Liputan6.com, Jakarta Memperingati hari besar keagamaan Islam selalu menghadirkan suasana penuh makna, terutama ketika umat menantikan Maulid Nabi tanggal penetapannya. Momen ini menjadi ajang bagi masyarakat untuk meneguhkan kembali kecintaan kepada Rasulullah SAW, sekaligus mempererat ukhuwah antar sesama.
Keindahan tradisi Maulid Nabi tanggal perayaannya biasanya diisi berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari pembacaan shalawat hingga tausiah. Setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri dalam menyambutnya, sehingga menambah semarak suasana. Dari nuansa sederhana di mushala kecil hingga acara megah di masjid besar, semuanya tetap berpangkal pada satu tujuan, yaitu menumbuhkan kecintaan pada junjungan umat Islam.
Selain itu, Maulid Nabi tanggal pelaksanaannya kerap dinantikan karena dianggap membawa keberkahan. Banyak keluarga memanfaatkannya untuk mengadakan doa bersama, membagikan sedekah, ataupun menyajikan hidangan khusus bagi tetangga. Nilai kebersamaan inilah yang menjadikan peringatan tersebut bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga sarana memperkuat solidaritas sosial.
Berikut informasi lebih lengkap terkait Maulid Nabi yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (28/8/2025).
Memahami Maulid Nabi Tanggal Berapa di Tahun 2025
Dalam kalender nasional Indonesia tahun 2025, pemerintah telah menetapkan daftar hari libur resmi beserta cuti bersama melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri. Dari keputusan tersebut diketahui bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yakni momentum memperingati kelahiran Rasulullah, akan dilaksanakan pada tanggal Jumat, 5 September 2025.
Selain pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU) melalui lembaga otoritatif di bidang falak, yaitu Lembaga Falakiyah PBNU, juga melakukan penetapan tanggal yang selaras. Berdasarkan hasil rukyat (pengamatan hilal) serta hisab (perhitungan astronomis), diputuskan bahwa 12 Rabiul Awal 1447 Hijriah jatuh pada 5 September 2025. Penetapan ini tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan melalui kajian mendalam, metode ilmiah dan pengesahan resmi dari mekanisme internal NU.
Namun, pandangan sedikit berbeda datang dari organisasi Muhammadiyah. Melalui pendekatan kalender yang mereka gunakan, yakni Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), awal bulan Rabiul Awal 1447 H dihitung bertepatan pada 24 Agustus 2025. Konsekuensinya, Muhammadiyah menetapkan Maulid Nabi tanggal 4 September 2025, atau sehari lebih awal dibandingkan keputusan pemerintah maupun NU.
Adanya perbedaan dalam menentukan Maulid Nabi tanggal 2025 antara pemerintah, NU, dan Muhammadiyah memperlihatkan keberagaman metode dalam menentukan awal bulan Hijriah. Alih-alih menjadi sumber perpecahan, perbedaan tersebut justru memperlihatkan dinamika pemikiran serta kekayaan tradisi dalam Islam di Indonesia. Umat Muslim pada akhirnya dapat memilih untuk mengikuti ketentuan otoritas yang diyakini, tanpa mengurangi nilai spiritual maupun esensi dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Keutamaan Merayakan Maulid Nabi
Merayakan Maulid Nabi memiliki berbagai keutamaan bagi umat Islam. Peringatan ini menjadi sarana bagi umat Islam untuk mengekspresikan rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.
1. Menjadi Teman Rasulullah di Surga
Membelanjakan satu dirham untuk kegiatan pembacaan Maulid Nabi diyakini dapat menjadikan seseorang teman Rasulullah di surga. Sayyidina Abu Bakar radhiyallahu 'anhu berkata, "Barangsiapa membelanjakan satu dirham (uang emas) untuk mengadakan pembacaan Maulid Nabi Muhammad, maka ia akan menjadi temanku di surga".
2. Mendapat Pahala Setara Perang Badar dan Hunain
Membelanjakan satu dirham untuk pembacaan Maulid dianggap setara dengan ikut serta dalam perang Badar dan Hunain. Sayyidina Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu menyatakan, "Barangsiapa membelanjakan satu dirham (uang mas) untuk mengadakan pembacaan Maulid Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, maka seakan-akan ia ikut-serta menyaksikan perang Badar dan Hunain".
3. Masuk Surga Tanpa Hisab
Orang yang ikut mengagungkan Maulid Nabi dan menjadi penyebab terlaksananya pembacaan Maulid diyakini akan dimasukkan ke surga tanpa hisab. Sayyidina Ali radhiyallahu 'anhu berkata, "Barangsiapa mengagungkan Maulid Nabi shalallallahu 'alaihi wasallam, dan ia menjadi sebab dilaksanakannya pembacaan Maulid Nabi, maka tidaklah ia keluar dari dunia melainkan dengan keimanan dan akan dimasukkan ke dalam surga".
4. Menghidupkan Nilai-nilai Islam dalam Kehidupan
Peringatan Maulid Nabi membantu umat Islam meneladani akhlak Rasulullah dan menghidupkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Sayyidina Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu berkata, "Barangsiapa yang mengagungkan kelahiran Nabi Muhammad SAW, maka sungguh dia telah menghidupkan Islam".
5. Dibangkitkan Bersama Para Shiddiqin, Syuhada, dan Shalihin
Imam Syafi’i mengatakan, “Barangsiapa mengumpulkan saudara-saudaranya untuk mengadakan Maulid Nabi, kemudian menyediakan makanan dan tempat serta melakukan kebaikan untuk mereka, maka Allah akan membangkitkan dia bersama-sama golongan shiddiqin, syuhada, dan shalihin.” Bagi yang memfasilitasi peringatan Maulid Nabi dengan memberi makan dan tempat bagi orang lain, keutamaannya adalah dibangkitkan bersama golongan yang sangat mulia di hari kiamat.
Hikmah Peringatan Maulid Nabi
Maulid Nabi bukan hanya mengenang peristiwa kelahiran manusia agung pembawa risalah Islam, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperdalam rasa cinta kepada Rasulullah serta mendekatkan diri kepada Allah Swt. Beberapa hikmah penting dari peringatan ini antara lain:
1. Membiasakan Berselawat kepada Rasulullah
Salah satu amalan yang sangat ditekankan ketika memperingati Maulid Nabi adalah memperbanyak bacaan selawat. Hal ini sesuai dengan perintah Allah Swt. yang secara tegas menganjurkan umat Islam untuk senantiasa berselawat kepada Nabi Muhammad saw. Amalan sederhana ini memiliki kedudukan agung, sebab melalui selawat, seorang Muslim memperoleh kedekatan dengan Allah sekaligus diharapkan mendapat syafaat Rasulullah pada hari akhir kelak. Membiasakan selawat juga menumbuhkan ketenangan hati serta mengingatkan kita akan jasa besar Nabi dalam menyampaikan risalah Islam.
2. Menunjukkan Rasa Syukur atas Kelahiran Nabi
Peringatan Maulid juga menjadi sarana untuk mengekspresikan rasa gembira sekaligus syukur atas kelahiran Nabi Muhammad saw., sosok yang diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam. Kebahagiaan atas lahirnya beliau bukanlah sekadar simbolis, melainkan diyakini mendatangkan kebaikan yang besar. Dalam sejarah, bahkan diriwayatkan bahwa Abu Lahab, yang terkenal sebagai penentang Nabi, mendapatkan keringanan siksa karena bergembira atas kelahiran beliau dengan memerdekakan budaknya. Hal ini menjadi bukti betapa besar nilai kegembiraan yang tulus atas kelahiran Nabi Muhammad saw.
3. Menguatkan Rasa Cinta kepada Rasulullah
Kecintaan kepada Nabi Muhammad saw. merupakan salah satu bagian dari keimanan seorang Muslim. Peringatan Maulid Nabi menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan kembali rasa cinta itu, agar tidak sekadar sebatas pengakuan, tetapi benar-benar terwujud dalam kehidupan sehari-hari. Melalui peringatan ini, umat Islam diajak untuk kembali merenungi pengorbanan beliau, perjuangannya dalam menegakkan agama, serta kasih sayangnya kepada umat. Dari sini, kecintaan kepada Nabi dapat semakin tertanam kuat di hati setiap Muslim.
4. Meneladani Akhlak Mulia Rasulullah
Rasulullah saw. dikenal sebagai pribadi dengan akhlak yang sempurna. Peringatan Maulid Nabi membuka ruang bagi kita untuk kembali menelaah dan mengamalkan akhlak beliau dalam kehidupan. Akhlak mulia seperti kejujuran, kesabaran, kelembutan hati, serta kepedulian terhadap sesama menjadi cermin yang patut diteladani. Melalui Maulid, umat diingatkan bahwa keberhasilan Nabi dalam menyampaikan risalah Islam tidak hanya bertumpu pada strategi dakwah, melainkan juga pada akhlak luhur yang memikat hati manusia.
5. Media Dakwah dan Pendidikan Umat
Selain bernilai ibadah, peringatan Maulid Nabi juga memiliki fungsi sosial yang sangat penting. Acara ini biasanya diisi dengan tausiah, ceramah, maupun pembacaan sejarah kehidupan Nabi (sirah nabawiyah). Dari kegiatan tersebut, masyarakat memperoleh pengetahuan baru, pemahaman lebih dalam mengenai ajaran Islam, serta motivasi untuk memperbaiki diri. Dengan demikian, Maulid Nabi bukan sekadar acara perayaan, tetapi juga sarana dakwah dan pendidikan yang memperkuat keimanan serta membina ukhuwah Islamiyah.
FAQ Seputar Topik
1. Kapan biasanya umat Islam memperingati maulid nabi tanggal penetapannya?
Jawaban: Maulid Nabi Muhammad SAW biasanya diperingati setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam kalender hijriah. Tanggal ini dipercaya sebagai hari kelahiran Rasulullah yang membawa cahaya Islam bagi umat manusia.
2. Mengapa tanggal Maulid Nabi bisa berbeda antar organisasi?
Perbedaan tanggal Maulid Nabi antar organisasi seperti pemerintah, NU, dan Muhammadiyah disebabkan oleh metode penentuan awal bulan Hijriah yang berbeda, yaitu hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal).
3. Apa makna utama dari peringatan Maulid Nabi?
Makna utama Maulid Nabi adalah sebagai ekspresi kegembiraan dan penghormatan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW, sarana dakwah, penguatan akidah, serta momen untuk meneladani akhlak beliau.
4. Bagaimana masyarakat di Indonesia biasanya menyambut maulid nabi tanggal peringatannya?
Masyarakat Indonesia umumnya menyambutnya dengan kegiatan seperti pembacaan shalawat, ceramah agama, serta pembagian makanan kepada tetangga. Ada pula tradisi khas di beberapa daerah, misalnya grebeg maulid di Yogyakarta yang menghadirkan kirab budaya.