:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288587/original/061784900_1783327073-1001433500.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah gunung api di Indonesia sempat mengalami erupsi pada Minggu, 6 September 2026. Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang dipublikasikan melalui MAGMA Indonesia, tiga gunung api tercatat sempat erupsi pada hari ini, yakni Gunung Anak Krakatau, Gunung Ili Lewotolok dan Gunung Ibu.
Gunung Semeru juga menjadi bagian dari pemantauan aktivitas vulkanik terbaru. Gunung tersebut sempat mengalami erupsi pada 1 September 2026, lalu masih tercatat berstatus Level III atau Siaga pada pengamatan 6 September. Melalui daftar gunung api indonesia yang erupsi hari ini 6 september 2026, pembaca bisa membedakan waktu kejadian erupsi setiap gunung secara lebih jelas.
Informasi aktivitas gunung api perlu diperhatikan secara berkala, terutama bagi warga sekitar kawasan rawan bencana. Kondisi visual, arah angin, kemunculan asap kawah dan status gunung menjadi beberapa poin penting dalam laporan pengamatan.
Simak daftar gunung api indonesia yang erupsi hari ini 6 september 2026 beserta informasi aktivitas vulkaniknya berdasarkan laporan MAGMA Indonesia, Minggu (6/9/2026).
1. Gunung Anak Krakatau Sempat Erupsi pada 6 September 2026
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333370/original/097787000_1787747833-1001601731.jpg)
Perbesar
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami erupsi berulang kali pada Minggu, 6 September 2026, dengan sebaran abu vulkanik yang meluas. Erupsi kedua pada pagi hari itu tercatat pukul 07.10 WIB.
Erupsi pertama terjadi pada pukul 03.53 WIB, terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 46 mm dan durasi 30 detik. Erupsi kedua pada pukul 07.10 WIB terekam dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 16 detik. Pada beberapa kejadian erupsi, tinggi kolom abu tidak teramati secara visual.
Dampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau cukup signifikan, dengan sebaran abu vulkanik yang terdeteksi hingga wilayah Lampung dan sebagian Jakarta. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik. Klaster pertama bergerak ke arah timur laut-selatan, mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Klaster kedua bergerak ke arah barat daya-barat laut, mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, serta Selat Sunda.
Akibat sebaran abu ini, operasional penerbangan di beberapa bandara, termasuk Bandara Soekarno-Hatta, sempat terganggu dan beberapa penerbangan dibatalkan atau ditunda. Status Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level III (Siaga), dan masyarakat diimbau untuk tidak mendekati atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Pada pengamatan periode 00.00–06.00 WIB, Gunung Anak Krakatau berada dalam kondisi tertutup Kabut 0-III. Keadaan tersebut membuat kondisi permukaan dan bagian kawah gunung tidak dapat diamati secara optimal. Asap kawah juga tidak teramati selama periode pengamatan tersebut, sehingga informasi mengenai aktivitas permukaan gunung lebih banyak mengandalkan hasil pemantauan instrumen serta laporan pengamatan yang tersedia.
2. Gunung Ili Lewotolok Sempat Mengeluarkan Kolom Abu 400 Meter
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5477320/original/031675700_1768816065-Gunung_Ili_Lewotolok_di_Kabupaten_Lembata__Nusa_Tenggara_Timur.jpg)
Perbesar
Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur sempat mengalami erupsi pada Minggu, 6 September 2026 pukul 06.11 WITA. Aktivitas tersebut tercatat dalam laporan pemantauan gunung api dan menjadi salah satu kejadian erupsi yang berlangsung pada Minggu pagi. Waktu kejadian perlu diperhatikan mengingat laporan aktivitas gunung api dapat memuat peristiwa pada jam berbeda sesuai wilayah waktu masing-masing daerah di Indonesia.
Saat erupsi terjadi, Gunung Ili Lewotolok sempat mengeluarkan kolom letusan setinggi sekitar 400 meter di atas puncak atau mencapai sekitar 1.823 meter di atas permukaan laut. Ketinggian tersebut menggambarkan jarak kolom letusan dari puncak gunung sekaligus memberikan gambaran mengenai posisi material vulkanik yang teramati selama erupsi berlangsung.
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat. Arah sebaran abu menjadi salah satu informasi penting dalam laporan aktivitas vulkanik sebab pergerakan material letusan dapat dipengaruhi oleh kondisi angin pada saat kejadian. Aktivitas erupsi Gunung Ili Lewotolok juga terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi 40 detik.
Data tersebut menunjukkan adanya aktivitas erupsi yang tercatat pada waktu pengamatan. Perbedaan tinggi kolom, warna abu, amplitudo, durasi, dan arah sebaran menjadi bagian penting untuk melihat karakter aktivitas Gunung Ili Lewotolok pada saat kejadian. Kondisi gunung api tetap perlu dipantau melalui informasi resmi terbaru sebab aktivitas vulkanik dapat mengalami perubahan setelah laporan pengamatan sebelumnya diterbitkan.
3. Gunung Ibu Mengeluarkan Abu ke Arah Timur Laut
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5375667/original/085589300_1759977206-gunung_ibu.jpg)
Perbesar
Gunung Ibu di Maluku Utara juga sempat mengalami erupsi pada Minggu, 6 September 2026 pukul 04.55 WIT. Berdasarkan urutan waktu dalam data pengamatan, aktivitas Gunung Ibu tercatat pada Minggu dini hari hingga pagi waktu setempat. Catatan tersebut menjadi bagian dari laporan aktivitas gunung api di Indonesia pada 6 September 2026.
Pada saat erupsi, Gunung Ibu mengeluarkan kolom letusan setinggi sekitar 400 meter di atas puncak atau mencapai sekitar 1.725 meter di atas permukaan laut. Ketinggian kolom tersebut menunjukkan material vulkanik sempat terdorong cukup tinggi dari kawasan kawah sebelum kemudian bergerak mengikuti kondisi atmosfer di sekitar gunung.
Kolom abu sempat teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang dan mengarah ke timur laut. Selain pengamatan secara visual, aktivitas erupsi Gunung Ibu juga terekam melalui seismograf dengan amplitudo maksimum 15 milimeter dan durasi 35 detik. Informasi tersebut memberikan gambaran mengenai karakter erupsi yang tercatat pada waktu kejadian, mulai dari kondisi kolom abu hingga respons aktivitas vulkanik yang terekam oleh instrumen.
Aktivitas tersebut menjadi salah satu catatan erupsi gunung api pada Minggu pagi, 6 September 2026. Pemantauan terhadap Gunung Ibu tetap diperlukan untuk mengetahui perkembangan aktivitas setelah kejadian erupsi. Informasi terbaru mengenai perubahan kondisi gunung, status aktivitas, maupun rekomendasi bagi masyarakat perlu mengacu pada laporan resmi dari lembaga berwenang.
4. Gunung Semeru Mengeluarkan Kolom Abu pada 1 September
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341598/original/039026100_1788664750-gunung_semeru_0609.jpg)
Perbesar
Gunung Semeru juga masuk dalam daftar gunung api yang menjadi perhatian dalam data aktivitas vulkanik terbaru. Namun, kejadian erupsi yang tercantum untuk Semeru terjadi pada Selasa, 1 September 2026 pukul 10.05 WIB, bukan pada 6 September. Saat itu, Gunung Semeru sempat mengeluarkan kolom letusan setinggi sekitar 300 meter di atas puncak atau sekitar 3.976 meter di atas permukaan laut. Ketinggian tersebut merupakan hasil pengamatan terhadap kolom letusan pada saat aktivitas erupsi berlangsung dan menjadi bagian dari catatan aktivitas vulkanik Gunung Semeru pada awal September 2026.
Kolom abu sempat teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat daya. Erupsi tersebut juga terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 105 detik. Durasi tersebut menjadi catatan paling panjang dibandingkan tiga kejadian erupsi lain dalam data ini, yakni Gunung Anak Krakatau, Gunung Ili Lewotolok dan Gunung Ibu.
Dalam pengamatan pada Minggu, 6 September 2026 periode 00.00–06.00 WIB, Gunung Semeru terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II. Asap kawah tidak teramati selama periode pemantauan tersebut. Kondisi visual ini menunjukkan bahwa pengamatan permukaan gunung tetap dipengaruhi oleh perubahan tutupan kabut selama periode laporan.
Cuaca di sekitar Gunung Semeru dilaporkan berawan hingga mendung. Angin bertiup lemah menuju tenggara dan selatan. Kondisi cuaca dan arah angin menjadi bagian dari informasi pemantauan sebab perubahan atmosfer dapat memengaruhi kondisi visual gunung maupun arah pergerakan material vulkanik apabila terjadi aktivitas erupsi baru.
Daftar Gunung yang Berstatus Siaga
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381132/original/000594200_1760489444-Gunung_Lewotobi_Laki-laki_Erupsi.jpg)
Perbesar
Gunung Lewotobi Laki-laki Masih Level III Siaga
Selain gunung api yang sempat mengalami erupsi, Gunung Lewotobi Laki-laki juga tercatat berstatus Level III atau Siaga. Status tersebut menjadi bagian dari hasil pemantauan aktivitas vulkanik pada Minggu, 6 September 2026. Meski tidak tercatat mengalami erupsi dalam data yang dibahas, kondisi gunung tetap mendapatkan perhatian melalui pengamatan visual dan pemantauan aktivitas kawah.
Pada pengamatan Minggu, 6 September 2026 periode 06.00–12.00 WITA, gunung terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. Asap kawah utama sempat teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang. Kemunculan asap kawah tersebut menjadi salah satu indikator visual yang dicatat petugas selama proses pengamatan aktivitas gunung.
Asap kawah tersebut memiliki tinggi sekitar 50–100 meter dari puncak. Kondisi cuaca dilaporkan cerah hingga berawan, sementara angin bertiup lemah menuju barat dan barat laut. Informasi mengenai ketinggian asap, kondisi cuaca, serta arah angin dicatat sebagai bagian dari pengamatan rutin terhadap perubahan aktivitas di kawasan Gunung Lewotobi Laki-laki.
Gunung Merapi Masih Berstatus Siaga Level III
Gunung Merapi tercatat berada pada Level III atau Siaga dalam pengamatan Minggu, 6 September 2026 periode 00.00–06.00 WIB. Status tersebut menunjukkan Gunung Merapi masih berada dalam tingkat aktivitas yang membutuhkan pemantauan secara rutin oleh petugas dan perhatian masyarakat di kawasan sekitar.
Gunung terlihat jelas selama periode pengamatan, sementara asap kawah utama sempat teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi sekitar 10 meter dari puncak. Catatan mengenai asap kawah menjadi salah satu informasi visual penting untuk menggambarkan kondisi permukaan Gunung Merapi pada saat pengamatan berlangsung.
Gunung Sinabung Berstatus Siaga Level III
Gunung Sinabung juga tercatat berada pada Level III atau Siaga. Pengamatan dilakukan pada Minggu, 6 September 2026 periode 00.00–06.00 WIB. Status tersebut menunjukkan aktivitas Gunung Sinabung masih berada pada tingkat Siaga sehingga perkembangan kondisi gunung tetap perlu diperhatikan melalui laporan pemantauan resmi.
Saat pengamatan berlangsung, Gunung Sinabung tertutup Kabut 0-I hingga Kabut 0-III. Kondisi kabut tersebut membuat pengamatan visual terhadap bagian kawah menjadi terbatas. Asap kawah tidak teramati selama periode pengamatan sehingga tidak terdapat catatan visual mengenai kemunculan asap dari kawah pada waktu tersebut.
Cuaca di sekitar gunung dilaporkan berawan hingga mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang menuju timur laut dan timur. Kondisi meteorologis tersebut menjadi bagian dari catatan pengamatan yang dapat membantu menggambarkan situasi di sekitar Gunung Sinabung pada periode laporan.
Pertanyaan Seputar Daftar Gunung Api Indonesia yang Erupsi Hari Ini 6 September 2026
Gunung api mana saja yang erupsi pada 6 September 2026?
Pada Minggu, 6 September 2026, gunung api yang dilaporkan erupsi adalah Gunung Semeru, Gunung Anak Krakatau, Gunung Ili Lewotolok, dan Gunung Ibu.
Bagaimana status aktivitas Gunung Semeru pada 6 September 2026?
Status aktivitas vulkanik Gunung Semeru pada 6 September 2026 berada pada Level III atau Siaga.
Apa imbauan keselamatan untuk masyarakat di sekitar Gunung Ibu?
PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Ibu untuk tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif dan perluasan sektoral 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara. Masyarakat juga disarankan menggunakan masker dan kacamata jika terjadi hujan abu.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9341638/original/086087300_1788669892-Rumah_Depan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9341686/original/006911400_1788674660-71c7307a-6e18-4bd1-8ff5-959e325f72fd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/9341600/original/062280300_1788665735-20260906_102107.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9341601/original/020480400_1788665891-7b57422c-0965-45ce-b537-90b121a8c35c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9341646/original/029502800_1788670066-Screenshot__475_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9341223/original/052908100_1788592343-1001631471.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5543608/original/009620500_1775030492-sumur_di_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9324076/original/043586700_1786689093-XtdtqQ1b9jSj3fGdj1vxNzEHfOUqn8m1mIoNvs1v.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9341341/original/070699300_1788602849-Gemini_Generated_Image_63jnsr63jnsr63jn.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9341314/original/083553400_1788599584-04102eb8-6e43-4527-ab18-c153385ae00a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9341302/original/086492100_1788598792-Gemini_Generated_Image_xysa7kxysa7kxysa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9339125/original/016706400_1788401943-Gemini_Generated_Image_66grs766grs766gr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380819/original/067063100_1760434364-sssssw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9341252/original/000048700_1788595521-dfa9622c-af89-4ab5-b910-f40ce4486e87.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9341289/original/060186500_1788597369-Gemini_Generated_Image_8ywijm8ywijm8ywi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9287487/original/060540700_1783229718-melati_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311799/original/018374000_1785462080-watermarked_img_12876681287243653704.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7814268/original/065287400_1780631863-16748699804316069778.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9341141/original/050546200_1788582957-Gemini_Generated_Image_7yil2e7yil2e7yil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9341149/original/022815400_1788583376-c04bd955-aa1a-4732-ad0c-1aa581f1b882.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336150/original/025769500_1788141275-4887a07b-cbfa-4c27-87dd-a34a2ddf4af9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6707818/original/004530300_1779526004-1779525648.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336522/original/062149400_1788164466-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326731/original/044655800_1787034649-01M09H5EZC0CJF22ZHH9BPEA9C.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514575/original/008264000_1772095176-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336528/original/070709900_1788164536-Poison_Dart_Frog.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336176/original/026556300_1788144002-32234.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3144625/original/098363800_1591334410-Foto_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337050/original/022337900_1788230032-1de3d558-1975-4c43-b4f2-118d1bd51876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337142/original/081564900_1788234228-Noda_Bekas_Keringat_di_Bantal.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9332963/original/050260600_1787725598-1280px-Siliwangi_in_Lampegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7182742/original/004905700_1779978836-pexels-bulat-5678622.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337293/original/019623200_1788239716-56d48274-58d6-4330-a2d5-7c8cc37e4557.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336588/original/048843200_1788166989-2b16fa11-1670-4e28-b029-72a189aecfd4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337139/original/089359100_1788234193-outi-marjaana-5eu96L3hob4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336191/original/048055400_1788145496-pexels-nerea-arance-205949445-11860562.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263241/original/026820600_1781870752-Budidaya_Azolla_sebagai_Pakan_Alternatif.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310320/original/033268000_1754903814-Depositphotos_243089644_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336566/original/005951400_1788166224-pexels-anntarazevich-5629138.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502254/original/062020500_1770974864-beautiful-asian-girl-sleeps-her-bed-with-white-sheets-warm-winter-duvet-smiling-her-sleep-drea.jpg)