Doa Sholat Idul Adha: Niat, Takbir, dan Dzikir Sesuai Sunnah

1 day ago 3

Liputan6.com, Jakarta Doa sholat Idul Adha merupakan bagian integral dari ibadah sunnah yang sangat dianjurkan pada hari raya Idul Adha. Setiap umat Muslim yang melaksanakan sholat Idul Adha perlu memahami dengan baik berbagai doa yang dibaca dalam rangkaian ibadah ini. Doa sholat Idul Adha tidak hanya mencakup bacaan niat sebelum memulai sholat, tetapi juga berbagai dzikir dan doa yang dibaca dalam setiap gerakan sholat dari takbiratul ihram hingga salam.

Memahami dan menghafal doa sholat Idul Adha dengan benar akan memberikan kekhusyukan yang lebih dalam saat menjalankan ibadah ini. Setiap bacaan dalam sholat Idul Adha memiliki makna spiritual yang mendalam dan merupakan bentuk komunikasi hamba dengan Allah SWT. Doa sholat Idul Adha juga memiliki keistimewaan tersendiri karena dibaca pada hari yang penuh berkah dan rahmat dari Allah SWT.

Berikut ini telah Liputan6.com rangkum secara komprehensif tentang doa sholat Idul Adha mulai dari bacaan niat, berbagai dzikir dalam gerakan sholat, hingga doa-doa khusus yang dianjurkan. Dengan menguasai doa sholat Idul Adha secara lengkap, diharapkan umat Muslim dapat menjalankan ibadah ini dengan penuh kekhusyukan dan memperoleh pahala yang maksimal di sisi Allah SWT.

Niat Sholat Idul Adha

Niat merupakan pondasi utama dalam setiap ibadah, termasuk dalam sholat Idul Adha. Niat sholat Idul Adha ini memiliki lafal yang berbeda untuk imam dan makmum. Niat yang benar dan tulus akan menentukan kualitas ibadah yang dilakukan dan menjadi penentu diterimanya amalan tersebut di sisi Allah SWT.

Para ulama menekankan bahwa niat tidak harus diucapkan dengan keras, tetapi cukup dalam hati dengan penuh keyakinan. Namun, bagi pemula dianjurkan untuk mengucapkannya secara pelan agar lebih terfokus dan tidak lupa. Niat ini sunnah untuk dilafalkan untuk membimbing hati membaca niat yang sama.

Niat Sholat Idul Adha untuk Imam:

أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى

Transliterasi: Ushalli sunnatal li \'idil-adha rak\'ataini imāman lillāhi ta\'ālā

Artinya: "Aku niat salat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta\'ala."

Niat Sholat Idul Adha untuk Makmum:

أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى

Transliterasi: Ushalli sunnatal li \'idil-adha rak\'ataini ma\'mūman lillāhi ta\'ālā

Artinya: "Aku niat salat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta\'ala."

Bacaan Takbir Tambahan dalam Sholat Idul Adha

Sholat Idul Adha memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan sholat-sholat lainnya, yaitu adanya takbir tambahan. Pada rakaat pertama shalat Idul Adha melakukan tujuh kali takbir dan dzikir. Takbir tersebut tidak termasuk dengan takbiratul ihram. Sedangkan pada rakaat kedua terdapat 5 takbir tambahan. Setiap takbir tambahan disertai dengan bacaan dzikir yang khusus, yang merupakan bentuk pengagungan kepada Allah SWT.

Takbir tambahan ini bukan hanya sekedar bacaan, tetapi merupakan manifestasi dari rasa syukur dan kegembiraan umat Muslim atas nikmat dan karunia Allah SWT. Bacaan dzikir di antara takbir juga memiliki makna yang mendalam dalam menegaskan keesaan dan keagungan Allah SWT.

Bacaan Takbir Tambahan:

اللهُ اَكْبَرُ

Transliterasi: Allahu Akbar

Artinya: "Allah Maha Besar"

Bacaan Dzikir di Antara Takbir:

سُبْحَانَ اللهِ وَالحَمْدُ لِلهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِاَللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

Transliterasi: Subhanallah, walhamdulillah, wala ilaha illallah, wallahu akbar, wala haula wala quwwata illa billahil \'aliyyil azhim

Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung."

Bacaan Surat dalam Sholat Idul Adha

Pemilihan surat dalam sholat Idul Adha memiliki hikmah dan makna yang mendalam sesuai dengan spirit perayaan Idul Adha. Pada rakaat pertama, sunnahnya adalah membaca surat Al-Fatihah. Kemudian pada rakaat yang kedua, sunnahnya adalah membaca surat Al-Ghasyiyah setelah Al-Fatihah. Kedua surat ini dipilih karena mengandung pesan-pesan spiritual yang sangat relevan dengan makna Idul Adha sebagai hari pengorbanan dan ketakwaan.

Surat yang dibaca pada rakaat pertama mengandung pesan tentang kesucian nama Allah dan kekuasaan-Nya dalam menciptakan segala sesuatu. Sedangkan surat Al-Ghasyiyah pada rakaat kedua mengingatkan tentang hari pembalasan dan pentingnya mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat.

Surat Al-Fatihah (dibaca pada setiap rakaat):

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ * ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ * ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ * مَٰلِكِ يَوْمِ ٱلدِّينِ * إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ * ٱهْدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ * صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ

Transliterasi: Bismillahir-rahmanir-rahim * Alhamdulillahi rabbil-'alamin * Ar-rahmanir-rahim * Maliki yaumid-din * Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in * Ihdinaṣ-ṣiratal-mustaqim * Ṣirat-allazina an'amta 'alaihim gairil-magẓubi 'alaihim wa laḍ-ḍallin

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang * Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam * Maha Pemurah lagi Maha Penyayang * Yang menguasai di Hari Pembalasan * Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan * Tunjukilah kami jalan yang lurus * (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat."

Dzikir dalam Gerakan Sholat Idul Adha

Setiap gerakan dalam sholat Idul Adha disertai dengan bacaan dzikir yang khusus dan memiliki makna spiritual yang mendalam. Bacaan tasbih saat rukuk dan sujud merupakan bentuk pengagungan kepada Allah SWT yang dilakukan dengan postur tubuh yang merendah. Hal ini mengajarkan kepada umat Muslim tentang pentingnya kerendahan hati dan pengakuan akan keagungan Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan.

Doa-doa yang dibaca saat i'tidal dan duduk di antara dua sujud juga mengandung permohonan ampunan, rahmat, dan petunjuk dari Allah SWT. Berdasarkan hadis-hadis shahih, bacaan-bacaan ini telah diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW kepada para sahabat dan merupakan sunnah yang sangat dianjurkan untuk diamalkan.

Tasbih Rukuk:

سُبْحَانَ رَبِّي الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ

Transliterasi: Subhana rabbiyal 'azhimi wa bi hamdih

Artinya: "Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dan dengan memuji-Nya."

Doa I'tidal:

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْت مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Transliterasi: Rabbana lakal hamdu mil'as samawati wa mil'al ardhi wa mil'a ma syi'ta min syay'in ba'du

Artinya: "Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji yang memenuhi langit dan bumi dan memenuhi apa yang Engkau kehendaki sesudah itu."

Tasbih Sujud:

سُبْحَانَ رَبِّي الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Transliterasi: Subhana rabbiyal a'la wa bi hamdih

Artinya: "Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi dan dengan memuji-Nya."

Doa Duduk di Antara Dua Sujud:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي

Transliterasi: Rabbighfir li, warhamnî, wajburnî, warfa'nî, warzuqnî, wahdinî, wa 'afinî, wa'fu 'annî

Artinya: "Ya Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah aku, angkatlah derajatku, berilah aku rezeki, berilah aku petunjuk, berilah aku kesehatan, dan maafkanlah aku."

Bacaan Tasyahud Akhir dan Salam

Tasyahud akhir dalam sholat Idul Adha merupakan bacaan yang sangat penting dan mengandung kesaksian fundamental dalam Islam. Bacaan ini mencakup kesaksian terhadap keesaan Allah SWT dan kerasulan Muhammad SAW, serta shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya. Tasyahud akhir ini harus dibaca dengan penuh penghayatan karena merupakan penegasan kembali akan keimanan dan ketauhidan seorang muslim.

Setelah tasyahud akhir, sholat Idul Adha diakhiri dengan salam yang merupakan bentuk doa keselamatan untuk seluruh makhluk. Menurut para ulama, salam dalam sholat memiliki makna spiritual yang mendalam, yaitu sebagai bentuk permohonan keselamatan dan kedamaian dari Allah SWT.

Tasyahud Akhir:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْك أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إنَّك حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Transliterasi: At-tahiyyatul mubarakatush shalawatut thayyibatu lillah. As-salamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuh, as-salamu 'alayna wa 'ala 'ibadillahish shalihin. Asyhadu an la ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan rasulullah. Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala ali sayyidina Muhammad, kama shallayta 'ala sayyidina Ibrahim wa 'ala ali sayyidina Ibrahim; wa barik 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala ali sayyidina Muhammad, kama barakta 'ala sayyidina Ibrahim wa 'ala ali sayyidina Ibrahim. Fil 'alamina innaka hamidun majid.

Artinya: "Segala penghormatan yang penuh berkah, shalawat-shalawat yang baik adalah untuk Allah. Keselamatan atasmu wahai Nabi dan rahmat Allah serta berkah-Nya. Keselamatan atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas junjungan kami Muhammad dan atas keluarga junjungan kami Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan shalawat atas junjungan kami Ibrahim dan atas keluarga junjungan kami Ibrahim. Dan berkahilah junjungan kami Muhammad dan keluarga junjungan kami Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi junjungan kami Ibrahim dan keluarga junjungan kami Ibrahim. Di seluruh alam, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia."

Salam:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله

Transliterasi: As-salamu 'alaikum wa rahmatullah

Artinya: "Keselamatan dan rahmat Allah atas kalian."

Waktu dan Adab Pelaksanaan Sholat Idul Adha

Waktu pelaksanaan sholat Idul Adha telah ditetapkan berdasarkan sunnah Rasulullah SAW dan kesepakatan para ulama. Shalat Idul Adha dapat dilakukan sejak terbitnya matahari pada tanggal 10 Dzulhijjah hingga waktu Zuhur di hari yang sama tiba. Namun, waktu yang paling utama adalah ketika matahari sudah naik sekitar satu tombak dalam pandangan mata, yang kurang lebih 15-20 menit setelah matahari terbit.

Shalat Idul Adha dianjurkan dilaksanakan pada awal waktu setelah matahari terbit. Hal ini dimaksudkan agar memberi kesempatan yang luas kepada masyarakat yang hendak berkurban setelah shalat Idul Adha. Para ulama juga menekankan bahwa sholat Idul Adha sebaiknya dilaksanakan secara berjamaah dan diikuti dengan mendengarkan khutbah Idul Adha sebagai bentuk pembelajaran dan peningkatan spiritualitas.

FAQ (Frequently Asked Questions)

Q: Apakah boleh sholat Idul Adha sendirian di rumah? 

A: Sholat Idul Adha boleh dikerjakan sendirian di rumah jika berhalangan hadir ke masjid atau lapangan. Namun, lebih utama jika dilaksanakan secara berjamaah karena merupakan sunnah muakkadah dan dapat memperkuat silaturahmi antar umat Muslim.

Q: Bagaimana jika lupa membaca takbir tambahan dalam sholat Idul Adha? 

A: Jika lupa membaca takbir tambahan, sholat tetap sah namun kurang sempurna. Sebaiknya tetap melanjutkan sholat sampai selesai dan tidak perlu mengulang. Takbir tambahan adalah sunnah, bukan rukun sholat.

Q: Apakah wajib membaca surat Al-A'la dan Al-Ghasyiyah dalam sholat Idul Adha? 

A: Tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan (sunnah). Jika tidak hafal kedua surat tersebut, boleh diganti dengan surat-surat lain yang sudah dihafal, seperti surat-surat pendek dalam juz 30.

Q: Kapan waktu yang tepat untuk berangkat ke tempat sholat Idul Adha? 

A: Untuk jamaah biasa dianjurkan berangkat pagi-pagi sekitar 30 menit sebelum waktu sholat dimulai. Sedangkan untuk imam, dianjurkan datang tepat menjelang waktu sholat dimulai sesuai sunnah Rasulullah SAW.

Q: Apakah sholat Idul Adha boleh dikerjakan di rumah jika tidak ada masjid terdekat? 

A: Ya, boleh. Sholat Idul Adha dapat dikerjakan di mana saja asalkan tempat tersebut suci dan menghadap kiblat. Yang terpenting adalah niat yang tulus dan pelaksanaan sesuai dengan tata cara yang benar.

Q: Bagaimana jika terlambat dan imam sudah selesai sholat Idul Adha? 

A: Masih boleh sholat Idul Adha sendirian atau berjamaah dengan yang lain selama masih dalam waktu yang diperbolehkan (sebelum zawal). Namun, tidak perlu mendengarkan khutbah karena khutbah Idul Adha hanya sunnah, bukan kewajiban.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |