6 Cara Menanam Cabai dari Biji Buah yang Sudah Matang, dari Seleksi hingga Panen

4 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Menanam cabai sendiri di rumah memastikan pasokan bumbu dapur pedas selalu tersedia. Cara menanam cabai dari biji buah yang sudah matang menjadi metode praktis yang cocok untuk pemula. Keberhasilan budidaya cabai bergantung pada beberapa tahapan, mulai dari seleksi biji, penyemaian, hingga perawatan tanaman dewasa.

Budidaya cabai tidak memerlukan lahan yang luas; pekarangan kecil, teras rumah, atau bahkan polybag sudah cukup. Dengan teknik yang tepat, biji cabai dapat tumbuh menjadi tanaman yang subur dan produktif.

Pemilihan benih atau biji yang berkualitas merupakan fondasi penting untuk tanaman cabai yang sehat dan produktif. Benih yang baik akan menghasilkan bibit yang sehat, tumbuh seragam, dan lebih tahan terhadap gangguan lingkungan. Artikel Liputan6.com ini akan memandu Anda melalui setiap langkah penting untuk menghasilkan panen cabai yang melimpah, Selasa (1/9/2026).

1. Memilih Biji Unggul

Langkah awal yang krusial adalah memilih biji cabai berkualitas tinggi. Biji terbaik berasal dari cabai yang sudah matang sempurna di pohon, sehat, tidak cacat, bebas hama dan penyakit, serta memiliki warna merah menyala dan kulit tidak keriput. Jika memungkinkan, pilih buah dari tanaman induk yang berdaun lebat dan berbuah lebat karena sifat unggul indukan akan diwariskan pada keturunannya.

Setelah memetik buah cabai matang, belah buah secara hati-hati dan ambil biji dari bagian tengahnya, sebab biji di bagian ini memiliki kualitas paling tinggi. Pisahkan biji dari sisa daging buah. Untuk menyeleksi biji, rendam dalam air bersih atau air mineral. Biji yang tenggelam menandakan kualitas baik, padat, sehat, dan memiliki cadangan makanan yang cukup untuk pertumbuhan awal. Sebaliknya, buang biji yang mengapung karena kemungkinan kosong, ringan, rusak, atau tidak layak tanam.

2. Mempersiapkan Biji Unggul

Setelah diseleksi, keringkan biji cabai yang sudah direndam selama minimal tiga hari. Proses pengeringan ini sebaiknya dilakukan dengan mengangin-anginkan biji di tempat teduh dengan sirkulasi udara yang baik. Simpan hanya biji yang tampak utuh dan tidak berjamur.

Sebelum disemai, biji cabai perlu perlakuan khusus untuk mempercepat perkecambahan. Rendam biji cabai dalam air hangat bersuhu sekitar 35-45°C selama beberapa jam atau semalam, atau bahkan 50°C selama semalam, untuk merangsang pertumbuhan dan mempercepat perkecambahan.

3. Proses Penyemaian

Penyemaian merupakan tahap penting sebelum bibit dipindahkan ke lahan permanen. Media semai yang baik harus ringan, gembur, bersih, mampu menyimpan kelembapan, dan memiliki drainase yang baik.

Campuran media yang direkomendasikan adalah tanah, sekam (sekam bakar/arang sekam), dan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 1:1:1 atau 2:1:1. Media tanam sebaiknya disterilkan terlebih dahulu, misalnya dengan dikukus atau dijemur, untuk menghindari serangan penyakit.

Basahi media semai secukupnya, lalu buat lubang tanam dangkal sedalam 0,5–1 cm menggunakan jari atau batang kayu kecil. Masukkan satu atau dua biji pada tiap lubang, kemudian tutup tipis biji dengan media tanam. Siram media tanam dengan air halus menggunakan semprotan agar tetap lembap tetapi tidak terlalu basah. Jaga kelembapan media tanpa membuatnya tergenang.

4. Perawatan Awal Bibit

Letakkan wadah semai di tempat teduh yang tidak terkena sinar matahari langsung selama proses perkecambahan agar kelembapan tetap terjaga. Cabai membutuhkan kehangatan untuk berkecambah, dengan suhu tanah ideal sekitar 25-32°C.

Tutup persemaian dengan plastik bening, karung basah, kardus, atau terpal untuk menjaga kelembapan dan mempercepat perkecambahan. Setelah 2-3 hari atau setelah tunas mulai tumbuh, buka penutup dan tempatkan bibit di area yang terkena sinar matahari, namun tidak terlalu terik.

Setelah kecambah muncul, berikan cahaya yang cukup agar bibit tidak tumbuh terlalu panjang dan lemah. Siram bibit secara rutin setiap pagi dan sore menggunakan air bersih atau air cucian beras dengan semprotan air halus agar bibit tidak terganggu.

Hindari penyiraman berlebihan karena akar muda rentan terganggu. Pemupukan cukup satu atau dua kali selama bibit dalam persemaian. Lindungi benih dari tiupan angin kencang, goncangan fisik, atau sinar matahari secara langsung.

5. Pemindahan Bibit

Bibit cabai siap dipindahkan ke lahan atau pot lebih besar setelah berumur 21–30 hari sejak disemai, atau ketika sudah memiliki 4–5 helai daun sejati. Beberapa sumber menyebutkan bibit siap dipindahkan setelah 4-6 minggu atau memiliki minimal 6 helai daun, dan akar sudah mulai keluar dari wadah semai. Pemindahan ini harus dilakukan dengan hati-hati agar sistem perakarannya tidak rusak.

Siapkan media tanam permanen yang gembur dan memiliki drainase yang baik. Untuk pot atau polybag, pastikan memiliki lubang drainase. Pindahkan bibit bersama sebagian media di sekitar akar agar stres transplantasi berkurang. Hindari menarik batang atau akar secara kasar.

Tanam bibit ke dalam media sedalam 10 cm dan tutup kembali dengan tanah. Pindah tanam sebaiknya dilakukan pada sore hari ketika suhu mulai turun dan sinar matahari tidak terlalu terik untuk membantu bibit beradaptasi. Setelah pindah tanam, jaga kelembapan media dan lindungi bibit dari sinar matahari langsung hingga lebih kuat.

6. Perawatan Tanaman Dewasa

Perawatan rutin sangat diperlukan agar tanaman cabai dapat tumbuh subur dan cepat berbuah. Siram tanaman secara teratur setiap pagi dan sore menggunakan air bersih atau air cucian beras. Jaga kelembapan tanah, hindari penyiraman berlebihan atau kekurangan air yang dapat menyebabkan bercak pada cabai atau pembusukan akar.

Berikan pupuk secara berkala setiap dua minggu sekali, terutama pupuk organik seperti pupuk kandang atau kompos, untuk memberikan nutrisi yang cukup. Pertimbangkan pupuk tinggi fosfor dan kalium untuk menghasilkan lebih banyak bunga dan buah. Cabai membutuhkan sinar matahari yang cukup, minimal enam jam sehari.

Lindungi tanaman dari hama dan penyakit dengan menyemprotkan pestisida organik secara berkala, namun tidak terlalu sering. Pemangkasan pucuk tanaman dapat membantu menjaga struktur dan menghindari hama. Saat tanaman mulai terkulai, pasang turus (penopang) agar tidak jatuh.

Cabai bisa dipanen saat buahnya mulai memerah, sekitar 2,5 hingga 3 bulan setelah pindah tanam. Panen cabai secara teratur membantu merangsang produksi buah.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menanam Cabai dari Biji Buah yang Sudah Matang

Kapan waktu terbaik untuk memindahkan bibit cabai?

Bibit cabai siap dipindahkan setelah berumur 21–30 hari sejak disemai, atau ketika sudah memiliki 4–5 helai daun sejati. Pemindahan sebaiknya dilakukan pada sore hari saat suhu mulai turun untuk mengurangi stres pada bibit.

Bagaimana cara memilih biji cabai berkualitas untuk ditanam?

Pilih biji dari cabai yang sudah matang sempurna di pohon, sehat, tidak cacat, dan berwarna merah menyala. Biji yang berkualitas akan tenggelam saat direndam dalam air bersih.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan dari menanam cabai hingga panen?

Proses dari menanam cabai hingga panen memerlukan waktu sekitar 2,5 hingga 3 bulan, tergantung varietas dan kualitas perawatan. Panen dapat dilakukan saat buah cabai mulai memerah.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |