8 Ciri Ular Sering Berkeliaran di Sekitar Rumah, Waspada Jika Menemukan Tanda Ini

18 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta Kehadiran ular di dalam atau sekitar rumah bukanlah sekadar hal sepele yang bisa diabaikan. Ular, baik yang berbisa maupun tidak, tetap membawa risiko bagi penghuni rumah, mulai dari rasa takut hingga potensi bahaya yang nyata, terutama bagi anak-anak dan hewan peliharaan. Sayangnya, banyak orang baru menyadari keberadaan ular setelah insiden terjadi, padahal sejumlah tanda sering kali muncul lebih awal dan bisa dikenali dengan mudah jika tahu apa yang harus diperhatikan.

Lingkungan rumah yang lembap, gelap, atau tidak terawat dapat menjadi pemicu utama ular memilih untuk singgah dan bahkan bersarang. Hal ini diperparah dengan adanya sumber makanan alami bagi ular, seperti tikus atau serangga, serta akses masuk yang terbuka melalui celah kecil di tembok, lantai, atau ventilasi. Dalam banyak kasus, tanda-tanda keberadaan ular sering muncul secara fisik, baik melalui kulit yang terkelupas, kotoran, atau bahkan bau khas yang menyengat di sudut-sudut rumah.

Untuk itu, penting bagi siapa pun yang tinggal di wilayah yang rawan, dekat dengan taman, kebun, atau saluran air, untuk memahami delapan ciri utama bahwa ular mungkin sudah sering berkeliaran di rumah. Berikut adalah penjelasan lengkapnya, dirangkum Liputan6 dari situs penyelamatan reptil Bay Area Amerika Serikat bayareawildlifesolutions.com, Jumat (29/8).

1. Ditemukannya Kulit Ular yang Terkelupas Jadi Bukti Kuat Ular Pernah Lewat

Kulit ular yang mengelupas biasanya merupakan hasil dari proses pergantian kulit atau molting yang alami terjadi saat ular tumbuh. Proses ini bisa terjadi antara 4 hingga 8 kali dalam setahun, tergantung jenis dan usia ular. Ketika ular memilih tempat yang aman, lembap, dan minim gangguan, besar kemungkinan mereka akan mengganti kulitnya di sana, meninggalkan sisa kulit yang panjang dan tipis seperti plastik.

Jika Anda menemukan kulit ular di bawah meja, sudut gudang, loteng, atau di belakang lemari yang jarang dibuka, itu bisa menjadi bukti konkret bahwa ular tidak hanya lewat, tapi mungkin telah menetap sementara. Kulit ini biasanya mudah dikenali karena bentuknya yang utuh, menyerupai bentuk tubuh ular itu sendiri, lengkap dengan sisik-sisik tipis yang masih menempel.

Segera bersihkan area tersebut dan lakukan penyisiran menyeluruh. Temuan ini adalah salah satu bukti paling jelas yang tak boleh diabaikan. Bila kulit ditemukan lebih dari sekali dalam kurun waktu yang berdekatan, itu berarti area tersebut sudah menjadi jalur rutin atau sarang ular.

2. Jejak Melata Seperti Garis-Garis di Debu Menandakan Pergerakan Ular Aktif

Ular adalah hewan melata yang meninggalkan jejak khas ketika bergerak di permukaan berdebu, tanah kering, atau area berumput tipis. Jejak ini biasanya tampak seperti garis-garis berliku menyerupai pola gelombang, dan bisa mengarah pada lokasi persembunyian atau sarang ular yang lebih dalam.

Jika rumah Anda memiliki gudang yang jarang dibersihkan, area belakang rumah yang berdebu, atau halaman tanah terbuka, periksalah dengan cermat. Jejak seperti ini tidak mungkin ditinggalkan oleh hewan lain seperti tikus atau kadal. Semakin banyak jejak yang ditemukan, maka besar kemungkinan ular sering melintas dan merasa nyaman berada di area itu.

Bila Anda mendeteksi pola jejak berulang dalam waktu yang berdekatan, maka tindakan pencegahan harus segera dilakukan. Bersihkan lingkungan, tutup celah masuk, dan jika memungkinkan, pasang jebakan atau sensor gerak untuk memastikan aktivitas ular dapat terdeteksi lebih cepat.

3. Kotoran Berbau Menyengat Bisa Jadi Tanda Sarang Ular Ada di Dekat Anda

Salah satu tanda yang kerap terabaikan namun sangat penting adalah kotoran ular. Ular mengeluarkan kotoran secara berkala dan biasanya di tempat yang mereka rasa aman dan nyaman. Kotorannya berwarna gelap, agak lengket, dan terkadang mengandung bulu atau tulang dari mangsa sebelumnya seperti tikus atau katak.

Kotoran ini memiliki bau yang sangat menyengat dan khas, sering kali mirip dengan bau amonia yang pekat. Bila Anda mendapati kotoran seperti ini di sudut rumah, garasi, atau bahkan dalam rumah, artinya ular kemungkinan telah berdiam cukup lama untuk merasa aman membuang kotoran di sana.

Segera bersihkan area tersebut menggunakan sarung tangan dan disinfektan, lalu lanjutkan dengan menyisir area sekitarnya. Kotoran ular yang ditemukan lebih dari sekali di lokasi berbeda menunjukkan pola pergerakan ular yang aktif, dan bisa berarti Anda berbagi ruang dengan reptil ini tanpa disadari.

4. Aroma Busuk Tak Wajar Sering Muncul dari Ruangan Gelap? Waspada Tempat Bersarang Ular

Aroma tidak biasa yang muncul tiba-tiba dari ruangan tertentu bisa menjadi indikator keberadaan ular, terutama jenis-jenis ular yang memiliki kelenjar bau untuk perlindungan. Bau ini bisa terasa seperti bau amis, busuk, atau menyengat dan sulit dijelaskan.

Biasanya, bau ini muncul dari tempat gelap seperti loteng, bawah tangga, gudang, atau ruangan yang lama tidak digunakan. Ular berbisa cenderung menyukai tempat semacam ini untuk bertelur atau bersembunyi karena minim gangguan manusia.

Jika aroma aneh terus muncul meski sudah dibersihkan dan tidak ada sumber bau jelas seperti makanan basi atau bangkai tikus, pertimbangkan kemungkinan adanya ular. Gunakan senter dan tongkat panjang untuk memeriksa celah-celah ruangan secara menyeluruh.

5. Populasi Tikus Hilang Mendadak? Bisa Jadi Ular Sedang Berburu di Sekitar Rumah

Ular adalah predator alami tikus, dan jika populasi tikus di rumah atau area sekitar tiba-tiba menghilang tanpa sebab yang jelas, Anda sebaiknya curiga. Tikus biasanya sangat sulit dibasmi tanpa perangkap, jadi jika mereka lenyap begitu saja, bisa jadi ular sedang “membersihkannya”.

Fenomena ini sering terjadi di daerah pinggiran kota atau perumahan yang berbatasan langsung dengan lahan kosong atau semak belukar. Ular merasa tertarik masuk karena tersedianya makanan dalam jumlah besar tanpa banyak gangguan.

Segera lakukan pemantauan terhadap sudut-sudut rumah yang sebelumnya sering dilewati tikus. Bila benar ular yang berperan, maka akan muncul tanda-tanda pendukung lainnya seperti jejak, kulit, atau kotoran ular.

6. Suara Mendesis yang Terdengar di Malam Hari Bisa Menjadi Alarm Keberadaan Ular

Mendengar suara “sssshhh” atau desisan mendadak dari tempat gelap bisa menjadi alarm utama bahwa seekor ular berada di dekat Anda. Desisan adalah bentuk pertahanan diri ular ketika merasa terancam atau ketika Anda berada terlalu dekat dengannya tanpa disadari.

Suara ini bisa muncul dari kolong tempat tidur, bawah tangga, belakang lemari, atau ruangan sempit lain yang jarang digunakan. Biasanya terjadi saat malam atau kondisi tenang ketika ular merasa keberadaannya terganggu.

Jika suara seperti ini terdengar lebih dari sekali, atau berasal dari tempat yang sama, hindari memeriksa langsung tanpa alat bantu. Gunakan tongkat panjang, lampu terang, dan pertimbangkan untuk memanggil profesional jika tak yakin.

7. Lubang Kecil atau Retakan Aneh di Tembok Sering Jadi Jalur Masuk Ular Tanpa Disadari

Tubuh ular sangat fleksibel dan bisa menyusup melalui celah sekecil lubang pensil. Celah seperti itu sering ditemukan di ventilasi, sela pintu, lubang di lantai, bahkan retakan kecil di pondasi atau dinding yang jarang diperiksa.

Jika rumah Anda memiliki banyak celah terbuka, terutama yang tidak tertutup kawat atau kasa pelindung, maka besar kemungkinan ular dapat masuk tanpa disadari. Celah ini juga sering digunakan sebagai sarang atau jalur lalu-lalang karena relatif aman dari gangguan manusia.

Tutup semua celah yang mencurigakan menggunakan kawat ram, dempul, atau semen. Lakukan inspeksi secara berkala terutama di area yang rawan seperti dapur, kamar mandi luar, dan area belakang rumah.

8. Perilaku Aneh dari Kucing atau Anjing Bisa Jadi Reaksi terhadap Ular di Sekitar

Hewan peliharaan seperti kucing dan anjing memiliki insting alami yang tajam, terutama dalam mendeteksi kehadiran hewan lain yang mengancam wilayahnya. Jika anjing menggonggong ke arah satu titik secara berulang, atau kucing terlihat gelisah dan terus menatap ke pojokan, jangan abaikan perilaku tersebut.

Biasanya, hewan akan menunjukkan perubahan perilaku saat ular berada di dekat mereka. Ini bisa berupa menggonggong keras, mengeong tak berhenti, atau bahkan menghindari satu area rumah yang sebelumnya biasa mereka lewati.

Pantau lokasi tersebut dan cek apakah ada tanda fisik lain seperti bau, kulit, atau jejak. Jika tanda-tanda tersebut muncul, segera ambil tindakan lanjutan dengan mengamankan hewan dan memanggil bantuan profesional.

Langkah Efektif Mencegah Ular Masuk Rumah yang Sering Diabaikan

Pencegahan adalah kunci utama agar rumah bebas dari gangguan ular. Sayangnya, banyak langkah sederhana yang sering diabaikan. Sebagai bentuk kewaspadaan, berikut langkah efektif mencegah ular masuk rumah:

  • Menutup celah ventilasi yang mudah dijangkau ular.
  • Menjaga kebersihan halaman.
  • Tidak menumpuk barang di luar rumah.
  • Membersihkan area lembap secara rutin.
  • Tidak membiarkan sisa makanan tercecer.
  • Memasang lampu outdoor untuk mengurangi tempat gelap di sekitar rumah.
  • Pastikan juga saluran air dan got tertutup rapat.

Jika rumah Anda berada dekat dengan sawah, hutan, atau lahan kosong, sebaiknya lakukan penyemprotan penolak ular alami atau pasang pagar pelindung bawah berbahan logam. Tindakan-tindakan kecil ini terbukti ampuh mencegah ular singgah ke hunian Anda.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Ular Masuk Rumah (People Also Ask)

1. Apa yang harus dilakukan jika melihat ular di dalam rumah?

Jangan panik. Jangan mencoba menangkapnya sendiri. Segera amankan penghuni rumah dan hubungi petugas pengendalian satwa liar.

2. Apakah semua ular yang masuk rumah berbisa?

Tidak semua. Namun, sulit dibedakan tanpa pengalaman. Maka dari itu, perlakukan semua ular sebagai potensi bahaya.

3. Bagaimana cara paling efektif mencegah ular masuk ke rumah?

Tutup celah, bersihkan lingkungan, dan hilangkan sumber makanan seperti tikus. Gunakan penolak ular alami jika perlu.

4. Apakah suara mendesis selalu pertanda ular?

Tidak selalu, tapi bila terdengar dari tempat gelap atau tersembunyi, segera lakukan pemeriksaan dengan hati-hati.

5. Kenapa ular suka tempat lembap dan gelap?

Karena suhu dan kelembapan tersebut membantu metabolisme tubuh ular tetap stabil, dan memberi perlindungan dari predator.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |