jpg)
1/7
Tentara juga telah disiagakan untuk membantu evakuasi dan penanganan darurat. (Nhac NGUYEN/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5326766/original/082102400_1756111228-6.jpg)
1/7
Untuk diketahui, Topan Kajiki menjadi yang kelima yang melanda Vietnam sepanjang tahun ini. Dan saat ini berada di laut, menerjang Teluk Tonkin dengan gelombang setinggi hingga 9,5 meter atau sekitar 31 kaki. (Nhac NGUYEN/AFP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5326767/original/080550300_1756111229-7.jpg)
1/7
Sebelumnya, Topan Kajiki melintasi Pulau Hainan, China, dengan curah hujan mencapai 320 mm. (Nhac NGUYEN/AFP)