Sholat Taubat Jam Berapa Paling Utama? Ini Waktu Terbaik dan Tata Caranya

3 days ago 5

Liputan6.com, Jakarta Pertanyaan mengenai sholat taubat jam berapa seringkali menjadi perhatian utama bagi umat Islam yang berkeinginan untuk melaksanakan ibadah taubat dengan tepat. Memahami sholat taubat jam berapa sebaiknya dilakukan sangat penting untuk mengoptimalkan keberkahan dan keutamaan dari ibadah yang mulia ini. Para ulama telah memberikan panduan yang jelas mengenai sholat taubat jam berapa sebaiknya dilaksanakan, berdasarkan dalil-dalil kuat dari Al-Qur'an dan hadits.

Meskipun sholat taubat dapat dikerjakan kapan saja, namun pertanyaan mengenai sholat taubat jam berapa yang paling utama memiliki jawaban spesifik berdasarkan sunnah Rasulullah SAW. Waktu-waktu tertentu memiliki keutamaan khusus yang dapat meningkatkan kemungkinan diterimanya taubat oleh Allah SWT. Pemahaman yang tepat tentang waktu ini akan membantu umat Islam mendapatkan manfaat maksimal dari ibadah taubat.

Berikut ini telah Liputan6.com rangkum secara komprehensif mengenai waktu pelaksanaan sholat taubat, mulai dari jam-jam yang paling dianjurkan hingga waktu-waktu yang sebaiknya dihindari.

Waktu Utama Pelaksanaan Sholat Taubat

Sepertiga Malam Terakhir (Jam 01.00 - Menjelang Subuh)

Waktu yang paling utama untuk melaksanakan sholat taubat adalah pada sepertiga malam terakhir, yaitu sekitar pukul 01.00 dini hari hingga menjelang waktu Subuh. Waktu ini memiliki keutamaan khusus berdasarkan hadits qudsi, di mana Allah SWT berfirman bahwa Dia turun ke langit dunia pada waktu tersebut untuk mengabulkan doa dan memberikan ampunan kepada hamba-hamba-Nya.

Perhitungan sepertiga malam terakhir dapat dilakukan dengan membagi waktu antara Maghrib dan Subuh menjadi tiga bagian, kemudian mengambil bagian terakhir. Misalnya, jika Maghrib pada pukul 18.00 dan Subuh pada pukul 05.00, maka total waktu malam adalah 11 jam, sehingga sepertiga terakhir dimulai dari pukul 01.40 hingga 05.00. Waktu ini sangat dianjurkan karena suasana yang hening mendukung kekhusyukan ibadah dan kedekatan spiritual dengan Allah SWT.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: "Rabb kita tabaraka wa ta'ala turun ke langit dunia setiap sepertiga malam akhir. Ia lalu berkata: 'Barangsiapa yang berdoa, akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku akan Aku beri. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, akan Aku ampuni. Hingga terbit fajar'." (HR. Bukhari no. 1145 dan Muslim no. 758, dikutip dari Kang Aswad, 2012).

Setelah Sholat Maghrib dan Isya (Jam 19.00 - 23.00)

Waktu setelah sholat Maghrib dan Isya juga merupakan waktu yang baik untuk melaksanakan sholat taubat. Periode ini, khususnya antara pukul 19.00 hingga 23.00, memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri setelah menjalani aktivitas sepanjang hari. Suasana malam yang mulai tenang membantu menciptakan kondisi spiritual yang kondusif untuk bertaubat.

Imam Ibnu Taimiyah RA menekankan pentingnya segera melakukan taubat setelah menyadari telah berbuat kesalahan. Oleh karena itu, waktu setelah Maghrib dan Isya menjadi momentum yang tepat untuk melakukan evaluasi diri dan melaksanakan sholat taubat jika diperlukan. Waktu ini juga praktis bagi mereka yang memiliki kesibukan di siang hari dan baru memiliki waktu luang di malam hari.

Shalat taubat termasuk shalat yang memiliki sebab dan harus segera dilakukan. Jika seseorang berbuat dosa, maka taubatnya itu wajib segera dilakukan, dan disunnahkan baginya untuk melaksanakan shalat taubat sebanyak dua raka'at.

Waktu yang Dilarang untuk Sholat Taubat

Lima Waktu Makruh Pelaksanaan Sholat

Berdasarkan referensi dari "Safinah Simple Series" karya Zackiyah Ahmad, terdapat lima waktu yang dilarang untuk melaksanakan sholat sunnah, termasuk sholat taubat. Waktu-waktu tersebut adalah saat matahari terbit hingga naik setinggi tombak (sekitar pukul 06.00-07.00), setelah sholat Subuh hingga matahari terbit sempurna, dan saat istiwa atau matahari tepat di tengah langit (sekitar pukul 12.00-12.30) kecuali pada hari Jumat.

Larangan ini juga berlaku setelah sholat Ashar hingga matahari terbenam, dan saat matahari mulai berwarna kuning hingga tenggelam (sekitar pukul 17.30-18.00). Larangan ini berlaku untuk semua jenis sholat sunnah, bukan hanya sholat taubat. Namun, jika seseorang berada dalam keadaan darurat spiritual atau telah melakukan dosa besar yang memerlukan taubat segera, beberapa ulama memberikan kelonggaran.

Hikmah di balik larangan ini adalah untuk menjaga kesucian waktu-waktu sholat fardhu dan menghindari menyerupai ritual penyembahan matahari. Rasulullah SAW bersabda: "Rasulullah SAW melarang sholat pada tiga waktu: ketika matahari terbit hingga naik, ketika matahari tepat di tengah hingga condong, dan ketika matahari condong untuk terbenam hingga tenggelam."

Waktu Fleksibel Pelaksanaan Sholat Taubat

Pada prinsipnya, sholat taubat dapat dilakukan kapan saja ketika seseorang menyadari telah melakukan kesalahan atau dosa, selama tidak bertepatan dengan waktu-waktu yang dilarang. Fleksibilitas waktu ini memberikan kemudahan bagi umat Islam untuk segera kembali kepada Allah SWT tanpa harus menunggu waktu tertentu. Yang terpenting adalah ketulusan hati dan kesegeraan dalam bertaubat setelah menyadari kesalahan.

Ibnu Taimiyah RA berkata: "Sholat taubat dilakukan ketika seseorang melakukan kesalahan, maka taubat itu wajib disegerakan dan ia dianjurkan melakukan sholat dua rakaat kemudian bertaubat." Prinsip ini menekankan bahwa waktu terbaik untuk bertaubat adalah segera setelah berbuat dosa, tanpa menunda-nunda. Namun, jika berada dalam waktu yang dilarang, dapat menunggu hingga waktu yang diperbolehkan sambil tetap mempertahankan niat dan penyesalan dalam hati.

Niat dan Tata Cara Sholat Taubat

Bacaan Niat yang Benar

Sebelum melaksanakan sholat taubat pada waktu yang telah ditentukan, membaca niat menjadi rukun yang tidak boleh diabaikan. Berdasarkan hadits Rasulullah SAW: "Sesungguhnya amal itu bergantung pada niatnya dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang diniatkannya." (HR Bukhari dan Muslim, dikutip dari Laznas Nurul Hayat).

Niat harus dibaca dalam hati dengan penuh keikhlasan dan kesadaran akan makna taubat yang sesungguhnya. Waktu membaca niat sebaiknya dilakukan dengan tenang dan khusyuk, sambil merenungkan kesalahan yang telah diperbuat dan berjanji dalam hati untuk tidak mengulanginya lagi.

Hal ini penting untuk memastikan bahwa sholat taubat yang dilakukan benar-benar bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Berikut adalah niat sholat taubat yang bisa dilafalkan:

أُصَلِّى سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ ِللهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat taubati rak'ataini lillaahi ta'aalaa

Artinya: "Aku niat sholat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta'ala"

Langkah-Langkah Pelaksanaan

Pelaksanaan sholat taubat umumnya terdiri dari dua rakaat, mirip dengan sholat sunnah lainnya. Setelah salam, dianjurkan untuk memperbanyak istighfar dan doa taubat. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Persiapan dan Wudhu: Bersuci dengan wudhu yang sempurna.
  2. Menghadap Kiblat: Berdiri menghadap kiblat dengan khusyuk.
  3. Membaca Niat: Niat sholat taubat dalam hati.
  4. Takbiratul Ihram: Mengangkat kedua tangan dan bertakbir.
  5. Doa Iftitah: Membaca doa pembuka (sunnah).
  6. Surah Al-Fatihah: Membaca dengan tartil dan penuh penghayatan.
  7. Surah Pendek: Membaca salah satu surah dari Al-Qur'an.
  8. Rukuk: Rukuk dengan tuma'ninah sambil bertasbih.
  9. I'tidal: Bangkit dari rukuk dengan tegak.
  10. Sujud Pertama: Sujud dengan khusyuk dan tuma'ninah.
  11. Duduk Antara Sujud: Duduk sejenak dengan tenang.
  12. Sujud Kedua: Sujud kedua dengan penuh penghayatan.
  13. Rakaat Kedua: Bangkit untuk rakaat kedua, mengulangi langkah 6-12.
  14. Tasyahud Akhir: Duduk tasyahud dengan lengkap.
  15. Salam: Mengakhiri sholat dengan salam.
  16. Doa dan Istighfar: Berdoa taubat dan memperbanyak istighfar setelah sholat.

Doa Setelah Sholat Taubat

Bacaan Istighfar Utama

Setelah menyelesaikan sholat taubat pada waktu yang tepat, sangat dianjurkan untuk membaca istighfar dan doa taubat yang khusus. Berdasarkan "Buku Panduan Sholat Lengkap" karya Saiful Hadi El Sutha, doa setelah sholat taubat memiliki keutamaan tersendiri dalam meraih ampunan Allah SWT. Bacaan ini sebaiknya dilakukan dengan penuh kerendahan hati dan penyesalan yang mendalam atas segala kesalahan yang telah diperbuat.

Waktu setelah sholat taubat, terutama jika dilakukan pada waktu-waktu utama seperti sepertiga malam terakhir, merupakan momen yang sangat berharga untuk bermunajat kepada Allah SWT. Suasana yang tenang dan spiritual yang tercipta sangat mendukung untuk melakukan introspeksi diri dan memperkuat tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan.

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لَا يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَلَا مَوْتًا وَلَا حَيَاةً وَلَا نُشُورًا

Astaghfirullaahal azhiimal-ladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaihi taubata 'abdin zhaalimin laa yamliku li nafsihi dharran wa laa naf'an wa laa mautan wa laa hayaatan wa laa nusyuuran

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan kecuali Dia yang Maha Hidup lagi Maha Tegak, aku bertaubat kepada-Nya selaku taubatnya seorang hamba yang telah berbuat kezaliman, yang tiada lagi mempunyai untuk dirinya sendiri madharat ataupun manfaat, mati, hidup ataupun kebangkitan dari kematian nanti."

Doa Taubat Lengkap

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Allaahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa anaa 'abduka wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu a'uudzu bika min syarri maa shana'tu abuu'u laka bi ni'matika 'alayya wa abuu'u bi dzanbii faghfir lii fa innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta

Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku berusaha setia kepada janji-Mu sejauh yang aku mampu. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah kulakukan, aku mengakui semua nikmat yang Engkau limpahkan kepadaku, dan aku mengakui dosa-dosaku. Maka ampunilah aku, karena tiada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau."

Keutamaan Sholat Taubat pada Waktu Utama

Manfaat Spiritual dan Psikologis

Melaksanakan sholat taubat pada waktu-waktu utama, khususnya sepertiga malam terakhir, memberikan keutamaan dan manfaat yang luar biasa bagi pelakunya. Sholat taubat yang dilakukan pada waktu yang tepat dapat memberikan kelembutan hati, kemudahan dalam mengendalikan emosi, dan kedamaian jiwa yang mendalam.

Suasana malam yang hening juga membantu pelaku untuk lebih fokus dalam bermunajat dan merenungkan kesalahan-kesalahannya. Keutamaan terbesar adalah dihapusnya dosa-dosa, baik yang telah lalu maupun yang akan datang, serta memperoleh kedekatan dengan Allah SWT.

Selain itu, pelaku akan merasakan cahaya petunjuk yang akan membimbing langkah-langkahnya menuju kehidupan yang lebih baik. Waktu yang tepat dalam pelaksanaan sholat taubat juga dapat meningkatkan kualitas spiritual dan memperkuat hubungan vertikal dengan Sang Pencipta.

Q&A (Tanya Jawab) Seputar Waktu Sholat Taubat

Q: Sholat taubat jam berapa yang paling utama untuk dilakukan?

A: Waktu yang paling utama untuk melaksanakan sholat taubat adalah pada sepertiga malam terakhir, yaitu sekitar pukul 01.00 dini hari hingga menjelang Subuh. Waktu ini berdasarkan hadits qudsi yang menyatakan bahwa Allah SWT turun ke langit dunia untuk mengabulkan doa dan memberikan ampunan. Perhitungan sepertiga malam terakhir dapat dilakukan dengan membagi waktu antara Maghrib dan Subuh menjadi tiga bagian, kemudian mengambil bagian terakhir sebagai waktu yang paling dianjurkan.

Q: Apakah boleh melakukan sholat taubat pada jam 12 siang?

A: Tidak dianjurkan melakukan sholat taubat tepat pada jam 12 siang karena waktu tersebut termasuk dalam waktu istiwa (matahari tepat di tengah langit) yang dilarang untuk sholat sunnah, kecuali pada hari Jumat. Sebaiknya tunggu hingga matahari sedikit condong, sekitar pukul 12.30 atau 13.00, atau pilih waktu lain yang tidak termasuk dalam lima waktu yang dilarang untuk sholat sunnah.

Q: Bagaimana jika ingin sholat taubat setelah Ashar?

A: Setelah sholat Ashar hingga matahari terbenam (sekitar pukul 15.30-18.00 tergantung musim) termasuk waktu yang dilarang untuk sholat sunnah. Jika sangat mendesak untuk bertaubat, dapat melakukan istighfar dan doa taubat terlebih dahulu, kemudian melaksanakan sholat taubat setelah Maghrib. Yang terpenting adalah niat taubat yang tulus, meskipun pelaksanaan sholat ditunda hingga waktu yang diperbolehkan.

Q: Berapa lama waktu yang ideal untuk sholat taubat?

A: Tidak ada batasan waktu yang baku untuk sholat taubat. Yang terpenting adalah dilakukan dengan khusyuk dan tuma'ninah. Secara umum, sholat taubat dua rakaat dapat diselesaikan dalam 10-15 menit, ditambah waktu untuk doa dan istighfar setelahnya sekitar 10-20 menit. Namun, jika merasa perlu untuk memperpanjang doa dan munajat, tidak ada larangan untuk melakukannya lebih lama.

Q: Apakah sholat taubat harus dilakukan tepat setelah berbuat dosa?

A: Idealnya, sholat taubat dilakukan segera setelah menyadari telah berbuat dosa, sebagaimana disebutkan Ibnu Taimiyah bahwa taubat wajib disegerakan. Namun, jika waktu tersebut bertepatan dengan waktu yang dilarang untuk sholat sunnah, dapat ditunda hingga waktu yang diperbolehkan sambil mempertahankan niat taubat dalam hati. Yang terpenting adalah tidak menunda taubat tanpa alasan syar'i yang jelas.

Q: Bolehkah melakukan sholat taubat beberapa kali dalam sehari?

A: Boleh melakukan sholat taubat beberapa kali dalam sehari jika memang diperlukan, selama dilakukan pada waktu yang diperbolehkan. Namun, sebaiknya tidak berlebihan hingga menimbulkan keraguan (waswas) atau mengganggu kewajiban lainnya. Yang terpenting adalah kualitas taubat, bukan kuantitas pelaksanaan sholat. Satu kali sholat taubat yang dilakukan dengan tulus dan khusyuk lebih baik daripada berkali-kali tetapi dilakukan dengan tergesa-gesa atau tidak fokus.

Q: Apakah ada perbedaan waktu sholat taubat untuk pria dan wanita?

A: Tidak ada perbedaan waktu pelaksanaan sholat taubat antara pria dan wanita. Baik pria maupun wanita dapat melaksanakan sholat taubat pada waktu-waktu yang sama. Yang perlu diperhatikan bagi wanita adalah kondisi haidh atau nifas, di mana tidak diperbolehkan melakukan sholat, namun dapat melakukan istighfar dan doa taubat.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |