Liputan6.com, Jakarta Konsep hunian bergaya Skandinavia semakin populer di kalangan masyarakat urban, karena menawarkan kesederhanaan sekaligus fungsionalitas. Sentuhan warna netral, pencahayaan alami, serta penggunaan material ramah lingkungan menciptakan atmosfer hangat dan nyaman. Salah satu model favorit ialah rumah Scandinavian type 36, pilihan ideal bagi keluarga kecil maupun pasangan muda yang menginginkan hunian praktis tetapi tetap estetik.
Tren arsitektur Skandinavia selalu menonjolkan keindahan minimalis tanpa meninggalkan aspek kenyamanan. Dalam penerapannya, ukuran compact seperti rumah Scandinavian type 36 justru menjadi daya tarik tersendiri. Tata ruang dibuat efisien, memungkinkan pemilik memaksimalkan setiap sudut untuk aktivitas sehari-hari. Kepraktisan inilah yang menjadikan desain ini sangat relevan bagi kehidupan modern di perkotaan.
Hunian bergaya Skandinavia bukan hanya soal tampilan luar, melainkan juga mencerminkan filosofi hidup sederhana dan harmonis. Rumah Scandinavian type 36 menawarkan keseimbangan antara keindahan visual serta kenyamanan fungsional. Kehadiran jendela besar, pemilihan furnitur multifungsi, serta tata cahaya alami menambah nilai hunian sehingga terasa lebih luas walau berada di lahan terbatas.
Berikut ini beberapa pilihan model dan desain rumah Scandinavian type 36 yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (29/8/2025).
Warna Netral dan Terang: Ciptakan Suasana Lapang
Warna putih, krem, dan abu-abu muda mendominasi desain Scandinavian. Warna-warna ini memantulkan cahaya dan membuat ruangan terasa lebih luas. Aksen warna pastel seperti biru muda atau hijau mint dapat ditambahkan sebagai sentuhan segar. Hindari warna-warna gelap yang dapat membuat ruangan terasa sempit dan sumpek. Lantai kayu memberikan kehangatan dan tekstur alami pada ruangan. Kayu juga dapat digunakan untuk elemen dekoratif lainnya seperti rak dinding atau meja kopi. Kombinasi kayu dengan logam atau besi hitam menambah sentuhan modern pada desain Scandinavian.
Dinding putih yang bersih memberikan latar belakang yang sempurna untuk memamerkan furnitur dan dekorasi minimalis. Anda dapat menambahkan beberapa lukisan dinding netral atau foto untuk mempercantik ruangan. Namun, hindari dekorasi yang berlebihan yang dapat membuat ruangan terasa berantakan. Pencahayaan alami sangat penting dalam desain Scandinavian. Pastikan jendela-jendela besar untuk memaksimalkan cahaya matahari. Gunakan tirai tipis yang memungkinkan cahaya masuk secara maksimal. Lampu dengan cahaya hangat dapat digunakan sebagai pencahayaan tambahan di malam hari.
Untuk menciptakan kesan lapang, pertimbangkan untuk menggunakan cermin. Cermin dapat memantulkan cahaya dan membuat ruangan terasa lebih besar. Letakkan cermin di dinding yang tepat untuk memaksimalkan efeknya. Pilihlah furnitur dengan desain minimalis dan fungsional. Hindari furnitur dengan detail berlebihan yang dapat membuat ruangan terasa penuh. Pilihlah furnitur yang multifungsi untuk mengoptimalkan ruang.
Gunakan material alami seperti kayu dan batu alam untuk menambahkan tekstur dan kehangatan pada ruangan. Material alami juga memberikan kesan yang lebih alami dan menenangkan. Jangan lupa untuk menambahkan tanaman hijau untuk menghidupkan ruangan. Tanaman hijau dapat memberikan kesegaran dan membuat ruangan terasa lebih hidup.
Material Alami: Sentuhan Hangat dan Elegan
Kayu merupakan elemen kunci dalam desain Scandinavian. Lantai kayu, dinding kayu, atau bahkan hanya beberapa elemen kayu seperti rak buku, dapat memberikan kehangatan dan tekstur alami pada ruangan. Batu alam dapat digunakan sebagai elemen dekoratif, misalnya sebagai backsplash di dapur atau sebagai meja kopi. Kombinasi kayu dan batu alam menciptakan suasana yang alami dan menenangkan.
Pilihlah furnitur yang terbuat dari material alami seperti kayu atau rotan. Furnitur dari material alami memberikan kesan yang lebih hangat dan ramah lingkungan. Tekstil juga penting dalam desain Scandinavian. Gunakan karpet bulu, bantal, atau selimut dengan warna netral untuk menambahkan kenyamanan dan tekstur pada ruangan. Pertimbangkan untuk menggunakan material daur ulang atau ramah lingkungan untuk mengurangi dampak lingkungan. Hal ini sesuai dengan nilai-nilai keberlanjutan yang dianut dalam desain Scandinavian.
Jangan takut untuk bereksperimen dengan berbagai material alami. Kombinasi material alami yang tepat dapat menciptakan suasana yang unik dan menarik. Pastikan material yang dipilih mudah dibersihkan dan dirawat. Hal ini penting untuk menjaga kebersihan dan keindahan rumah Anda. Perhatikan kualitas material yang dipilih. Material berkualitas akan lebih tahan lama dan memberikan nilai estetika yang lebih tinggi.
Furnitur Fungsional dan Simpel: Maksimalkan Ruang
Pilih furnitur yang multifungsi untuk mengoptimalkan ruang. Contohnya, sofa bed yang dapat berfungsi sebagai tempat tidur tambahan, atau meja kopi dengan penyimpanan di bawahnya. Gunakan furnitur dengan desain minimalis dan sederhana. Hindari furnitur dengan detail berlebihan yang dapat membuat ruangan terasa penuh. Pilih furnitur dengan warna netral yang serasi dengan warna dinding dan lantai. Warna netral menciptakan kesan yang lebih tenang dan lapang.
Gunakan penyimpanan tersembunyi untuk menyimpan barang-barang yang tidak sering digunakan. Rak dinding atau lemari built-in dapat menjadi solusi yang efektif. Manfaatkan setiap sudut ruangan secara efisien. Jangan biarkan ada ruang yang terbuang sia-sia. Pilih furnitur yang sesuai dengan gaya hidup Anda. Furnitur yang nyaman dan fungsional akan membuat Anda merasa lebih betah di rumah.
Pertimbangkan untuk membuat furnitur sendiri atau memesan furnitur custom untuk menyesuaikan dengan ukuran dan kebutuhan ruangan. Jangan ragu untuk berinvestasi pada furnitur berkualitas tinggi yang tahan lama dan nyaman.
Pencahayaan Alami Maksimal: Suasana Terang dan Nyaman
Jendela-jendela besar sangat penting untuk memaksimalkan cahaya alami. Pastikan jendela-jendela cukup besar untuk memungkinkan cahaya matahari masuk secara maksimal. Gunakan tirai tipis yang memungkinkan cahaya masuk secara maksimal. Hindari tirai tebal yang dapat menghalangi cahaya matahari. Letakkan cermin di tempat strategis untuk memantulkan cahaya dan membuat ruangan terasa lebih terang. Gunakan lampu dengan cahaya hangat sebagai pencahayaan tambahan di malam hari. Cahaya hangat menciptakan suasana yang lebih nyaman dan menenangkan.
Pertimbangkan untuk menggunakan lampu LED yang hemat energi dan ramah lingkungan. Pastikan pencahayaan merata di seluruh ruangan. Hindari pencahayaan yang terlalu terang atau terlalu gelap. Gunakan lampu dengan desain minimalis yang serasi dengan gaya desain Scandinavian. Pertimbangkan untuk menggunakan sistem pencahayaan pintar yang dapat dikendalikan melalui aplikasi smartphone.
Dekorasi Minimalis: Sederhana namun Berkesan
Gunakan dekorasi sederhana seperti karpet bulu, tanaman, atau lukisan dinding netral. Hindari dekorasi yang berlebihan yang dapat membuat ruangan terasa penuh. Pilih dekorasi dengan warna netral yang serasi dengan warna dinding dan lantai. Warna netral menciptakan kesan yang lebih tenang dan lapang. Gunakan tanaman hijau untuk menghidupkan ruangan. Tanaman hijau memberikan kesegaran dan membuat ruangan terasa lebih hidup.
Pilih dekorasi yang memiliki fungsi ganda. Contohnya, vas bunga yang juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan. Gunakan dekorasi yang mencerminkan kepribadian Anda dan pasangan. Dekorasi yang personal akan membuat rumah terasa lebih nyaman. Jangan takut untuk bereksperimen dengan berbagai dekorasi. Kombinasi dekorasi yang tepat dapat menciptakan suasana yang unik dan menarik.
Pastikan dekorasi mudah dibersihkan dan dirawat. Hal ini penting untuk menjaga kebersihan dan keindahan rumah Anda. Pertimbangkan untuk membuat dekorasi sendiri atau membeli dekorasi dari pengrajin lokal.
Ruang Terbuka (Open Space): Kesan Luas pada Rumah Type 36
Gabungkan ruang tamu, ruang makan, dan dapur tanpa sekat untuk menciptakan kesan luas. Konsep open space membuat ruangan terasa lebih lega dan terhubung. Gunakan furnitur sebagai pembatas ruang alami. Contohnya, menggunakan sofa untuk memisahkan ruang tamu dan ruang makan. Pilih warna dan material yang sama untuk seluruh ruangan untuk menciptakan kesatuan visual. Pastikan sirkulasi udara dan cahaya baik di seluruh ruangan. Hal ini penting untuk menciptakan suasana yang nyaman.
Pertimbangkan untuk menambahkan elemen dekoratif seperti tanaman hijau untuk menghidupkan ruangan. Gunakan cermin untuk memantulkan cahaya dan membuat ruangan terasa lebih luas. Perhatikan penataan furnitur agar tidak menghalangi sirkulasi udara dan cahaya. Jangan lupa untuk mempertimbangkan fungsi dan kenyamanan setiap ruangan.
Desain Vertikal: Direkomendasikan untuk Lahan Terbatas
Optimalkan setiap sudut ruangan. Gunakan furnitur multifungsi dan penyimpanan tersembunyi untuk memaksimalkan ruang. Prioritaskan fungsi dan kenyamanan. Desain rumah harus memenuhi kebutuhan dasar Anda dan pasangan. Sesuaikan desain dengan luas lahan yang tersedia. Jika lahan terbatas, pertimbangkan desain vertikal. Pilih material dan furnitur yang sesuai dengan anggaran. Anda bisa mengkombinasikan material mahal dengan material yang lebih terjangkau.
Buat desain yang fleksibel dan dapat beradaptasi dengan perubahan kebutuhan di masa depan. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan arsitek atau desainer interior untuk mendapatkan bantuan profesional. Ingatlah bahwa desain rumah adalah hal yang personal. Gabungkan inspirasi yang Anda temukan dengan kebutuhan dan selera Anda sendiri.
Rumah Scandinavian Type 36 dengan Taman Depan Mini
Meskipun ukuran lahan tergolong terbatas, penambahan area hijau berupa taman mini di bagian depan mampu menghadirkan suasana segar sejak pertama kali melangkah ke dalam hunian. Kehadiran tanaman hias berdaun rimbun atau bunga berwarna cerah tidak hanya mempercantik tampilan fasad, tetapi juga berperan penting meningkatkan kualitas udara di sekitar rumah. Elemen hijau ini menjadikan hunian terasa lebih sehat, sekaligus memberikan sentuhan alami yang menyeimbangkan kesederhanaan gaya Scandinavian.
Rumah Scandinavian Type 36 Gaya Industrial Natural
Konsep hunian ini memadukan karakter khas Scandinavian yang simpel dengan sentuhan industrial bernuansa natural. Material semen ekspos, kayu bertekstur alami, dan elemen besi hitam dimanfaatkan untuk menghadirkan interior berkarakter kuat namun tetap hangat dipandang. Nuansa industrial yang maskulin dipadukan dengan dominasi warna netral khas Scandinavian menciptakan kesan unik serta berbeda dari desain rumah minimalis pada umumnya. Cocok bagi penghuni yang menyukai identitas hunian lebih tegas tanpa kehilangan sentuhan kenyamanan.
Rumah Scandinavian Type 36 Minimalis Modern Furnished
Hunian mungil ini terasa lebih praktis sekaligus estetik berkat pemilihan furnitur multifungsi yang cerdas. Contohnya, penggunaan sofa bed yang dapat dialihfungsikan sebagai tempat tidur tambahan maupun meja lipat yang hemat ruang. Penerapan furnitur modern seperti ini membuat setiap sudut rumah termanfaatkan secara maksimal, sehingga meski luas bangunan hanya 36 meter persegi, hunian tetap terasa lapang dan tertata. Konsep ini sangat sesuai bagi penghuni muda yang menginginkan keseimbangan antara kenyamanan, fungsi, serta penampilan interior bergaya modern minimalis.
Rumah Scandinavian Type 36 Bernuansa Hangat
Untuk menciptakan atmosfer cozy dan menenangkan, interior rumah ini mengusung palet warna hangat seperti beige, krem, serta cokelat muda. Kombinasi warna tersebut dipadukan dengan material kayu alami sehingga menghadirkan kesan ramah sekaligus elegan. Nuansa hangat ini membuat rumah terasa lebih nyaman ditempati setelah seharian beraktivitas, sekaligus menambah kualitas istirahat penghuni. Tidak hanya indah dipandang, pemilihan tone warna hangat juga membuat hunian kecil tampak lebih harmonis dan memberikan pengalaman tinggal yang menenangkan.
Berikut beberapa pertanyaan yang sering diajukan seputar desain rumah Scandinavian type 36:
Q: Apakah rumah Scandinavian type 36 cocok untuk keluarga kecil?
A: Ya, rumah Scandinavian type 36 sangat cocok untuk keluarga kecil karena desainnya yang minimalis dan fungsional dapat memaksimalkan ruang yang tersedia.
Q: Bagaimana cara mengoptimalkan pencahayaan alami dalam rumah Scandinavian type 36?
A: Gunakan jendela besar, hindari tirai tebal, serta pilih material kaca pada beberapa bagian pintu. Cara ini membuat sinar matahari masuk lebih maksimal, sekaligus menghemat energi listrik.
Q: Material apa yang paling cocok untuk rumah Scandinavian type 36?
A: Kayu, batu alam, dan tekstil dengan warna netral.
Q: Bagaimana cara menghadirkan suasana hangat pada rumah Scandinavian type 36?
A: Tambahkan karpet bermotif geometris, dekorasi berbahan rajut, serta furnitur kayu bertekstur halus. Kehadiran tanaman hias juga membantu menciptakan nuansa segar dan menenangkan.
Q: Bagaimana strategi menata halaman pada rumah Scandinavian type 36?
A: Pemilik bisa menambahkan taman mini sederhana, menggunakan rumput hijau, serta pot tanaman minimalis. Halaman kecil tetap bisa tampak rapi dan indah jika ditata secara proporsional.
Q: Berapa biaya yang dibutuhkan untuk membangun rumah Scandinavian type 36?
A: Biaya pembangunan rumah Scandinavian type 36 bervariasi tergantung pada material dan spesifikasi yang digunakan.