:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578170/original/041557400_1782536483-d3o9xH49dfVa0GhNz4lStUk8Kgfn0SalUFExHKQw.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta Istilah baddie kini menjadi salah satu kata yang paling sering muncul di media sosial, mulai dari caption Instagram hingga komentar TikTok. Secara sederhana, baddie artinya seseorang, biasanya perempuan, yang percaya diri, bergaya, dan menarik.
Meskipun mengandung kata bad yang berarti "buruk" dalam bahasa Inggris, makna baddie justru sangat positif. Istilah baddie dalam konteks ini merupakan ungkapan pujian yang mengakui bahwa seseorang sangat menarik, percaya diri, dan benar-benar memiliki daya pikat tersendiri.
Dalam budaya pop, istilah ini berasal dari budaya hip-hop dan African American Vernacular English (AAVE) yang awalnya menggambarkan perempuan yang sangat menarik, percaya diri, dan mandiri secara finansial. Dilansir dari Merriam-Webster, baddie mulai muncul secara daring pada akhir 2010-an dan memiliki kemiripan dengan istilah lama bad bitch, yang merupakan reklamasi positif dari kata tersebut. Dengan memahami baddie artinya secara utuh, kamu akan melihat bahwa istilah ini bukan sekadar label, melainkan sebuah pernyataan identitas.
Pengertian Baddie: Definisi dan Arti Istilah Slang Populer
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5332893/original/074706900_1756542407-FIMrQmlr97.jpg)
Perbesar
Sebelum terlalu jauh membahas tren dan estetikanya, penting untuk memahami secara tepat apa yang dimaksud dengan baddie dalam kamus dan budaya populer. Mengacu pada Merriam-Webster Dictionary, arti baddie dalam penggunaan tradisionalnya merujuk pada orang atau hal yang jahat, khususnya penjahat dalam sebuah cerita. Namun, dalam makna slang modernnya, baddie merujuk pada seseorang (biasanya perempuan) yang percaya diri, bergaya, dan menarik.
Berikut beberapa pengertian baddie dari berbagai sudut pandang:
- Definisi kamus formal — Dalam kamus, baddie diartikan sebagai karakter antagonis atau penjahat dalam fiksi. Makna inilah yang paling tua dan sudah lama ada dalam bahasa Inggris.
- Definisi slang modern — Baddie merujuk pada seseorang yang memancarkan kepercayaan diri, gaya, dan daya tarik.
- Definisi dari perspektif budaya slang — Akar kata baddie berasal dari kata "bad" yang sudah lama digunakan dalam bahasa gaul untuk berarti tampan atau mengesankan.
- Definisi estetika — Dalam kosakata neologisme dan slang, baddie berarti perempuan menarik dan percaya diri, terutama yang menjadi influencer media sosial.
- Definisi sebagai arketipe modern — Sebagaimana disampaikan Boom Positive, baddie adalah kombinasi antara tampil memukau dan berpikir seperti seorang CEO, sebuah evolusi dari arketipe "Boss" yang mandiri, melek finansial, dan sepenuhnya mengendalikan narasinya sendiri.
- Definisi inklusif — Meskipun istilah ini paling sering digunakan untuk menggambarkan perempuan, seiring waktu baddie menjadi lebih netral gender karena laki-laki juga bisa disebut baddie ketika mereka membawa diri dengan penuh percaya diri dan gaya.
Asal-Usul Kata Baddie dalam Budaya Hip-Hop dan Media Sosial
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4413772/original/022116200_1683099821-portrait-beautiful-young-woman-black-dress_1_.jpg)
Perbesar
Untuk benar-benar memahami baddie artinya apa, kita perlu menelusuri sejarah panjang istilah ini hingga ke akar budayanya. Baik baddie maupun bad bitch sama-sama berasal dari bahasa gaul African American English. Istilah bad bitch sendiri sudah dikenal sejak beberapa dekade lalu. Dalam buku Common Ground karya J. Anthony Lukas (1985), terdapat kutipan dari Daisy Voight yang dikutip dari Merriam-Webster, "Seorang bad bitch adalah perempuan, hitam atau putih, yang tahu siapa dirinya, tahu bagaimana mendapatkan apa yang diinginkannya, bisa manis atau tajam tergantung situasi, dan bisa mengurus dirinya sendiri tanpa meminta-minta apa pun dari siapa pun."
Tren baddie secara spesifik muncul dan mendapatkan daya tarik di platform media sosial, khususnya Instagram, sekitar tahun 2014-2015, dipengaruhi oleh budaya urban dan hip-hop. Estetika ini mengambil inspirasi dari streetwear, merek-merek mewah, serta gaya yang provokatif. Figur ikonik seperti Rihanna, Kylie Jenner, dan Cardi B memainkan peran signifikan dalam mempopulerkan tren baddie melalui pilihan fashion berani dan sikap yang unapologetik.
Estetika baddie dipopulerkan pada dekade 2010-an oleh perempuan Afrika-Amerika, terutama di komunitas daring dan platform media sosial seperti Twitter dan Instagram, sebagai istilah positif bagi perempuan untuk merangkul diri sendiri dan menonjolkan feminitas mereka, sejalan dengan tagar seperti #BlackGirlMagic yang dipromosikan untuk meningkatkan harga diri.
Dauda Opeyemi, dikutip dari DocumentWomen.com menyatakan, "Seorang baddie tetap percaya diri dan cantik baik saat bermakeup, berwajah polos, berpakaian ketat, maupun mengenakan celana olahraga. Seorang baddie menjalani dunia dengan aturannya sendiri."
Baca juga: 95 Kata-kata Gaul Jaman Sekarang di Sosmed
Ciri-Ciri Estetika Baddie yang Khas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5234212/original/034296300_1748337841-71755e9b-3245-477a-8d2d-75d0af899e4b.jpg)
Perbesar
Mengenali ciri khas estetika baddie membantu kita memahami mengapa gaya ini begitu populer di kalangan anak muda. Estetika baddie biasanya mencakup makeup sempurna, pakaian ketat atau trendi, rambut tertata, serta penampilan keseluruhan yang terlihat berani dan rapi, yang kerap ditampilkan melalui unggahan dan reels di media sosial. Mengutip Aesthetics Wiki, estetika baddie sangat dipengaruhi oleh komunitas Afrika-Amerika, Latino, gaya Kardashian/Jenner, termasuk model Instagram populer, dengan riasan yang menekankan alis tebal, eyeliner gelap, dan bibir yang sempurna.
Berikut ciri-ciri utama yang mendefinisikan estetika baddie:
- Riasan wajah yang bold — Tampilan riasan baddie bersifat khas dan teknis, sangat mengandalkan konsep transformasi dan kesempurnaan, dengan alis yang selalu rapi, baik dalam gaya "alis blok Instagram" 2016 maupun alis laminated yang sedang tren.
- Pakaian yang strategis — Lemari pakaian baddie adalah campuran strategis antara merek mewah dan fast fashion yang terjangkau, dengan athleisure seperti set seragam, celana pendek biker, dan hoodie oversized sebagai komponen penting.
- Rambut yang selalu tertata — Dari rambut panjang tergerai hingga slicked-back bun, penataan rambut menjadi elemen kunci yang tidak terpisahkan dari penampilan baddie.
- Aksesori yang menonjol — Perhiasan emas, kacamata hitam, dan tas bermerek menjadi pelengkap yang memperkuat aura percaya diri.
- Kepercayaan diri yang terpancar — Bibir penuh, tubuh slim thick, dan pakaian berani merupakan paket pemula estetika ini, namun pilar utamanya adalah kepercayaan diri yang harus dipeluk setiap perempuan, termasuk menetapkan batasan tegas dan menciptakan ruang sendiri.
- Kehadiran digital yang kuat — Menjadi baddie adalah sebuah performa digital karena estetika ini tidak eksis tanpa kamera, dengan pose yang dirancang untuk menonjolkan lekuk tubuh dan menampilkan kepercayaan diri.
Baca juga: 50+ Kata-kata Gaul WA dan Artinya
Perbedaan Baddie Klasik dan Clean Baddie di Era Modern
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8629443/original/061917800_1782626256-Style_baddie.jpeg)
Perbesar
Salah satu perkembangan paling menarik dari tren kekinian ini adalah munculnya konsep clean baddie yang memadukan kepercayaan diri khas baddie dengan tampilan yang lebih minimalis. Terkait estetika, baddie selama ini selalu berpusat pada kepercayaan diri, kemewahan, dan tampilan yang menonjolkan lekuk tubuh, muncul pada pertengahan 2010-an melalui budaya kecantikan Instagram yang berakar kuat pada tradisi kecantikan kulit hitam dan Latina, mencapai puncaknya sekitar 2018 selama era "wajah Instagram" dan BBL, lalu berevolusi menjadi versi asli yang berat serta gaya baru yang lebih natural yaitu clean baddie.
Perubahan terjadi pada periode 2020-2023 ketika TikTok hadir dan mulai mengkritik hal yang justru dibangun oleh Instagram, di mana orang-orang mulai membicarakan penampilan baddie yang terlihat "identik seperti drone", dan estetika clean girl muncul sebagai reaksi langsung yang mengusung lebih sedikit riasan dan penampilan yang lebih natural. Pergeseran ini juga dipengaruhi oleh semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental di kalangan Gen Z yang menolak standar kecantikan tidak realistis.
Clean baddie merupakan evolusi modern dan minimalis dari estetika ini yang mempertahankan kepercayaan diri, kilau hangat, dan tampilan rapi khas baddie, namun mengurangi riasan full-glam yang berat dan siluet paling ekstrem. Cepolan rambut ke belakang, anting hoop emas, riasan nude sederhana, dan pakaian pas berwarna netral merupakan tampilan clean baddie yang menjadi versi paling umum dikenakan pada 2026.
Pemahaman yang lebih sehat dan akurat adalah bahwa baddie merupakan gaya, sikap, dan cara menampilkan diri, di mana pakaian, riasan, kepercayaan diri, dan ketelitian bekerja pada semua tipe tubuh dan semua ukuran. Perkembangan regional juga menarik untuk dicermati. Sebagaimana dilaporkan Harper's Bazaar India, kebangkitan estetika "Indian baddie" menandai pergeseran nyata dari gaya minimalis Skandinavia dan clean girl yang mendominasi fashion beberapa tahun terakhir, di mana estetika Eropa condong ke minimalisme sementara Indian baddie merangkul kemewahan, ornamentasi, dan identitas budaya dengan penuh percaya diri.
Baca juga: 7 Ide Gaya Street Style ala Anak Muda yang Lagi Tren
Baddie sebagai Mindset: Lebih dari Sekadar Penampilan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8629444/original/021701400_1782626257-Baddie.jpeg)
Perbesar
Banyak orang mengira bahwa baddie artinya hanya soal riasan dan pakaian. Padahal, esensi sejati dari menjadi baddie jauh melampaui penampilan fisik. Menurut DocumentWomen.com, menjadi baddie pada dasarnya adalah tentang menjadi autentik dalam kulit sendiri. Konsep ini menekankan bahwa kepercayaan diri bukan sesuatu yang dibeli atau ditiru, melainkan dibangun dari dalam.
Adapun, istilah ini yang dulu bersifat merendahkan, kini justru merayakan sikap kemewahan modern, kepercayaan diri tanpa rasa menyesal, dan individualitas yang memikat, sebuah transformasi dari kata yang bernada negatif menjadi sebuah perayaan. Pergeseran makna ini membuktikan bahwa bahasa gaul terus berevolusi mengikuti dinamika sosial dan budaya.
Sebagai sebuah filosofi, konsep ini mengangkat maknanya dari "diinginkan oleh orang lain" menjadi "berharga bagi diri sendiri", sehingga kita perlu membedakan antara baddie sebagai tren media sosial dan baddie sebagai pola pikir yang sah. Hal ini sejalan dengan nilai-nilai self-love yang kian populer di kalangan anak muda.
Beberapa aspek kunci dari mindset baddie yang autentik meliputi:
- Kedaulatan diri — "Seorang perempuan yang memadukan standar estetika tinggi dengan pola pikir harga diri yang unapologetik, menjalankan kendali penuh atas penampilannya, keuangannya, dan kedamaiannya."
- Keberanian menetapkan batasan — Kamu bisa meningkatkan gayamu tanpa harus membuang kaos favorit, cukup dengan menjadi lebih sadar dan intensional dalam berpenampilan, bereksperimen dengan gaya dan aksesori yang sesuai dengan jati dirimu.
- Perawatan diri yang realistis — Perawatan kulit sedang menjadi tren, namun kamu tidak harus membeli semua produk yang diiklankan para influencer, cukup pembersih, pelembap, dan yang terpenting, tabir surya.
- Kemandirian pikiran — Tidak mudah terpengaruh opini orang lain dan tetap fokus pada pertumbuhan pribadi.
- Autentisitas — Memahami makna baddie memberikan jendela ke dalam evolusi bahasa budaya modern, sebuah pengingat bahwa terkadang pujian paling kuat yang bisa diberikan adalah mengakui bahwa seseorang sepenuhnya dan tanpa rasa menyesal menjadi dirinya sendiri.
Baca juga: 10 Cara Menjadi Diri Sendiri dan Jadi Lebih Percaya Diri
Kritik dan Kontroversi Seputar Budaya Baddie
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8629445/original/067723000_1782626257-Baddie_style.jpeg)
Perbesar
Di balik semangat pemberdayaan yang dibawa oleh istilah baddie, terdapat pula sejumlah kritik yang patut diperhatikan. Tidak semua aspek dari fenomena ini dilihat secara positif oleh berbagai kalangan. Sebab, semua afirmasi positif yang ditawarkan dari ikon-ikon baddie ini menarik kritik terkait superfisialitas, narsisisme, dan perpetuasi standar kecantikan yang tidak terjangkau, di mana komentator budaya sering berpendapat bahwa media sosial mendorong standar estetika yang sangat sulit dicapai, sementara pihak lain memperingatkan tentang komodifikasi identitas yang termarginalisasi.
Salah satu isu paling sensitif adalah soal apropriasi budaya. Masalah mulai muncul ketika perempuan kulit putih mengadopsi elemen-elemen budaya kulit hitam sebagai milik mereka sendiri, sementara secara bersamaan melabeli elemen tersebut sebagai "kampungan" ketika dikenakan oleh orang-orang yang memulainya, dan standar ganda ini semakin diperkuat oleh penggunaan luas bahasa slang serta aksen AAVE yang sering dilakukan tanpa pemahaman atau penghormatan terhadap akar budayanya.
Dampak terhadap generasi muda juga menjadi perhatian serius. Efek negatif dari era baddie sangat terasa pada anak di bawah umur, di mana akses bebas dan tanpa pengawasan terhadap segala jenis konten di internet telah menciptakan generasi yang masih di bawah umur namun fokus utamanya adalah bersikap seperti orang dewasa di internet, dengan asosiasi berbahaya antara tubuh dan keuntungan finansial. Hal ini berkaitan erat dengan tantangan kesehatan mental yang dihadapi generasi muda di era digital.
Selain itu, isu tentang standar kecantikan yang tidak realistis juga menjadi sorotan. Pada puncaknya di tahun 2018, estetika ini terikat dengan tipe tubuh tertentu yang ditingkatkan secara bedah, yang tidak realistis dan terkadang berbahaya secara fisik. Kabar baiknya, keluarga Kardashian sendiri mulai melarutkan filler mereka, tampilan natural kembali menjadi tren, dan baddie tidak mati melainkan terpecah antara versi OG yang heavy-glam dan versi baru yang lebih lembut yaitu clean baddie.
Baca juga: Mengapa Tren Viral Menjadi Magnet Bagi Gen Z
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Baddie
Apa perbedaan antara baddie dan bad girl?
Meskipun terdengar mirip, keduanya memiliki nuansa berbeda. Baddie merujuk pada seseorang yang percaya diri, bergaya, dan menarik dengan konotasi positif. Sementara bad girl secara tradisional lebih mengacu pada perempuan yang memberontak atau berperilaku buruk. Dalam konteks media sosial saat ini, keduanya sering digunakan secara bergantian untuk menggambarkan perempuan dengan aura yang kuat dan tidak mudah dipengaruhi orang lain.
Apakah baddie hanya berlaku untuk perempuan?
Meskipun istilah ini paling umum digunakan untuk menggambarkan perempuan, seiring waktu baddie menjadi lebih netral gender dan laki-laki juga bisa disebut baddie ketika mereka membawa diri dengan percaya diri dan bergaya. Inti dari menjadi baddie adalah sikap dan energi yang dipancarkan, bukan jenis kelamin tertentu.
Bagaimana cara menjadi baddie tanpa harus mengikuti semua tren?
Inti dari menjadi baddie bukan tentang membeli semua produk kecantikan terbaru atau mengikuti setiap tren mode. Meskipun estetika merupakan bagian besar dari budaya ini, inti dari menjadi baddie adalah rasa hormat pada diri sendiri, dan riasan serta mode hanyalah "perangkat perang" yang mendukungnya. Cukup kenakan apa yang membuatmu nyaman, jaga kepercayaan diri, dan jadilah versi terbaik dari dirimu sendiri.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578264/original/076010800_1782536572-wgyXmZBewIAQXBLjf7hrmPSa8pWYtgd14ggBFd8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578184/original/093331400_1782536494-JBw7D8wnx5P1QVBKmN3unu9MZ8r3DgFALJhrwUmI.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578262/original/037938300_1782536570-Xu2bZVx1lDSpKqCz9kQ8n9C1ekywZQDK5heihgzL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578270/original/028613200_1782536578-tX9l0H40oXOIIIH8svmqyDf3gXoguYg6LVBwXTD2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578289/original/084521300_1782536607-lsuYQudBVC1NDSDrQhC1P892fD9YExKa4Ugpq9j0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578292/original/089902900_1782536609-3JravQbeXfFIi8ZnQ1GROJtgbnQ4EBPWJeABdawb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578296/original/028590900_1782536614-cwfdHCVIHqSGnLfyL3pOF1ruaeig5TKhDoLghbE3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578298/original/013314400_1782536616-VAowCEKOE5RXsPAYYIbUf47gHU6djbvi2gJxx5FO.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578284/original/076073100_1782536602-0CZLVgeD95qZhwNvb0U6j39jnMT0Y7dXTRuTRAUU.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8400310/original/065172800_1782281909-0d6bcd89-b439-44f5-9c4d-9a627f5f8042.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8401136/original/077306400_1782282984-cbcb5daa-42ea-4c53-9d2c-89cfa51741c8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8572538/original/098087100_1782527472-6yPKziYt26k0CMMm6XBbbCdb6eoldcmidSOBvgrD.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516708/original/086344400_1782442238-FKMHu9nLevAWAyQIYki6NPs3QdFS3b1xUsdErHHu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578294/original/027245800_1782536612-It32NIQyhwYD0fbhwQxPIwfV1d2GJbQQpnsTE2m6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516171/original/033097300_1782441634-B6LSUC6fphmsMfzVaGxSJ7U3qXSQdE2OYpDfOOEj.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578256/original/056286300_1782536565-dvVPydNbiYcqWraLvYl5S6Byfyasvjvq3oDKEv2V.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4477079/original/090625300_1687419920-Riset.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4737988/original/027942000_1707374607-pexels-skip-class-13548721.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510667/original/040509700_1771834944-WhatsApp_Image_2026-02-23_at_15.08.24.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533446/original/043365700_1773737304-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530617/original/099175500_1773466166-mud1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522319/original/072750000_1772755216-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539244/original/040883000_1774594881-rumah_minimalis_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522345/original/079886200_1772757830-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4401674/original/056918100_1681909694-20230419-Mudik-Jalur-Pantura-Angga-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1045202/original/018183200_1446724420-151105-THR-PNS-Grafis-Abdillah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528599/original/064914600_1773288962-Ashera_Dress_Sq1_1770721983416.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521841/original/047869500_1772701578-open_space_3a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3987911/original/095414600_1649311271-jeppe-vadgaard-PnFgNgCkBXY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522260/original/039984700_1772750807-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522537/original/050337400_1772768376-Model_Rambut_Pendek_Wanita_Cina.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522506/original/039967800_1772767694-Teras_rumah_subsidi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522634/original/031632000_1772771522-Gemini_Generated_Image_68hqe168hqe168hq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522514/original/063562100_1772767710-marlon-soares-NDe1cA_jb_4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478554/original/057404800_1768904586-Beternak_Jangkrik_Pakan_Ternak.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508983/original/035798900_1771646536-desain_kebun_sayur__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524816/original/031467100_1773012780-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534966/original/037393500_1773906231-Rak_Susun_Minimalis_di_Sudut_Teras.jpg)