Tips Mengolah Kotoran Ternak Jadi Pupuk Organik Berkualitas

2 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Mengolah kotoran ternak menjadi pupuk organik merupakan cara sederhana untuk memanfaatkan limbah agar lebih bermanfaat. Pupuk organik membantu memperbaiki struktur tanah, membuatnya lebih gembur, serta menyediakan nutrisi alami bagi tanaman. Cara ini juga mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan, serta dapat menghasilkan komoditas berkualitas tinggi tanpa bergantung sepenuhnya pada bahan kimia. 

Proses pembuatannya dapat dilakukan sendiri dengan langkah yang mudah dipahami dan biaya yang relatif rendah. Kotoran ternak yang diolah dengan benar akan berubah menjadi pupuk yang aman dan kaya unsur hara. Penggunaan pupuk organik secara rutin dapat membantu menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang. Berikut langkah-langkah mengolah kotoran ternak jadi pupuk organik, dirangkum Liputan6.com pada Senin (19/1/2026). 

Apa Perbedaan Pupuk Organik dan Anorganik

Perbedaan utama antara pupuk organik dan pupuk anorganik terletak pada sumber bahan baku serta dampak jangka panjangnya terhadap ekosistem tanah. Pupuk organik berasal dari sisa makhluk hidup seperti kotoran ternak atau kompos yang bekerja secara perlahan untuk memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme. Sedangkan pupuk anorganik atau kimia diproduksi di pabrik dengan konsentrasi hara tinggi yang memberikan hasil instan bagi tanaman namun berisiko mengeraskan tanah jika digunakan secara berlebihan dalam jangka panjang. 

Selain itu, pupuk organik cenderung lebih ramah lingkungan karena mampu menjaga keseimbangan hara secara berkelanjutan, sementara pupuk anorganik fokus pada pemenuhan nutrisi spesifik seperti Nitrogen, Fosfor, dan Kalium tanpa memperbaiki kualitas fisik media tanam.

Cara Membuat Pupuk Organik dari Kotoran Ternak

Pembuatan pupuk organik dari kotoran ternak secara efektif dapat dilakukan melalui dua metode utama, yaitu teknik terbuka yang memanfaatkan sirkulasi udara atau teknik tertutup yang menggunakan sistem fermentasi kedap udara. Berikut penjelasan langkah-langkahnya:

Teknik Terbuka

Teknik terbuka sangat cocok dilakukan di lahan yang luas dengan sirkulasi udara yang baik. Cara ini memanfaatkan udara alami untuk membantu proses penguraian bahan menjadi pupuk organik. Berikut langkah-langkah membuat pupuk organik dengan metode ini:

  1. Tentukan lokasi yang tidak terkena hujan secara langsung tetapi tetap memiliki aliran udara yang baik, lalu bersihkan area dari sampah atau benda lain.
  2. Campurkan kotoran ternak dengan bahan tambahan seperti sekam, jerami, atau dedaunan kering dengan perbandingan 3:1
  3. Campur bioaktivator seperti EM4 dengan sedikit gula dan air, kemudian siramkan ke campuran bahan hingga kondisi lembap, tidak terlalu kering atau terlalu basah.
  4. Buat tumpukan berbentuk gunungan dengan ketinggian sekitar 1-1,5 meter untuk menjaga stabilitas suhu alami.
  5. Aduk dan balik tumpukan setiap 7 hari sekali menggunakan sekop atau garu agar udara masuk dan proses pengomposan berjalan merata.
  6. Setelah 3-4 minggu, suhu tumpukan akan menurun dan tekstur bahan menjadi hitam remah yang menandakan bahwa pupuk siap digunakan.

Teknik Tertutup (Anaerob)

Teknik tertutup lebih efisien untuk lahan terbatas dan meminimalkan aroma tidak sedap selama proses berlangsung. Berikut panduan lengkap untuk membuat pupuk organik dengan teknik ini:

  1. Siapkan wadah tertutup seperti drum plastik, tong, atau karung yang bisa ditutup rapat agar udara tidak masuk.
  2. Campurkan kotoran ternak dengan bahan organik halus seperti sekam atau serbuk gergaji, lalu tambahkan larutan bioaktivator hingga tercampur rata.
  3. Pastikan campuran dalam kondisi cukup basah, yaitu saat dikepal bisa menyatu tetapi tidak mengeluarkan air berlebihan.
  4. Masukkan campuran ke dalam wadah hingga hampir penuh, kemudian tekan perlahan agar bahan menjadi lebih padat.
  5. Tutup wadah dengan rapat menggunakan penutup, tali, atau lakban untuk menjaga kondisi tetap kedap udara.
  6. Diamkan selama 21–30 hari tanpa perlu diaduk, lalu pupuk siap digunakan saat beraroma fermentasi dan berwarna gelap

Jenis Hewan Ternak Penghasil Pupuk Organik Terbaik

1. Sapi

Menurut penelitian dari Research Square (2022), kotoran sapi memiliki kandungan serat yang sangat tinggi karena berasal dari sistem pencernaan rumput yang kompleks. Kandungan nitrogen, fosfor, dan kalium yang seimbang menjadikannya salah satu bahan dasar kompos paling populer di dunia pertanian.

Manfaat utama dari pupuk kotoran sapi adalah kemampuannya dalam memperbaiki struktur fisik tanah dan meningkatkan daya ikat air. Pengolahan yang tepat melalui proses fermentasi dapat memastikan bibit gulma dan bakteri patogen mati sebelum diaplikasikan ke lahan.

2. Domba

Kotoran domba memiliki bentuk butiran bulat yang unik sehingga memerlukan proses penghalusan atau fermentasi lebih lama agar nutrisinya keluar. Penelitian dari China (2024) menunjukan bahwa pupuk dari kotoran domba mengandung kadar nitrogen yang lebih tinggi dibandingkan kotoran sapi, sehingga sangat baik untuk merangsang pertumbuhan tunas dan daun. 

Sifatnya yang tidak terlalu panas bagi tanaman setelah matang membuat pupuk ini sangat aman digunakan untuk berbagai jenis tanaman hias maupun sayuran. Para petani sering mencampurnya dengan bahan karbon untuk memastikan pelepasan unsur hara berlangsung secara perlahan dan berkelanjutan.

3. Ayam

Kotoran ternak ayam sering dianggap sebagai "pupuk panas" karena memiliki konsentrasi nutrisi, terutama nitrogen dan fosfor yang sangat pekat. Kekuatan nutrisi ini membuat kotoran ayam bekerja lebih cepat dalam memacu pertumbuhan tanaman dibandingkan jenis kotoran ternak lainnya. 

Namun, penggunaan kotoran ayam mentah sangat tidak disarankan karena dapat membakar akar tanaman akibat suhu dekomposisi yang tinggi. Teknik pencampuran dengan sekam padi masih menjadi metode terbaik untuk menyeimbangkan kadar amonia sebelum pupuk ini siap digunakan.

4. Kelinci

Pupuk dari kotoran ternak kelinci sering dijuluki sebagai pupuk organik terbaik karena memiliki kandungan hara yang sangat kaya namun tetap lembut bagi akar tanaman. Uniknya, kotoran kelinci bisa langsung diaplikasikan ke tanah dalam jumlah terbatas tanpa harus melalui proses pengomposan yang lama. 

Selain kotorannya yang padat, urin kelinci juga memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai pupuk organik cair yang kaya akan unsur mikro. Kombinasi antara feses dan urin kelinci mampu meningkatkan produktivitas tanaman secara signifikan dalam waktu yang relatif singkat.

Manfaat Pupuk Organik

1. Memperbaiki Struktur Fisik Tanah

Pupuk organik mampu menggemburkan tanah yang keras dan meningkatkan pori-pori tanah sehingga sirkulasi udara di dalam tanah menjadi lebih baik. Hal ini memudahkan akar tanaman untuk tumbuh lebih dalam dan kuat.

2. Meningkatkan Daya Serap Air

Kandungan bahan organik yang tinggi berfungsi seperti spons yang mampu mengikat dan menyimpan cadangan air lebih lama di dalam tanah. Manfaat ini sangat krusial untuk menjaga tanaman tetap terhidrasi, terutama saat musim kemarau atau cuaca panas.

3. Menyediakan Nutrisi Lengkap dan Berkelanjutan

Berbeda dengan pupuk kimia yang hanya menyediakan unsur hara tertentu, pupuk organik mengandung unsur hara makro dan mikro yang lengkap. Nutrisi ini dilepaskan secara perlahan, sehingga tanaman mendapatkan asupan makanan dalam jangka waktu yang lebih panjang.

4. Meningkatkan Aktivitas Mikroorganisme Tanah

Penggunaan pupuk organik merangsang perkembangan bakteri baik dan jamur menguntungkan di dalam tanah. Keberadaan mikroorganisme ini membantu proses penguraian hara dan melindungi tanaman dari serangan penyakit yang berasal dari tanah.

5. Menetralkan pH dan Menghilangkan Racun

Pupuk organik memiliki kemampuan untuk menetralkan tingkat keasaman (pH) tanah sehingga menjadi ideal untuk pertumbuhan tanaman. Selain itu, bahan organik dapat membantu mengikat logam berat agar tidak terserap oleh tanaman, sehingga hasil panen lebih sehat untuk dikonsumsi.

6. Ramah Lingkungan dan Ekonomis

Memanfaatkan kotoran ternak sebagai pupuk mengurangi pencemaran limbah di lingkungan sekitar kandang. Secara ekonomi, pengolahan mandiri ini sangat menguntungkan karena dapat menekan biaya produksi pertanian secara signifikan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Apa manfaat utama mengolah kotoran ternak menjadi pupuk organik?

Manfaat utamanya adalah mengurangi limbah lingkungan di area peternakan, meningkatkan kesuburan tanah secara alami tanpa bahan kimia berbahaya, dan membantu petani menghemat biaya.

2. Bahan tambahan apa yang biasanya diperlukan dalam proses pengolahan pupuk kandang?

Selain kotoran ternak, biasanya bahan seperti sekam padi atau gergajian kayu diperlukan untuk membuat pupuk. Selain itu, bahan pengurai seperti EM4 pertanian juga diperlukan untuk mempercepat proses fermentasi.

3. Berapa lama waktu yang dibutuhkan hingga pupuk siap digunakan?

Proses fermentasi umumnya memakan waktu sekitar 3-4 minggu. tanpa bantuan pengurai, proses alami bisa memakan waktu hingga 2-3 bulan.

4. Apa ciri-ciri pupuk organik yang sudah matang dan berkualitas baik?

Pupuk yang sudah jadi tidak lagi berbau menyengat, suhunya sudah dingin, warnanya berubah menjadi hitam kecoklatan, dan teksturnya remah atau mudah hancur saat digenggam.

5. Bolehkah kotoran ternak langsung diberikan ke tanaman?

Tidak disarankan. Kotoran segar masih mengandung gas amonia yang panas dan dapat membakar akar tanaman. Selain itu, kotoran segar sering membawa bakteri patogen dan biji gulma yang belum mati.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |