Niat Sholat Taubat 2 Rakaat: Bacaan, Tata Cara, dan Keutamaannya

3 days ago 6

Liputan6.com, Jakarta Niat sholat taubat 2 rakaat merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam sebagai sarana untuk memohon ampunan kepada Allah SWT. Setiap muslim yang telah melakukan kesalahan sangat memerlukan pemahaman mendalam tentang cara melaksanakan niat sholat taubat 2 rakaat dengan benar agar dapat meraih pengampunan dari Allah Ta'ala.

Pelaksanaan niat sholat taubat 2 rakaat tidak hanya melibatkan aspek fisik berupa gerakan sholat, tetapi juga mencakup dimensi spiritual berupa penyesalan mendalam dan tekad kuat untuk tidak mengulangi perbuatan dosa. Praktik ibadah ini telah diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW melalui hadits-hadits shahih yang menjadi pedoman umat Islam hingga saat ini.

Berikut ini telah Liputan6.com rangkum secara komprehensif mengenai bacaan niat sholat taubat 2 rakaat, tata cara pelaksanaannya, dalil-dalil yang mendasarinya, serta berbagai aspek penting lainnya yang perlu dipahami oleh setiap muslim. Tujuannya adalah membantu umat untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah taubat yang tulus dan ikhlas.

Pengertian dan Landasan Syariat Sholat Taubat

Sholat taubat adalah ibadah sunnah yang dilakukan sebagai wujud penyesalan dan permohonan ampun kepada Allah SWT atas segala dosa yang telah diperbuat. Dalam pandangan syariat Islam, taubat bermakna penyesalan mendalam yang disertai dengan niat kuat untuk memperbaiki diri dan meninggalkan perbuatan maksiat.

Menurut Imam An-Nawawi, Hukum taubat adalah wajib bagi setiap hamba yang berdosa. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya praktik taubat dalam kehidupan seorang muslim. Sholat taubat menjadi salah satu sarana terbaik untuk mewujudkan taubat yang sesungguhnya karena menggabungkan aspek fisik dan spiritual dalam satu kesatuan ibadah.

Dalil Utama Sholat Taubat

Hadits Abu Bakar Ash-Shiddiq RA menyatakan:

"Tidaklah seorang hamba yang melakukan dosa, lalu dia bersuci dengan baik, kemudian berdiri dan sholat dua rakaat, setelah itu memohon ampunan kepada Allah, melainkan Allah akan memberikan ampunan kepadanya." (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ahmad, dan Ibnu Majah)

Landasan Al-Qur'an

Allah SWT berfirman dalam QS. Az-Zumar ayat 53:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Artinya: "Katakanlah: 'Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'"

Bacaan Niat Sholat Taubat 2 Rakaat

Membaca niat merupakan syarat wajib yang tidak boleh diabaikan sebelum memulai sholat taubat. Berdasarkan hadits Rasulullah SAW, "Sesungguhnya amal itu bergantung pada niatnya dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang diniatkannya." (HR Bukhari dan Muslim). Hal ini menunjukkan betapa pentingnya niat dalam setiap ibadah, termasuk sholat taubat.

Niat sholat taubat dapat dibaca dalam hati atau diucapkan dengan lisan sebelum takbiratul ihram. Yang terpenting adalah memahami makna niat tersebut dan melaksanakannya dengan penuh kesadaran dan keikhlasan kepada Allah SWT. Menurut mayoritas ulama, niat dalam hati sudah cukup karena Allah SWT mengetahui apa yang ada dalam hati setiap hamba-Nya.

Bacaan Niat Sholat Taubat 2 Rakaat

Arab: أُصَلِّى سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ ِللهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli sunnatat taubati rak'ataini lillaahi ta'aalaa

Artinya: "Aku niat sholat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta'ala"

Variasi Niat yang Dapat Digunakan

Arab: نَوَيْتُ أَنْ أُصَلِّيَ سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ للهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu an ushalli sunnatan taubati rak'ataini mustaqbilal qiblati lillaahi ta'aala

Artinya: "Saya niat untuk sholat sunnah taubat dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala"

Tata Cara Pelaksanaan Sholat Taubat 2 Rakaat

Sholat taubat dilaksanakan dengan jumlah rakaat minimal dua rakaat, sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas. Pelaksanaannya mengikuti tata cara sholat sunnah pada umumnya, namun dengan penekanan khusus pada aspek khusyuk dan penyesalan yang mendalam. Berdasarkan "Panduan Shalat Rasulullah" karya Imam Abu Wafa, sholat taubat harus dikerjakan secara perorangan (munfarid) dan tidak boleh berjamaah.

Setelah selesai sholat, sangat dianjurkan untuk duduk dengan tenang sambil meresapi makna taubat dan memperbanyak dzikir serta istighfar. Hal ini bertujuan untuk memperdalam rasa penyesalan dan memperkuat tekad untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan.

Langkah-langkah Pelaksanaan:

  • Bersuci dan Berwudhu: Pastikan dalam keadaan suci dari hadats kecil dan besar.
  • Menghadap Kiblat: Berdiri menghadap arah kiblat dengan khusyuk.
  • Membaca Niat: Bacakan niat sholat taubat 2 rakaat dalam hati atau lisan.
  • Takbiratul Ihram: Angkat kedua tangan setinggi telinga sambil mengucapkan "Allahu Akbar".
  • Membaca Al-Fatihah: Baca surah Al-Fatihah dengan tartil dan khusyuk.
  • Membaca Surah Pendek: Lanjutkan dengan membaca surah pendek dari Al-Qur'an.
  • Rukuk: Lakukan rukuk dengan tuma'ninah dan bacaan tasbih.
  • I'tidal: Bangkit dari rukuk dengan tegak.
  • Sujud Pertama: Sujud dengan khusyuk dan bacaan tasbih.
  • Duduk di Antara Dua Sujud: Duduk sejenak dengan tuma'ninah.
  • Sujud Kedua: Lakukan sujud kedua dengan penuh khusyuk.
  • Bangkit untuk Rakaat Kedua: Ulangi langkah 5-11 untuk rakaat kedua.
  • Tasyahud Akhir: Duduk untuk membaca tasyahud lengkap.
  • Salam: Akhiri sholat dengan mengucapkan salam ke kanan dan kiri.

Doa dan Dzikir Setelah Sholat Taubat

Setelah menyelesaikan sholat taubat, sangat dianjurkan untuk membaca istighfar dan doa-doa taubat sebagai manifestasi konkret dari permohonan ampun. Berdasarkan referensi dari "Buku Panduan Sholat Lengkap" karya Saiful Hadi El Sutha, bacaan istighfar dan doa taubat memiliki kedudukan yang sangat penting dalam melengkapi ibadah sholat taubat.

Waktu setelah sholat merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa, sehingga momentum ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memperdalam rasa penyesalan dan memohon ampunan kepada Allah SWT dengan penuh keikhlasan dan ketundukan.

Bacaan Istighfar Utama:

Arab: أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Latin: Astaghfirullaahal 'azhiimal-ladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaih

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan kecuali Dia yang Maha Hidup lagi Maha Tegak, dan aku bertaubat kepada-Nya"

Doa Taubat Lengkap (Sayyidul Istighfar):

Arab: اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Latin: Allaahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa anaa 'abduka wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu a'uudzu bika min syarri maa shana'tu abuu'u laka bi ni'matika 'alayya wa abuu'u bi dzanbii faghfir lii fa innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta

Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku berusaha setia kepada janji-Mu sejauh yang aku mampu. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah kulakukan, aku mengakui semua nikmat yang Engkau limpahkan kepadaku, dan aku mengakui dosa-dosaku. Maka ampunilah aku, karena tiada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau." (HR. Bukhari)

Waktu dan Adab Pelaksanaan Sholat Taubat

Sholat taubat memiliki fleksibilitas waktu yang luas dan dapat dilakukan kapan saja ketika seseorang menyadari telah melakukan kesalahan. Namun berdasarkan berbagai dalil dan pengalaman para ulama salaf, terdapat waktu-waktu tertentu yang lebih diutamakan untuk melaksanakan ibadah ini. Waktu yang paling utama adalah pada sepertiga malam terakhir, sebagaimana disebutkan dalam hadits qudsi yang menyatakan bahwa Allah turun ke langit dunia dan mengabulkan doa-doa hamba-Nya.

Selain memperhatikan waktu yang tepat, pelaksanaan sholat taubat juga harus memenuhi adab-adab tertentu agar mendapatkan hasil yang optimal. Hal ini mencakup persiapan mental dan spiritual, serta pemahaman mendalam tentang makna taubat itu sendiri.

Waktu yang Dianjurkan:

  • Sepertiga Malam Terakhir: Waktu paling utama berdasarkan hadits qudsi.
  • Setelah Sholat Fardhu: Terutama setelah sholat Maghrib dan Isya.
  • Hari Jumat: Hari yang penuh berkah dan rahmat.
  • 10 Hari Pertama Dzulhijjah: Waktu yang sangat mulia.
  • Segera Setelah Melakukan Kesalahan: Untuk menghindari penundaan taubat.

Waktu yang Dilarang:

Berdasarkan "Safinah Simple Series" karya Zackiyah Ahmad, terdapat lima waktu yang dilarang untuk sholat sunnah:

  • Saat terbit matahari hingga naik setinggi tombak.
  • Setelah sholat Subuh hingga matahari terbit sempurna.
  • Ketika waktu istiwa (matahari di tengah langit) kecuali hari Jumat.
  • Setelah sholat Ashar hingga matahari terbenam.
  • Saat matahari berwarna kuning hingga tenggelam.

Hadits tentang Waktu Mustajab:

Arab: يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ وَمَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

Artinya: "Tuhan kita Yang Maha Berkah dan Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia ketika tinggal sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: 'Siapa yang berdoa kepada-Ku akan Aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku akan Aku beri, siapa yang memohon ampun kepada-Ku akan Aku ampuni.'" (HR. Bukhari dan Muslim)

Syarat dan Keutamaan Sholat Taubat

Agar taubat yang dilakukan benar-benar diterima oleh Allah SWT, terdapat beberapa syarat fundamental yang harus dipenuhi. Syarat pertama dan utama adalah keikhlasan, dimana taubat harus dilakukan semata-mata untuk mengharapkan ridha Allah SWT. Selain itu, pelaku juga harus berhenti sepenuhnya dari perbuatan maksiat, merasakan penyesalan mendalam, serta memiliki tekad kuat untuk tidak mengulangi kesalahan.

Sholat taubat memberikan keutamaan yang luar biasa bagi pelakunya, tidak hanya dari segi spiritual tetapi juga psikologis. Ibadah ini mampu memberikan ketenangan jiwa, menghilangkan beban mental akibat dosa, serta memperkuat hubungan antara hamba dengan Sang Pencipta.

Syarat-Syarat Taubat:

  • Keikhlasan: Niat semata-mata karena Allah SWT.
  • Berhenti dari Maksiat: Meninggalkan perbuatan dosa secara total.
  • Penyesalan Mendalam: Merasakan derita batin atas kesalahan yang dilakukan.
  • Tekad Kuat: Azm untuk tidak mengulangi perbuatan serupa.
  • Mengembalikan Hak: Jika melibatkan kezaliman terhadap orang lain.
  • Waktu yang Tepat: Sebelum sakaratul maut dan tanda-tanda kiamat.

Keutamaan Sholat Taubat:

  • Penghapusan Dosa: Allah mengampuni segala kesalahan yang telah lalu.
  • Ketenangan Jiwa: Menghilangkan beban psikologis akibat dosa.
  • Kedekatan dengan Allah: Memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.
  • Perlindungan dari Maksiat: Memberikan kekuatan untuk menghindari dosa.
  • Cahaya Petunjuk: Mendapatkan hidayah dalam menjalani kehidupan.

Hadits tentang Keutamaan Taubat:

Latin: Kullu ibni Adama khaththa'un wa khairu al-khaththa'ina at-tawwaabun

Artinya: "Setiap anak Adam pasti berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah mereka yang bertaubat." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah)

Q&A (Tanya Jawab) Seputar Niat Sholat Taubat 2 Rakaat

Q: Apakah niat sholat taubat 2 rakaat harus diucapkan dengan suara keras?

A: Tidak, niat dapat dibaca dalam hati atau dengan suara pelan. Yang terpenting adalah memahami makna niat tersebut dan melaksanakannya dengan penuh kesadaran. Berdasarkan mayoritas ulama, niat dalam hati sudah cukup karena Allah SWT mengetahui apa yang ada dalam hati setiap hamba-Nya.

Q: Bolehkah menambah rakaat lebih dari 2 rakaat dalam sholat taubat?

A: Ya, boleh. Sholat taubat dapat dilakukan 2, 4, atau 6 rakaat dengan salam setiap 2 rakaat. Namun yang paling utama dan sesuai sunnah adalah 2 rakaat sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW.

Q: Apakah ada bacaan surah khusus yang dianjurkan saat sholat taubat?

A: Tidak ada surah khusus yang diwajibkan, namun dianjurkan membaca surah-surah yang berkaitan dengan taubat dan istighfar seperti surah An-Nasr, Al-Ikhlas, atau ayat-ayat tentang ampunan Allah. Yang terpenting adalah membaca dengan khusyuk dan meresapi maknanya.

Q: Haruskah sholat taubat dilakukan langsung setelah berbuat dosa?

A: Sangat dianjurkan untuk segera melakukan sholat taubat setelah menyadari telah berbuat dosa. Sebagaimana kata Ibnu Taimiyah RA: "Taubat itu wajib disegerakan." Namun jika tidak memungkinkan karena waktu yang tidak tepat, dapat dilakukan pada kesempatan pertama yang memungkinkan.

Q: Apakah sholat taubat bisa dilakukan secara berjamaah?

A: Tidak, berdasarkan "Panduan Shalat Rasulullah" karya Imam Abu Wafa, sholat taubat harus dilakukan secara perorangan (munfarid) karena taubat merupakan urusan pribadi antara hamba dengan Tuhannya yang memerlukan introspeksi dan penyesalan mendalam.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |