:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578154/original/067625600_1782536454-3q7ejuC9XzXP9dmRwINgXWoCRsASRJ72qkpW05SJ.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta Princess treatment artinya adalah dinamika romantis di mana salah satu pihak dalam hubungan diperlakukan layaknya bangsawan, mulai dari diperhatikan secara emosional hingga dimanjakan dengan gestur penuh kasih sayang. Istilah princess treatment kini merajai percakapan di media sosial, terutama TikTok dan Instagram.
Banyak perempuan muda mengidamkan perlakuan ini dari pasangannya, namun tidak sedikit pula yang mempertanyakan batasannya. Meski princess treatment bermakna berbeda bagi setiap orang, tren ini secara luas mengeksplorasi bagaimana seseorang ingin diperlakukan dalam hubungan, dibandingkan dengan apa yang orang lain anggap sebagai standar dasar semata.
Istilah ini memperoleh popularitas viral yang besar di platform media sosial, terutama TikTok, pada era 2020-an. Memahami secara mendalam princess treatment artinya bukan sekadar soal kemewahan, melainkan tentang cara menyeimbangkan perhatian dan penghargaan dalam hubungan sehat tanpa jatuh pada ekspektasi yang tidak realistis.
Apa Itu Princess Treatment? Memahami Arti dan Definisinya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633079/original/037142500_1782632160-princess_treatment.jpeg)
Perbesar
Secara mendasar, princess treatment merujuk pada dinamika romantis di mana seseorang diperlakukan seperti seorang putri, biasanya melalui tindakan pelayanan yang dramatis dan tidak lazim dalam hubungan biasa, di mana pasangan berusaha melampaui ekspektasi untuk membuat seseorang merasa disayangi.
Dilansir dari Vice, bentuknya bisa berupa membelikan bunga setiap minggu, memberikan kejutan berupa makanan favorit, atau meninggalkan catatan afirmasi kecil di rumah. Namun, penting dipahami bahwa inti dari princess treatment bukan semata-mata tentang materi. Lebih dari sekadar gestur besar dan materialisme, konsep ini tentang membuat pasangan merasa dicintai, didukung, dan diperhatikan—semuanya bisa dilakukan tanpa hadiah berlebihan.
Banyak orang mendengar istilah princess treatment, tetapi sesungguhnya ini bukan tentang barang mahal, bukan tentang hadiah mewah atau perhatian berlebihan—melainkan berakar pada rasa hormat, kepedulian, dan dukungan emosional. Seorang pasangan yang memberikan perlakuan ini akan benar-benar hadir saat mendengarkan, mendukung secara fisik maupun emosional, dan memastikan pasangannya merasa berharga setiap hari. Mengacu pada Onluxy, penafsiran sejati dari princess treatment adalah ekspresi konsisten dari rasa welas asih, empati, dan kebaikan, bukan sekadar pameran materi.
Sebuah makalah filosofis yang dipublikasikan di PhilArchive membahas princess treatment dari sudut pandang eksistensialis. Sebagian pihak berargumen bahwa jika dilandasi ketulusan, perlakuan ini bisa menjadi tindakan penghargaan, cara untuk menghormati keunikan seseorang dan menegaskan nilainya. Memanjakan pasangan bukanlah pertunjukan demi citra, melainkan bahasa apresiasi yang tulus. Dengan demikian, princess treatment artinya sangat bergantung pada niat dan konteks hubungan masing-masing pasangan.
Pada intinya, konsep ini berputar pada rasa hormat timbal balik, kepedulian, dan perhatian yang ditunjukkan pasangan satu sama lain—membayangkan hubungan di mana kedua individu memprioritaskan kebahagiaan masing-masing. Resiprokalitas menjadi kunci: dalam hubungan yang sehat, princess treatment dibalas dengan apresiasi dan dukungan emosional yang setara, sehingga tidak menjadi ekspektasi sepihak. Memahami cara efektif menghargai pasangan menjadi fondasi agar perlakuan istimewa ini benar-benar memperkuat, bukan melemahkan, hubungan.
Perbedaan Princess Treatment dan Bare Minimum dalam Hubungan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633080/original/058818800_1782632160-princess.jpeg)
Perbesar
Salah satu perdebatan paling ramai di media sosial adalah soal batas antara princess treatment dan bare minimum. Bare minimum dalam hubungan biasanya berarti standar perilaku terendah yang masih bisa diterima—gestur yang umumnya dianggap pantas tetapi tetap rendah usaha, seperti membukakan pintu mobil.
Merujuk Screenshot Media, contoh gestur yang sebagian orang anggap sebagai bare minimum—seperti menarikkan kursi, membiarkan pasangan memilih film, atau merencanakan kencan tanpa diminta—justru dianggap orang lain sebagai princess treatment penuh. Berikut perbedaan keduanya agar lebih jelas:
- Definisi dasar. Bare minimum adalah standar minimal yang seharusnya sudah ada dalam setiap hubungan sehat: kejujuran, rasa hormat, loyalitas, dan komunikasi. Princess treatment justru melampaui standar dasar ini—ia adalah langkah ekstra, tindakan proaktif yang dilakukan karena cinta dan keinginan untuk membuat pasangan merasa disayangi.
- Tingkat usaha. Bare minimum bersifat pasif dan reaktif, sementara princess treatment bersifat aktif dan inisiatif. Perbedaannya terletak antara melakukan apa yang diharapkan dan melakukan apa yang benar-benar penuh pertimbangan—pasangan yang memberi princess treatment tidak sekadar menghindari pertengkaran, melainkan aktif mencari cara membawa kebahagiaan.
- Konsistensi. Berbeda dengan love bombing yang bersifat sementara dan manipulatif, princess treatment yang sehat bersifat berkelanjutan dan konsisten dari waktu ke waktu.
- Motivasi. Bare minimum seringkali dilakukan karena rasa kewajiban, sedangkan princess treatment yang tulus dilakukan karena keinginan genuini untuk melihat pasangan bahagia.
- Dampak emosional. Bare minimum membuat pasangan merasa "cukup", sementara princess treatment membuat pasangan merasa benar-benar istimewa dan kebutuhan emosionalnya terpenuhi.
- Perspektif kritis. Sesuatu yang diharapkan dalam hubungan bukan berarti boleh diremehkan dan disebut bare minimum—apresiasi terhadap hal-hal kecil ibarat oksigen bagi sebuah hubungan. Selain itu, ironisnya, cara paling sulit mendapatkan princess treatment justru dengan menuntutnya.
Baca juga: 7 Perbedaan Effort dan Bare Minimum dalam Hubungan Asmara
Tanda-Tanda Kamu Mendapat Princess Treatment dari Pasangan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633081/original/084400400_1782632160-kekasih.jpeg)
Perbesar
Setelah memahami princess treatment artinya, bagaimana mengenali tanda-tandanya dalam kehidupan nyata? Sebagaimana dikutip dari InvMe, princess treatment pada dasarnya berarti memperlakukan pasangan layaknya bangsawan—membuat mereka merasa spesial, dicintai, dan dihargai melalui perhatian terhadap keinginan dan kebutuhan mereka. Berikut tanda-tanda konkret yang menunjukkan pasangan memberikan perlakuan istimewa ini:
- Mendengarkan dengan penuh perhatian. Pasangan benar-benar hadir saat kamu bercerita, bukan sekadar mengangguk sambil menggulir ponsel. Ini melibatkan mendengarkan secara aktif—hadir sepenuhnya dalam percakapan dan menunjukkan apresiasi atas usaha pasangan, baik besar maupun kecil.
- Memberikan kejutan kecil bermakna. Bukan soal harga, melainkan perhatian terhadap detail—mengingat minuman favoritmu, membelikan camilan saat kamu lembur, atau mengirim pesan penyemangat di pagi hari.
- Memprioritaskan kenyamananmu. Seseorang yang menginginkan princess treatment biasanya ingin merasa dikejar, dipentingkan, dan diperhatikan, karena apa yang sebenarnya mereka dambakan adalah validasi emosional.
- Melindungi secara emosional. Bukan sekadar perlindungan fisik, tetapi juga menjadi tempat aman saat dunia terasa berat. Pasangan yang memberikan perlakuan ini tidak membuat kamu merasa sulit untuk dicintai.
- Menghargai pendapat dan perasaanmu. Dalam hubungan yang sehat, princess treatment tercermin dari cara pasangan menghormati pandanganmu, mendengarkan masukan, dan tidak meremehkan emosimu.
- Menunjukkan kebanggaan atas pencapaianmu. Pasangan secara terbuka mengapresiasi keberhasilanmu, baik dalam karier, pendidikan, maupun hal pribadi lainnya—menjadi pendukung setia di setiap langkahmu.
- Konsisten dalam memberikan usaha. Princess treatment pada intinya adalah secara konsisten membuat pasangan merasa menjadi prioritas, melalui romansa, perhatian, pujian, dan semua detail kecil yang menunjukkan cinta.
Baca juga: 11 Alasan Pentingnya Bersabar dalam Hubungan Asmara
Kaitan Princess Treatment dengan Love Language dalam Hubungan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633082/original/010884500_1782632161-kekasih_2.jpeg)
Perbesar
Konsep love language atau bahasa cinta memiliki kaitan dengan teori The 5 Love Languages yang diperkenalkan oleh Gary Chapman. Dalam perspektif psikologis, perlakuan istimewa ini sering kali berkaitan dengan dua bahasa cinta utama: acts of service (tindakan pelayanan) dan receiving gifts (menerima hadiah). Namun, princess treatment yang sehat sesungguhnya bisa menyentuh kelima jenis bahasa cinta, dari kata-kata afirmasi hingga sentuhan fisik, tergantung pada kebutuhan emosional masing-masing individu.
Seseorang dengan love language words of affirmation akan merasakan princess treatment ketika pasangan memberikan pujian tulus dan kata-kata penyemangat. Sementara itu, bagi seseorang dengan bahasa cinta quality time, perlakuan istimewa tercermin dari hadirnya pasangan secara penuh tanpa gangguan.
Berdasarkan InsideHook, sebagian konten kreator di TikTok mengungkapkan bahwa princess treatment tidak selalu terikat dengan uang, melainkan bagaimana kamu dijaga pada level emosional. Memahami bahasa cinta pasangan menjadi langkah krusial agar perlakuan yang diberikan benar-benar bermakna.
Kunci untuk memberikan perlakuan istimewa yang tepat sasaran adalah mempelajari love language pasangan—memahami bagaimana mereka paling merasakan dicintai, baik melalui hadiah, quality time, sentuhan fisik, tindakan pelayanan, maupun kata-kata afirmasi. Tanpa pemahaman ini, usaha seseorang bisa salah sasaran. Misalnya, memberikan hadiah mahal kepada pasangan yang sejatinya menghargai quality time justru tidak akan terasa sebagai princess treatment baginya. Diskusi terbuka tentang ekspresi cinta masing-masing akan membantu pasangan saling memenuhi kebutuhan emosional secara lebih efektif.
Princess treatment sejatinya adalah jalan dua arah—sampaikan kebutuhanmu dan biarkan pasangan juga memanjakanmu. Perlakuan istimewa yang saling timbal balik menciptakan dinamika paling sehat. Dengan usaha yang konsisten, kedua pasangan bisa merasa layaknya pangeran dan putri. Konsep ini sejalan dengan apa yang Gary Chapman tekankan: bahwa memahami jenis-jenis bahasa cinta adalah kunci menjaga hubungan tetap harmonis dan saling menghargai.
Kapan Princess Treatment Bisa Menjadi Toksik dalam Hubungan?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633083/original/037002400_1782632161-kado.jpeg)
Perbesar
Di balik citra romantisnya, princess treatment menyimpan sisi gelap yang jarang dibahas. Sebagaimana dikutip dari InsideHook, Sabrina Zohar, seorang dating coach yang populer di TikTok, menilai bahwa tren princess treatment dapat menjadi "cara yang diterima secara sosial untuk menghindari menjadi orang dewasa dalam sebuah hubungan." Menurutnya, hubungan yang sehat tetap membutuhkan komunikasi, kemandirian, dan tanggung jawab dari kedua pihak.
Zohar menambahkan, dikutip dari HuffPost, "Pikirkan apa yang sebenarnya direpresentasikan seorang putri—seseorang yang mewarisi status melalui ayahnya, bukan melalui pencapaiannya sendiri." Perspektif kritis ini mengajak kita melihat lebih jauh dari sekadar romantisme di permukaan.
Genesis Games, LMHC, seorang terapis dan pakar hubungan, dikutip dari HuffPost, menjelaskan bahwa terdapat perbedaan antara menyampaikan kebutuhan atau ekspektasi yang wajar dalam hubungan dengan menjadikan diri sepenuhnya bergantung dan kehilangan kemandirian di hadapan pasangan. Menurutnya, perhatian dan perlakuan istimewa dalam hubungan tetap perlu berjalan bersama rasa saling menghargai dan keseimbangan.
Peringatan ini relevan mengingat sebagian pasangan yang memberikan princess treatment justru menggunakannya sebagai bentuk kontrol terhadap pasangannya. Ketika perlakuan istimewa menjadi alat dominasi tersembunyi, dinamika hubungan menjadi tidak sehat.
Kajian akademis bahkan menyebut istilah Princess Treatment Syndrome: kondisi yang ditandai oleh rasa berhak dan tuntutan tak kenal kompromi, di mana kasih sayang tidak lagi diberikan dengan bebas melainkan diperas sebagai hak. Dalam kasus semacam ini, pihak yang "diperlakukan" berhenti melihat pasangan sebagai individu dengan kebutuhan dan batasan, dan mulai hanya melihat pelayan bagi kepuasannya sendiri. Akibatnya adalah hubungan tanpa pertumbuhan timbal balik, tanpa denyut nadi autentik dari keterhubungan yang nyata.
Courtney Palmer, influencer yang viral karena konten princess treatment-nya, dikutip dari People melalui SheKnows, menjelaskan bahwa konsep tersebut bukan hanya tentang perlakuan yang diberikan pasangan, melainkan juga tentang bagaimana seseorang memilih untuk menghargai dirinya sendiri melalui kelembutan, ketenangan, dan sikap penuh percaya diri.
Para ahli mengingatkan bahwa hubungan yang sehat membutuhkan keseimbangan. Hubungan yang sehat berkembang berdasarkan keseimbangan, bukan hak istimewa atau ekspektasi tidak realistis—mengharapkan kemanjaan konstan bisa mengarah pada ketidakpuasan. Pada akhirnya, kunci utama agar pola ini tetap sehat adalah menjaga komunikasi yang transparan tentang batasan dan kebutuhan masing-masing pihak.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Princess Treatment
Apakah princess treatment hanya berlaku untuk perempuan saja?
Meskipun istilahnya menggunakan kata princess, konsep ini sesungguhnya berlaku universal. Laki-laki pun berhak mendapatkan perlakuan istimewa dari pasangannya, yang sering disebut prince treatment. Dengan usaha yang konsisten dari kedua belah pihak, baik pria maupun wanita bisa merasa layaknya pangeran dan putri dalam hubungan mereka. Inti dari konsep ini adalah saling menghargai dan memberikan usaha terbaik untuk pasangan.
Bagaimana membedakan princess treatment yang sehat dengan love bombing?
Love bombing bersifat sementara dan merupakan taktik manipulatif yang digunakan untuk meraih kendali atau mempercepat keintiman, sementara princess treatment yang sehat bersifat berkelanjutan dan konsisten. Kunci pembedanya terletak pada konsistensi perilaku di luar momen pemberian hadiah atau perhatian. Jika seseorang membanjirimu dengan perhatian berlebihan di awal hubungan lalu tiba-tiba berubah drastis, itu kemungkinan besar love bombing, bukan princess treatment yang tulus.
Setiap orang berhak memiliki ekspektasi dalam hubungan, tetapi cara menyampaikannya sangat menentukan. Komunikasi terbuka tentang kebutuhan emosional jauh lebih efektif daripada menuntut secara sepihak. Menciptakan hubungan di mana perlakuan istimewa berkembang bukan tentang manipulasi, melainkan tentang menumbuhkan rasa hormat dan apresiasi timbal balik—meski tidak bisa dituntut, kebutuhan tetap bisa dikomunikasikan. Ketika kedua pasangan merasa dihargai, mereka secara alami ingin memberikan yang terbaik satu sama lain.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578146/original/033395800_1782536447-B2V5OWBlWq3DF3ON2cNR2HCrG14qEgpyCxJm5vgW.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578281/original/017219100_1782536600-GPNEmMuaoyFOgxkjKkUljwYjcSyr3YSTr7Xlfqq5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578286/original/093604100_1782536604-58WYA9TILkwvaEJqbczZhm3drOgVljEJbR5mNI1G.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578280/original/001994200_1782536598-Ek3yqvtDmGVA0YF223Fybm89cdphS21pkSLNgbqH.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578198/original/054566800_1782536500-A9qC94dgSvQbni191ecUKXEaVVzmFTHVK0CPyu66.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5278625/original/058751700_1752116095-20250707_135157.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8633679/original/091208900_1782633292-noah-silliman-gzhyKEo_cbU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578158/original/004335500_1782536458-4wweLHP0QWe79dQwj3jGteSmhS3V43kok8wdRqsM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578149/original/060462400_1782536450-RwhAZTworvYUdXjIV7fvmjhgn4AF5QWSUGZH6Uv2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578264/original/076010800_1782536572-wgyXmZBewIAQXBLjf7hrmPSa8pWYtgd14ggBFd8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578170/original/041557400_1782536483-d3o9xH49dfVa0GhNz4lStUk8Kgfn0SalUFExHKQw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578184/original/093331400_1782536494-JBw7D8wnx5P1QVBKmN3unu9MZ8r3DgFALJhrwUmI.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578262/original/037938300_1782536570-Xu2bZVx1lDSpKqCz9kQ8n9C1ekywZQDK5heihgzL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578270/original/028613200_1782536578-tX9l0H40oXOIIIH8svmqyDf3gXoguYg6LVBwXTD2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578289/original/084521300_1782536607-lsuYQudBVC1NDSDrQhC1P892fD9YExKa4Ugpq9j0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578292/original/089902900_1782536609-3JravQbeXfFIi8ZnQ1GROJtgbnQ4EBPWJeABdawb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578296/original/028590900_1782536614-cwfdHCVIHqSGnLfyL3pOF1ruaeig5TKhDoLghbE3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578298/original/013314400_1782536616-VAowCEKOE5RXsPAYYIbUf47gHU6djbvi2gJxx5FO.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578284/original/076073100_1782536602-0CZLVgeD95qZhwNvb0U6j39jnMT0Y7dXTRuTRAUU.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8400310/original/065172800_1782281909-0d6bcd89-b439-44f5-9c4d-9a627f5f8042.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533446/original/043365700_1773737304-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530617/original/099175500_1773466166-mud1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522319/original/072750000_1772755216-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539244/original/040883000_1774594881-rumah_minimalis_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522345/original/079886200_1772757830-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4401674/original/056918100_1681909694-20230419-Mudik-Jalur-Pantura-Angga-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1045202/original/018183200_1446724420-151105-THR-PNS-Grafis-Abdillah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528599/original/064914600_1773288962-Ashera_Dress_Sq1_1770721983416.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521841/original/047869500_1772701578-open_space_3a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3987911/original/095414600_1649311271-jeppe-vadgaard-PnFgNgCkBXY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522260/original/039984700_1772750807-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522537/original/050337400_1772768376-Model_Rambut_Pendek_Wanita_Cina.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522506/original/039967800_1772767694-Teras_rumah_subsidi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522634/original/031632000_1772771522-Gemini_Generated_Image_68hqe168hqe168hq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522514/original/063562100_1772767710-marlon-soares-NDe1cA_jb_4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478554/original/057404800_1768904586-Beternak_Jangkrik_Pakan_Ternak.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508983/original/035798900_1771646536-desain_kebun_sayur__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524816/original/031467100_1773012780-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534966/original/037393500_1773906231-Rak_Susun_Minimalis_di_Sudut_Teras.jpg)