5 Tanaman Indoor untuk Menjaga Kualitas Udara, Ruangan jadi Lebih Segar dan Estetik

5 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Memilih tanaman indoor untuk menjaga kualitas udara di rumah bisa jadi cara sederhana mempercantik ruangan sekaligus membantu menyerap sejumlah senyawa organik volatil (VOC) yang sering terperangkap di udara dalam ruangan. Sejak lama, NASA Clean Air Study menjadi salah satu rujukan utama yang mengkaji kemampuan berbagai tanaman hias dalam menyaring polutan semacam ini.

Melansir laman News 18, penelitian terbaru yang dilakukan NASA Clean Air Study mengkaji kemampuan sejumlah tanaman dalam membantu menyaring berbagai polutan udara tersebut.Berikut beberapa tanaman yang dikenal dalam penelitian tersebut dan kerap direkomendasikan sebagai pilihan untuk mempercantik sekaligus mendukung kualitas udara di dalam rumah.

1. Peace Lily (Spathiphyllum)

Peace lily menonjol lewat bunga putihnya yang elegan, sehingga sering dipakai sebagai pemanis meja kerja atau ruang tamu selain fungsinya sebagai penyaring udara. Tanaman ini dikaitkan dengan kemampuan menyerap benzena, formaldehida, trikloroetilena, amonia, dan xilena dari udara ruangan.

Selain menyerap gas berbahaya, peace lily juga disebut mampu menangkap spora jamur di udara melalui permukaan daunnya, menjadikannya pilihan menarik untuk ruangan yang cenderung lembap. Tanaman ini menyukai cahaya tidak langsung dengan intensitas rendah hingga sedang serta media tanam yang tetap lembap.

Salah satu kelebihan peace lily adalah tandanya yang mudah dikenali saat kekurangan air, daunnya akan langsung layu dan terkulai. Namun perlu diperhatikan, peace lily termasuk tanaman yang sebaiknya dijauhkan dari jangkauan kucing atau anjing karena mengandung senyawa yang bisa mengiritasi jika tertelan.

2. Spider Plant (Chlorophytum comosum)

Spider plant dikenal sebagai tanaman indoor yang adaptif dan relatif mudah tumbuh di berbagai kondisi ruangan. Tanaman ini dikaitkan dengan kemampuan mengurangi sejumlah senyawa yang tidak diinginkan di udara, seperti formaldehida, xilena, dan karbon monoksida.

Pertumbuhannya tergolong cepat, dan tanaman dewasa biasanya menghasilkan anakan kecil yang mudah dipisah dan ditanam ulang menjadi tanaman baru. Karakter ini membuat satu pot spider plant bisa berkembang menjadi beberapa pot tambahan tanpa perlu membeli bibit baru.

Dibanding beberapa tanaman pembersih udara lain, spider plant termasuk yang dianggap relatif aman bagi hewan peliharaan, sehingga cukup fleksibel ditempatkan di berbagai sudut rumah yang memiliki kucing atau anjing.

3. Golden Pothos (Epipremnum aureum)

Golden pothos tergolong tanaman hias yang mudah dirawat dan tahan terhadap berbagai kondisi cahaya, mulai dari cahaya redup hingga cahaya tidak langsung yang cukup terang. Daunnya berbentuk hati dengan gradasi hijau yang membuatnya cocok sebagai tanaman gantung maupun tanaman rambat di rak.

Golden pothos dikaitkan dengan kemampuan menyerap sejumlah polutan udara, termasuk benzena, formaldehida, dan trikloroetilena. Kebutuhan penyiramannya pun tidak terlalu sering, menjadikannya pilihan yang cukup toleran terhadap kelalaian perawatan sesekali.

Karakter yang serba tangguh ini membuat golden pothos sering direkomendasikan untuk pemula yang baru mulai merawat tanaman indoor. Meski begitu, sama seperti peace lily, golden pothos sebaiknya diletakkan di tempat yang tidak terjangkau hewan peliharaan karena getahnya berpotensi menyebabkan iritasi bila tertelan.

4. Gerbera Daisy (Gerbera jamesonii)

Bagi yang menyukai tanaman berbunga dengan warna cerah, gerbera daisy bisa jadi pilihan menarik untuk melengkapi fungsi tanaman indoor untuk menjaga kualitas udara di rumah. Bunganya hadir dalam beragam warna dan memberi kesan lebih hidup pada ruangan.

Gerbera daisy dikaitkan dengan kemampuan menyaring senyawa seperti benzena dan trikloroetilena dari udara. Agar tumbuh optimal, tanaman ini membutuhkan cahaya yang terang namun sebaiknya tidak terpapar sinar matahari langsung secara berlebihan, serta media tanam dengan drainase yang baik.

5. Lidah Buaya (Aloe barbadensis miller)

Lidah buaya lebih dulu dikenal luas karena gel di dalam daunnya yang banyak dimanfaatkan untuk perawatan kulit, namun tanaman ini juga masuk dalam daftar yang dikaji lewat NASA Clean Air Study terkait perannya membersihkan udara dalam ruangan.

Lidah buaya dikaitkan dengan kemampuan mengurangi senyawa seperti benzena dan formaldehida di udara. Tanaman ini menyukai tempat yang terang dan mendapat banyak cahaya matahari, dengan kebutuhan air yang relatif rendah sehingga tidak perlu terlalu sering disiram.

Bentuknya yang ringkas dan perawatannya yang sederhana membuat lidah buaya cocok ditempatkan di dekat jendela atau area meja yang mendapat cukup cahaya, sekaligus mudah dipindah-pindah sesuai kebutuhan ruangan.

Apakah Tanaman Benar-Benar Bisa Membersihkan Udara?

Pembahasan mengenai  tanaman indoor untuk menjaga kualitas udara tidak dapat dilepaskan dari penelitian NASA yang sering menjadi rujukan. Studi tersebut memang menunjukkan potensi sejumlah tanaman dalam menyerap senyawa tertentu dari udara.

Namun, kondisi penelitian di laboratorium berbeda dengan kondisi rumah sehari-hari. Jumlah tanaman, ukuran ruangan, ventilasi, sumber polutan, dan berbagai faktor lainnya dapat memengaruhi kualitas udara.

Karena itu, tanaman sebaiknya dipandang sebagai pelengkap, bukan pengganti ventilasi atau sistem penyaringan udara. Menjaga kebersihan ruangan, mengurangi sumber polusi, dan memastikan sirkulasi udara tetap baik tetap menjadi langkah penting.

Sementara, berikut adalah cara merawat tanaman indoor agar tetap sehat sebagai salah satu alternatif untuk menjaga kualitas udara di ruangan. 

  • Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
  • Sesuaikan pencahayaan: Pastikan tanaman mendapatkan intensitas cahaya sesuai kebutuhannya.
  • Jangan berlebihan menyiram: Periksa kondisi media tanam sebelum memberikan air kembali.
  • Gunakan pot dengan drainase: Lubang drainase membantu mencegah air menggenang di sekitar akar.
  • Bersihkan daun: Debu yang menumpuk dapat membuat tanaman terlihat kusam dan mengurangi kemampuan daun menangkap cahaya.
  • Periksa hama: Amati bagian bawah daun dan batang secara berkala untuk mendeteksi hama lebih awal.
  • Pangkas bagian yang rusak: Daun yang menguning atau kering dapat dipangkas agar tanaman tetap rapi.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanaman Indoor untuk Menjaga Kualitas Udara

1. Tanaman indoor apa yang paling mudah dirawat untuk pemula?

Golden pothos, karena tahan berbagai kondisi cahaya dan tidak butuh penyiraman terlalu sering.

2. Apakah semua tanaman pembersih udara aman untuk hewan peliharaan?

Tidak. Golden pothos dan peace lily perlu dijauhkan dari jangkauan kucing atau anjing, sementara spider plant relatif lebih aman.

3. Tanaman apa yang cocok diletakkan di kamar tidur?

Gerbera daisy, karena tetap melepaskan oksigen pada malam hari.

4. Bagaimana cara mengetahui lidah buaya sedang menyerap banyak polutan?

Munculnya bintik-bintik cokelat pada daun bisa jadi tanda tanaman sedang bekerja keras menyaring udara.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |