10 Ide Pot Tanaman Gantung dari Barang Bekas yang Mudah Dibuat, Hemat Biaya

7 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Tren berkebun di rumah kian digemari, terutama di kalangan penghuni hunian mungil dengan lahan terbatas. Salah satu solusinya adalah memanfaatkan ruang vertikal melalui pot gantung. Tak perlu membeli baru, berbagai ide pot tanaman gantung dari barang bekas yang mudah dibuat justru bisa menjadi jawaban praktis sekaligus hemat biaya bagi siapa saja yang ingin mempercantik rumah.

Barang-barang yang selama ini teronggok di gudang, seperti botol plastik, kaleng bekas, hingga ban dalam yang sudah tak terpakai, nyatanya masih memiliki nilai guna. Dengan sedikit kreativitas dan alat sederhana, benda-benda tersebut dapat disulap menjadi pot gantung yang fungsional dan estetik untuk menghiasi teras maupun balkon rumah.

Selain menekan pengeluaran, upaya mendaur ulang barang bekas menjadi pot gantung juga sejalan dengan semangat mengurangi sampah rumah tangga. Berikut sepuluh ide pot tanaman gantung dari barang bekas yang mudah dibuat dan bisa langsung dipraktikkan menggunakan barang-barang yang mungkin sudah tersedia di rumah, dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Minggu (12/7/2026).

1. Botol Plastik Bekas

Botol air mineral menjadi bahan paling mudah ditemukan untuk dijadikan pot gantung. Caranya cukup memotong bagian badan botol secara horizontal atau diagonal, tergantung selera bentuk yang diinginkan. Bagian bawah botol difungsikan sebagai wadah media tanam, sementara tutupnya bisa dilepas untuk membantu sirkulasi air.

Sebelum diisi tanah, bagian dasar botol perlu dilubangi kecil-kecil menggunakan paku panas agar air siraman tidak menggenang. Genangan air yang dibiarkan lama dapat memicu akar tanaman membusuk, sehingga tahap ini tidak boleh dilewatkan meski terlihat sepele bagi pemula.

Setelah proses pelubangan selesai, dua sisi botol yang berlawanan diberi lubang kecil untuk mengikatkan tali. Botol plastik bekas cocok digunakan untuk menanam sirih gading, kaktus mini, atau tanaman hias berukuran kecil yang tidak membutuhkan ruang akar terlalu luas.

2. Kaleng Bekas

Kaleng susu, biskuit, atau cat yang sudah kosong sering kali langsung dibuang tanpa dimanfaatkan lebih lanjut. Padahal, bahan logam ini tergolong kuat dan tahan lama jika dijadikan pot gantung dibandingkan bahan plastik tipis pada umumnya. Bentuknya yang khas juga menambah kesan vintage pada dekorasi rumah.

Proses pembuatannya diawali dengan membersihkan bagian dalam kaleng dari sisa produk, lalu melubangi dasarnya sebagai jalur drainase. Bagian tepi atas kaleng kemudian dilubangi menggunakan bor kecil di tiga titik yang sejajar agar beban tanaman terdistribusi merata saat digantung.

Sentuhan akhir berupa cat semprot warna-warni akan membuat kaleng bekas tampak baru dan menarik. Pot gantung dari kaleng ini sangat pas untuk tanaman sukulen atau kaktus berukuran kecil hingga sedang yang tidak memerlukan penyiraman intensif setiap hari.

3. Ban Luar Bekas Berukuran Kecil

Ban sepeda atau ban motor yang sudah aus kerap dianggap sampah tak berguna. Padahal, karet ban memiliki ketahanan tinggi terhadap cuaca sehingga cocok dijadikan pot gantung untuk area outdoor yang sering terpapar hujan dan sinar matahari langsung sepanjang tahun.

Pembuatannya membutuhkan sedikit tenaga ekstra karena karet ban cukup tebal untuk dipotong. Ban dibentuk menyerupai keranjang dengan cara memotong sebagian sisi luarnya, lalu bagian dalam dilapisi kantong plastik sebelum diisi media tanam agar air tidak merembes ke permukaan lantai.

Empat titik pada bibir ban kemudian dilubangi untuk mengikatkan tali gantungan yang kokoh. Setelah dicat dengan warna cerah, pot dari ban bekas ini mampu menghadirkan nuansa artistik sekaligus menampung tanaman berukuran sedang seperti lidah mertua atau bunga petunia.

4. Gelas Plastik atau Cup Bekas Minuman

Cup plastik bekas kopi kekinian atau minuman boba yang menumpuk di rumah ternyata bisa disulap menjadi pot gantung bertingkat. Bentuknya yang seragam memudahkan penyusunan beberapa cup dalam satu untaian tali sehingga menghasilkan tampilan pot gantung yang rapi dan berlapis.

Setiap cup perlu dilubangi bagian dasarnya sebagai jalur drainase, kemudian dilubangi pula pada dua sisi berlawanan dekat bibir cup untuk memasukkan tali. Beberapa cup lalu disusun bertingkat dengan jarak tertentu menggunakan satu tali panjang yang kuat menahan beban.

Model pot gantung bertingkat dari cup bekas ini ideal diterapkan di dinding teras sempit karena hemat tempat. Tanaman yang cocok ditanam antara lain selada air, aneka herba dapur, atau bunga kecil yang tidak memerlukan ruang akar dalam.

5. Ember Cat atau Ember Pelumas Bekas

Ember bekas kemasan cat tembok atau oli kendaraan umumnya terbuat dari plastik tebal yang kokoh menahan beban berat. Ukurannya yang cukup besar menjadikan ember ini pilihan tepat bagi mereka yang ingin menanam tanaman berukuran sedang hingga besar dalam format gantung.

Langkah pembuatan diawali dengan mencuci bersih ember dari sisa cat atau oli agar tidak mencemari media tanam. Bagian dasar ember dilubangi beberapa titik untuk drainase, sementara bagian atas pinggirnya dilubangi di empat sisi guna menopang tali gantungan yang lebih tebal.

Mengingat bobotnya yang lebih berat saat terisi tanah, pastikan tali dan titik gantungan cukup kuat menahan beban. Ember bekas ini cocok untuk tanaman pakis, lidah mertua, atau tanaman hias berdaun lebar yang membutuhkan ruang akar lebih luas.

6. Botol Kaca Bekas

Botol kaca bekas saus, sirup, atau minuman lain memberikan kesan elegan dibandingkan bahan plastik atau kaleng. Teksturnya yang bening atau berwarna menambah nilai estetika tersendiri saat digunakan sebagai pot gantung, terutama untuk mempercantik interior rumah bergaya minimalis maupun bohemian.

Karena tidak dapat dilubangi seperti plastik, botol kaca umumnya difungsikan sebagai pot tanpa drainase langsung, sehingga cocok untuk sistem tanam air seperti hidrokultur. Tanaman cukup diletakkan akarnya di dalam botol berisi air yang diganti secara berkala setiap beberapa hari.

Simpul makrame dari tali bekas menjadi cara populer untuk menggantung botol kaca ini agar tampak lebih menarik. Tanaman pothos, sirih gading, atau bunga bakung air sangat cocok ditanam dengan metode ini karena mampu tumbuh subur hanya dengan media air.

7. Keranjang Belanja Plastik atau Rotan Bekas

Keranjang belanja lama yang sudah tidak terpakai untuk berbelanja masih dapat difungsikan ulang sebagai pot gantung dengan tampilan yang lebih natural. Anyaman rotan maupun plastik pada keranjang memberikan tekstur unik yang jarang ditemukan pada pot konvensional buatan pabrik.

Sebelum diisi tanah, bagian dalam keranjang perlu dilapisi plastik atau kain terpal tipis untuk mencegah tanah dan air merembes keluar melalui celah anyaman. Lapisan ini juga membantu menjaga kelembapan media tanam agar tidak cepat kering akibat terpaan angin.

Empat sisi gagang keranjang biasanya sudah cukup kuat dijadikan titik gantungan tanpa perlu modifikasi tambahan. Keranjang bekas ini cocok menampung tanaman gantung berdaun rimbun seperti tanaman string of pearls atau berbagai jenis tanaman hias gantung lainnya.

8. Sepatu Boot atau Sandal Bekas

Ide pot gantung dari sepatu boot atau sandal bekas mungkin terdengar tidak lazim, namun cukup populer di kalangan pencinta dekorasi taman bergaya unik dan nyentrik. Bentuknya yang khas menghadirkan sentuhan humor sekaligus daya tarik visual berbeda dibandingkan pot pada umumnya.

Bagian sol sepatu atau sandal perlu dilubangi menggunakan alat tajam untuk membuat jalur drainase air. Bagian dalam sepatu boot yang cukup dalam bisa langsung diisi media tanam, sementara bagian atasnya bisa digantung menggunakan tali yang diikatkan pada lubang tali sepatu.

Model pot unik ini paling pas digunakan untuk menanam tanaman rambat kecil yang mampu menjuntai keluar dari sela-sela sepatu. Bunga petunia, tanaman sukulen mini, atau lumut hias menjadi pilihan tanaman yang lazim ditanam pada pot bergaya nyentrik semacam ini.

9. Wadah Yoghurt atau Wadah Es Krim Bekas

Wadah plastik bekas kemasan yoghurt maupun es krim yang berbentuk bundar dan berukuran kecil sering luput dari pemanfaatan ulang. Padahal, bahan plastiknya tergolong ringan sehingga aman digantung tanpa membebani titik gantungan meski terisi media tanam dan air secara penuh.

Proses pembuatannya tergolong sederhana, cukup melubangi bagian dasar wadah untuk drainase serta melubangi dua sisi berlawanan dekat bibir wadah untuk memasukkan tali. Wadah kemudian bisa dihias dengan cat akrilik bermotif agar tampilannya tidak terkesan seadanya saat dipajang.

Ukurannya yang mungil membuat wadah bekas ini paling cocok untuk tanaman herba dapur seperti daun mint, seledri, atau kemangi. Beberapa wadah bisa digantung berjajar di dekat jendela dapur agar mudah dipetik saat dibutuhkan untuk memasak sehari-hari.

10. Galon Air Mineral Bekas

Galon air mineral kosong yang biasanya dijual ke pengepul barang bekas ternyata dapat disulap menjadi pot gantung berukuran besar. Kapasitasnya yang luas menjadikan galon ini pilihan tepat bagi tanaman dengan sistem perakaran lebih banyak dibandingkan pot-pot berukuran kecil lainnya.

Pembuatannya diawali dengan memotong galon secara horizontal, menyisakan bagian bawah sekitar lima belas hingga dua puluh sentimeter sebagai wadah tanam. Bagian dasar galon dilubangi untuk drainase, sedangkan bibir potongan galon dilubangi di tiga hingga empat titik untuk tali gantungan.

Berkat ukurannya yang lega, galon bekas ini sangat sesuai untuk menanam pakis, lidah mertua berukuran kecil, atau kombinasi beberapa tanaman hias sekaligus dalam satu wadah. Hasil akhirnya bisa tampak lebih rimbun dibandingkan pot gantung berbahan botol plastik biasa.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Pot Tanaman Gantung dari Barang Bekas

1. Barang bekas apa yang paling mudah dijadikan pot tanaman gantung?

Botol plastik bekas menjadi bahan paling mudah diolah karena teksturnya lentur, mudah dipotong, dan tersedia melimpah di hampir setiap rumah tangga tanpa perlu biaya tambahan untuk mendapatkannya.

2. Bagaimana cara membuat lubang drainase yang aman pada pot dari barang bekas?

Lubang drainase paling aman dibuat menggunakan paku yang dipanaskan terlebih dahulu untuk bahan plastik, atau bor kecil untuk bahan logam maupun karet ban agar hasil lubang rapi dan tidak merusak bahan.

3. Apakah pot dari barang bekas aman digunakan untuk tanaman konsumsi seperti herba dapur?

Aman digunakan asalkan wadah dicuci bersih terlebih dahulu dan sebelumnya tidak pernah menyimpan bahan kimia berbahaya, sehingga wadah bekas kemasan makanan seperti yoghurt lebih disarankan untuk tanaman konsumsi.

4. Tanaman apa yang cocok ditanam di pot gantung dari barang bekas berukuran kecil?

Tanaman berukuran kecil seperti sukulen, kaktus mini, sirih gading, dan berbagai herba dapur cocok ditanam di pot bekas berukuran kecil karena tidak membutuhkan ruang akar yang luas.

5. Bagaimana cara memastikan tali gantungan pot bekas cukup kuat menahan beban?

Gunakan tali berbahan kuat seperti tali rami atau tali plastik tebal, lalu pastikan titik gantungan pada pot dilubangi merata di beberapa sisi agar beban media tanam dan air tersalur seimbang.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |